Wanita Penggoda?

Wanita Penggoda?
ANGKASA PRATAMA


__ADS_3

JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR!


Pesawat EA328 sudah sampai dan mendarat dengan mulus di sebuah Lapangan Udara dengan ciri khas bangunan yang sudah terlihat sangat kental dengan nuansa Bali dengan tulisan besar di depan Bandara tersebut I GUSTI NGURAH RAI, Pesawat kami sudah sampai di I GUSTI NGURAH RAI International Airport dan para Pramugari yang menggunakan kebaya berwarna hijau tosca dengan bawahan rok panjang bermotif batik sedang bersiap-siap untuk membuka pintu depan dan belakang Pesawat.


Satu persatu penumpang mulai turun dari Pesawat dengan wajah dan perasaan excited ketika mereka mulai menginjakkan kaki di Pulau Dewata ini, begitu pun dengan kami berenam yang sudah mulai menunjukkan wajahnya yang penuh dengan tawa dan bahagia, tidak lupa juga kami mengabadikan momen ini di depan tulisan nama Pahlawan Nasional yang paling terkenal di Bali.


Kami memasuki Gedung Bandara tersebut, dimana semua orang yang baru turun dari Pesawat mulai mengantri ntuk mengambil koper dan barang bawaan mereka. "Kita nanti langsung kemana Kak?" Tanya Indra kepada Laura. "Hmm hari ini, kita hanya bermain di sekitaran Hotel, kita nikmatin dulu fasilitas yang kita dapatkan selama di Hotel, baru setelah itu besok kita mulai untuk menjelajah satu persatu keindahan Pulau Bali." Ucap Laura dengan bersemangat yang membuat kami semua ikut bersemangat juga.


"Kamu senangkan?" Tanya Indra saat kami berjalan keluar Bandara dengan membawa tas ataupun koper kami masing-masing. "Hmm, ini perjalanan dan liburan pertamaku Ndra, dan aku minta maaf karena luka pada pergelangan tanganmu saat kita berada di Pesawat tadi." Ucapku meminta maaf karena selama di Pesawat aku memeluk pergelangan tangan Indra sampai tidak sadar sedikit mencakar kulit putihnya itu karena pengalaman pertama dan ketakutanku selama berada di Pesawat.


"Tidak apa-apa Sayang, aku senang bisa menjadi pelindungmu saat kamu takut seperti tadi." Ucapnya mengusap lembut kepalaku yang membuatku tersenyum bahagia. "Bro, nanti kita naik apa ke Hotel?" Tanya Edgar kepada Indra di belakang kami bersama Alisha. "Nanti ada dari Hotel yang jemput kita, mungkin mobilnya sudah ada di depan juga, karena saya sudah konfirmasi tadi ke pihak Hotel kalau kita sudah sampai di Bali waktu turun di Pesawat." Ucap Bara yang ternyata mendengarkan pertanyaan Edgar.


Dan benar adanya di depan kami sudah ada seorang Bapak separuh baya yang memegang papan nama bertuliskan Mr. Bara, Bara melambaikan tangannya yang membuat Bapak tersebut mendekati kami, "Om suastiastu, halo Mas Bara saya Bli Wayan dari Hotel Richard Carls, mari bli langsung antarkan ke Hotel, sepertinya semuanya juga kelihatan sudah lelah." Ucapnya dengan ramah, setelah itu Bli Wayan pun langsung menuntun kami ke sebuah mobil yang memang sudah disiapkan untuk menjemput kami.

__ADS_1


Bli Wayan pun mulai menjalankan mobilnya keluar Bandara, dimana kami sudah diberikan pemandangan yang sangat kental dengan suasana Bali, dari bangunan-bangunannya, pakaian-pakaian yang digunakan oleh warga Bali, dan juga banyak sekali turis-turis yang ikut menikmati keindahan Pulau Bali ini. Aku tersenyum-senyum sendiri melihat daerah yang belum pernah aku kunjungi ini, ini adalah sebuah berkah dan kesenangan tersendiri untukku karena bisa berada disini bersama orang-orang yang mengasihiku dan sayang kepadaku.


Tidak lama atau entah aku yang sama sekali tidak merasakan waktu berjalan dengan sangat cepat karena aku sangat menikmati perjalanan ke Hotel ini. Mobil tersebut berhenti di depan Lobi Utama Hotel tersebut dimana kami sudah sudah disambut oleh beberapa Pegawai Hotel dimana saat kami turun kami sudah dikalungi oleh kalung bunga dan diberikan minuman selamat datang. "Terima kasih Mbak." Ucapku saat menerima minuman tersebut.


Setelah itu Laura dan Bara mengurus administrasi penginapan kami di Hotel ini, aku dan 3 Musketeers duduk di salah satu sofa Lobi Hotel tersebut, "Kamu capek Sayang?" Ucap Indra dengan tangannya mengusap lembut kepalaku dan memainkan beberapa rambutku. "Enggak kok, aku malah seneng banget dan pengen segera explore semua Tempat Wisata disini." Ucapku dengan beremangat. "Setelah ini, kita kemana Ndra?" Tanya Alisha. "Hmm aku kurang tahu Sha, nanti semuanya diatur sama Kak Laura, karena diakan pernah tinggal lama disini, jadi dia tahu tempat-tempat yang bagus dan seru buat kita kunjungi." Ucap Indra.


Sambil menunggu Laura dan Bara menyelesaikan administrasi, aku mengambil satu majalah yang ada pada rak buku di sebelahku, pada sampul depannya sudah terlihat gambar seorang Laki-Laki yang mungkin berumur lebih tua 3 atau mungkin 5 tahun diatasku, dia menggunakan setelan jas hitam dengan bentuk tubuh proposional dan wajah yang tanpa ekspresi ataupun senyum tetapi dengan sorot mata yang sangat tajam, yang mungkin dapat membuat semua orang akan takluk kepadanya, bahkan aku yang melihat mata itu menjadi sedikit takut kepadanya.


"Kamu jangan pernah dekat atau bahkan kenal dengan dia." Ucap Indra dengan  yang ternyata memperhatikanku saat membaca majalah ini. "Kenapa Ndra?" Tanyaku kepadanya saat melihat wajahnya yang terlihat kesal saat kami membahas tetntang sosok dalam majalah yang kupegang ini. "Dia adalah sosok yang berdarah dingin, dia akan melakukan apapun baik itu ilegal maupun tidak untuk mendapatkan apa yang dia mau, dia akan menghalalkan segala cara untuk sesuatu yang diinginkannya, dan keinginannya itu adalah menyakiti dan membuat orang lain menderita." Ucap Indra dengan raut wajah dendam dan marah.


"Bagaimana kamu bisa mengenalnya dengan sangat baik Ndra?" Tanya Alisha, yang ternyata dia dan Edgar ikut mendengarkan pembicaraan kami, Indra menghembuskan napasnya berat. "Karena ampai sekarang keluargaku masih berurusan dengannya, dimana dia menginginkan semua harta dan apa yang kami punya untuk dimilikinya." Ucap Indra. "Kenapa, apa penyebabnya?" Tanyaku. "Karena Papaku menolak izin yang dia minta saat dia mau membuat klub maam terbesar di Jakarta." Ucap Indra yang membuatkami bertiga terkejut mendengar hal tersebut.


"Oke sudah selesai." Ucap Laura yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Indra dan membawakan dua buah kartu Kamar Hotel. "Kenapa wajah kalian berempat menjadi tegang seperti itu?" Tanya Laura melihat ekpresi kami berempat setelah membicarakan sosok dari majalah yang au pegang. "Gak pa-pa Kak, kami cuma kecapekan aja." Ucap Indra bohong dengan memaksakan sedikit senyuman diwajahnya,

__ADS_1


"Oke, maka dari itu hari ini kita hanya main dan melihat-lihat di sekitar Hotel saja, kalian tidak usah khawatir, di sekitaran Hotel ini juga banyak terdapat spot-spot yang keren banget buat kalian kunjungi." Ucap Laura bersemangat yang membuat senyuman di wajah kami pun muncul kembali. "Dan kita sudah mendapatkan dua buah kunci Kamar." Lanjut Laura menunjukkan dua buah kartu di tangannya.


"Jadi nanti aku sama Sarahkan satu kamar." Ucap Indra dengan senyuman yang tidak dapat diartikan diwajahnya dan. "Aww sakit Kak." Teriak Indra karena kepalanya dipukul sedikit keras oleh Laura yang membuat kami semuia tertawa. "Jangan macam-macam kamu Dek, ini satu Kamar buat cewek semua dan satu lagi buat cowok, buat Alisha dan Edgar kalian tidak Kak Laura pesankan Kamar, karena Kamar yang didapatkan juga cukup luas, dan sudah ada juga tambahan satu tempat tidur, jadi dapat menghemat biaya kalian." Jelas Laura yang dijawab anggukan oleh Alisha dan Edgar.


"Oke kalau gitu, kita langsung ke Kamar dulu saja, istirahat sebentar, dan setelah itu baru kita pergi makan di sekitaran Hotel, ada Restoran enak juga di sekitaran sini yang menjual makanan khas Bali." Ucap Laura, kami pun langsung berdiri dari tempat duduk kami dan membawa tas dan koper kami masing-masing, aku meletakkan kembali majalah yang aku pegang tadi diatas Rak Buku, aku melihat lagi sosok Laki-Laki dengan sorot mata tajam dan dingin tersebut yang membuatku entah mengapa seperti teringat akan seseorang. Angkasa Pratama, apakah kita pernah bertemu?


BERSAMBUNG.


Mohon vote, love, like dan komentarnya readers, terus ikuti kisahku ya.


Terima kasih supportnya!!!


JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR!

__ADS_1


__ADS_2