Wanita Penggoda?

Wanita Penggoda?
TANTE MEGA


__ADS_3

Makan malam hari ini terasa berbeda, suasana di Apartemen Om Alex terasa sunyi karena tidak adanya suara dari Om Alex ataupun Ibuku di meja makan, yang terdengar hanyalah suara dentingan sendok yang bertemu dengan piring. “Sarah udah selesai makan? nanti sebelum tidur Ibu buatin susu dulu ya.” Tanya Ibuku. “Iya Bu, Sarah udah selesai makan, tetapi Sarah mau ngerjain PR dulu ya Bu.” Ibuku mengusap kepalaku. “Anak pintar, ya sudah kamu ke kamar dulu ya, nanti Ibu nyusul.” Aku mengganggukkan kepalaku dan segera masuk ke dalam kamarku, sebelum aku menutup pintu aku sempat melihat kearah Om Alex yang terlihat sangat sedih dimana terukir jelas pada wajahnya.


“Aku mencintai kamu Risty, aku juga menyayangi Sarah, dia sudah aku anggap sebagai anakku sendiri.” Ucap Om Alex. “Aku tahu itu Mas, aku juga mencintaimu, tetapi kita tidak bisa begini terus, menjalani hubungan tanpa status apa-apa, aku juga bukan siapa-siapa untuk kamu, kamu mempunyai keluarga juga, aku tidak mau menjadi pengganggu dalam rumah tanggamu.” Percakapan yang aku dengar samar-samar dari dalam kamarku, dimana dapat aku dengar juga suara tangisan Ibuku dibalik kata-katanya.


Keesokan paginya.


“Ibu, Ayah kemana?” Tanyaku melihat ke sekeliling rumah, tetapi belum menemukan sosok Om Alex. “Ayah sedang pergi ke luar kota Nak, sudah berangkat tadi subuh.” Jawab Ibuku. “Kok gak pamit sama Sarah, Sarahkan kangen.” Aku menundukkan kepalaku sedih, karena setiap pagi aku biasa mendengar suara tawanya didepan pintu kamarku. “Sayang.” Ibuku mengusap kepalaku.


“Nanti Ayah bakal balik lagi, Sarah bisa main lagi sama Ayah, jadi jangan sedih ya.” Lanjut Ibuku. “Iya Bu.” Ucapku. “Ya udah sekarang ayo siap-siap ke Sekolah, hari ini Ibu yang anterin ya.” Ucap Ibuku. “Iya.” Saat aku memasangkan sepatu sekolahku, terdengar suara bel Apartemen kami berbunyi, dengan cepat Ibuku segera membukanya dan dia terlihat sangat terkejut. “Mega.”


…..


“Oh jadi kamu yang mencuri Papaku, dasar anak jelek dan miskin.” Ucap seorang anak Laki-Laki di depanku. “Kamu siapa?” Tanyaku. “Aku Kassa anaknya Papa Alex.” Jawabnya. “Ha?” Aku terkejut dengan perkataan anak kecil itu, saat aku dan dia sedang berada di luar Apartemen, sementara Ibuku dan Tante yang di panggil Ibuku dengan nama Mega itu masih ada di dalam Apartemen milik Om Alex.

__ADS_1


“Kamu tahu kalau Papaku tidak pernah balik lagi ke rumah selama dua tahun.” Anak kecil laki-laki itu terlihat tertunduk dan terisak dengan tangisannya. “Papa tidak pernah lagi main denganku, teman-teman sekolahku sering mengejekku kalau Papaku pergi meninggalkanku karena aku nakal.” Lanjutnya masih dengan tangisannya.


“Aku janji sama Mama kalau aku tidak akan nakal lagi kalau Papa balik ke Rumah.” Aku melangkahkan kakiku mencoba untuk mendekatinya. “BRUK!!! Ahh.” Ucapku sakit saat dia mendorongku sehingga menyebabkanku jatuh ke lantai. “Ini semua gara-gara kamu, kamu yang mengambil Papaku.” Ucap anak laki-laki itu dengan penuh kemarahan.


Tidak lama kemudian pintu Apartemen kami pun terbuka, Tante Mega keluar dengan memakai kaca mata hitamnya dan melihat kearahku yang terduduk jatuh di lantai dengan senyuman sinisnya, setelah itu dia pergi bersama dengan anak laki-lakinya yang masih melihat kearahku dengan penuh kemarahan. Sementara Ibuku terlihat terduduk di lantai dengan tangan yang menutup wajahnya yang sedang menangis. Ibu.


Masa sekarang.


“Sayang, Sarah Sayang bangun yuk.” Suara seorang Laki-Laki membangunkanku. “Dave.” Aku menggosok mataku, dan baru menyadari aku masih berada di Rumah Dave dari semalam. “Jam berapa ini Dave?” Tanyaku. “Sudah jam tujuh pagi, kamu walaupun lagi tidur tetap cantik ya.” Dia tersenyum dan  masih mengelus pipiku semenjak dia membangunkanku dari tadi. “Kamu masih ngantuk.” Lanjutnya.


Aku memberi kecupan lembut di pipi Dave yang membuatnya tersenyum dan setelah itu aku berlalu menuju kearah Kamar Mandi. Di bawah shower kamar mandi, aku membiarkan tubuhku dibasahi oleh air yang keluar dari shower tersebut, dengan deras. Aku harus apa.


“Sudah selesai mandinya?” Tanya Dave saat aku baru keluar dari kamar mandi, melihat Dave masih duduk di tepi tempat tidur dengan memainkan handphonenya. “Udah Dave.” Jawabku. “Oh iya ini baju dari Mama, dia pasti tahu baju kamu udah bau.” Dave mengejekku dengan tersenyum dan menutup hidungnya. “Enak aja, gak bau kok.” Ucapku menjulurkan lidahku membalas ejekannya.

__ADS_1


Aku pun mengambil baju yang ada di tangan Dave dan menghadap kearah belakang dari Dave. Aku membuka perlahan resleting di bagian belakang punggungku dan memperlihatkan bagian belakang braku yang berwarna hitam. “Dave jangan ngintip ya.” Ucapku. “I-iya.” Aku hanya tersenyum mendengar ucapan Dave yang terbata-bata. Dengan cepat aku mengganti bajuku dengan baju yang diberikan oleh Mamanya Dave yang berupa kaos berwarna putih dan celana jeans berwarna biru.


“Ayo sarapan.” Ucapku. Aku sudah berdiri di depan Dave yang melihat kearah berlawanan dari tempatku mengganti bajuku tadi. Dia berdiri dan menghadapku. “Kamu sengaja ya godain aku.” Dia mendekatkan wajahnya dan memegang pinggangku erat. “E-enggak Dave.” Dengan cepat dia mempertemukan bibir kami dengan lidah yang berusaha masuk ke dalam mulutku. “Dave.” Dia melepaskan ciumannya. “Kalau gak ada Mama sama Papa dibawah kamu pasti udah aku makan sekarang.” Dia mengelus lembut pipiku dan mengusap kepalaku yang membuatku tersenyum malu dan menyembunyikan wajahku di dadanya.


Aku dan Dave sudah ikut bergabung dengan orang tuanya di meja makan dengan sarapan yang sudah tersedia di atas meja yang disiapkan oleh Bi Iyem. “Non Sarah mau susu?” Tanya Bi Iyem. “Boleh Bi, makasih ya Bi.” Bi Iyem pun menuangkan susu ke dalam gelasku yang kosong, setelah itu dia pergi lagi ke dapur.


“Sarah hari ini ada acara?” Ucap Tante Rita sambil mengoleskan selai diatas rotinya. “Ehmm gak ada kok Tante.” Ucapku. “Nanti temenin Tante belanja untuk kebutuhan di rumah mau? karena nanti sore Tante sama Om akan balik lagi ke Australia.” Aku melihat kearah Dave dan dia menganggukkan kepalanya. “Oh boleh Tante.” Jawabku. “Ya udah Sarah sarapan dulu, nanti setelah sarapan kita berangkat ya.” Ucap Tante Rita. “Iya Tante.” Ucapku. Setelah itu kami pun sarapan dengan tenang dan sesekali aku melihat kearah Om Albert yang masih terlihat canggung dengan kehadiranku.


“Sarah sudah siap?” Tanya Rante Rita saat kam sudah selesai sarapan, dan aku sedang duduk di Ruang tamu Rumah Dave. “Udah Tante.” Aku langsung berangkat dari tempat dudukku di sofa ruang tamu. “Dave gak ikut Tante?” Ucapku karena Dave terlihat masih mengobrol dengan Papanya di sudut ruangan rumahnya. “Enggak kita pergi berdua aja, gak pa-pa kan?” Tanya Tante Rita. “Iya gak pa-pa Tante.” Aku melihat kearah Dave yang melambaikan tangannya dan tersenyum kearahku. “Ya udah yuk kita berangkat.” Ucap Tante Rita Aku pun mengikuti Tante Rita dari belakangnya menuju ke mobil mewah berwarna putih yang sudah terpakir di depan pintu rumahnya.


Kami sudah berada di dalam sebuah Pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari Rumah Dave. Saat kami sedang mau menuju ke lantai bawah di  Pusat Perbelanjaan tersebut, tiba-tiba kami bertemu dengan seorang Ibu-Ibu yang sangat aku kenal sejak kemarin malam. Tante Sonia.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


Mohon vote, love, like dan komentarnya readers, terus ikuti kisahku ya.


Terima kasih supportnya!!!


__ADS_2