
Tanpa menunggu jawabanku menuju ke sebuah pintu besar dan saat pintu itu terbuka, terlihatlah sebuah gaun berwarna abu-abu dengan bagian dada sampai perut yang terlihat pas pada tubuh manekin dan dari bagian perut sampai ke bawah gaun itu bermekaran dengan motif-motif berwarna putih. “Kak Sarah langsung coba ya, Kak Sarah pasti kelihatan cantik banget.” Ucap Deborah yang sedari tadi terlihat sangat antusias.
Setelah lebih dari tiga puluh menit aku mempersiapkan diriku untuk acara resepsi hari ini terdengar suara gedoran pintu yang sangat keras. “Deborah buka pintunya, aku memberikanmu kesempatan selama empat puluh lima menit untuk bersama Sarah, sekarang buka pintunya atau aku akan menendang pintu sialan ini.” Teriak Angkasa dari balik pintu, aku yang sedang menatap cermin hanya dapat menggeleng-gelengan kepala dengan sikap keanak-anakan Angkasa.
“Iya iya.” Teriak Deborah setelah dia selesai memastikan gaunku terpasang dengan baik. “Bagaimana Kak Sarah bisa tahan dengan sifat Kak Kassa seperti ini.” Ucap Deborah sedikit kesal membuatku tertawa mendengarnya. Setelah itu Deborah pergi membuka pintu sebelum pintu itu benar-benar akan rusak karena ulah Angkasa, saat pintu di belakangku terbuka aku melihat ke belakang dimana Angkasa berdiri mematung tepat di belakang tubuhku. “Aku akan memanggil kalian saat acaranya sudah dimulai, Kak Kassa ingat jangan coba-coba untuk merusak masterpiece yang aku buat sebelum acara hari ini selesai.” Ucap Deborah penuh peringatan dan menutup pintu di belakangku.
Aku mendengar suara langkah kaki Angkasa mendekat, semakin dekat suara langkah kaki tersebut semakin cepat
juga jantungku berdetak sampai aku merasa tangan Angkasa melingkar di pinggangku, aku merasakan bibir lembut Angkasa mencium pundak ku membuat bulu-bulu halus pada tubuhku berdiri seketika. “Kass…” Panggilku pelan dan memejamkan mataku, aku mulai merasakan panas dalam tubuhku saat kulit Angkasa bergesekan dengan kulitku.
“Aku ingin membawamu cepat-cepat pergi dari tempat ini, apa kita kabur saja?” Ucapnya dengan bibirnya yang mulai menggigit lembut leherku membuat kakiku menjadi lemas. “Kas…” Hanya kata-kata itu yang dapat aku ucapkan sekarang. “Kamu setuju kan kalau kita langsung pergi saja dari sini?” Tanyanya. Pertanyaan Angkasa membuat logika dan hatiku saling bertentangan sekarang. “Jangan Kass please.” Ucapku memohon.
__ADS_1
“Kamu yakin?” Tanya Angkasa yang membuat tubuhku benar-benar terasa lemas karena sensasi hisapan lembut dari bibir Angkasa pada leherku dan aku yakini akan berwarna merah setelah dia melepaskan bibirnya dari leherku. “Kak Kassa, Kak Sarah ayo keluar sebentar lagi acaranya akan dimulai.” Ucap Deborah sedikit berteriak dan langsung membuka pintu, aku dengan cepat melepaskan diri dari pelukan Angkasa.
“Kamu mengganggu saja Deborah.” Ucap Angkasa dingin, tetapi Deborah tidak menghiraukannya dia mendekatiku yang sekarang sedang berwajah merah karena malu. “Kak Kassa, kamu benar-benar merusak masterpiece yang sudah aku buat.” Ucap Deborah merapikan riasan ku kembali, tetapi kali ini Angkasa yang tidak peduli dengan kata-kata Deborah.
Angkasa sedang melihat dirinya di kaca untuk merapikan jas yang digunakannya. “Awas saja kalau kamu sampai membuat Sarahku dilihat oleh orang-orang di luar sana dengan wajah bodoh mereka.” Ucap Angkasa kepada Deborah.
Aku melihat ke arah Angkasa yang sedang merapikan dasi dan jasnya. Angkasa benar-benar terlihat tampan. “Kamu bisa mendekat ke arahku dan menciumiku sekarang Sayang, kalau kamu memang benar-benar menginginkannya?” Ucap Angkasa yang memergokiku melihat ke arahnya membuatku langsung melihat ke arah lain. “Sejak kapan Kak Kassa menjadi seperti ini?” Ucap Deborah mengerutkan dahinya kepada Angkasa.
“Oke sudah siap, ayo kita keluar.” Ucap Deborah membantuku berdiri. Angkasa sudah berdiri di depan pintu saat aku berjalan keluar, dia mengangkat lengannya untuk aku lingkarkan dengan tanganku. “Hmm aku akan bosan menunggu di atas podium itu selama empat jam ke depan.” Ucap Angkasa datar, aku mengusap lembut lengannya. “Setidaknya cobalah untuk tersenyum ya.” Ucapku lembut dan dibalas dengan kecupan pada dahiku. “Untukmu aku akan melakukan segalanya Nyonya Pratama.” Ucapnya yang membuatku menunduk malu.
Angkasa Pratama Laki-Laki yang dipuja-puja oleh setiap wanita yang melihatnya sekarang memilih untuk hanya melihatku, menjagaku dan mencintaiku sepenuh hatinya. Aku berharap hal indah dan bahagia ini akan selalu ada bersamaku. “Aku mencintaimu Angkasa Pratama.” Ucapku yang membuatnya tersenyum dan berjalan tegap membimbingku untuk berjalan bersamanya mengarungi hidup yang baru.
__ADS_1
***
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih delapan belas jam, akhirnya aku dan Angkasa sampai di Kota Cinta Paris pada pukul sembilan pagi. Selain di sebut dengan Kota Cinta, Paris sendiri adalah kota yang penuh dengan budaya dan keindahan di dalamnya karena banyak sekali hal-hal menarik yang dimana masih dipertahankan oleh Kota Paris.
Di Bandara saat aku dan Angkasa turun dari pesawat pribadi miliknya, sudah ada beberapa orang yang berbaris rapi menunggu kedatangan kami, Angkasa menggandeng tanganku menuju ke sebuah mobil sport Ferrari berwarna biru yang sudah terparkir tidak jauh dari pesawat pribadi miliknya. “Kita akan kemana?” Tanyaku saat sudah berada di dalam mobil.
“Kita akan mengikuti wawancara tentang pernikahan kita bersama temanku dan majalahnya yang bodoh.” Ucap Angkasa setelah memasangkan seat belt padaku. “Ha? Wawancara?” Tanyaku sedikit kaget. “Hmm.” Jawabnya. “Hmm haruskah kita melakukannya, maksudku aku akan senang jika aku memang dikenalkan sebagai istrimu, hanya saja haruskah dengan wawancara Kass?” Ucapku yang mulai takut karena aku belum pernah melakukan hal-hal seperti ini. Apakah aku sudah mulai akan merasakan kehidupan Angkasa yang sebenarnya?
“Kamu cukup menemaniku saja, tidak perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh dari mereka.” Ucap Angkasa mencoba menenangkanku. “Lagipula aku tidak sabar menyelesaikan wawancara bodoh itu dan menikmati bulan madu kita.” Lanjut Angkasa yang membuat wajahku seketika memerah.
Angkasa mulai melajukan mobilnya di sepanjang perjalanan kota Paris, aku hanya dapat merasa terkagum-kagum dengan keindahan yang diberikan oleh Kota Paris, dari kejauhan aku bisa melihat Menara Eiffel yang menjadi lambang kebanggaan dari Kota ini. Karena terlalu menikmati keindahan dari Kota Paris ini sampai-sampai aku tidak sadar mobil kami sudah berhenti di depan sebuah Gedung tinggi dengan tulisan ELLE di depan Gedung tersebut.
Angkasa membuka pintu untukku dan membantuku turun dari mobil, aku hanya dapat berjalan dengan sedikit menundukkan kepalaku karena di dalam lobi gedung ini sudah banyak orang dengan postur seperti model dan menggunakan pakaian-pakaian yang menurutku sangat fashionable. Aku juga seperti tidak percaya melihat seorang Aktris yang pernah aku lihat di layar televisi.
“Angkasa akhirnya setelah beberapa paksaan kamu mau juga untuk ikut wawancara ini.” Ucap seorang Laki-Laki yang tiba-tiba datang dari arah depan kami. Laki-Laki itu mempunyai penampilan yang tinggi dengan rambut yang ditata sangat rapi, dia menggunakan jas berwarna abu-abu yang memperlihatkan kewibawaannya dan juga posisinya di dalam Gedung ini.
“Hmm, langsung saja Blake, aku tidak punya banyak waktu karena kamu benar-benar mengganggu acara bulan maduku.” Ucap Angkasa dingin. “Hahaha, apakah kamu tidak bisa merubah sikap dinginmu Angkasa setelah kamu menikah, beritamu ini akan menjadi heboh dimana seorang Businessman terkaya dengan sifat arogan dan dingin, dimana kekayaannya yang hampir ada di setiap negara di dunia ini, akhirnya menikah dengan seorang Wanita yang sangat cantik.” Ucap Blake melihat ke arahku dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
“Halo Kakak ipar, perkenalkan aku Blake.” Ucap Blake dengan mengulurkan tangannya, tetapi Angkasa langsung mendekapku dan tidak membiarkan tanganku untuk menyambut uluran tangan Blake. “Tidak ada satu orang pun yang boleh menyentuh Sarahku kecuali aku.” Ucap Angkasa menatap Blake tajam.
BERSAMBUNG.