
MOHON BANTUAN UNTUK FOLLOW AUTHOR YA DAN VOTE! DAN KALIAN BISA SAMBIL DENGARKAN AUDIO BOOK AUTHOR SEBAGAI TEMAN MEMBACA PERJALANAN HIDUP SARAH, AUDIO BOOK AUTHOR ISINYA COVER MUSIC YANG AUTHOR NYANYIKAN BERSAMA TEMAN, TERIMA KASIH SUDAH MAU BACA KARYA AUTHOR SAMPAI SEKARANG.
Indra POV.
“Alisha!” Ucapku terkejut dan berdiri. “Halo Indra, apa kabar.” Ucap Alisha tersenyum, dia mengalihkan senyumnya kepada Sarah. “Kamu Sarahkan? Halo aku Alisha, pacarnya Indra.” Ucap Alisha kepada Sarah yang membuatku sangat tahu bahwa senyuman itu tidak tulus, dia mengulurkan tangannya kearah Sarah, dan dapat aku pastikan Sarah tidak nyaman dengan situasi yang ada.
“Apa maksudmu Alisha?” Ucapku dan menepis tangan Alisha menjauh dari hadapan wajah Kekasihku Sarah. “Ah! Sakit Sayang, tidak bisakah kamu lebih lembut dengan pacarmu ini, dan Sarah bisakah kamu meninggalkanku dan Indra, aku ingin berbicara dua mata dengan Kekasihku ini.” Ucap Alisha dengan tangan yang ingin menyentuh wajahku. Aku terkejut karena Sarah langsung berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan cepat menuju Pintu Kelas. “Sarah!” Aku berteriak memanggilnya, tetapi tanganku tertahan oleh tangan kanan Alisha yang menggenggam erat tangan kiriku.
"Apa yang kamu inginkan Alisha dan sejak kapan kamu sudah ada di Indonesia?" Ucapku dengan kasar, tanpa peduli dia dulu temanku atau bukan. "Oh Indra, jangan kasar begitu sama calon Kekasihmu ini." Ucap Alisha dengan tangan yang sudah ingin menyentuhku. "STOP ALISHA! Hentikan permainan yang sedang kamu mainkan, jangan ulangi hal yang dulu yang akan membuatmu sakit dengan sendirinya, karena kamu sudah tahu jawabannya, aku mencintai Sarah dan tidak ada yang akan dapat mengubah hal tersebut." Ucapku menatap tajam kearahnya dan dia hanya tersenyum sinis yang aku tahu ada hal lain yang di sembunyikannya.
"Haha sebegitu besarnyakah kamu mencintai Gadis Murahan tersebut?" Ucap Alisha yang membuatku menahan geram dan marah dengan tangan terkepal yang ingin sekali menampar wajahnya karena berani-beraninya menghina Sarah di depanku. "Hmm, aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu." Ucap Alisha, dia mengambil handphonenya dari dalam kantong rok abu-abunya.
__ADS_1
Alisha mencari sesuatu di dalam handphonenya tersebut, setelah itu dia menunjukkan sebuah video yang membuat emosiku semakin memuncak, dengan cepat aku mengambil handphone tersebut dari tangannya dan membantingnya ke lantai dan menginjaknya sampaai hancur. "Haha, percuma Indra, aku masih mempunyai puluhan salinan video tersebut." Ucap Alisha yang membuatku tanpa sadar mendorong tubuhnya ke dinding.
"Kamu." Ucapku geram dengan tangan yang sudah berada di udara dengan posisi terkepal. "Apakah kamu akan benar-benar menyakiti seorang Wanita, Indra?" Ucap Alisha dengan wajah datar tanpa ada rasa takut dari raut mukanya, aku menghembuskan napasku berat dan menurunkan kepalan tanganku dan menjauh darinya. "Aku tahu kamu tidak akan pernah menyakiti seorang Wanita, itu salah satu alasan yang membuatku jatuh cinta denganmu." Ucap Alisha.
"Apa yang kamu inginkan?" Ucapku menatap tajam kearahnya, dia mendekatiku dengan tangan menyentuh wajahku yang membuatku melihat jijik kearahnya." Tinggalkan Gadis Murahan tersebut, dan jadilah Kekasihku kamu tahu aku bisa memberikan apapun dan lebih dari Gadis tersebut atau kamu akan tahu sendiri apa yang terjadi jika video tersebut tersebar ke seluruh Sekolah bahkan ke internet." Ucap Alisha yang membuatku terdiam terpaku dari tempatku berdiri dengan tatapan kosong bahkan tangan Alisha yang mengelus wajahku pun sama sekali tidak terasa olehku.
"Aku akan memberikanmu waktu sampai besok untuk memikirkannya." Ucap Alisha, dia berlalu melewatiku tepat saat suara bel tanda istirahat selesai dibunyikan. "Dan Indra." Ucap Alisha yang membuatku membalikkan tubuhku dan melihatnya sudah berada di Pintu Kelas. "Aku sudah memberitahukan dan memberikan video tersebut kepada Orang Tuamu, agar dapat membantumu mendapatkan keputusan yang tepat, sampai bertemu besok Sayang." Ucap Alisha dengan senyumnya.
Langkahku terhenti di depan Kelasku, menyapu mataku melihat ke seluruh Kelas mencari sosok Laki-Laki berengsek tersebut, aku melihat Edgar di Pojok Kelas sedang tertawa bersama teman-temannya diatas kesedihan Gadisku, aku mendekati Edgar, menarik kerah seragam Sekolahnya dan mendorongnya ke dinding yang membuatnya meringis kesakitan. "BERENGSEK!!!" Teriakku dan mendaratkan satu kepalan tanganku diwajahnya yang membuat sedikit luka goresan lagi pada bibirnya.
Teman-teman sekelasku menjadi heboh dan aku tidak peduli dengan kehebohan mereka. "Ndra, tenang dulu aku bisa jelaskan." Ucap Edgar dengan sedikit menahan kesakitan pada wajahnya karena pukulanku. "Apa lagi yang mau lo jelasin berengsek, gua udah ngelakuin yang lo minta." Teriakku yang membuat kehebohan di Kelas menjadi lebih heboh lagi. "Kita bicarakan di tempat lain Ndra, jangan disini atau lo mau Sarah akan menerima akibatnya lagi." Ucap Edgar yang membuatku melepaskan tanganku dari tubuhnya aat dia menyebut nama Sarah.
Aku menghembuskan napasku dengan sangat berat. "Ikut gua." Perintahku ke Edgar dan langsung berjalan keluar Kelas, tidak memperdulikan tatapan-tatapan dari teman sekelasku termasuk Adel, Edgar pun mengikuti di belakangku, aku melangkahkan kakiku menuju tempat yang menjadi tempat penenangku saat kondisi hati dan pikiranku sedang tidak tenang seperti ini.
__ADS_1
Saat kami sudah berada di Lorong sepi Lantai 3 Sekolah ini, aku berdiri di balkon Lantai tersebut dan memejamkan mataku untuk menenangkan pikiran dan emosiku, aku dapat merasakan Edgar sudah berdiri di sebelahku. "Kenapa Gar?" Ucapku tertahan. "Kenapa harus Sarah Gar, lo bisa nyakitin Gua seribu kali dari ini, tetapi kenapa harus Sarah." Ucapku masih dengan mata terpejam dan tangan terkepal dengan darah yang masih mendidih.
Edgar mengeluarkan satu batang rokok dan menyalakannya, dia menghisap rokok tersebut dan menghembuskan asap rokok tersebut, Edgar menawarkan rokok tersebut kearahku tetapi aku tidak menghiraukannya yang membuat dia menghisap rokok tersebut dan mengalihkan pandangan ke depan sama dengan tatapan mataku yang terbuka sekarang.
"Karena gua tahu, lo sangat menyukai Gadis itu." Ucap Edgar yang membuatku menundukkan kepalaku. "gua tahu lo dari kita sahabatan sejak kecil, dan gua gak pernah ngelihat sikap lo yang beda saat berada di dekat Gadis tersebut, karena itu gua pasang kamera tersebut di mobil gua saat." Ucap Edgar terpotong. "Tetapi kenapa Gar, kenapa? Apa salah gua sampai lo harus nyakitin orang yang gua sayangi." Ucapku memotong perkataannya.
"Karena gua benci saat tahu ternyata lo orang yang disukai Alisha dan membuat dia menderita sampai saat ini, karena itu gua mau buat lo merasakan apa yang gua rasain saat orang yang lo sayangi kesakitan karena sahabat lo sendiri." Ucap Edgar yang membuatku emosi lagi dan menarik kerah bajunya lagi dan membuat Edgar berada di ujung balkon. "Kenapa Ndra, lo mau buat gua jatuh dari Lantai 3 ini seperti waktu lo menjatuhkan Alisha waktu itu?" Ucap Edgar dengan wajah tenang yang membuatku terkejut dengan perkataannya. "Apa maksud lo?"
BERSAMBUNG
Mohon vote, love, like dan komentarnya readers, terus ikuti kisahku ya.
Terima kasih supportnya!!!
__ADS_1