Wanita Penggoda?

Wanita Penggoda?
#10 WP?S2


__ADS_3

"100 juta." Teriakan itu menyadarkanku dari lamunanku, aku menatap kearah seorang Laki-Laki tua botak dengan perut buncit dimana jas yang digunakannya seperti ingin berteriak dan ingin lepas dari tubuhnya yang gemuk itu, seringai menakutkannya dengan cepat membuat tubuhku bergetar ketakutan.


Dia tersenyum penuh arti kepadaku dengan mengangkat gelas yang berisi minuman kepadaku. "Waw Mister White, anda langsung membuat semua Dominan disini menciut nyalinya dengan tawaran anda sebesar itu dan tawaran anda merupakan tawaran terbesar untuk malam hari ini, melebihi tawaran untuk Cassy yang merupakan Submissive paling di inginkan di Hiram Club selama ini." Ucap Host di sebelahku.


"Oke, saya hitung mundur sampai hitungan ke lima, apabila tidak ada tawaran lagi maka Submissive kita kali ini akan di dapatkan oleh Mr. White, dan dapat menikmati semua fasilitas yang ada di Hiram Room yang penuh dengan mainan yang merupakan kesukaan para Dominan" Ucap Host itu, aku melihat ke sekeliling Ruangan  dimana terlihat semua Laki-Laki berjas di dalam Ruangan ini terdiam, tidak ada yang berani menawar lebih lagi dari tawaran orang yang disebut Mr.White.


Saat hitungan sudah mencapai tiga, aku melihat ke arah Laki-Laki yang aku kenal di depanku, dia menatapku tajam, menatap setiap gerak gerikku yang sekarang merasa takut dan gelisah. Aku merasa bodoh mengikuti acara pada Klub ini. Aku menatapnya untuk meminta tolong, tetapi dia hanya menatapku seperti menunggu sesuatu.


Hitungan sudah mencapai angka empat, membuat Laki-Laki yang bernama Mr. White itu sudah berjalan untuk mendekatiku. Aku memejamkan mata menghirup nafasku dalam-dalam dimana bau alkohol langsung menyengat ke hidungku. Aku membuka mataku menatap Laki-Laki bermata tajam di depanku, sebelum host menyebutkan angka lima, aku membuka mulutku mengatakan sesuatu tanpa mengeluarkan suara. "Jadikan aku milikmu."


Aku melihat senyuman tipis dari mulutnya. "500 juta." Teriak Laki-Laki itu, membuat Mr. White menghentikan langkah kakinya. "Dan jangan ada yang berani menyentuhnya atau menatapnya." Teriak Angkasa yang sudah berdiri dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke atas stage tempat aku berada.


Host di sebelahku memberikan Angkasa sebuah tali berwarna hitam yang sama dengan tali pengikat pada beberapa Wanita di setiap Ruangan itu. Angkasa langsung menatapnya tajam membuatnya langsung melangkah mundur ketakutan.


Angkasa melepaskan jasnya dan menutupi tubuhku dengan jasnya tersebut lalu menggendongku. "Rafael, pastikan siapapun yang ada di Ruangan ini yang tadi berani menawar Kekasihku dan menatap tubuhnya mati, aku tidak dapat membiarkan mata kotor mereka menatap Kekasihku, milikku." Ucap Angkasa dengan senyuman pada wajahnya kearahku.

__ADS_1


"Kamu sendiri yang menyerahkan dirimu Sarah, kamu Kekasihku, milikku sekarang." Ucapnya yang aku jawab dengan anggukan kepalaku. Angkasa menggendongku, membawaku menuju Kamar yang aku tempati waku pertama kali datang ke tempat ini.


Saat pintu Kamar tertutup, sayup-sayup aku mendengar suara tembakan pistol yang mungkin berasal dari Ruangan tempatku tadi. Dia menurunkanku di atas tempat tidur, dia ikut berada diatas tempat tidur di sampingku dengan tangan kiri yang menahan tubuhnya dan tangan kanan yang sekarang mengusap lembut pipiku. Setelah itu dia melepaskan topeng pada wajahku dan wajahnya.


"Kamu baik-baik saja? Seharusnya sejak awal kamu sudah bersedia menjadi milikku. Aku tidak akan pernah membiarkan mata kotor mereka melihat tubuhmu seperti tadi." Ucapnya menggeram marah. "Kassa, apakah kamu benar-benar membunuh mereka?" Tanyaku ketakutan.


"Cih, kamu malah mempertanyakan nyawa mereka dibandingkan nyawamu sendiri." Ucap Angkasa yang langsung mendudukkan dirinya dan menyenderkan tubuhnya pada kepala tempat tidur, dia mengambil sebuah rokok dan menyalakannya, di selipkannya rokok tersebut pada bibir hitamnya.


Aku mendudukkan diriku di sampingnya sedikit jauh, tetapi tangan kirinya melingkar di pinggangku dan menariknya mendekati tubuhnya tanpa melihat ke arahku saat dia melakukan itu. Angkasa menghembuskan asap rokoknya, beberapa asap itu terbang di depan wajahku yang berhasil membuatku batuk.


"Mereka semua adalah Maniak **** dan para Kriminal, mereka tidak akan segan-segan untuk mencarimu dan bahkan menghancurkanmu setelah tubuhmu kamu perlihatkan di tempat tadi, kamu adalah Submissive yang paling diincar sekarang." Ucap Angkasa yang sekarang melepaskan jasnya yang ada di pundakku dan melemparkan jas tersebut ke sembarang arah.


"Mereka akan melakukan apapun untuk merasakanmu dan mendominasikanmu." Angkasa menghirup nafasnya dalam-dalam pada bagian dadaku membuat tenggorokanku tiba-tiba menjadi kering. "Kamu benar-benar mempunyai feromon yang benar-benar membuat semua orang menginginkanmu Sarah, terutama diriku." Ucap Angkasa.


"Tetapi kamu tidak perlu untuk membunuh mereka semua." Ucapku dengan menahan pundaknya, untuk membuatnya agar tidak berbuat lebih karena sekarang sudah ada satu tanda kemerahan pada tulang selangka di dadaku yang dibuatnya dengan mengecup dan menghisapnya.

__ADS_1


Dia menatapku dengan seringai kecilnya. "Sekarang mereka semua tahu kamu adalah milikku, yang dengan mudah menjadikanmu target untuk melemahkanku, sebelum itu semua terjadi aku harus mengambil langkah terlebih dahulu." Ucap Angkasa yang membuatku menjadi berpikir bahwa aku ternyata sudah masuk terlalu dalam ke lingkaran kehidupan seorang Angkasa Pratama.


"Berpikir dua kali untuk menjadi milikku?" Tanyanya lagi menyadarkanku dari lamunanku. "Boleh aku bertanya?" Tanyaku kepadanya yang sedang membenamkan wajahnya di dadaku. "Hmm." Jawabnya dengan gumaman. "Apakah kamu memang mencintaiku atau sekedar menyukaiku?" Tanyaku.


Dia melepaskan wajahnya dari dadaku, melihat manik mataku secara langsung yang membuat diriku dapat berkaca pada mata cokelatnya. "Tidak aku tidak mencintaimu." Jawabnya datar. "Lalu mengapa kamu mengikatku seperti ini?" Tanyaku.


"Karena aku ingin." Ucapnya datar membuatku memaksakan senyumanku kepadanya, entah mengapa tiba-tiba aku merasakan rasa pilu di dalam dadaku. "Aku mengerti, tidak heran suatu saat nanti kamu akan menyakiti perasaanku dan meninggalkanku." Ucapku dengan senyuman yang masih aku paksakan.


"Aku ingin pulang Kassa, bisakah kamu mengantarkanku?" Tanyaku pelan, tetapi aku yakini dia dapat mendengar setiap perkataanku. Saat aku akan bergerak dari pangkuannya, dia memelukku erat dan membenamkan lagi wajahnya ke dadaku tetapi dengan posisi menghadap ke kanan, sehingga pipinya lah yang menempel di dadaku.


"Aku tidak mengerti apa itu cinta, mungkin aku pernah mencintai dua orang yang sudah aku anggap seperti Orang Tuaku sendiri, tetapi karena cinta itulah aku dilukai dan disakiti baik fisik ataupun mentalku." Ucapnya membuat tanganku dengan sendirinya mengusap pucuk kepalanya dan rambut undercutnya.


"Sampai aku bertemu denganmu." Dia masih membenamkan wajahnya di dadaku. "Aku tidak tahu apakah ini cinta atau tidak, aku hanya menginginkanmu, mengikatmu untuk selalu di dekatku, aku akan memberikanmu seluruh hidup dan duniaku kepadamu, kamu bisa mendapatkan itu semua karena aku menginginkan hal yang sama darimu. Kamu bisa berbuat sesukamu dengan duniaku, dan aku juga dapat melakukan apapun dengan duniamu." Ucapnya lagi.


Dia melepaskan wajahnya dari dadaku dan menatapku dengan tulus, belum pernah aku melihat tatapan tulus dari seorang Angkasa seperti ini. "Kamu adalah malaikat yang terikat dengan seorang monster yang menginginkan kedua sayapmu untuk aku miliki sendiri. Kamu adalah sosok sempurna yang harus aku miliki, tidak ada yang lain, karena sejak awal aku sudah tertarik denganmu." Dia menarik kepalaku dan mengikiskan jarak diantara bibir kami.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2