
Setelah beberapa hari berada di ranah minang,sekarang sudah saatnya tania pulang. Pasalnya dalam waktu dekat,tania akan menggelar pesta pernikahannya bersama raka.
"Nih tiket kamu,kamu duduknya jauhan dikit dari saya" Gabriel menyodorkan tiket kepada tania.
Tania pun mencari nomor kursinya yang sudah tertera di tiket. Setelah mendapatkan kursinya,tania langsung duduk dan merebahkan dirinya.
"Stt..."
"Cewek..." Panggil seseorang dengan nada genit. Tania yang tak asing dengan suara tersebut pun langsung menghadap ke sumber suara yang tepat di sampingnya.
"Kupret loe,enggak jadi kemaren loe berangkat?" Ucap tania sambil menoyor kepala bocah tersebut.
"Kupret loe,sakit tau di toyor"
"Nambah enggak pintar gue kalau nih kepala di toyor terus" Ucap bocah tersebut. Bocah tersebut adalah bocah yang bertemu dengan tania waktu di tempat makan kemarin.
"Loe udah nelepon mama dek?" Tanya tania dan di gelengi bocah tersebut.
"Hehehe,kejutan.." Ucap refan. Tania hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tingkah refan.
"Bisa-bisanya loe mau pergi enggak ngabarin mama" Ucap tania. Refan hanya cengengesan dan menampakkan deretan giginya.
"Kok loe kurursan sih tan,jelek tau" Ucap refan sambil memegang lengan tania.
"Masa? Gue enggak merasa kurusan" Ucap tania sambil bercermin.
"Eh,kembaran gue apa kabar? Dia tau enggak kalau gue bakalan datang kan?" Tanya refan.
"Loe bahkan enggak ngasih tau bimas? Wah,parah loe dek" Ucap tania kepada adik kandungnya yang satu ini.
"Loe kayak enggak tau gue aja tan" Ucap refan sambil berbaring.
__ADS_1
Tania teringat sewaktu bimas dan refan ingin mendaftarkan diri ke sekolah menengah atas. Semua persyaratan sudah dilengkapi,bahkan uang sekolah pun sudah di bayar. Tapi secara tiba-tiba,refan memilih sekolah bersama nenek di kampung. Alhasil,semua uang tania pun hangus saat mendaftarkan refan sekolah. Refan memang memiliki sikap dan prilaku yang langkah. Ia suka sekali melakukan sesuatu seenaknya dan membuat tania kesal.
"Loe memang enggak berubah dari dulu"
"Bukannya nambah pinter,malah nambah anjlok" Ucap tania mendengus kesal.
"Eit,btw otw nih ya,loe kesini ngapain? Terus siapa cowok kemarin yang gue lihat di tempat makan?" Tanya refan kepo.
"Gue lomba ke sini,itu pun gue enggak sadar kalau gue lomba di kampung halaman gue"
"Terus cowok kemarin itu dosen gue" Ucap tania menjelaskan.
"Oh iya dek,masa kemarin loe dikira berondongnya gue sama tuh dosen" Ucap tania dengan nada ibu-ibu gosip. Refan pun terpenga-nga setelah mendengarkan penuturan tania.
"Seriusan tan?" Tanya refan dan di angguki tania.
"Ah,bodoh ah gue mau di bilang apa" Lanjut refan.
"Gue sering banget di tuduh sama orang yang enggak-enggak " Ucap refan.
"Yang lebih parah tuh tan,gue pernah di cegat sama bapak-bapak" Ucap refan.
"Emangnya loe ngapain?" Tanya tania.
"Gue enggak ada salah apa-apa,yang salah tu mata bininya"
"Udah tua tapi jelalatan ngelihatin gue" Ucap refan tak suka.
"Terus loe di apain?" Tanya tania bersemangat.
"Hampir di jotos gue,kan kampret"
__ADS_1
"Gue memang enggak pernah pacaran tan,tapi ya mikir juga kali, masa sekali gue ngelihatin ibu-ibu yang udah bau tanah gue naksir" Ucap refan dengan nada kesal dan membuat tania tertawa.
"Astaga dek,dosa loe kalau ngomong orang tua gitu" Ucap tania tertawa.
Selama di perjalanan,tania tidur sambil menyandarkan kepalanya di bahu refan dan refan pun tidur sambil memeluk lengan tania.
Gabriel yang baru kembali dari toilet pun mencari tania. Mata gabriel membulat sempurna saat melihat tania dan refan yang tidur yang bersandaran. Mata gabriel pun tak kalah fokus ke arah lengan tania yang di peluk refan.
"Hei,hei...." Ucap gabriel sambil memukul lengan refan.
"Hng..." Gumam refan.
"Hei bocah,kenapa kamu meluk lengan airin saya" Ucap gabriel kesal. Refan pun bangun dan menatap gabriel dengan tatapan kesalnya.
"Ck,apaan sih pak? Gangguin orang tidur aja" Ucap refan dan kembali tidur. Gabriel yang kesal pun menggoyang-goyangkan lengan tania agar tania terbangun dari tidurnya.
Usaha gabriel tidak membuahkan hasil,tania masih saja tertidur dan sam sekali tidak terganggu dengan segala upaya yang gabriel lakukan untuk membangunkannya.
Gabriel kembali menggoyangkan badan tania dan membantu tania agar terpisah dari pelukan refan. Gabriel pun membantu posisi tidur tania agar terlihat nyaman.
Saat gabriel ingin kembali ke kursinya,tiba-tiba tania memeluk gabriel dari belakang dan membuat gabriel terperanjat kaget.
Gabriel pun langsung melihat ke arah tangan tania yang sedang melingkar pinggangnya. Gabriel langsung memegang jantungnya yang berdetak sangat kencang saat mendapatkan pelukan dadakan dari tania.
"Astaghfirullahal 'adzim" Ucap gabriel sambil menampar pelan pipinya. Gabriel langsung melepaskan pelukan tania dan meletakkan lengan tania di atas pangkuan tania.
Gabriel langsung kembali ke tempat duduknya sambil memegangi dadanya.
"Astaghfirullahal 'adzim"
"Astaghfirullahal 'adzim"
__ADS_1
"Astaghfirullahal 'adzim"
"Sadar gab,sadar...Dia murid loe" Ucap gabriel frustasi dan mengacak-acak rambutnya. Gabriel pun melakukan aktivitas lain guna menetralkan kembali detak jantungnya.