Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 28


__ADS_3

Tania pulang ke rumahnya bersama refan menaiki taksi online. Pasalnya,tania menolak ajakan gabriel untuk pulang bersama. Alhasil tania pun memesan taksi online untuk pulang ke rumah.


"Mama sama dedek di rumah loe tan?" Tanya refan.


"He'em. Dek,kita makan di luar dulu atau langsung pulang?" Tanya tania.


"Langsung pulang aja deh tan,capek gue" Ucap refan dan di angguki oleh tania.


Tania pun memperhatikan refan dari atas sampai ke bawah secara seksama. Refan yang di tatap seperti itu pun menatap tania dengan tatapan anehnya.


"Kok lihatin gue kayak gitu?" Tanya refan. Tania pun memegang rambut gondrong refan dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Nih rambut udah berapa lama enggak di potong?" Tanya tania.


"Em..kayaknya udah setahun lebih deh" Ucap refan.


"Ck...ck..ck..."


"Loe gimana mau sekolah kalau rambut loe gondrong gini?" Tanya tania.


"Gue iketin. Udah lah,di sekolah bimas pasti boleh punya rambut kayak gini kan?" Tanya refan.


"Pala loe boleh. Di mana-mana rambut anak sekolah itu pendek,rapi. Bukan kayak gini" Ucap tania sambil menjambak rambut refan dan membuat refan meringis kesakitan.


"Sakit bego" Upat refan. Tania pun langsung melayangkan tangannya di depan mulut refan.


"Adiknya ya neng?" Tanya sopir taksi.


"Iya pak,adik kandung" Ucap tania.


"Oh,pantesan akrab banget" Ucap si bapak.


"Kayaknya aja kita akur pak,di rumah entar kita bertiga perang dunia..." Ucap tania sambil melirik refan.


"Bertiga?" Tanya si sopir.


"Nih anak punya kembaran pak" Tunjuk tania ke arah refan.


"Jadi kalau kita udah kumpul bertiga,tuh rumah bisa roboh gara-gara keseringan perang dunia" Ucap tania.


"Loe aja kali gue enggak" Ucap refan mengelak.


"Asal loe tau ya,yang sering berantem itu loe sama dedek"


"Gue mana pernah ikutan perang dunia bareng loe berdua" Ucap refan sinis. Tania pun langsung menepuk pipi refan dan membuat refan terpenganga.


"Apa kata loe?" Tanya tania tajam. Refan hanya bisa mendenguskan nafas pasrahnya. Ia tidak ingin babak belur jika terus-terusan melawan tania.


Setelah tiba di rumah,tania pun langsung mengetuk pintu rumahnya dan berharap suaranya terdengar oleh mahluk yang berada di dalam rumah.


"Mama...."


"Yuhu...tatan udah pulang" Panggil tania dari luar rumah.

__ADS_1


"Salamnya mana?" Teriak mama dari dalam rumah.


"Assalamualaikum" Ucap tania.


"Wa'alaikumsalam..." Jawab mama sambil membuka pintu. Mama pun langsung memeluk tania dengan erat.


Mata mama pun gagal fokus saat melihat seseorang yang memunggui dirinya. Mama pun mengerutkan dahinya sambil menatap tania.


"Siapa tan?" Tanya mama.


"Pacar baru tatan" Ucap tania. Tania langsung berjalan ke arah refan dan memeluk refan dengan erat di hadapan mama.


Mama yang berada di depan tania pun tak bisa membuka suaranya dan hanya bisa menga-nga dengan aksi tania.


"Maksud tatan apa nak?" Tanya mama dengan nada tak terima. Tatan pun menciumi pipi refan gemas di depan mama. Sedangkan sedari tadi refan masih saja membelakangi mama.


"Astaghfirullah tatan"


"Dia siapa nak?" Tanya mama tercengang.


"Tadaaaa...." Refan langsung balik badan dan membuka topi yang sedari tadi menutupi kepalanya. Mama pun terkejut saat melihat refan yang berada di depannya.


"Abang..." Ucap mama berkaca-kaca. Mama langsung berjalan ke arah refan dan memeluk refan dengan sangat erat. Refan langsung menciumi pipi mama dan membuat mama menangis.


"Udah ma,enggak usah nangis"


"Drama banget sih" Ucap refan sinis. Mama pun langsung memukul lengan refan dan membuat refan tertawa.


"Hah,bucinnya mama nambah satu" Ucap tania.


"Gawat nih kalau dedek tau refan meluk mama" Ucap tania. Tania pun langsung mencari bimas sekeliling rumah. Namun,hasilnya nihil.


"Dedek kemana ma?" Tanya refan sambil celingukan mencari bimas.


"Dedek keluar,palingan bentar lagi balik..." Ucap mama.


Refan pun menceritakan semua masa sekolahnya waktu di sekolah lama kepada tania dan mama. Tak ada satu hal pun yang ia tutupi. Baik itu kenakalannya dan cerita percintaanya.


"Mama masih inget enggak sama dea?" Tanya refan dan di angguki mama.


"Waktu itu abang nembak dia,terus dia nolak abang" Ucap refan.


"Kalau kisahnya cuma sampai abang di tolak aja kan enggak seru ya ma" Ucap refan dan di angguki mama. Mama menyimak cerita refan sambil makan roti yang di celupi kedalam teh.


"Abang udah di tolak,terus di lemparin botol minum dia lagi"


"Astaga... Udah nahan malu nahan sakit lagi" Ucap refan geleng-geleng kepala.


"Sekarang dia yang ngejar-ngejar abang" Ucap refan sombong.


"Kok bisa?" Tanya tania.


"Ceritanya tuh kayak gini"

__ADS_1


"Waktu pulang sekolah si dea pergi jalan-jalan sama temennya pake motor,katanya mau foto-foto aja"


"Singkat cerita,waktu di tikungan dan kondisi jalan yang basah karena hujan,otomatis jalan licin dong"


"Dan si dea and the genk jatuh di sana dan si dea ini paling parah"


"Dia nyiyumin aspal dan cipokin batu" Ucap refan. Tania langsung memukul lengan refan dan menatap refan dengan tatapan horornya.


"Bahasa loe dek" Ucap tania. Refan hanya cengengesan dan memasang wajah tak bersalahnya.


"Lah,emang iya tan. Dia memang cipokin batu sampai giginya tanggal tiga" Ucapa refan sambil tertawa girang. Tania dan mama pun ikutan tertawa akibat ulah refan.


"Dari semenjak giginya udah hilang,dia gila-gilaan ngejar abang"


"Idih,abang mah ogah kalau dia udah kayak gitu" Ucap refan tertawa.


"Kalau aja dia nerima abang sebelum cium aspal sama nyipokin batu,pasti dia enggak bakal ngejar-ngejar abang kayak sekarang" Ucap refan sombong.


"Alah,sok laku loe" Ucap tania sambil menoyor refan.


"Ck,sakit tau" Ucap refan sambil memanyunkan bibirnya. Tania langsung memeluk adiknya dengan erat.


Saat tania sedang memeluk refan,bimas pun masuk ke dalam rumah dan melihat tania memeluk seorang laki-laki. Pandangan bimas pun langsung menyorot ke arah pinggang tania yang di rengkuh oleh laki-laki tersebut.


"Woi siapa loe?" Tanya bimas dengan nada tak terima sambil menepuk punggung refan.


"Lepasin tangan loe,pakai ngerangkul-ngerakul pinggang cewek gue lagi" Ucap bimas tak terima. Refan tak menyauti ucapan bimas sedikitpun dan tidak berputar badan.


Karena mendengarkan ucapan bimas yang tak terima jika tania di peluk,refan pun semakin mengencangkan pelukannya dan mencium pucuk kepala tania.


"Bajingan" Ucap bimas sambil mengepalkan tangannya. Bimas pun langsung melayangkan tinjunya ke arah refan. Refan pun langsung menangkisnya dan memeluk bimas erat.


"Woi,apa-apaan nih?" Tanya bimas terkejut saat mendapatkan pelukan dari refan. Refan pun langsung menangkup pipi bimas dan membuat bimas terkejut.


"Cium abang dek" Ucap refan sambil memanyunkan bibirnya ke arah bimas. Bimas pun langsung mendorong wajah refan yang hampir menciumi dirinya.


"Najis fann..." Ucap bimas kesal. Refan pun langsung tertawa saat mendegarkan ucapan bimas.


"Seriusan ini loe fan?" Tanya bimas sambil menatap refan dari atas sampai ke bawah.


"Ck,iya. Loe pikir gue apaan dari tadi hah?" Ucap refan kesal. Bimas pun menarik lengan refan dan berjingkat kesenangan. Refan yang di tarik pun ikutan berjingkat dan bersorak bahagia.


"Gue kangen sama loe fan" Ucap bimas.


"Gue kangen sama loe tan" Ucap refan sambil menatap tania. Bimas yang tak di respond pun langsung menggigit lengan refan dengan kesal.


"Hahahaha,gue juga kangen sama loe dek"


"Sini gue cium loe dek" Ucap refan sambil memanyunkan bibirnya ke arah bimas. Bimas pun langsung menepuk mulut refan dan kembali menatap refan dengan tatapan jijik.


"Gue gini-gini masih doyan cewek bang"


"Bukan mahluk berbatang kayak loe" Tunjuk bimas ke arah refan. Mama dan tania langsung tertawa cekikikan setelah mendengarkan penuturan bimas.

__ADS_1


__ADS_2