
"Alam merupakan guru terbaik, karena setiap adegan petualangan pasti akan mengajarkan ilmu yang sangat berharga untuk kita."
Harus kuakui Hotel yang menjadi tempat menginap kami ini adalah salah satu Hotel yang termewah dan mungkin bisa dibilang termahal di Pulau Dewata ini, pemandangan yang terlihat dari jendela Kamar kami ada Lautan samudra Hindia yang terbentang luas dihadapan kami. Hotel ini juga mempunyain fasilitas-fasilitas yang tidak kalah menakjubkannnya.
Ada Spa, Sky Villa, Private Pool bahkan di sekitaran Hotelnya sendiri sudah disiapkan Spot-Spot dengan Tenda di pinggiran Pantai beserta sofa kecil dan mejanya yang langsung menghadap ke Pantai, jadi bagi para Pengunjung Hotel yang malas atau hanya ingin berada di Hotel, mereka dapat menikmati keindahan Pulau Bali di sekitar Nusa Dua Bali.
"Kak, boleh tanya?" Tanyaku kepada Laura, saat kami sedang duduk di Balkon Kamar melihat Samudra Hindia di depan kami. "Iya, kenapa Sar?" Jawab Laura. "Hmm, bagaimana ceritanya kita bisa dapat tiket dan voucher gratis Hotel semewah ini?" Tanyaku melihatnya yang sedang menggunakan kacamata hitam miliknya. "Hmm, itu ceritanya Bara dapat dari Atasannya." Ucap Laura yang membuatku sebenarnya masih sedikit merasakan adanya sesuatu yang janggal.
"Oke, yuk kita pergi makan dulu yuk, Bara dan cowok yang lain juga sudah siap." Ucap Laura berangkat dari sofa santai tempatnya duduk tadi, aku pun melihat jam tanganku yang memang sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Aku pun berdiri dari tempat dudukku, sedangkan Alisha yang baru selesai mandi sedang mengeringkan rambutnya. "Yuk Sha, kita makan dulu." Ucapku mengajak Alisha. "Oke bentar ya." Ucap Alisha meletakkan hair dryernya, dan segera menyusul aku dan Laura yang sudah berdiri di depan Pintu Kamar.
Kami bertemu dengan Bara, Indra dan Edgar di Lobi Utama. "Udah laper kamu Sayang?" Tanya Indra setelah memelukku dan mencium pucuk kepalaku. "Lumayan hehe." Ucapku. "Kita naik apa ke tempat makannya Mas?" Tanya Indra kepada Bara. "Tadi Mas sudah sewa mobil untuk kita gunakan jalan-jalan selama lima hari ini di Bali." Ucap Bara.
Tidak lama kemudian mobil yang dimaksud Bara sampai di depan Lobi, Bara pun langsung menerima kunci dari Supir yang membawa mobil tersebut, mobil pun mulai melaju dengan Bara yang memegang kemudi dan Laura sebagai penunjuk arahnya, aku dan Indra duduk di tengah, sedangkan Alisha dan Edgar duduk di belakang kami.
__ADS_1
Mobil pun berhenti dan parkir di depan sebuah Rumah Makan yang terbilang sederhana tetapi sangat ramai oleh pengunjung baik dalam Negeri ataupun Luar Negeri. Kami masuk ke dalam Rumah Makan tersebut dimana semua meja makan dipenuhi oleh semua pengunjung, kami mendapatkan meja di sudut Ruangan.
Aku melihat menu yang diberikan oleh Pelayan, dimana semua makanannya adalah makanan khas Bali, seperti Nasi Kedewatan Bali, Sate Lilit Bali, Ikan Asap Sambal Matah Bali, dan yang lainnnya, tetapi satu yang menarik perhatian dan perutku yaitu Ayam Betutu Bali, aku yang memang menyukai makanan pedas, melihat gambar pada buku menu tersebut, dimana sambal dan cabai yang dilumuri di sekitar daging ayam yang berwarna coklat keemasan membuat air liurku sedikit mengalir.
"Aku pesan Ayam Betutu ya." Ucapku kepada Pelayan yang melakukan pencatatan makanan kami sekarang. "Aku juga sama Mbak, dan minnumnya es jeruk dua." Ucap Indra tersenyum kepadaku karena dia pasti minuman kesukaanku yang sama dengan kesukaannya, begitupun dengan yang lainnya sudah memesan makanan dan minuman untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai berteriak untuk diisi.
Selama menunggu makanan kami datang, Laura menjelaskan kepada kami bahwa hari ini jadwal kami hanya sekitar Hotel saja, jadi kami diberikan kebebasan untuk pergi kemana saja, bahkan dapat menggunakan fasilitas Hotel secara bebas dan gratis. "Akhirnya kita punya waktu berduaan juga ya?" Ucap Indra dengan senyum nakalnya. "Indraa." Teriakku pelan yang membuatnya tertawa karena berhasil mengerjaiku, aku sekilas melihat kearah Bara yang sedikit termenung saat melihatku dan Indra, tetapi setelah aku melihat kearahnya dan tersenyum kepadanya, dia membuat senyuman kembali pada wajahnya. Mengapa perasaanku menjadi tidk enak seperti ini.
Tidak lama kemudian makanan yang kami pesan datang, kami semua menikmati makanan tersebut dengan sangat lahap, terutama Para Laki-Laki yang sangat menikmati makanan di depan mereka, bahkan Indra sudah menambah dua piring nasi. Sementara Alisha yang tidak terlalu menyukai masakan pedas, sedikit kewalahan menghabiskan makanannya. "Sha, kamu mau minum lagi, aku pesan air mineral ya." Ucapku dan dijawab anggukan olehnya dengan mata yang sedikit berair.
Kami pun balik kembali ke Hotel, saat di Lobi Utama Indra mengajakku berpisah dari yang lain. "Kak, aku sama Sarah mau keliling dulu ya." Ucap Indra kepada Laura. "Oke, kalian bedua hati-hati, kalau ada apa-apa telpon Kakak." Ucap Laura, Bara sekilas melihat kearahku dengan raut wajah kecewa, tetapi dia langsung melangkahkan kakinya dengan sedikit lesu menyusul yang lainnya menuju Lift.
"Kita mau kemana Ndra?" Tanyaku saat dia sedang sibuk melihat wajahku dengan tangannya menyisipkan beberapa helai rambut di samping telingaku. "Aku ingin menghabiskan waktu disini hanya berdua bersamamu Sayang." Ucap Indra lembut pada daun telingaku yang membuatku sedikit merasa geli, dia menyentuhkan bibirnya lembut ke pipiku yang sekarang berwarna merah merona.
__ADS_1
"Oke, kalau begitu kita pergi ke Pantai dulu, setelah itu kita melakukan sesuatu yang hmm lebih panas di Private Pool?" Ucapku berbisik di telnganya dan menggodanya balik. "Oh, kamu kemanakan Sarahku yang polos sekarang? Dimana kamu menyembunyikannya?" Ucap Indra mengejekku, aku memukul dadanya lembut yang membuatnya tersenyum gemas dan memelukku dengan sangat erat.
"Jadi kita ke Pantai sekarang?" Tanyanya setelah mengecup pucuk kepalaku sekali. "Ayo, aku juga mau main air sebentar di Pantai nanti." Ucapku tersenyum seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru. Setelah itu Indra menggandeng tanganku menuju ke Pantai Nusa Dua Bali, dimana sebelum itu kami melewati Pantai Sawangan terlebih dahulu.
Di Pantai tersebut kami mengambil foto diatas sebuah Jembatan Papan yang bertuliskan I Love You. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami menjelajahi Pantai Nusa Dua Bali yang terlihat lebih indah lagi, dengan gradasi warna Pantai dari hijau menuju biru laut, aku dan Indra berpegangan tangan di Pesisir Pantai dengan mendengarkan deru ombak di samping kami.
"Aku mencintaimu Ndra." Ucapku yang membuatnya menghentikan langkahnya. "Aku juga mencintaimu Sayang." Balasnya, setelah itu dia mendekap wajahku dengan kedua telapak tangannya, menempelkan bibir ke pipiku dan secara perlahan berpindah ke bibir merahku, kami melepaskan hasrat kasih sayang kami dengan lidah yang saling berpagutan tanpa peduli dengan keadaan sekitar sampai semuanya berhenti saat kami ingin menghirup udara karena kehabisan napas dan membuat kami saling menatap mata di depan kami dengan tersenyum penuh kasih sayang, Indra pun membisikkan sesuatu di telingaku yang membuatku tersenyum malu. "Kamu siap ke Private Pool?"
BERSAMBUNG.
Mohon vote, love, like dan komentarnya readers, terus ikuti kisahku ya.
Terima kasih supportnya!!!
__ADS_1
JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR!