Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 10


__ADS_3

"Eh sri,kebetulan ada loe,hihihi...." Ucap bimas sambil mengusap kedua telapak tangannya. Sri menatap bimas dengan heran. Tak berbeda dengan sri,roni pun tak bisa membaca pikiran sahabatnya tersebut.


"Loe mau tatan restuin nggak?" Ucap bimas. Sri pun membulatkan matanya dengan sempurna.


"Loe seriusan bim?" Tanya sri dan diangguki bimas.


"Apa syaratnya?" Ucap sri girang. Bimas pun tertawa girang dalam hatinya saat melihat tingkah polos sri.


"Gila...polos banget nih anak" batin bimas.


"Loe tunggu bentar yak" Ucap bimas. Bimas langsung masuk kedalam rumah untuk mengambil sekeranjang pakaian kotor milik tania dan membawanya keluar rumah.


"Nih,loe cuciin semua" Ucap bimas santai. Sedangkan roni langsung membulatkan matanya saat bimas menyuruh anak kos tania mengerjakan pekerjaannya.


"Tunggu,tunggu,tunggu..."


"Ini syarat jadi apa dulu nih?" Tanya sri.


"Lah,jadi apa lagi? Menurut loe?" Tanya bimas.


"Syarat jad..." Ucap sri terputus.


"St..st...st... Udah kerjain aja,bentar lagi tatan balik loh..." Ucap bimas. Sri pun mengangguk dan langsung membawa pakaian tersebut menuju kamarnya.


"Wih,anjrit lah loe" Ucap roni.


"Masa loe budakkin dia sih?" Bisik roni.


"Parah banget loe sih bim,loe enggak lihat apa dia polos banget" Ucap roni. Bimas hanya tertawa saat melihat wajah polos sri.


"Gue kasihan sih sama dia,tapi dia suka banget ngejaili gue..." Balas bimas.


"Setiap gue kesini dia hobi banget goda gue,sebagai pembalasan,gue bakal kerjain dia...hahahaha" Ucap bimas tertawa.


"Yuk main ps" Ucap bimas. Bimas dan roni langsung melemparkan tas mereka dan mulai menghidupkan play station.


"Enggak makan dulu?" Tanya bimas.


"Nanti aja,kita main dulu..." Ucap roni.


"Oke,yang kalah jemurin baju tatan yak" Ucap bimas.


"Ogah gue mah,baju-baju uni loe,kok gue yang jemurin" Ucap roni kesal.


*****


"Loe ngapain sri?" Tanya tania yang sedang memarkirkan motor tania.


"Lagi berusaha mendapatkan restu kakak ipar" Ucap sri sambil menguras baju. Tania salah fokus dengan baju yang sedang di peras oleh sri.


"Itukan baju gue?!" Ucap tania kebingungan sambil menunjuk bajunya.

__ADS_1


"Lah emang iya,ini baju uni tatan" Ucap sri.


"Loe dapet dari mana tuh baju?" Tanya tania.


"Ayang beb gue tadi ngasih sama gue"


"Dia bilang kalau mau hubungan gue di restu-in sama uni tatan,gue harus cuci semua baju uni tatan" Ucap sri. Tania yang tau siapa pelaku dibalik semua kejadian pun langsung menarik nafasnya dalam-dalam.


"Dedek......"


Tania berteriak dan membuat bimas langsung ngacir ke halaman rumah. Bimas terkejut saat mengetahui bahwa tania sudah tiba di rumah.


"Loe suruh sri ngapain?" Tanya tania.


"Nyuci" jawab bimas apa adanya.


"Kenapa loe suruh dia?" Tanya tania.


"Dia pengen dapet restu" Jawab bimas.


"Restu jadi apa?" Tanya tania.


"Jadi babu loe hari ini" Ucap bimas. Sri langsung membelalakan matanya dan mengeraskan rahangnya.


"Bocah kampret...." Teriak sri kesal.


"Kok loe nggak ngomong sih kalau gue di restu-in jadi babu?"


"Kampret banget dah loe bim,awas aja loe,gue gangguin loe seumur hidup" Ucap sri kesal. Bimas tertawa terbahak-bahak saat mendengarkan penuturan sri.


"Loe aja yang ke-pd an" Ucap bimas jail. Sri yang kesal langsung mengejar bimas. Bimas yang di kejar pun langsung ngacir ke dalam rumah.


"Buka pintu kamar loe bimas..." Gedor sri dari luar rumah.


"Ogah..." Ucap bimas tertawa.


"Buka woi bocah kampret" Ucap sri kesal.


"Loe enggak mau pergi? Gue lagi buka celana nih" Ucap bimas.


"Kagak percaya gue" Ucap sri. Bimas membuka sedikit pintu kamarnya dan memperlihatkan sebelah kakinya yang tak menggunakan celana sampai dengkul.


"Aaaaaaaaaa..."


Sri langsung membulatkan matanya dan berteriak saat melihat kaki bimas. Pasalnya tadi bimas masih menggunakan celana sekolah.


Tania dan roni langsung tertawa saat melihat sri keluar secara histeris. Mengetahui bahwa sri sudah keluar,bimas pun ikutan keluar dari kamarnya. Bimas hanya menggunakan celana pendek dan baju kaosnya.


"Gila loe dek,gue pikir loe beneran nggak pake celana" Ucap tania sambil tertawa.


"Gila,gila, si sri langsung ngacir gara-gara loe" Ucap roni. Bimas,roni dan tania pun tertawa kembali saat mengingat ekspresi sri.

__ADS_1


Tania mengajak roni bertanding dalam memainkan play station. Tania dan roni bermain sambil berjongkok dengan di temani oleh makanan dan minuman ringan di sekitaran mereka.


"Perawakan aja yang cewek,tapi jiwa ibu laki banget" Ucap roni sambil mengunyah kripik.


"Loe manggil gue ibu di rumah,gue gampar loe" Ucap tania kesal namun tatapan matanya tetap terfokus kepada layar televisi di depannya.


"Iya,iya...Uni tatan yang terhormat" Ledek roni. Tania menoyor kepala roni. Saat sedang panas-panasnya pertandingan,tiba-tiba handphone tania berdering. Tania mengabaikan panggilan pertama hingga panggilan ke enam.


"Angkat telepon loe tan" Ucap roni. Karena sudah lama dekat dengan tania dan bimas,roni pun memanggil tania dengan bahasa informal nya seperti bimas yang sedang berhadapan dengan tania. Namun,kerap kali roni sengaja memanggil tania dengan panggilan ibu seperti di sekolah.


"Dedek...handphone gue bunyi..." Teriak tania.


"Enggak usah teriak-teriak,gue enggak budek" Ucap bimas kesal.


"Loe angkat sendiri napa" Ucap bimas yang sedang makan. Tania pun langsung melirik bimas dengan tatapan sinisnya. Dengan menghela nafasnya dengan kasar bimas pun hanya bisa menuruti ucapan tania.


"Loe di sekolah menjajah orang,tapi waktu di rumah dijajah orang" Ledek roni. Pasalnya bimas merupakan ketua osis dan tugasnya suka memerintah orang lain.


"Yah mati..." Belum sempat bimas mengangkat telepon,telepon tersebut sudah mati.


"Siapa yang telepon?" Tanya tania.


"Enggak ada namanya" Ucap bimas. Tania kembali melanjutkan pertandingannya dengan roni. Tania masih saja berjongkok saat bermain play station dengan roni.


"Dikit lagi,dikit lagi..." Ucap tania bersemangat sambil menekan-nekan stik play station dengan kuat.


"Yakk...yak....," Ucap tania semangat diiringi ekspresi geramnya.


"You win" Suara dari televisi sudah terdengar. Tania langsung berlari mengitari roni dan bimas sambil bersorak.


"Mampus loe,kalah kan" Ledek tania dengan nada sombongnya.


"Besok,besok gue kesini lagi...Awas aja loe" Ucap roni tak terima. Bimas hanya bisa mengelus pelan punggung sahabatnya tersebut.


"Udah,udah,loe sabar aja,kayak enggak tau uni gue aja" Ucap bimas sambil menahan tawanya.


"Udah ah,gue balik dulu" Ucap roni sambil menyandang tasnya.


"Huu... Cemen" Ledek tania lagi. Roni yang kesal pun langsung keluar dari rumah sambil menyeret bimas keluar.


"Woi kenapa gue di bawa-bawa" Ucap bimas sambil membawa piring di tangannya.


"Loe,anterin gue pulang sekarang" Ucap roni. Bimas kembali menarik pergelangan tangannya dan melihatkan jari-jarinya kepada roni.


"Woi kampret,loe kagak lihat gue lagi makan" Bimas mendekatkan tangannya yang kotor karena sedari tadi ia makan.


"Enggak peduli gue,cepat anterin gue pulang" Pintah roni kesal.


"Tatan gue pulang yak,awas loe tatan,suatu saat nanti gue bakal kalahin loe" Ucap roni berpamitan sambil mengeluarkan unek-uneknya.


"Luek..." Cibir tania.

__ADS_1


...hai guys,karena cerita author masuk kontes jadi author berharap kalian selalu memberikan support kepada author supaya author lebih bersemangat dalam berkarya. Dan for your information guys,kalau cerita Airin kesayanganku bisa menang-in kontes tahun ini,insya Allah author akan memberikan THR pulsa bagi yang rutin membaca cerita author dan ikut memantau cerita author melalui akun ig author. And than,jangan lupa tinggalkan komen kalian ya...karena pemenang THR akan author lihat dari komentar kalian. Salam hangat dari author🄰....


...Jika ingin berbagi cerita atau pun pengalaman kalian,kalian bisa DM author @nabilllaaaptr_ . Siapa tau pengalaman hidup kalian bisa menjadi sesuatu yang unik dalam kehidupan novel author kedepannya....


__ADS_2