Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 26


__ADS_3

"Hah,katanya bentar lagi sampai..." Keluh gabriel sambil menyapu keringat yang berada di dahinya.


"Ck,cerewet amat loe,diam dulu napa" Tania hanya berdecak sebal saat mendengarkan ucapan gabriel.


Tania dan gabriel menyelusuri sepanjang jalan untuk berjalan-jalan. Pasalnya gabriel gabriel ingin pergi kesuatu tempat yang ingin ia kunjungi sejak lama.


"Masih lama airin?" Tanya gabriel.


"Mulut mu itu loh gabriel" Ucap tania kesal dan tak sopan.


"Kenapa? Sexi?" Tanya gabriel sombong.


"Idih..." Ucap tania tak senang.


"Mulut loe itu diem dulu,jangan ngoceh aja bisanya" Ucap tania kesal.


Tania dan gabriel berhenti sejenak untuk membeli minuman. Setelahnya mereka melanjutkan lagi perjalanan mereka.


"Ck,di mana sih airin jam gadangnya?" Tanya gabriel sambil menatap tania dengan tatapan kesalnya.


Tania berdiri berkacak pinggang di depan gabriel dan menatap gabriel dari atas ke bawah dengan tatapan kesalnya.


"Noh...." Tunjuk tania kepada menara tinggi yang terdapat jam besar tersebut. Gabriel pun langsung menatap menara putih tersebut dan berjalan ke arahnya.


"Cuma kayak gini?" Tanya gabriel.


"Ck,kan udah di bilangin..." Jawab tania kesal.


"Enggak ada bunyinya gitu?" Tanya gabriel lagi.


"Kagak ada gabriel,kagak ada..." Ucap tania kesal.


*****


Flashback on


"Saya mau liburan ke bukit tinggi aja,enggak jauh kan?" Tanya gabriel.


"Hah? Bapak mau ngapain di bukit tinggi?" Tanya tania heran.


"Saya mau lihat jam gadang" Ucap gabriel datar. Tania hanya menga-nga saat mendengarkan penuturan polos gabriel.


"Ngapain?" Tanya tania lagi.


"Ya,saya penasaran aja" Ucap gabriel.


"Mending bapak buka maps deh,kalau enggak searching aja di internet" Ucap tania.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya gabriel.


"Di sana enggak ada apa-apanya pak" Ucap tania mengingatkan.


"Enggak ada bunyinya atau gimana gitu?" Tanya gabriel.


"Enggak ada om gabriel" Ucap tania kesal. Gabriel pun tak kalah kesalnya saat tania memanggilnya dengan sebutan om.


"Pokoknya harus kita pergi ke sana titik" Ucap gabriel.


Setelah mengalami perjalanan yang lumayan jauh,tania pun mengajak gabriel untuk berkeliling bukit tinggi terlebih dahulu sebelum melihat jam gadang.


Ternyata,waktu sudah sampai di depan jam gadang gabriel hanya menganga dan percaya dengan apa yang di ucapkan oleh tania.


Flashback off


*****


"Cuma kayak gini?" Tanya gabriel.


"Ck,kan udah di bilangin..." Jawab tania kesal.


"Enggak ada bunyinya gitu?" Tanya gabriel lagi.


"Kagak ada gabriel,kagak ada..." Ucap tania kesal.


"Ini cuma jam doang,enggak ada bunyi teng-teng-nya gitu" Ucap tania sambil menatap gabriel jengah.


"Bapak nyesal ke sini?" Tanya tania. Pasalnya sedari tadi ia berkotek gabriel tak sedikitpun mencelah ucapannya.


"Enggak juga. Sekarang rasa penasaran saya udah hilang " Ucap gabriel sambil menatap jam tersebut.


"Ada satu hal lagi yang saya inginkan airin..." Ucap gabriel. Tania hanya bisa mengerutkan dahinya dan melihat gabriel sambil meminum-minumannya.


"Apaan?" Tanya tania.


"Saya mau beli keripik sanjai" Ucap gabriel.


"Hah? Keripik anjay?" Tanya tania.


"Sanjai airin,sanjai..." Ucap gabriel kesal. Tania pun tertawa saat mendengarkan nada kesal gabriel.


Setelah puas berkeliling ke tempat yang gabriel inginkan,mereka pun istirahat sebentar untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.


Tania pamit sebentar untuk pergi ke toilet. Setelah keluar dari toilet,badan tania tertabrak dengan badan seseorang sehingga membuatnya terpental dan menabrak dinding.


"Anjrit" Upat tania kesal. Tania pun langsung berdiri dan melihat lelaki tersebut. Di lihat dari segi penampilannya ia berusia sama dengan bimas.

__ADS_1


"Hoi" Panggil tania. Si bocah yang awalnya masih saja berjalan sekarang langsung berbalik arah dan berjalan ke arah tania.


"Loe enggak sadar apa tadi nabrak orang" Ucap tania ketus. Bocah tersebut langsung melihat tania dan menatap tania secara seksama.


"Kupret,tatan..." Ucap si bocah keceplosan. Bocah tersebut kembali menutup mulutnya.


"Loe kenal gue? Buka kacamata hitam sama topi loe" Pintah tania. Si bocah pun menggelengkan kepalanya dan hendak kabur dari tania. Sebelum ia kabur,tania pun menarik kerah baju belakang bocah tersebut.


Tania melepaskan kacamata hitam dan topi yang di pakai oleh bocah tersebut.


"Loe..." Ucap tania terkejut. Sedangkan si bocah cengengesan dan memeluk tania erat.


"Bangsat,minggir loe" Ucap tania sambil melepas pelukan bocah seusia bimas tersebut.


"Loe kenapa di sini tan?" Tanya bocah tersebut.


"Seharusnya gue yang nanya,loe ngapain di sini hah?" Tanya tania sinis. Si bocah pun hanya bisa cengengesan dan membuat tania semakin kesal. Tania pun menarik telinga bocah tersebut dengan kuat.


"Awas aja loe kalau entar malam loe belum pulang ke rumah" Ucap tania mengancam. Si bocah pun memanyunkan bibirnya dan menatap tania dengan kesal.


"Loe ngapain di sini tan?" Tanya bocah tersebut.


"Airin..." Karena lama menunggu tania,gabriel pun menyusul untuk melihat keadaan tania. Terlihat tania sedang berbicara dengan remaja seusia bimas.


"Nih,nih, siapa loe?" Tanya si bocah penuh selidik.


"Udah,loe pulang sana" Usir tania saat gabriel berdiri di sampingnya. Si bocah pun langsung pergi dari hadapan tania bersama teman-temannya.


"Siapa?" Tanya gabriel.


"Adik saya pak" Ucap tania.


"Hem...adik,adik,eh enggak taunya berondong mu" Ucap gabriel. Tania langsung menga-nga setelah mendengarkan penuturan gabriel.


"Waktu pertandingan juga saya lihat berondong kamu" Ucap gabriel.


"Yang mana?" Tanya tania.


"Si bocah yang narik lengan kamu itu loh" Ucap gabriel.


"Kapan sih pak?" Tanya tania kesal.


"Waktu saya mukulin kepala kamu,terus dia langsung narik lengan kamu supaya menjauh dari saya" Ucap gabriel mengingatkan kejadian waktu tania selesai bertanding. Tania pun baru paham,bahwa orang yang di sebut berondong tersebut adalah bimas.


Tania hanya bisa memukul jidatnya pelan dan berjalan masuk ke dalam tempat makan.


"Saya enggak nyangka aja sama kamu airin" Ucap gabriel.

__ADS_1


"Kamu doyan sama berondong kayak tadi" Ucap gabriel dan membuat tania membelalakkan matanya.


__ADS_2