
Tania dan gabriel sudah tiba di rumah tania. Gabriel memasukkan semua belanjaan milik tania ke dalam rumah,sedangkan tania sibuk memandikan rara.
"Stt...pak" Panggil tania sambil menggendong rara yang baru selesai mandi. Gabriel langsung melihat tania dan mengangkat sebelah alisnya.
"Tolong pakai kan baju rara,saya sakit perut" Ucap tania dan di angguki gabriel. Tania langsung menyerahkan rara dan berlari karena sakit perut. Gabriel pun langsung mengambil alih rara dari tangan tania.
"Wangi banget anak ayah" Ucap gabriel sambil melihat rara. Rara tertawa girang saat di puji oleh gabriel.
"Seger udah mandi nak?" Tanya gabriel sambil mengeringkan badan rara.
"Iyaaa..." Ucap rara dengan nada khas balita.
Gabriel melihat ada minyak telon,popok dan setelan baju milik rara di atas kursi. Gabriel yang tak tau fungsi minyak telon pun langsung mencari tau kegunaan minyak telon lewat internet.
"Oh,fungsinya hampir sama kayak minyak angin..." Ucap gabriel. Sedangkan tania yang baru kembali dari kamar mandi menyimak semua ucapan gabriel dari ke jauhan.
"Serius bapak enggak tau apa fungsi dari minyak telon?" Tanya tania dan di gelengi oleh gabriel.
"Astaga pak..." Ucap tania terputus.
"Astaghfirullah airin,bukan astaga..." Ucap gabriel.
"Iya. Astaghfirullah"
"pak,gimana bapak mau jadi ayah orang kalau fungsi minyak telon aja enggak tau" Ucap tania tak habis pikir.
"Yeee...kalau itu mah bisa tanya sama istri saya nanti"
"Kalau enggak searching lagi,kalau enggak belajar dari kamu" Ucap gabriel santai.
"Kok belajar sama saya?" Tanya tania sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Kamu kan calon istri saya..." Ucap gabriel tak berdosa. Tania langsung merebut rara yang berada di pangkuan gabriel. Setelah mendapatkan rara,tania langsung melemparkan bantal ke atah wajah gabriel dengan kesal. Aksi mereka pun tak luput dari pandangan rara dan membuat rara tertawa.
__ADS_1
Karena rara belum memakai baju,alhasil tania memakaikan baju untuk rara. Namun,lagi-lagi perut tania sakit mendadak dan membuat tania kembali meringis ke sakitan.
"Pak,pakaikan baju rara..." Ucap tania sambil meremas perutnya.
"Kamu enggak apa-apa airin?" Tanya gabriel sambil melihat tania.
"Perut saya sakit lagi pak" Ucap tania.
"Pakaikan baju rara ya pak,tolong" Ucap tania berlari ke arah kamar mandi. Gabriel hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat tingkah tania.
"Aya......" Ucap rara sambil melihat wajah gabriel.
"Apa nak?" Tanya gabriel.
"Cucu" Ucap rara cadel.
"Cucu? Cucu apaan? Susu kali ya?" Batin gabriel.
"Iyaaa...." Ucap rara. Gabriel pun langsung mengambil tas kepeluan rara untuk membuat susu rara. Kali ini,gabriel juga tidak tahu bagaimana caranya membuat susu untuk balita.
"Tunggu bentar ya nak,ayah mu ini enggak bisa buat susu" Ucap gabriel sambil melihat rara. Rara yang mendengarkan ucapan gabriel pun hanya bisa bengong karena tak paham dengan apa yang di ucapkan si ayah baru.
Lagi-lagi gabriel membuka handphone-nya untuk me- searching cara membuat susu. Setelah menyimak prosedur yang di ajarkan,gabriel langsung membuat susu untuk rara.
"Habisin ya nak" Ucap gabriel sambil menyerahkan susu kepada rara. Belum sempat tangan rara menggapai tabung susunya,tiba-tiba gabriel menarik kembali tabungnya dan menatap manik mata rara.
"Baca bismillah dulu sayang" Ucap gabriel sambil tersenyum.
"Sini ayah ajarin" Ucap gabriel sambil duduk di kursi. Gabriel pun mengangkat ke dua tangan rara dan mengajarkan rara untuk mengucapkan lafadz basmallah. Rara pun mengikuti semua ucapan gabriel meskipun dengan nada cadelnya.
"Pengen banget gue punya anak Ya Allah" Ucap gabriel sambil menciumi gemas pipi rara.
"Makanya cari istri pak" Ucap tania di ambang pintu sambil melipat tangannya di depan dada. Gabriel langsung mengalihkan perhatiannya dan menatap tania dengan tatapan datarnya.
__ADS_1
"Saya nikahin baru tau rasa kamu..." Ucap gabriel dan membuat tania bergidik ngeri.
*****
Saat tania sedang membuat minuman untuk mengobati sembelitnya,tiba-tiba handphone tania mengeluarkan suara notifikasi pesan. Tania pun beralih menatap handphone-nya dan membuka pesan tersebut. Ternyata zira mengirimkan foto perempuan yang sangat di kenali oleh tania.
"Maksud loe apaan zir?" Tania langsung menelepon zira untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.
"Gue enggak sengaja liat tadi pas lagi jalan-jalan ke mall"
"Loe kan tau gue orangnya penasaran,terus gue ikuti lah sampai mereka masuk ke dalam toko"
"Eh,enggak tau nya mereka lagi beli sesuatu" Ucap zira.
"Kayaknya cincin deh tan? Kalau enggak kalung" Ucap zira. Tania langsung mematikan sambungan teleponnya dan hanya bisa mendenguskan nafasnya kesal.
Setelah minuman yang di buat sudah jadi,tania langsung mentandasnya hingga tak tersisa.
"Alhamdulillah" Ucap tania sambil mengelus perutnya.
"Anak bunda udah kenyang kan nak" Ucap tania sambil mengelus perutnya yang rata. Tanpa tania sadari,ucapan random nya di dengar oleh gabriel.
"Astaghfirullah airin" Ucap gabriel kaget sambil menggendong rara.
"Kamu ha...a...mm...ill...?" Ucap gabriel syok sambil memegang dadanya. Ekspresi gabriel kali ini bak suami yang sedang menciduk istrinya yang tengah berselingkuh.
...Ternyata semakin ke sini,makin banyak kelakuan random dan ucapan abstrak yang keluar dari gabriel ya readers... Gimana? Seru kan ceritanya? Makanya pantang-in terus ya karya author.......
...Kunjungi media sosial author:...
...Ig: nabilllaaaptr_...
...fb: nabila aulia ...
__ADS_1