Wanita Penggoda?

Wanita Penggoda?
TENTANG KAMU


__ADS_3

"Dan bila ada orang bertanya-tanya. Siapakah dia yang membuatku bahagia? Kamulah orangnya." - Lirik lagu Tentang Kamu - Lyodra.


Liburan kami di Tanjung Benoa tersebut kami akhiri dengan bermain Rolling Donut dan wahana Sea Walker, dirasa tubuh sudah cukup lelah karena terpacu oleh adrenalin yang dikeluarkan oleh tubuh, yang menyebabkan tubuh sedikit pegal dan berhamburan oleh keringat, tidak kalah juga dengan warna kulit yang berubah sedikit kecoklatan.


Setelah kami semua berganti baju dan Indra yang selalu mengikutiku, bisa dibilang melindungiku lebih tepatnya karena dia takut akan terjadi hal-hal yang sama seperti sebelumnya saat dia sedang tidak bersamaku. Kami memutuskan untuk mengisi perut kami yang sudah bernyanyi untuk minta diisi.


Laura mengajak kami ke sebuah Resort, yang di dalamnya terdapat sebuah Restoran dengan gaya modern, di menunya pun hampir semua tertulis nama-nama makanan modern seperti Pasta, Pizza dan lain-lainnya. Kami pun dengan sigap langsung memilih makanan sesuai dengan selera kami masing-masing.


Saat sedang menunggu makanan kami diantarkan, aku melihat Indra menemui Bara yang sedang merokok di pinggir Kolam Renang, mereka terlihat pembicaraan serius, dimana Bara sampai mematikan rokok yang ada pada jepitan tangannya.


Tidak ada raut muka marah, kesal atau apapun yang aku takutkan saat Indra dan Bara bertemu secara dua mata seperti sekarang ini, pembicaraan mereka diakhiri dengan jabatan tangan dan senyum pada wajah mereka masing-masing.


Indra pun balik lagi ke tempat duduknya di sebelahku. "Apa yang kalian bicarakan Ndra?" Tanyaku pelan agar Alisha dan Edgar yang ada di depanku tidak dapat mendengarkannya. "Hmm, pembicaraan antara janji dua Laki-Laki yang memperebutkan seorang Gadis Manis." Ucapnya mengusap lembut pipiku.

__ADS_1


"Maksudnya?" Tanyaku heran. "Bara berjanji bahwa dia tidak akan lagi menganggu hubungan kita, baik itu mendekatimu di belakangku atau apapun hal yang dapat membuat hubungan kita renggang." Ucapnya yang sekarang sedang memainkan rambutku dengan jarinya.


"Dan apa yang kamu janjikan kepadanya?" Tanyaku lagi, dia melihatku tulus. "Aku berjanji, apabila kamu tidak bahagia bersamaku atau sekalipun dia melihat kamu menangis saat bersamaku, dia memintaku untuk melepasmu pergi dari sisiku." Ucap Indra lekat yang sekarang menatap kedua bola mata coklatku.


"Apakah kamu bahagia bersamaku Sar?" Tanyanya serius, aku menggenggam tangannya dibawah meja, menggengam erat seakan ingin menyalurkan apa yang ada di dalam isi hatiku sekarang. "Kamu adalah sosok yang sekarang ada di hatiku, saat kamu menyentuhku, membuatku tertawa, membuatku hangat dalam pelukanmu atau apapun hal kecil yang kamu lakukan itu selalu membuatku bahagia." Ucapku tulus yang dijawab dengan ciuman lemut pada pipiku yang merona merah sekarang, dia berbisik di telingau dengan lembut. "Terima kasih Sayang."


Tidak lama kemudian makanan yang kami pesan diantarkan ke meja kami dengan asap yang mengepul pada setiap makanannya membuat air liur kami semua sedikit menetes, kami menikmati makanan kami dengan hikmat dalam diam, terkadang aku melihat kearah Bara, yang sedang menyantap Pasta yang ada diatas piringnya dengan raut wajah yang aku tidak tahu apa artinya, tetapi aku hanya berharap masalah yang ada sekarang antara aku, Indra dan Bara.


Tujuan kami selanjutnya adalah GWK (Garuda Wisnu Kencana). Garuda, kata Garuda berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti sebuah burung badanya seperti manusia, namun kepala dan kaki menyerupai burung serta di bagian punggung terdapat sayap. Tentunya burung Garuda adalah burung mitologi. Wisnu adalah salah satu dewa dalam Agama Hindu yang memiliki peranan dalam memelihara serta menjaga semua hasil ciptaan Tuhan. Sedangkan Kencana artinya Emas.


Selama perjalanan itu juga Indra tak henti-hentinya untuk selalu mengenggam tanganku, mendekapku dan memelukku hangat, setelah aku menceritakan kepadanya perihal kejadian saat aku diganggu oleh Preman-Preman di Tanjung Benoa, Indra seolah menjadi siap siaga dan melihat tajam apabila ada orang-orang yang melihat kearahku atau bahkan sekedar melirikku, sikap posesifnya sekarang ini membuatku semakin ingin sellau berada di dekatnya, hanya saja terkadang aku memarahinya apabila dia sudah kelewatan dengan sikapnya itu.


Setelah kami selesai mengabadikan beberapa foto di GWK ini, kami pun melanjutkan perjalanan kami adalah Pura Luhur Uluwatu, tempat wisata ini adalah salah satu tempat wisata favorit para wisatawan untuk melihat keindahan sunset di Pulau Bali karena letaknya yang berada di ujung barat daya Bali, selain itu juga posisi Pura yang berada diatas tebing, jadi sama sekali tidak ada halangan untuk para pengunjung menikmati cahaya oranye yang meredup turun menghilang kebawah Laut.

__ADS_1


"Indah ya Ndra." Ucapku kepada Indra saat kami berada di Pinggiran Pura diatas tebing dengan deburan ombak yang menghempaskan dirinya sendiri ke dinding batu tebing dibawah kami. "Iya, tetapi keindahan yang ada di depanku lebih indah daripada keindahan yang lainnya." Ucap Indra menatapku, dia mengesampingkan beberapa helai rambutku yang menutup wajahku ke belakang telingaku karena hembusan angin Laut.


Dia menarik tubuhku, dan melingkarkan tangan kanannya di pinggangku yang kecil, tangan kirinya mendorong lembut tengkuk kepalaku untuk mendekati wajahnya, bibir kami pun bertemu sejajar dengan cahaya oranye yang menghangatkan pertemuan bibir kami, sehingga membentuk sebuah siluet dua orang yang sedang memadu kasih tanpa peduli keadaan sekitar, tanpa terasa momen tersebut diabadikaan oleh sahabatnya Edgar.


Setelah keindahan sunset, kami menikmati Tari Kecak Bali, dimana  terdapat sebuah Panggung yang lumayan besar yang berada di area luar Pura Luhur Uluwatu, memang terdapat banyak tempat untuk menyaksikan Tari Kecak Bali ini, tetapi di Pura Luhur Uluwatu ini adalah salah satu tempat favorit bagi para Wisatawan untuk menyaksikan Tarian tersebut.


Bagaimana tidak, pementasan tarian Kecak Bali di Pura Luhu Uluwatu Bali memiliki latar belakang sunset, sehinggan menambah keindahan dari tarian tersebut. tarian Kecak Bali ini dipentaskan oleh beberapa orang lokal Bali dengan baju adat khas Bali, terdapat dua orang Penari Perempuan dan satu Penari Laki-Laki, mereka menggerakkan tubuh mereka seirama dengan musik yang sengaja dialunkan, orang-orang disekitarnya membentuk sebuah lingkaran dan mengangkat tangan mereka keatas.


Tarian itu membuat seluruh penontonnya terhipnotis, seperti ada kekuatan magis disana yang membuat semua penonton tidak mengalihkan pandangan mereka dari pementasan tersebut, termasuk kami berenam yang dengan serius menatap setiap gerakan dari para Penari dan keindahan gabungan setiap tarian dalam pementasan tersebut, sampai-sampai kami tidak merasakan cahay orange yang tadi menjadi artis utama, menghilang dengan cemberut karena tergantikan oleh pementasan di depan kami sekarang.


BERSAMBUNG.


Mohon vote, love, like dan komentarnya readers, terus ikuti kisahku ya.

__ADS_1


Terima kasih supportnya!!!


JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR!


__ADS_2