Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 89


__ADS_3

Tania sedari subuh tadi sudah bangun dan sedang di make up. Tania memegang dadanya sedari tadi karena merasakan detak jantung yang teramat kuat.


"Wih,makin cantik aja anak gadis mama" Ucap mama sambil melihat tania di make up. Tania tersenyum centil saat di puji oleh ibunda tercintanya.


"Ma,kolor dedek di mana?" Teriak bimas dari kamarnya dan membuat semua orang yang berada di sana tercengang.


"Udah mama letakin di atas kasur dedek tadi" Teriak mama lagi.


"Enggak ada ma..." Bimas masuk ke dalam kamar tania menggunakan handuk di pinggangnya dan terkejut saat mengetahui banyak orang di sana.


"Astaga,goblok gue,gue goblok" Bimas menahan malunya di depan orang banyak untuk saat ini.


"Loe cari apa dek?" Ucap refan yang baru muncul sambil memakan kacang.


"Kolor" Jawab bimas singkat.


"Kolor apa?" Tanya refan lagi.


"Kolor yang udah mama siapin buat gue" Ucap bimas.


"Warna apa?" Tanya refan.


"Warna apa mom?" Tanya bimas kepada mama.


"Warna abu-abu" Ucap mama. Refan langsung membuka sedikit bajunya dan memperlihatkan karet ****** ********.


"Yang ini?" Tanya refan dan membuat mama membulatkan bola matanya sempurna.


"Nah,iya itu" Jawab mama sambil menunjuk kolor yang di kenakan refan.


"Hah? Kok abang yang pakai?" Tanya mama lagi.


"Anak kupret,kenapa kolor gue loe pakai?" Ucap bimas murka.


"Mana gue tau,gue kira nih barang di siapin buat gue" Ucap refan santai tak berdosa.


"Refan.... balikin kolor guee..." Teriak bimas dan membuat semua orang tertawa.


*****


Saat ini mereka sudah tiba di tempat berlangsungnya acara. Gabriel duduk dengan gagahnya di depan penghulu dan refan. Karena ayah tania sudah tiada,maka dari itu yang bertugas menikahkan tania atau menjadi wali nikah tania adalah refan ataupun bimas,tapi karena refan lebih tua,akhirnya refan yang menikahkan tania. Karena mereka memiliki ikatan darah dengan tania jadi mereka sah menikahkan tania.


Gabriel menepati janjinya yaitu menjadikan surah an-nisa sebagai mahar pernikahannya dengan tania. Tania duduk di samping gabriel yang akan membacakan ikrar pernikahan.


"Gabriel alteeza" Ucap refan tegas.


"Aku nikahkan engkau dengan saudari ku bernama tania airin putri binti zamroni dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan surah an-nisa di bayar tunai..." Ucap refan tegas.


"Saya terima nikah dan kawinnya tania airin putri binti zamroni dengan mas kawin yang telah di sebutkan,tunai...." Ucap gabriel lancar bak jalan tol.


"Bagaimana para saksi? Sah?" Ucap penghulu.


"Sah....." Ucap seluruh tamu.


"Alhamdulillahi rrabil' alamin" Semua orang berdoa atas kebahagian tania dan gabriel hari ini. Setelah menanda tangani buku nikah,gabriel langsung menghadap tania dan mengulurkan tangannya untuk tania cium. Jantung gabriel berdetak tak karuan saat tania berhasil meraih dan menciumi tangannya.


Gabriel langsung melihat wajah tania dan tersenyum lebar. Semua tamu pun terkejut saat melihat gabriel tersenyum seperti itu.


Gabriel memegangi bahu tania dan mencium kening tania dengan lembut.


"Cantik" Ucap gabriel sewaktu mencium kening tania. Wajah tania langsung blushing saat di puji oleh suaminya.


"Ya gitu,tahan sebentar,jangan bergerak dulu om" Ucap jingga,teman refan dan bimas yang bertugas sebagai fotografer.


"Udah om,cium tatannya nanti di sambung ya" Ledek bimas dan membuat pasutri tersebut malu.


Setelah sesi foto selesai,kini saatnya mama, refan dan bimas menghampiri tania. Mereka memeluk tania dengan erat dan menciumi pipi serta kening tania secara bergantian.


"Jagain anak gadis mama ya nak" Ucap mama sambil memeluk gabriel.


"Iya ma" Ucap gabriel membalas pelukan mama.


"Terima kasih sudah tepati janji kamu waktu itu" Ucap mama sambil melihat wajah gabriel.


"Iya ma,sama-sama"


"Gabriel juga berterima kasih sama mama karena sudah menerima gabriel sebagai menantu mama" Ucap gabriel dan di angguki mama.


"Woi,gue sama aisyah juga mau peluk tatan" Ucap zira bar-bar dan menyingkirkan bimas dan refan yang sedang memeluk tania.


"Selamat mengemban amanah sebagai istri ya sayang" Ucap zira dan di angguki tania.


"Jadi istri tuh harus nurut,jangan melawan,kalau suami ngomong tuh di dengerin,jangan loe lawan" Ucap aisyah sambil menatap tania.


"Iya,makasih ya guys" Ucap tania kembali memeluk aisyah dan zira.


"Selamat atas nikahnnya ya saudari ku" Ucap refan sambil tersenyum. Sedangkan bimas sudah menangis dan kembali memeluk tania.


"Selamat ya uni ku tersayang" Ucap bimas menangis.


"Cekrek...." Jingga mempotret bimas yang menangis di pelukan tania.


"Woi" Teriak bimas murka. Dan membuat jingga tertawa lebar saat melihat hasil dari foto bimas.


"Drama banget sih loe dek,liatin tuh abang loe" Ucap jingga sambil melihat refan yang membelakangi mereka.


"Apaan je?" Tanya refan sambil menangis. Jingga kembali mempotret refan dan tertawa melihat kedua sahabatnya menangis.


"Sama aja ternyata,enggak kakak,enggak adik,sama-sama cengeng" Ucap jingga sambil menggelengkan kepalanya.


*****

__ADS_1


"Assalamualaikum...." Teriak segerombolan orang. Semua tamu tania cukup terkejut saat mendengarkan suara tersebut.


"Wa'alaikumsalam..." Jawab tania,gabriel dan semua orang yang hadir.


"Cie tatan udah nikah,cie...." Sorak segerombolan tamu sambil melangkah menuju pelaminan.


"Mereka?" Tanya gabriel saat melihat sekitar 35 orang di dalam gerombolan tersebut.


"Teman SMA airin sekaligus teman satu kelas di kampus mas" Ucap tania dan membuat gabriel terkejut.


"Mereka semua?" Tanya gabriel dan di angguki tania. Gabriel masih tak percaya bahwa semua mahasiswa di kelas tania adalah teman tania waktu SMA.


"Musik...." Teriak mereka. Musik langsung di nyalakan atas permintaan mereka.


"Tok...tok...tok...paket...." Teriak mereka bersamaan.


"Tok...tok...tok..ashiap..." Mereka berjoget sambil membawakan hadiah untuk tania dan membuat tania tertawa bersama gabriel. Mereka membawa peralatan rumah tangga tanpa di bungkus untuk tania dan gabriel.


"Ah...gue sayang kalian" Ucap tania terharu saat melihat tingkah konyol teman-temannya.


"Samawa ya pak dosen dan mahasiswa yang suka cari masalah" Ucap mereka dan di angguki gabriel.


"Pak gabriel gagah banget pas ngucapin akad tadi" Ucap mereka sambil mengacungkan dua jempol.


"Kalian dari akad udah ke sini?" Tanya gabriel.


"Iya,kita kaget aja waktu ngelihat undangan yang di kasih sama si kembar (refan dan bimas) sama kita" Ucap mereka.


"Mana baru di kasih kemarin lagi undangannya" Ucap mereka.


"Tapi kita harus hadir,soalnya rekan bar-bar dan dosen dingin kita nikah" Sambung mereka.


"Makasih ya sudah datang" Ucap gabriel dan di angguki mereka.


"Kita foto dulu yuk..." Ucap mereka. Jingga langsung mengambil gambar kenangan untuk mereka.


"Gue enggak nyangka kalau loe nikah sama pak gabriel tan" Ucap salah satu dari mereka.


"Jangankan loe,gue aja enggak nyangka" Ucap tania.


"Ya namanya juga takdir,siapa yang sangka,iya kan sayang?" Ucap gabriel sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah tania. Tania langsung menutup wajahnya.


"Widih,pak gabriel bukan maen lah..."


"Langsung hilang dinginnya" Ucap teman tania.


"Eh,btw loe kenapa tan? Kenapa tutupin muka terus?" Tanya mereka.


"Gue malu goblok" Ucap tania sambil menepuk lengan teman lelakinya dan membuat mereka tertawa.


"Pak,sehubungan kita ada di sini,bapak mau cuti berapa hari dari kampus?" Tanya mereka.


"Berapa hari sayang?" Tanya gabriel kepada tania.


"Gue mau wisudah cepat-cepat,biar enggak pusing revisi ini,revisi itu" Sambung tania.


"Good,ini baru murid idaman" Ucap gabriel sambil mengelus kepala tania.


"Besok malam tugas kalian harus selesai,kumpulin di rumah saya" Ucap gabriel kembali pada mode dingin saat melihat teman-teman tania.


"Tap...tapi pak..." Ucap mereka terputus.


"Berani ngebantah kamu?" Tanya gabriel dan langsung di gelengi mereka.


"Eh,kalau gitu kita makan dulu ya pak gabriel,tatan" Ucap mereka langsung mengganti topik. Tania tertawa puas saat melihat mereka yang di marahi gabriel.


"Seriusan enggak mau cuti?" Tanya gabriel dan di angguki tania.


"Kita liburan di sekitar sini aja mas,enggak usah jauh-jauh" Ucap tania.


"Apa? Ulangi lagi?" Tanya gabriel.


"Kita liburan di sekitar sini aja mas,enggak usah jauh" Tania mengulangi ucapannya.


"Ulangi di bagian 'Mas' nya sayang" Ucap gabriel dan membuat tania blushing.


"Kan bapak yang minta kalau udah nikah panggilnya jangan pakai embel-embel om atau bapak" Ucap tania cemberut. Gabriel langsung merangkul pinggang tania dan mencium kening tania.


"Bercanda sayang,mas godain kamu aja tadi" Ucap gabriel dan membuat hati tania berbunga-bunga.


"Sayang" Bisik gabriel di telinga tania dan membuat tania menutupi wajahnya.


"Kamu kenapa sih sayang?" Tanya gabriel lembut.


"Aku malu mas" Ucap tania sambil menahan malu.


"Kenapa?" Tanya gabriel dan di gelengi tania.


"Karena di panggil 'SAYANG'?" Tanya gabriel dan membuat tania semakin blushing.


"Nah kan iya" Ucap gabriel sambil berusaha menarik tangan tania yang menutupi wajahnya. Tania melepaskan tangannya dan melihat wajah gabriel dengan seksama.


"Ganteng" Ucap tania memuji gabriel.


"Hah? Apa? Ulang lagi sayang?" Ucap gabriel tengil. Tania menggelengkan kepalanya dan berakhir di gelitiki gabriel. Semua tamu yang hadir tersenyum saat melihat kebahagian yang terpancar dari wajah pengantin baru tersebut.


"Pak gabriel,stop" Ucap bimas dan refan. Gabriel langsung melihat kepada kedua adik iparnya.


"Bayar hutang anda om gabriel" Ucap bimas sambil menagih hutang gabriel.


"Nanti mas mu ini bayar,tenang aja!" Ucap gabriel santai.

__ADS_1


"Mas?" Tanya bimas dan refan bersamaan.


"Kan saya sudah jadi kakak ipar kalian" Ucap gabriel.


"Kayaknya kalau panggil om lebih seru deh" Ucap bimas dan di angguki refan.


"Loe panggil laki gue om,gue sembelih loe berdua" Ucap tania mengeluarkan mode gaharnya. Refan dan bimas langsung meneguk saliva mereka dengan kasar.


*****


Acara berlangsung dengan sangat lancar hari ini,semua rekan gabriel pun turut hadir di acara pernikahan mereka. Tania baru tahu bahwa suaminya saat ini adalah seorang pemimpin perusahaan. Tania terkejut saat semua orang hadir dan memberikan banyak hadiah untuk pernikahan dirinya.


"Kenapa banyak kayak gini?" Tanya tania saat mereka datang sambil membawa hadiah pernikahan.


"Masa boss perusahaan kita nikah,kita tangan kosong ke sini" Ucap ari si rekan guru tania sekaligus sahabat gabriel.


"Boss?" Tanya tania.


"Suami bu tania itu boss di perusahaan yang pernah bu tania datangi" Ucap ari. Tania langsung melihat gabriel. Yang di lihat pun hanya bisa mengembangkan senyumnya sambil memainkan alisnya.


*****


"Tatan sama gabriel mandi gih,Sudah itu langsung istirahat" Ucap mama dan di angguki tania dan gabriel.


"Mas mandi dulu deh" Ucap tania sambil melihat gabriel dari pantulan cermin.


"Eit,jangan di buka dulu kerudungnya,sini kita foto berdua di kamar" Ucap gabriel sambil mengambil handphone-nya. Setelah puas berfoto,tania kembali duduk di meja riasnya dan di susuli gabriel.


"Boleh mas bantu lepasin kerudungnya?" Izin gabriel. Tania menatap gabriel dengan seksama dan menganggukkan kepalanya.


"Boleh mas"


"Bismillahirrahmanirrahim" Gabriel melepaskan kerudung tania dengan sangat hati-hati. Saat kerudung tania sudah di buka dan kuncir rambut tania di lepas. Gabriel menatap tania dengan tatapan takjubnya.


"Masya Allah"


"Cantik banget" Puji gabriel sambil melihat wajah tania. Tania membenamkan wajahnya di dada bidang gabriel karena malu.


"Jangan kayak gitu mas,aku malu" Ucap tania. Gabriel menciumi kening tania dan membuat tania semakin blushing.


"Mas mandi gih,bucukk..." Ucap tania menutupi hidungnya dan membuat gabriel gemas. Gabriel kembali mencium kening tania sebelum berlenggang ke kamar mandi.


Setelah keduanya mandi dan melaksanakan sholat,tania langsung berbaring di atas kasur dan di susuli oleh gabriel. Jantung tania berpacu tak karuan saat merasakan tangan gabriel memegangi tangannya.


Tania berbalik badan dan melihat gabriel.


"Sayang,tidur hadap-hadapan kayak gini sunnah nabi lho" Ucap gabriel sambil mengelus pipi tania.


"Iya mas,baru dikit aja mas jelasin airin udah tau maksud mas" Ucap tania.


"Apa coba?" Tanya gabriel.


"Setiap malam kita tidurnya harus hadap-hadapan gini kan?" Ucap tania.


"Pintar" Ucap gabriel sambil menyentil hidung tania. Tania yang di perlakukan sangat baik pun hanya bisa mengembangkan senyumnya.


"Udah tidur, biar besok pagi kita bangunnya enggak ke siangan"


"Btw,besok pagi bangunin mas ya sayang..."


"Mas sholat subuh di masjid" Ucap gabriel sambil memeluk tania. Detak jantung tania berpacu sangat kencang saat gabriel memeluknya.


"Mas,apa cuma aku yang deg-degan di antara kita?" Tanya tania sambil menengadah melihat gabriel yang sudah memejamkan matanya.


"Coba rasakan" Gabriel menarik tangan tania menuju dadanya. Tania dapat merasakan detak jantung yang berpacu sangat kuat saat memegang dada gabriel.


"Kencang banget" Ucap tania.


"Seperti cinta ku pada mu sayang" Gombal gabriel dan membuat gabriel tersenyum manyun.


"Mas bisa tahan?" Tanya tania di dalam pelukan gabriel.


"Apanya?" Tanya gabriel.


"Ya,tahan itu...." Ucap tania melihat ke arah bawah.


"Kamu mau mas makan sekarang?" Gabriel langsung membuka matanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah tania. Tania langsung menggelengkan kepalanya dan membenamkan wajahnya di dada bidang gabriel.


"Good night kesayangan mas" Ucap gabriel mengelus kepala tania dan menciumi kening tania.


"Good night too mas ku" Jawab tania yang sudah memejamkan matanya.


*****


"Sayang bangun...." Tania merasakan badannya di goyangkan oleh seseorang di hiruk piuk dinginnya angin malam.


"Sayang" Saat membukanya,tania melihat gabriel tepat berada di atasnya. Tania langsung membulatkan matanya dan melihat gabriel.


"Kenapa mas?" Tanya tania khawatir.


"Boleh ya?" Tanya gabriel dengan wajah memerah.


"Apanya?" Tanya tania panik.


"Itu loh...." Ucap gabriel menunjukkan bagian bawahnya. Tania langsung menegak salivanya dengan kasar saat mendengarkan ucapan gabriel dan melihat dada bidang suaminya yang bak roti sobek.


"Mas enggak tahan lagi" Ucap gabriel langsung menciumi tania dengan sangat rakus. Tania menepuk-nepuk bahu gabriel dengan kuat. Bukannya berhenti,gabriel makin gencar melahap tania.


"Mas mau apa?" Tanya tania panik saat gabriel mengelus kakinya.


"Unboxing,boleh?" Tanya gabriel dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1


"Mas...mas...tunggu mas...." Ucap tania sambil menahan dada gabriel. Namun apalah daya,tania tak bisa mengimbangi tenaga gabriel yang besar.


"Akh....."


__ADS_2