
"Brak...."
"Aduh...."
Tania meringis kesakitan dan langsung melihat gabriel yang berdiri di hadapannya.
"Sekalian aja dorong saya dari atas gedung pak" Ucap tania.
"Biar mati aja sekalian" Sambung tania dan membuat gabriel tertawa.
"Tumben kamu ke sini,mau ngapain?" Tanya gabriel.
"Ngasih tugas zira" Ucap tania sambil menyerahkan lembaran tugas zira.
"Kamu ingat kan kalau besok saya ada acara?" Tanya gabriel.
"Ingat om,ingat..." Ucap tania sambil mendengus kesal. Gabriel mengambil senjatanya untuk memukul kepala tania.
"Pak,saya mau makan,ada makanan enggak di sini?" Tanya tania.
"Di rumah saya sekarang enggak ada makanan,kalau mau makan ayo kita makan di luar,saya traktir" Ucap gabriel. Tania langsung berjingkat kesenangan sambil tepuk tangan dengan girang.
"Ayo pak,kita langsung otw" Ucap tania sambil menarik pinggang baju gabriel.
"Enak aja,kamu periksa dulu semua hasil junior kamu,baru kita pergi" Ucap gabriel.
"Iya deh,iya..." Ucap tania. Tania langsung mengerjakan semua tugasnya dengan cepat.
"Gimana? Masih mau di lanjutin acara pernikahnnya?" Tanya gabriel tiba-tiba.
"Em,kata raka dia tetap mau ngelanjutin sih pak"
"Kalau untuk sekarang sih,masih saya serahkan aja dulu keputusan sama raka" Ucap tania.
"Tapi kan kita enggak ada yang tau gimana kelanjutan cerita ini kedepannya" Ucap tania.
"Dia bilang,kalau dia milih ninggalin fanya dan tetap nikah sama saya"
"Kalau menurut saya sih,si raka bullshit banget"
"Manis di depan aja,tapi nusuk di belakang" Ucap tania lagi.
"Apa lagi si fanya" Ucap tania.
"Kenapa?" Tanya gabriel.
"Kerjaan dia itu cuma ngerebut punya orang terus,dari SMA"
"Semua gebetan saya waktu SMA di pepet semua sama dia"
"Kadang saya sampai bingung,kenapa dia suka banget ngerusak kebahagiaan saya" Ucap tania.
"Kamu satu SMA sama dia?" Tanya gabriel dan di angguki tania.
"Satu geng malahan pak,tapi sejak kejadian dia sering ngerebut gebetan saya,akhirnya dia sendiri yang jauh dari anak-anak geng" Ucap tania.
"Sering?" Tanya gabriel dan di angguki tania.
"Mungkin dia malu kali ya...." Sambung tania.
"Kamu enggak dendam sama fanya?" Tanya gabriel.
"Enggak dong pak,ngapain juga dendam"
__ADS_1
"Saya tuh cuma sering kesal aja sama dia" Ucap tania.
"Padahal dia sadar kalau saya itu udah anggap dia saudara saya,tapi dia sering banget berprilaku yang kurang manusiawi ke saya" Ucap tania sedikit pedas.
"Biasa itu mah,namanya juga manusia airin"
"Yang penting kamu enggak dendam sama dia" Ucap gabriel dan di angguki tania. Tania pun kembali fokus pada pekerjaanya dan merasakan sesuatu yang aneh di telapak kakinya.
"Meong...."
Tania tersentak kaget dan mematung di tempat saat mendengarkan suara kucing.
"Mochi,sini..." Panggil gabriel. Mochi langsung duduk di pangkuan tania dan membuat tania membulatkan bola matanya sempurna. Dalam persekian detik kemudian,tania menjerit ketakutan saat mengetahui bahwa mochi yang di maksud adalah seekor kucing.
"Aaaaaaaaa....." Teriak tania lantang.
"Pak,usir dia pak...." Ucap tania ketakutan.
"Mochi,sini...." Panggil gabriel. Kali ini kucing tersebut mengelus-elus kepalanya ke lengan tania.
"Huwaaa....pak,ambil pak,ambil...." Ucap tania ketakutan.
"Kamu takut?" Tanya gabriel.
"Aaaaaaa.... Pergi cing,pergi..." Teriak tania. Bukannya menjawab,tania kembali berteriak ketakutan.
"Eh,kucing gemoy gini kok takut? Lihat dia,unyu gini" Ucap gabriel.
"Pak,cepat ambil...." Ucap tania dengan mata memerah menahan tangis.
"Saya takut pak...." Ucap tania sungguh-sungguh. Gabriel menghelakan nafasnya dan memutar bola matanya jengah.
"Tampang aja kayak macan tutul,di tunjukin kucing gemoy kagak gini malah nangis" Ledek gabriel. Tania langsung menjauh saat gabriel sudah mengambil kucing tersebut.
"Seriusan kamu takut sama kucing?" Tanya gabriel tak percaya. Tania yang di lihat seperti itu pun langsung cemberut dan menganggukkan kepalanya sekilas.
"Pak,jauhin dia dari saya..." Ucap tania sambil berjongkok di atas meja makan.
"Mochi,sini..." Panggil gabriel lagi. Bukannya mendatangi gabriel,mochi pun semakin dekat dengan tania.
"Pak serius pak,tolong...."
"Saya bisa demam kalau udah takut gini...." Ucap tania penuh permohonan. Gabriel yang merasa iba pun berjalan mendekati mochi dan menggendong mochi. Tak lupa ia mengelus-elus badan mochi.
Setelah memastikan bahwa mochi aman di tangan gabriel,tania pun langsung turun dari meja makan.
"Sejak kapan bapak ada kucing?" Tanya tania.
"Udah lama" Jawab gabriel singkat.
"Kok setiap saya pergi ke sini enggak pernah kelihatan" Ucap tania.
"Saya sering titip dia di tempat penitipan kucing,saya juga takut dia kesepian kalau saya tinggalin di rumah sendiri"
"Makanya kamu jarang lihat si mochi di rumah" Ucap gabriel. Tania langsung merinding saat melihat kucing milik gabriel.
"Oh ya pak,bapak pernah lihat si fanya enggak di daerah sekitar apartemen?" Tanya tania dan di gelengi gabriel.
"Kenapa?" Tanya gabriel.
"Fanya itu punya apartemen juga pak,tapi di bawah" Ucap tania.
"Untung aja enggak pernah ketemu" Ucap gabriel lagi.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya tania bingung.
"Saya geli kalau dekat sama teman kamu yang satu itu airin" Ucap gabriel merinding.
Tania dan gabriel sudah selesai mengerjakan semua pekerjaan mereka. Sekarang saatnya mereka untuk pergi makan. Namun,tiba-tiba gabriel meminta tania untuk ke dapur.
"Apa pak?" Tanya tania malas.
"Baa....."
"Aaa....." Gabriel mengejutkan tania menggunakan kucing miliknya dan membuat tania kembali berteriak. Tania langsung lari dari dapur,gabriel yang kesenangan melihat tania ketakutan pun mengejar tania.
"Pak,ampun pak..."
"Saya takut sama kucing...." Rengek tania lagi sambil berjongkok di pojokan ruang televisi. Bukannya berhenti,gabriel malah melepaskan mochi dari tangannya. Mochi pun berlari mengejar tania.
"Anjing loe" Ucap tania kesal terhadap mochi.
"Dia kucing airin,bukan anjing" Ucap gabriel. Tania yang semakin di dekati mochi kembali berteriak sekencang-kencangnya.
"Aaaaa....."
"Anjing loe" Teriak tania sambil menangis. Tania menangis sejadi-jadinya dan membuat gabriel tertawa tanpa henti.
"Pak,saya mau pipis...." Ucap tania kepada gabriel.
"Pipis aja,kamar mandi kan ada di kamar saya" Ucap gabriel.
"Kucing bapak itu loh yang halangi saya jalan" Ucap tania kesal. Tania menatap mochi yang berdiri di depannya.
"Pak,please pak,saya mau pipis,enggak tahan lagi" Ucap tania memohon. Akhirnya gabriel mengambil mochi dan memeluk mochi dengan gemas.
Setelah merasa mochi tak akan di lepas,tania langsung kabur menuju kamar mandi.
"Enggak ngotak banget sih loe pak gabriel" Ucap tania geram setelah keluar dari kamar mandi.
"Ngupat aja terus,ntar saya keluarin lagi aja si mochi dari kandangnya" Ancam gabriel. Tania yang mendengarkan ancaman gabriel pun langsung memanyunkan bibirnya.
Tania dan gabriel berjalan di koridor apartemen,tiba-tiba tania mendengar suara yang tidak asing di telinganya.
"Eh,pak.." Ucap tania. Gabriel yang awalnya berjalan pun akhirnya berhenti.
"Apa?" Tanya gabriel.
"Berhenti dulu,tadi kayaknya saya dengar nama saya di sebut-sebut deh" Ucap tania. Gabriel pun langsung mengerutkan dahinya.
"Perasaan kamu aja kali" Ucap gabriel.
"Stt... Diam dulu pak" Ucap tania lagi.
"Kalau fanya enggak mungkin dong airin,kata kamu apartemen dia di lantai bawah,sedangkan kita sekarang masih di lantai apartemen milik saya" Ucap gabriel.
"Eh,tapi pak,firasat saya emang si fanya deh..." Ucap tania lagi. Gabriel langsung memutar bola matanya malas.
"Kita nguping yuk pak..." Ajak tania dan membuat gabriel membulatkan bola matanya dengan sempurna.
...Hayo,lanjut nggak? Wkwkwkwkwk.......
...Btw,thor udah double up ya,hehehe...
...Penasaran nggak gimana bentukkan dari kucing gabriel🙈...
__ADS_1
...Gimana enggak di sayang coba,kucingnya gemoy gini😙,tinggal tania aja yang belum di sayang.......
...hehehe🤪...