
"Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam." - Raden Adjeng Kartini.
2 tahun kemudian.
Satu hari setelah Ujian Nasional yang membuat semua Siswa Siswa Kelas XII hampir tidak bisa makan dan tidur karena gugup menghadapi Ujian penentuan kelulusan mereka, aku dipanggil menghadap Kepala Sekolahku. "Permisi." Aku mengetuk pintu Ruangan Kepala Sekolah dengan sopan. "Sarah Gibran, silahkan masuk." Ucap Ibu Kepala Sekolah mempersilahkanku masuk dan memintaku untuk duduk di kursi depan mejanya saat dia sedang menandatangani beberapa dokumen.diatas meja.
"Maaf ya Sarah, kamu jadi menunggu sebentar." Ucap Ibu Kepala Sekolah, dia meletakkan dokumen terakhir yang ditanda tanganinya di pinggiran meja. "Iya Bu tidak apa-apa, kalau boleh saya tahu, ada apa ya Bu saya dipanggil kesini." Ucapku.
"Hmm, oke Ibu mungkin langsung saja ya, apakah kamu sudah menentukan akan mengambil Universitas mana setelah kamu lulus?" Tanya Ibu Kepala Sekolah kepadaku, aku sejenak berpikir, aku memang sedikit melupakan akan beberapa Beasiswa yang ditawarkan kepadaku, karena pikiranku yang teralihkan oleh kegiatanku di Sekolah baik itu Akademis maupun Non Akademis, aku juga mencari uang tambahan sebagai Barista, untuk tambahan membayar hutang Ibu Aisyah kepada Angkasa Pratama.
"Aku belum memikirkannya Bu." Ucapku jujur, dia mengambil sesuatu dalam lacinya , sebuah pamflet dan dia memberikannya kepadaku. "Ini adalah salah satu Universitas terbaik di Australia, melihat nilai Akademik dan kegiatan Organisasimu, sepertinya mereka akan sangat tertarik menerima kamu sebagai salah satu Mahasiswa baru disana." Ucapnya.
Aku melihat pamflet yang diberikan oleh Ibu Kepala Sekolah kepadaku, AUSTRALIAN NATIONAL UNIVERSITY, Universitas ini terletak di Canberra, Ibukota Australia, melihat dari profil Universitas dengan Fakultas dan Institut yang ada di Universitas tersebut, dapat aku katakan Universitas ini mungkin memang salah satu Universitas terbaik di Australia.
"Ibu diberitahukan juga bahwa kamu sangat tertarik dengan bidang Sains, benar Sarah?" Tanya Ibu Kepala Sekolah. "Iya Bu." Ucapku. "Australian National University juga memiliki Program Studi Sains yang sangat terkenal, jadi kalau kamu tertarik, besok akan ada beberapa Universitas yang akan melakukan wawancara khusus kepada Siswa Siswi terbaik di SMA XYZ, salah satunya adalah Australian National University, jadi kalau kamu tertarik kamu bisa datang untuk ikut wawancara tersebut. Ucapnya menjelaskan kepadaku.
__ADS_1
"Tetapi kita kan belum pengumuman kelulusan Bu?" Tanyaku. "Ibu percaya sama kamu, kamu pasti lulus dengan nilai terbaik." Ucapnya. "Hmm baik Bu, nanti saya coba pikirkan terlebih dahulu." Ucapku dan dijawab anggukan oleh Ibu Kepala Sekolahku, setelah itu aku izin pamit untuk pulang dari Sekolah.
"Sar." Teriakan Rizka dari depan Gerbang Sekolah, dia sedikit berlari untuk menemuiku. "Kamu tadi dipanggil Kepala Sekolah? Kenapa Sar? Kamu gak ada masalahkan?" Tanyanya khawatir. "Gak ada kok Riz, hanya ada tawaran Beasiswa untukku." Ucapku. "Wah kamu enak banget untuk kuliah aja udah ada tawaran Beasiswa Sar, sementara aku masih bingung mau kuliah dimana." Ucap Rizka dan aku hanya menganggukkan kepalaku.
"Tetapi kenapa kamu sedih Sar? Kamu terlihat tidak terlalu senang mendapatkan Beasiswa itu?" Tanya Rizka kepadaku, aku menghembuskan napasku berat. "Bukannya aku tidak senang Riz, hanya saja aku memikirkan keadaan Ibu Aisyah dan Adik-Adikku di Panti apabila aku mengambil Beasiswaku ini." Ucapku sedih.
Rizka memelukku. "Mungkin kamu harus bicarakan ini kepada Ibu Aisyah Sar, setelah itu mungkin kamu dapat memutuskan langkah selanjutnya." Ucap Rizka dan aku menganggukkan kepalaku. "Oh iya Sar." Rizka melepaskan pelukannya dariku. "Ikut kita yuk, teman-teman yang lain pada mau pergi ke Mall, buat segerin otak dan pikiran karena abis Ujian, yuk ikut yuk." Ucap Rizka sedikit memaksa, aku pun menyetujuinya, karena hari ini jadwal kerjaku jadi Barista juga sedang libur.
Aku menaiki mobil Rizka menuju ke sebuah Mall yang tidak jauh dari Sekolahku, kami berjalan-jalan disana hanya sekedar melihat-lihat dan juga makan siang. Saat sedang mengelilingi setiap sudut Mall itu, kami berhenti sebentar di tengah keramaian Lantai Dasar Mall ini. Rizka yang tadi sempat melihat kesana bersama teman sekelasku yang lain datang mendekatiku.
"Halo Sarah." Suara yang sangat aku kenal selama dua tahun ini. "Halo Galang." Ucapku memaksakan senyumanku. "Sar ini siapa?" Tanya Rizka berbisik kepadaku dan sepertinya Galang dapat mendengarnya. "Halo aku Galang Prasetyo." Ucap Galang menyodorkan tangannya kepada Rizka. "Rizka." Ucapnya dengan malu-malu.
"Sar, ini kan salah satu anggota Wolfs Team kan?" Tanya temanku yang lainnya. Mereka pun meminta foto kepada Galang, termasuk Rizka. Aku langsung melangkahkan kakiku untuk keluar dari Mall, tetapi tanganku ditahan oleh seseorang.
"Sar, mau kemana?" Ucap galang masih menahan tanganku, hal tersebut langsung dilihat oleh teman-temanku yang lain. Aku langsung menarik tanganku. "Sar, kenapa kamu selalu menghindar dariku? Apa salahku?" Tanyanya, aku langsung melihat kearah teman-temanku yang lain karena merasa tidak enak dengan mereka.
__ADS_1
Teman-temanku yang lain langsung sedikit menjauh dariku dan Galang. "Apa salahku Sar, sehingga kamu menjauh dariku?" Ucapnya, aku menghembuskan napasku berat. "Gak ada yang salah Lang, hanya saja aku sedang mau sendiri." Ucapku yang membuat dia hening dan berpikir sejenak.
"Tunggu." Ucapnya saat aku melangkahkan kakiku menuju ke teman-temanku. "Maukah kamu pergi bersamaku untuk malam ini saja, kami akan mengadakan pesta untuk merayakan kemenangan kami, kamu boleh mengajak teman-temanmu." Ucapnya membuatku berpikir mungkin tidak ada salahnya aku ikut bersama Galang. Setelah itu aku dan Galang menemui teman-temanku, Galang mengatakan kepada mereka semua untuk ikut bersama semua anggota Wolfs Team merayakan kemenangan mereka. Teman-temanku pun menyetujuinya dengan senang hati dan kami semua ikut bersama Galang dan Wolfs Team pergi ke sebuah tempat di sekitaran Jakarta Pusat.
Kami dibawa ke sebuah Ruangan dengan nuansa serba hitam dan lampu warna warni di berbagai sudut Ruangan, dengan bau alkohol saat memasuki Ruangannya, yang aku tahu sekali ini adalah sebuah Klub Malam. "Selamat datang di Butterfly" Ucap salah satu Penjaga dengan berwajah seram dan garang di depan pintu.
"Lang, apakah kami boleh ikut masuk juga? Karena kami semua masih menggunakan seragam sekolah." Tanyaku sebelum kami masuk. "It's okay Sarah, kami sudah menyewa tempat ini." Ucap Galang dengan santainya. Ruangan itu sudah dipenuhi oleh beberapa orang yang menari mengikuti irama musik yang ada, dari pakaian yang mereka kenakan aku sangat yakin mereka adalah orang-orang dari kelas atas.
Ada juga beberapa bule yang datang di Butterfly, musik di Ruangan itu terdengar sangat kencang yang dimainkan oleh seorang DJ yang berada di ujung Ruangan. Terdapat sebuah Bar dengan beberapa minuman beralkohol di belakang seorang Bartender yang menjaga meja Bar tersebut.
Kami dibawa ke sebuah Ruangan Privasi dengan sofa hitam yang mengelilingi satu meja besar bundar. Aku duduk di sudut sofa, Galang mengambil tempat duduk di sebelahku, teman-temannya yang lain pun ikut bergabung bersama kami.
Aku sudah mulai merasakan ketidanyamanan berada disini. "Riz kita pulang saja yuk, sekarang juga sudah jam delapan malam." Ucapku berbisik kepada Rizka, aku melihat Rizka yang sepertinya juga merasakan hal yang sama sepertiku. "Ayo Sar." Ucap Rizka, saat aku ingin bangkit dari tempat dudukku, tanganku ditarik oleh Galang yang ada di sebelahku.
"Mau kemana Sar, aku sudah memesan minuman untukmu, setidaknya minumlah dulu." Ucap Galang kepadaku. "Maaf Lang, aku gak minum minuman beralkohol." Ucapku menolak. "Tenang aja Sar, ini gak beralkohol kok, ini hanya es jeruk." Ucap Galang meyakinkanku. Aku melihat minuman yang ada ditangan Galang dengan seksama yang memang terlihat seperti es jeruk. Dalam batinku aku berpikir untuk meminum minuman itu dan setelah itu bisa langsung pergi keluar dari tempat ini. Aku minum saja.
__ADS_1
BERSAMBUNG.