
Kami memasuki sebuah gedung dengan meja-meja yang sudah disusun rapi dimana ruangan itu sudah dipenuhi oleh kaum sosialita, CEO dan para selebriti. “Finally, the lovely couple datang juga.” Suara Blake yang terdengar dari tengah ruangan yang membuat semua orang dengan spontan melihat ke arah kami.
“Selamat datang Tuan dan Nyonya Pratama, kami harap kalian menyukai acara yang kami buat untuk kalian.” Ucap Blake yang di sambut tepuk tangan oleh semua orang dan memberikan selamat kepada kami. “Jangan ada yang berani menyentuh milikku.” Ucap Angkasa yang langsung mendekap ku dalam pelukannya membuat semua orang yang sebelumnya ingin memberikan selamat mengurungkan niat baik mereka dan mundur menghindar dari tatapan membunuh Angkasa.
Setelah hampir setengah jam aku mendampingi Angkasa bertemu dengan rekan-rekannya, aku duduk pada sofa yang terletak di ujung ruangan saat Angkasa sedang berbicara dengan beberapa rekan kerjanya. “Maaf Nona, anda tidak diperbolehkan mendekati Nyonya.” Suara salah seorang Bodyguard yang berada di dekatku. “Aku hanya ingin berbicara dan berkenalan dengannya.” Suara Wanita yang aku kenal. Kristal.
“Tidak apa-apa Pak, biarkan dia kesini.” Ucapku kepada Bodyguard yang berjarak kurang lebih satu meter dariku. Setelah Bodyguard itu melepaskan Kristal, wanita itu berjalan anggun mendekati diriku bertepatan dengan seorang pelayan yang berjalan membawa minuman. Kristal mengambil dua gelas minuman dan dia menyerahkan satu gelas minuman tersebut kepada diriku.
Jangan pernah mengambil minuman-minuman yang dibawa oleh para pelayan. Ucapan Angkasa langsung muncul dalam kepalaku. Aku langsung menolak minuman yang diberikan oleh Kristal yang membuatnya menautkan alisnya dan meletakkan satu gelas minuman tersebut pada meja yang berada di dekat kami. “Kamu tidak minum?” Tanyanya penuh selidik. “Tidak, terima kasih.” Ucapku dan berusaha untuk tersenyum, sejujurnya aku merasa masih sedikit sedih dan kesal dengan kedekatan Kristal dan Angkasa yang mungkin sangat intim dulunya. “Maaf aku tidak menyapamu tadi.” Ucap Kristal menampilkan senyumnya kepadaku. “Tidak apa-apa, salam kenal ya, aku Sarah.” Ucapku mengulurkan tanganku kepadanya dan di sambut baik olehnya. “Kristal.” Balasnya.
__ADS_1
“Sejak kapan kamu bertemu dengannya.” Ucapnya saat melepaskan tanganku dan melihat ke arah Angkasa yang sedang berbicara dengan beberapa rekan bisnisnya di depan kami. “Hmm mungkin kurang dari setahun ini.” Ucapku. “Oh.” Gumamnya pelan dan meneguk minuman pada gelas di tangan kanannya.
“Aku tidak menyangka Kassa bisa berkomitmen seperti ini bahkan sampai menikah karena biasanya dia hanya akan bersenang-senang dan menghabiskan waktu di ranjang bersama beberapa wanita.” Ucap Kristal menatapku dengan senyuman yang tidak dapat aku artikan. “Biasanya dia akan memilih wanita yang…” Lanjutnya menggantungkan kata-katanya dan melihatku dari atas sampai bawah. “Yang High Class.” Lanjutnya yang membuatku menundukkan kepalaku.
“Oh maaf bukan maksudku untuk merendahkan mu, hanya saja aku sedikit terkejut dengan selera Kassa yang menjadi turun.” Lanjutnya lagi membuatku melihatnya sekilas yang melihatku dengan tatapan merendahkan. “Itu…” Ucapku terpotong. “Apa yang kamu lakukan disini.” Suara Angkasa yang tanpa aku sadari sudah berada di depan kami.
Dia melihat Kristal dengan tatapan dingin. “Kass, aku ingin pulang.” Pintaku kepada Angkasa, aku yang sedang berusaha menahan air mataku berdiri dari tempatku duduk dan segera menarik Angkasa. “Sampai bertemu, hmm maksudku mungkin kita akan bertemu lagi Nyonya Pratama.” Ucap Kristal sebelum aku dan Angkasa pergi meninggalkannya.
Aku merasakan tangan Angkasa menyentuh pinggangku dan sedikit bergerilya pada bagain belakang tubuhku. “Enghh.” Lenguhku di dalam ciuman kami saat tangan Angkasa menyentuh dan meremas lembut bagian senstifku dan merasakan sesuatu yang mulai mengeras pada tubuh Angkasa di antara kedua kakiku dari tubuh Angkasa.
__ADS_1
Angkasa yang dominan tidak mau kalah dengan keagresifan ku, dia menarik tengkukku dan menjelajah bibirku sampai aku merasakan ciuman kami menjadi basah dan hangat. “Sayang, Sarah kamu kenapa?” Ucap Angkasa. Aku membuka mataku dan merasakan pipiku basah. “Mengapa kamu menangis?” Tanya Angkasa lagi. Dia menghapus air mataku dengan ibu jarinya. Aku mencium telapak tangannya berkali-kali. Aku cemburu. Tetapi aku tidak dapat mengatakannya rasa kecemburuanku. “Sarah Gibran, Nyonya Pratama apa yang ada di pikiranmu sekarang?” Ucap Angkasa lembut dan aku melihat sebuah senyuman pada wajah tampannya. “Katakan padaku Sayang, apa yang membuatmu menjadi agresif seperti ini walaupun aku suka dan dapat melahap mu sekarang, tetapi katakan kepadaku apa yang mengganggu pikiranmu sekarang?” Tanyanya lagi.
Aku mendekatkan kepalaku sampai dahiku bertemu dengan dahi Angkasa. “Aku cemburu.” Ucapku pelan tetapi aku tahu kalau Angkasa mendengarnya karena dia tersenyum saat aku mengatakannya. Aku memukul dadanya membuatnya meringis sedikit di selingi tawa pelannya. “Kass, siapa Kristal? Dan siapa lagi wanita-wanita yang ada di masa lalumu.” Ucapku menatap sorot mata tajam Angkasa yang melihatku. “Kamu cemburu?” Tanyanya. “Hmm.” Ucapku yang dijawab dengan senyuman darinya.
Dia menghembuskan napasnya berat. “Sebelum bertemu denganmu, aku adalah orang yang paling buruk di dunia ini yang mungkin pernah kamu temui dan Kristal adalah salah satu wanita yang selalu menemaniku setiap malam dan orang yang membantuku setiap aku melakukan hal-hal buruk.” Ucapnya sekarang memejamkan matanya, aku menjauhkan kepalaku melihat wajah Angkasa yang mulai marah saat mengingat masa lalunya.
“Kamu tahu aku adalah seorang binatang yang setiap malam mencari seonggok daging untuk memuaskan hasrat ku di atas ranjang, tetapi saat bertemu denganmu.” Ucapnya membuka matanya dan melihatku. “Kamu adalah orang yang bisa mengendalikan ku, saat bersamamu aku dapat mengendalikan itu semua, kamu benar-benar mengubahku Sarah.” Ucapnya dengan tangannya menyentuh wajahku lembut.
“Saat berada dekat denganmu aku selalu ingin memakanmu, kamu tahu? Tetapi terkadang aku merasa tidak ingin menyakitimu karena aku tahu akan seberapa liarnya aku saat di ranjang.” Ucapnya, aku menyentuh wajah tampannya, merasakan bulu-bulu halus yang mulai tumbuh disana.
__ADS_1
“Terima kasih sudah menyayangiku dan mencintaiku sebesar ini, tolong jangan tinggalkan aku dan menghianatiku Kassa, jangan buat hatiku terluka.” Ucapku sendu kepadanya. “Aku berjanji dengan nyawaku dan berjanjilah kepadaku untuk kata-katamu tadi, aku tidak akan pernah tahu hidup sehancur apa yang akan aku jalani apabila kamu tidak di sampingku Sarah.” Ucapnya memelukku dan menempatkan kepalanya di dadaku.
BERSAMBUNG.