
"Nah,saya ada cerita nih buat kamu..." Ucap gabriel.
"Kamu itu cewek,kalau cewek udah kehilangan rasa hormat sama diri sendiri,otomatis dia bakalan susah dihargai orang lain..." Ucap gabriel.
"Hah? Kok enggak nyambung sih pak?" Tanya tania. Pasalnya tadi ia hanya menolak minuman pemberian gabriel dan sekarang ceritanya malah ngelantur. Gabriel langsung berdecak dan memukul kepala tania menggunakan gulungan kertas.
"Ck, dengarkan dulu..." Decak gabriel kesal.
"Iya..iya..." Jawab tania.
"Saya kan bilang tadi kalau saya lebih suka lihat cewek judes dan jual mahal dari pada lembut tapi jual diri. Iya kan?" Ucap gabriel dan di angguki oleh tania.
"Sekarang saya bakal bahas permasalahannya yang sering terjadi akhir-akhir ini deh airin.."
"Banyak cewek yang tergoda sama cowok karena mereka baik,ngasih makan,ngasih minuman,bahkan ngasih kasih sayang..."
"Padahal mereka belum nikah kan?!" Ucap gabriel dan di angguki oleh tania.
"Nah,sekarang saya bakal ungkapin sejujur-jujurnya sama kamu airin"
"Cowok itu kalau udah pernah ngasih sesuatu pasti ada maunya.." Ucap gabriel.
"Dalam tanda kutip nih ya ' yang belum nikah tentunya' "
"Saya mau membicarakan hal kayak gini sama kamu secara gamblang aja airin,soalnya ini menyangkut masa depan kamu" Ucap gabriel.
"Bapak mau nasehati? Ceramah? Atau apa sekarang ini?" Tanya tania.
"St...diam dulu airin" Ucap gabriel sambil memukul kepala tania. Tania hanya manyun saat kepalanya di pukul pelan.
"Cewek itu punya fitrah airin,punya kedudukan yang tertinggi. Jadi kalau menurut saya pribadi sih sah-sah saja kalau cewek jual mahal..."
__ADS_1
"Memang sih di masyarakat kita tidak dibenarkan berprilaku judes atau pun yang lainnya..."
"Tapi kalau lihat-lihat dari kamu,kamu sering ya di ganggu orang?" Tanya gabriel.
"Diganggu?" Tanya tania. Gabriel menganggukkan kepalanya sambil melihat tania sekilas.
"Iya diganggu,kayak digodain cowok-cowok gitu. Misalnya nih kamu lewat,terus dia manggil kamu 'neng,mau kemana? Sini abang antar' " Ucap gabriel menjelaskan. Tania langsung bergidik ngeri saat mendengarkan penuturan gabriel.
"Ya...enggak sering juga sih pak,tapi ada lah beberapa orang yang kayak gitu" Ucap tania.
"Terus apa hubungannya sama judes pak?" Tanya tania.
"Apanya?" Tanya gabriel balik.
"Ck,cerita bapak..." Ucap tania.
"Oh itu,secara garis besar aja ya saya jelaskan. Kamu itu boleh judes dan jual mahal di saat tertentu airin. Soalnya, masyarakat kita sangat menerapkan sopan santun"
"Bukan apa-apa nih ya,takutnya orang masukin sesuatu dalam minuman punya kamu. Baik itu berupa obat-obatan terlarang ataupun racun" Ucap gabriel. Tania cukup takjub dengan jalan pikir dosen yang ia sebut sebagai dosen planga-plongo tersebut.
"Banyak orang yang mempermasalahkan sikap kamu enggak?" Tanya gabriel.
"Em,banyak. Banyak banget malahan" Ucap tania sambil mendengus sinis.
"Kalau saya sih enggak masalah sama sikap kamu yang judes dalam tanda kutip' untuk melindungi diri'" Ucap gabriel sambil memperagakan tanda kutip di jarinya.
"Tapi kalau kamu dinasehati bukannya terima malah judesin saya,siap-siap aja kamu..." Ucap gabriel. Tania hanya mencibir ucapan gabriel dan menatap gabriel dengan kesal.
Cukup lama tania belajar dibawah pohon bersama gabriel dan membuat perutnya keroncongan. Tania langsung mengambil uangnya untuk membeli makanan di dekat rumahnya.
"Pak,saya mau makan bentar" Ucap tania. Gabriel langsung bangkit dari duduknya dan berdiri di samping tania.
__ADS_1
"Saya ikut" Ucap gabriel.
"Ih,enggak usah pak...bapak sini aja" Ucap tania kesal.
"Pokoknya saya ikut..." Ucap gabriel. Tania menghelakan nafasnya dan hanya bisa pasrah saat gabriel ikut dengannya.
"Saya itu makannya di warteg pak,bukan di restoran"
"Entar bapak ogah-ogahan lagi makan di warteg" Ucap tania.
"Warteg?" Tanya gabriel.
"Iya warteg. Kenapa? Bapak enggak suka kan?" Ucap tania bahagia.
"Udah,udah pulang sana" Usir tania sambil mendorong punggung gabriel untuk menjauh darinya.
"Saya tetap makan meskipun di warteg" Ucap gabriel. Saat sudah di dalam warteg,tania dan gabriel langsung duduk dan menyantap makanan.
Terlihat disana tania makan dengan lahap dan tak mempedulikan gabriel yang berada di sampingnya.
"Jangan berpikiran saya bakal jaga image ya pak..." Ucap tania. Gabriel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum samar.
"Euy..euy..neng tania bawa siapa nih? Kasep pisan euy,Pacarnya ya?" Tanya ibu pemilik warteg. Tania yang sedang makan pun langsung tersedak. Dengan sigap gabriel memberikan air kepada tania.
"Acie...romantis pisan euy..." Ucap ibu warteg bahagia.
"Pacarnya ya neng?" Tanya ibu warteg.
"Iya.." Ucap gabriel.
"Bukan" Ucap tania.
__ADS_1
Tania langsung menatap gabriel dengan tatapan sinisnya dan dibalas tak kalah sinisnya oleh gabriel.