Wanita Penggoda?

Wanita Penggoda?
#17 WP?S2


__ADS_3

Seseorang mengetuk pintu Kamarku membuatku terbangun dari mimpiku, aku melihat jam dinding pada Kamar yang menunjukkan pukul tiga sore. "Masuk." Ucapku yang sedang mengumpulkan jiwaku kepada orang yang mengetuk pintu Kamarku. "Permisi Non." Ucap Claire.


"Ada apa Claire?" Tanyaku kepadanya. "Tuan Angkasa meminta saya untuk memberikan ini kepada anda, dan juga membantu anda untuk bersiap-siap." Ucap Claire kepadaku dengan menyerahkan sebuah kotak berwarna merah muda, aku mengambil kotak tersebut dari tangan Claire.


"Dan juga Nona, mulai hari ini saya ditugaskan untuk menjadi Pelayan Pribadi Nona Sarah, jadi kemanapun atau kapanpun Nona minta ditemani saya, mohon jangan sungkan untuk memanggil saya." Ucap Claire dengan tersenyum membuatku tersenyum senang. "Wah beneran? Kok bisa tiba-tiba Claire?" Tanyaku.


"Saya kurang tahu Nona, tadi saya diberitahukan Tuan Angkasa seperti itu." Ucap Claire. Laki-Laki itu. Mataku sekarang fokus kepada kotak berwarna merah muda yang ada di tanganku, di dalam kotak itu terdapat sebuah dress berwarna merah dengan model seperti putri duyung yang dibuat sesuai ukuran tubuhku dengan pundak yang terlihat, ada ukiran bunga pada bagian pundak kanan yang membuat dress ini terlihat modern dan elegan.


"Baju itu terlihat sangat cocok dan cantik apabila digunakan oleh Nona." Ucap Clare kepadaku, aku hanya tersenyum kepadanya. Setelah itu aku mempersiapkan diriku untuk ke acara pertemuan Keluarga Besar Pratama dengan dibantu oleh Claire.


Setelah beberapa lama aku mempersiapkan diri dan melihat diriku di depan cermin dengan tersenyum, aku segera keluar dan saat aku akan membuka pintu, tiba-tiba saja Angkasa sudah berdiri di depan pintu dengan jas hitamnya yang semakin menunjukkan ketampanan dan kegagahannya.


Dia melihatku dari atas ke bawah dan kembali melihat wajahku, kakinya melangkah mendekatiku dan saat aku akan berbicara, jari telunjuk Angkasa sudah berada pada bibir merahku dan setelah itu bibir hangat Angkasa mendekati bibir tipisku, mengecupnya sekali.


"Kamu terlihat sangat cantik hari ini Nyonya Pratama." Ucapnya, aku merasakan genggaman hangat pada tangan kananku. Dia mengambil tangan kananku dan mengangkatnya ke udara di antara kami, matanya menatap mataku membuatku terhipnotis dengan setiap perlakuannya kepadaku.

__ADS_1


Dia mencium tanganku dengan matanya yang masih menatap ke arahku membuat tubuhku membeku dan kaku, sekaligus merona merah. Setelah itu kami keluar dengan tanganku yang berada dalam gandengan tangan kiri Angkasa dan berjalan beriringan.


Saat sudah berada di dekat mobil Angkasa, Rafael membuka pintu mobil dan Angkasa memintaku masuk terlebih dahulu kemudian diikuti olehnya yang duduk di sampingku. Rafael menutup pintu mobil setelah Angkasa dan aku sudah duduk di dalam mobil. "Sayang." Panggil Angkasa kepadaku membuatku melihat ke arahnya. "Percayalah padaku, kamu akan baik-baik saja hari ini." Ucapnya mengenggam tanganku.


Mobil berjalan dan keluar dari perkarangan Rumah Angkasa. "Rafael." Panggil Angkasa dingin, membuatku yang semula melihat ke arah jendela kembali menatap Angkasa. "Aku akan mencongkel matamu kalau kamu tetap saja melihat ke arah Sarah dengan seksama seperti itu." Lanjut Angkasa menatap tajam ke arah Rafael yang sedang berada di belakang setir.


"Maafkan saya Tuan, saya tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Rafael membuat keheningan dan atmosfer di dalam mobil berubah, membuatku juga menjadi takut untuk mengeluarkan suara sampai akhirnya mobil kami tiba di depan sebuah Hotel mewah.


Angkasa keluar terlebih dahulu dari mobil, saat aku ingin membuka pintu di sampingku, tiba-tiba pintu tersebut sudah terbuka dan menampilkan Angkasa di depanku. Dia memberikan tangannya untuk membantuku keluar dari mobilnya.


"Tetap berada di sampingku, Sarah." Ucapnya membuatku menatapnya sekilas dan menganggukkan kepalaku. Dia memberikan lengannya yang berotot untuk menggandengku, aku menyambut lengan itu dengan yakin sehingga membuatnya tersenyum.


"Kak Angkasa." Panggil seseorang saat kami sudah berada di dalam Ballroom Hotel yang sudah di sulap menjadi sesuatu yang terlihat sangat mewah. Aku masih menyapu pandanganku ke sekeliling Ruangan, mengagumi dekorasi yang ditampilkan di dalam Hotel ini, karena ini pertama kalinya juga aku datang ke acara semewah ini.


Aku sedikit mengabaikan seorang Wanita cantik yang menggunakan dress berwarna putih dan sedang berbicara dengan Angkasa dengan akrab. "Aku pikir kamu tidak akan datang Kak." Ucap Wanita itu kepada Angkasa yang hanya di tatap datar oleh Angkasa.

__ADS_1


"Kemana Laki-Laki tidak beruntung itu." Ucap Angkasa. "Jangan mengejek Sammy seperti itu." Ucap Wanita itu dengan mengerutkan dahinya tetapi tidak menghilangkan kecantikannya. Wanita itu melihat ke arahku dari atas ke bawah dan melihat lagi ke arah Angkasa yang sedang melihatnya dengan tersenyum.


"OMG, ini Kak Sarah!" Teriaknya kepadaku dan langsung memelukku. "Terima kasih Kak Sarah sudah mau datang ke acara pertunangan Debora hari ini." Lanjutnya lagi dengan masih memeluk erat diriku sampai Angkasa memisahkan pelukannya dan langsung menarikku ke dalam pelukannya.


"Jangan menyentuhnya lama-lama Debora, dia milikku." Ucap Angkasa melihat ke arah Debora datar. "Hmm aku hanya ingin dekat dengan Kakak Iparku." Ucap Debora, dia menguurkan tangannya dengan tersenyum manis. "Halo Kak Sarah salam kenal, aku Debora, aku adalah adik sepupu dari Kakak Angkasa yang dingin ini." Ucapnya aku melihat kearah Angkasa, dia melihatku dan Debora berkali-kali selama beberapa detik membuat Debora lelah menggantung tangannya di udara.


Aku sedikit memaksa melepaskan pelukan Angkasa dan langsung memeluk Debora. "Salam kenal juga Debora, aku Sarah kamu panggil saja namaku, jangan panggil Kakak ya, aku sangat senang mengenal salah satu adik sepupu Angkasa, dan hiraukan keposesifan Kakakmu ini." Ucapku yang di sambut gembira oleh Debora.


"Terima kasih Kak hmm maksudku Sarah, Kak Angkasa memang gak salah pilih, kamu sangat cantik sekali." Ucap Debora memeluku kembali diriku, aku melihat Angkasa yang tersenyum melihat keakraban kami, membuatku ikut tersenyum. Angkasa menggerakkan bibirnya tanpa bersuara 'I love you.' yang berhasil membuatku tersenyum malu.


"Debora." Panggil seseorang dari belakang tubuh Debora. "Sammy!" Teriak Debora sambil melepaskan pelukannya kepadaku dan melingkarkan tangannya kepada Laki-Laki yang memanggilnya. "Sarah, kenalkan ini Samuel tunanganku." Ucap Debora memperkenalkan tunangannya.


"Halo, aku Samuel." Ucap Samuel mengulurkan tangannya untuk bersalaman, saat aku akan menyambut uluran tangan itu, Angkasa menarikku dalam pelukannya dan menataap tajam ke arah Samuel membuatku menepuk dada Angkasa pelan.


"Jangan hiraukan dia Samuel, aku sarah salam kenal." Ucapku tersenyum kepada Samuel yang sekarang terlihat canggung. "Oh iya tidak apa-apa Sarah." Ucap Samuel datar, Samuel melihat ke arah Angkasa yang sekarang menatapnya tajam.

__ADS_1


"Salam kenal Tuan Angkasa." Ucap Samuel, Angkasa menatap Samuel secara tajam. "Jaga Debora baik-baik, sekali saja aku melihat dia menangis, aku akan membuat tubuhmu terpotong-potong sampai tidak dikenali oleh orang lain lagi." Ucap angkasa penuh ancaman membuatku dan Debora menggelengkan kepala. "Aku akan menjaga dan membuatnya bahagia seperti nyawa dan tubuhku sendiri." Ucap Samuel melihat penuh sayang ke arah Debora yang sekarang menampilkan wajah penuh dengan senyuman bahagia.


BERSAMBUNG.


__ADS_2