Wanita Penggoda?

Wanita Penggoda?
#38 WP?S2


__ADS_3

Kassa POV.


Rasa marah dalam dadaku bergemuruh hebat, ingin sekali aku membunuh laki-laki itu, menghancurkan kepalanya sekarang juga, tetapi laki-laki itu adalah orang yang pernah membuat Sarahku bahagia. Sebelum bertemu Sarah mungkin aku akan tetap menjadi seorang Angkasa Pratama yang egois dan tidak peduli dengan apapun dimana dengan seketika aku akan langsung menembakkan sebuah peluru di kepala pemuda yang bernama Dave itu tadi pagi karena berani-beraninya menjadi seseorang yang mendekati milikku.


Tetapi setelah bertemu Sarah, entah mengapa gadis itu dapat mengubah sikapku, mengubah perilakuku menjadi lebih baik. Sarah dapat memenjarakan sikap hewan dan iblis dalam diriku. Kamu benar-benar membuatku bertekuk lutut padamu, Sarah. Apa yang harus aku lakukan jika kamu menghilang dari hidupku.


Aku melihat sebuah kotak yang sudah aku siapkan untuk acara makan malam terakhirku di Paris bersamanya malam ini, aku mengira malam ini akan menjadi malam terindahku dengannya dan dapat menghabiskan waktu kami berdua, menciumi bau tubuhnya yang selalu membuatku candu. “Sial!” Teriakku di dalam mobil dan memukul kemudi setir di depanku.


Aku sampai di depan lobi apartemen milikku, saat aku akan melangkah keluar mobil aku langsung mengurungkan niatku. Bayangan bertemu Sarah lagi membuatku takut tidak akan bisa menahan diriku melukainya seperti yang aku lakukan tadi. “Halo Charles.” Ucapku pada handphoneku setelah menghubungi salah satu suruhan ku.


“Temui aku di lobi apartemenku.” Ucapku dingin memberikan perintah dan langsung mematikan panggilan itu. Tidak lama setelah itu Charles datang dengan mobilku yang lain dan berlari mendekati mobilku. “Bawa kotak ini ke apartemenku dan pesankan makanan, lalu antarkan ke dalam apartemenku.” Perintahku.


Tanpa banyak kata Charles langsung melakukan perintahku. “Dan bagaimana dengan pemuda itu.” Ucapku kepada Charles sebelum dia berlalu pergi. “Pemuda itu akan datang ke tempat yang sebelumnya sudah di reservasi untuk Tuan dan Nyonya.” Ucap Charles membuatku menggengam erat setir kemudi. Tentu saja dia akan datang. "Jangan lupa untuk menjemput Sarah." Ucapku.


Setelah Charles pergi melaksanakan perintahku, aku langsung melajukan mobilku menuju ke sebuah.klub yang dulu sering aku kunjungi Le Crazy House. Di depan klub sudah mengantri banyak orang untuk memasuki salah satu klub malam terkenal di kota Paris ini. Aku menghentikan mobilku di depan dua orang penjaga dan langsung keluar dari mobilku. Dua penjaga klub itu langsung menampilkan raut wajah yang terkejut di balik kaca mata hitam yang mereka gunakan. “Tu…Tuan Pratama.” Ucap salah satu dari penjaga di depanku.

__ADS_1


Aku yang memiliki akses VVIP langsung dipersilahkan masuk oleh mereka tanpa ikut mengantri dengan yang lainnya. Saat aku masuk, aku langsung disajikan dengan musik sensual yang sangat keras dan sebuah ruangan yang dipenuhi dengan sofa-sofa berwarna merah yang menghadap ke sebuah panggung yang mempertontonkan wanita-wanita yang mempertunjukkan tubuh mereka dengan pakaian yang sangat minim.


“Tuan Pratama, welcome to Le Crazy House, sudah sangat lama sekali anda tidak datang kemari.” Ucap Robert pemilik klub ini. “Mari silahkan Tuan, saya antar ke tempat duduk Tuan.” Lanjutnya lagi. Aku diantarkan ke lantai dua yang merupakan lantai khusus untuk para tamu VVIP yang dapat menonton langsung pertunjukkan di atas panggung dan melampiaskan nafsu bejat mereka dengan gadis-gadis yang di tawarkan di klub ini tanpa ada yang mengganggu.


“Bawakan aku vodka terbaik kalian.” Ucapku memberi perintah kepada Robert setelah duduk di salah satu sofa yang di sekat oleh sebuah kaca. Sudah terdengar teriakan-teriakan beberapa gadis dan laki-laki yang sedang menikmati kenikmatan dari tubuh mereka. Robert memanggil salah satu pegawainya dan memintanya untuk membawakan minuman yang aku pesan, saat menunggu minumanku, datang dua orang gadis muda yang terlihat sangat ketakutan mendatangi kami.


“Tuan, hari ini merupakan hari keberuntungan anda karena kami baru mendatangkan gadis muda yang masih original seperti yang anda lihat.” Ucap Robert meminta kedua gadis itu duduk di sisi kanan dan kiri ku. “Aku sangat mengetahui selera anda Tuan, saya yakin anda akan sangat terpuaskan dengan mereka dan hari ini saya memberikan kedua gadis ini dengan gratis kepada Tuan karena kembalinya lagi Tuan Pratama di klub kami.” Lanjut Robert.


Aku melihat dua gadis di sampingku yang mengingatkanku akan gadisku. Sarahku. Saat minuman yang aku pesan datang, aku langsung meneguk habis gelas yang berisi vodka tersebut ke dalam mulutku, karena masih kurang puasnya dengan minuman yang aku minum tadi, aku mengambil botol vodka yang ada di atas meja dan langsung meminumnya.


“Jangan menyentuhku atau aku akan mematahkan tanganmu!” Teriakku penuh ancaman saat salah satu dari gadis itu mencoba menyentuhku. Gadis itu langsung menarik tangannya dan duduk menjauh dariku. Robert yang melihat itu langsung meminta kedua gadis itu pergi dari hadapanku. “Apa yang terjadi Tuan Pratama? Apakah anda sedang mempunyai masalah.” Tanya Robert sedikit takut. “Jangan pernah ikut campur dengan urusanku Robert, atau kamu mau aku menghancurkan klub mu ini rata dengan tanah?” Bentakku kepadanya. “Sebaiknya kamu gunakan tubuh besar mu itu untuk mengambil minuman lagi kepadaku.” Lanjutku lagi yang membuatnya langsung berdiri dan pergi meninggalkanku.


Bayangan akan Sarah berduaan dan bermesraan dengan laki-laki berengsek itu membuatku benar-benar naik darah. “Help me please, tolong saya tidak mau lepaskan!” Aku mendengar sebuah teriakan wanita di ruangan sebelahku. Tiba-tiba seorang gadis muda lari ke ruangan ku dengan baju yang robek mengingatkanku akan gadisku.


“Tolong saya, saya mohon.” Ucap gadis itu menangis dengan bibir yang berdarah dan wajah yang sedikit memar. Setelah itu datang lima orang laki-laki berbadan besar dan satu orang pria tua dengan perut buncit yang aku yakini adalah bos mereka.

__ADS_1


“Gadis manis kemarilah, kita belum selesai bermain, aku sudah membayar mu sangat mahal gadis manis.” Ucap pria berperut buncit itu, dia mengalihkan pandangannya dari gadis itu yang bersembunyi di belakangku yang sedang berdiri. “Maaf Tuan kalau kucing liar ini mengganggu kesenangan anda, tetapi kalau anda ingin ikut bermain bersama kami, saya akan menerimanya.” Ucap Pria itu yang membuatku jijik.


“Lepaskan dia, atau aku akan membunuh kalian semua.” Ucapku dingin, mendengar perkataan ku tadi membuat pria tua itu terlihat kesal. “Bawa gadis itu kemari.” Ucapnya kepada kelima penjaganya. Kelima penjaganya itu mendekatiku, saat salah satu tangan dari penjaga itu mencoba menarik tubuh gadis di belakangku, aku mengambil tangannya dan memutarnya sehingga terdengar suara tulang yang patah dan dengan sekuat tenaga aku menendangnya yang membuatnya terjatuh jauh dariku.


Keempat temannya yang melihat itu langsung menyerbuku, dengan sedikit bersusah payah aku melawan mereka, sampai tubuhku dipegang oleh salah satu laki-laki itu dan tiga temannya yang lain langsung memukul perut dan wajahku, membuat aku mengeluarkan darah dari mulutku dan terjatuh ke lantai. Belum selesai sampai disana mereka menendang tubuhku yang sudah terjatuh tidak bergerak di lantai.


Aku melihat salah satu dari mereka menarik paksa gadis yang meminta pertolonganku itu. “Laki-laki payah sepertimu mana bisa melindungi seorang gadis yang bahkan melindungi diri sendiri saja tidak bisa.” Ucap pria itu dan berlalu pergi.


DORR!!! Suara tembakan menggema di dalam klub, membuat semua orang yang sedang menyenangkan pikiran mereka dengan tarian erotis dari para gadis di atas panggung mengalihkan perhatian mereka ke lantai dua, dimana seorang pria tua dengan perut buncit terkapar di lantai dengan peluru yang bersarang di kepalanya.


Semua penjaga dari klub Le Crazy House berlari ke lantai dua dimana ruang VVIP berada, mereka menurunkan pistol yang mereka bawa setelah melihatku mengacungkan sebuah pistol setelah menembak pria tua tidak tahu diri itu. “Robert, bunuh kelima lelaki itu dan lepaskan gadis itu, kalau kau masih mau menjalankan bisnismu ini.” Ucapku berlalu pergi, melangkahi mayat pria yang barus saja aku bunuh, aku turun melewati tangga dimana semua mata tertuju padaku dengan takut bahkan musik pun ikut berhenti untuk mendengarkan langkah kakiku pergi.


Aku masuk ke mobilku setelah keluar dari klub itu dan menjalankannya dengan cepat. “Laki-laki sepertimu mana bisa melindungi seorang gadis.” Ucapan pria tua bangka itu memutari isi otakku. “Sial!!!” Teriakku dan menghentikan mobil di sebuah gang gelap.


Aku memukul kepalaku pada kemudi setir di depanku. “Apa yang harus aku lakukan tanpamu.” Tanpa terasa air mataku yang sudah sangat lama tidak menunjukkan dirinya, malam ini dengan beraninya keluar dengan sendirinya.

__ADS_1


“Kamu benar-benar membuatku gila, aku mohon jangan tinggalkan aku.” Ucapku memegang dadaku yang sekarang terasa sesak sampai suara ponsel ku berbunyi pada kantong celanaku. Aku mengambilnya dan tersenyum saat melihat nama seseorang yang sedari tadi membuatku menangis. Sarahku. “Ha…halo.” Suara lembut itu yang selalu membuat hatiku hangat sampai membuatku tidak dapat berkata-kata. “Kass, aku ingin pulang, aku ingin pulang bersamamu, jemput aku Kass.” Ucapnya yang membuat senyumanku dengan air mata bahagia. “Tu...” Ucapku terpotong saat aku merasakan ada seseorang yang menutup mulut dan hidung ku dengan sebuah kain, kepalaku menjadi pusing karena bau menyengat dari kain tersebut, aku berusaha memberontak dari dekapannya, tetapi tenagaku sudah cukup habis setelah perkelahian ku di klub tadi. Sarah, tunggu aku, aku akan menjemputmu.


BERSAMBUNG.


__ADS_2