Wanita Penggoda?

Wanita Penggoda?
#9 WP?S2


__ADS_3

Aku berdiri tepat berada di tengah-tengah kawasan Kota Tua,  ada rasa takut, cemas dan panik yang aku rasakan, tetapi ada rasa penasaran dari dalam diriku yang lebih besar mengalahkan semua rasaku yang lain akan Hiram Club. Aku melihat jam tanganku dimana masih menunjukkan pukul 18.45 artinya aku belum telat.


Di sekelilingku terlihat orang yang berjalan-jalan, berfoto dan menikmati semua hal yang menarik yang ada di dalam Kota Tua ini. "Ikut aku." Pundakku tiba-tiba di sentuh seseorang, tetapi orang tersebut tetap berjalan di depanku, dia adalah seorang Wanita yang menggunakan jaket hoodie berwarna merah dengan tulisan Hiram Club di belakang jaketnya itu.


Aku sedikit ragu melangkahkan kakiku mengikutinya, tetapi setelah dia berjarak sedikit jauh, rasa penasaranku membuat aku mempercepat langkahku, sampai aku melihat dia masuk ke dalam sebuah mobil berwarna hitam, dengan sedikit ragu aku ikut masuk ke mobil tersebut dengan pintu mobil yang masih terbuka.


Saat aku duduk, aku melihat Wanita itu membuka jaket Hoodienya. "Cassy." Panggilku. "Halo Sarah." Ucapnya, dia hanya tersenyum melihat keterkejutanku. "Aku tahu itu kamu saat melihat videomu, walaupun pada bagian wajahnya di blurkan." Ucapnya lagi. Blur? Apa Kassa yang melakukannya.


"Pakai ini." Ucapnya tanpa basa basi, dia memberikanku sebuah Teddy Bunny Costume lengkap dengan bandana seperti telinga kelinci panjang berwarna hitam. dasi kupu-kupu berwarna putih dan sebuah gelang kain berwarna putih. "A...aku pakai disini." Ucapku ragu-ragu.


"Tenang saja, disini hanya kita berdua." Ucapnya, karena memang pada bagian depan mobil SUV ini sudah ditutup dengan sebuah plat berwarna hitam, jadi orang yang mengendarai mobil ini tidak dapat melihat ke belakang. Aku pun membuka seluruh pakaianku dan langsung dengan sedikit tergesa-gesa menggunakan pakaian yang diberikan oleh Cassy, dimana pakaian itu hanya menutupi area sensitif bagian bawahku sampai ke bagian dadaku. Pakaian ini lebih terlihat seperti pakaian renang.

__ADS_1


Cassy juga memberikanku sebuah topeng yang hanya menutupi bagian mataku dan sebuah sepatu high heels berwarna hitam yang warnanya sepadan dengan warna bajuku. Cassy juga mengambil tas yang berisikan semua barang-barangku dan akan mengembalikannya setelah acara selesai.


"Kamu akan menjadi Bintang yang paling di sorot malam ini Sarah, dengan penampilan seperti ini kamu memang pantas menjadi Bintang Utamanya." Ucapnya yang melihat penampilanku dari atas ke bawah setelah memberikan beberapa riasan dan lipstik berwarna merah.


Saat aku ingin menanyakan keterlibatan Cassy dalam Hiram Club, mobil kami sudah berhenti di depan sebuah rumah besar dan sepi. Aku dan Cassy turun dari mobil tersebut, Cassy berjalan terlebih dahulu di depanku, dia membuka pintu besar di depannya dan memintaku masuk terlebih dahulu.


Saat aku masuk dan Cassy menutup pintu itu, aku dituntun Cassy ke sebuah Kamar dengan nuansa merah dan hitam. "Kamu tunggu disini, nanti akan ada yang menjemputmu untuk naik ke atas stage." Ucapnya ramah kepadaku. "Stage?" Tanyaku yang hanya dijawab dengan senyuman olehnya, setelah itu dia pergi dan menutup pintu kamar dengan hanya meninggalkanku sendiri disini.


Tidak lama kemudian, datang seorang Laki-Laki yang menggunakan jas hitam dan topeng sama sepertiku, dia membuka pintu Kamar itu lebar dan memberikan isyarat kepadaku untuk keluar dari kamar ini. Aku pun melangkahkan kakiku keluar dari Kamar, dengan perasaan bingung dan gelisah.


"The Queen has arrived, clear area!" Ucap Laki-Laki itu pada sebuah Handy Talky di tangan kanannya, Laki-Laki itu bergerak cepat mendahuluiku untuk menuntunku ke sebuah pintu besar berwarna abu-abu yang mungkin menjadi Ruang Utama dari Rumah ini.

__ADS_1


Aku masuk ke dalam Ruangan itu dimana mataku langsung silau karena sorot lampu yang menyoroti kedatanganku, aku langsung dapat mendengar suara musik yang keras, mencium bau alkohol yang menyengat dan melihat lampu warna-warni di setiap sudut Ruangan. Ruangan ini mengingatkanku akan Butterflly, tetapi perbedaannya adalah Ruangan ini hanya diisi oleh beberapa orang, mungkin sekitar 30 an orang yang kebanyakan menggunakan jas dan topeng untuk menutupi identitas mereka masing-masing.


Aku digiring ke tengah stage, dimana sudah ada kursi seperti kursi Kerajaan dengan beberapa Penari Striptease yang mempertontonkan lekuk tubuhnya yang sedang bergoyang pada sebuah tiang berwarna silver. Setiap mata melihat kearahku sama sekali tidak ada yang tertuju kepada para Penari itu yang seperti sedang mencari perhatian mereka. Semua Laki-Laki di Ruangan ini melihat setiap gerak gerik tubuhku, aku seperti merasa di telanjangi oleh tatapan mereka, saat aku sudah duduk di kursi itu, mataku langsung tertuju ke seseorang, seseorang yang sangat aku kenal walaupun dia menggunakan topeng sekarang.


Aku mengenal siluet tubuh itu, bentuk tubuh dan otot yang tercetak dari jas yang digunakannya, rahang yang keras dan sorot mata tajam kearahku di balik topeng yang digunakannya. Kassa. Di sudut Ruangan, aku melihat beberapa pasangan Laki-Laki dan Wanita yang sedang mendekatkan tubuh mereka masing-masing seperti mencari kehangatan di dalam Ruangan yang menurutku sama sekali tidak dingin. Setiap Laki-Laki memegang sebuah tali yang diikatkan ke leher setiap Wanita yang ada di dekatnya seperti hewan peliharaan.


Di salah satu sudut Ruangan, ada tatapan seorang Wanita yang melihatku dengan senyuman penuh arti. Cassy? Dia bersama seseorang Laki-Laki berjas yang sedang menarik suatu tali berwarna hitam, dimana tali itu terikat di leher Wanita itu, setelah itu mereka menuju ke sebuah Ruangan dengan tirai sebagai penutupnya. Wanita itu terlihat seperti pasrah mengikuti kemanapun dan apapun kemauan dari Laki-Laki yang mengikat lehernya.


"Tuan-Tuan, ini adalah Submissive terakhir kita, kita simpan untuk yang terakhir dan yang paling berharga untuk kalian semua, jadi persiapkan cek atau apapun yang kalian punya untuk The Queen kita malam hari ini." Ucap Seorang Laki-Laki yang ada di sebelahku, yang dapat aku duga adalah Host di acara yang masih abu-abu di pikiranku sekarang.


"20 juta." Teriakan yang membuatku terkejut dari salah satu Laki-Laki Paruh baya yang ada di depan sebelah kananku. "Wah sepertinya kalian semua para Dominan sudah tidak sabar untuk memulai sesi terakhir kita ini, oke kalau begitu kita langsung saja, ada tawaran yang bisa melebihi Tuan Musang disana." Ucap Host itu. "30 juta." Teriak Laki-Laki di sebelah Laki-Laki paruh baya tadi. Tunggu, ini tidak seperti yang aku duga kan? Pikiranku berpikir sangat cepat memproses hal-hal yang aku alami sekarang membuat tubuhku sedikit bergetar dengan keringat dingin yang mulai turun dari pelipisku. Klub apa ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2