Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 86


__ADS_3

"Mampus gue...." Ucap tania sambil berlari menuju ojek online yang sudah berada di depan rumahnya.


"Tan...." Teriak refan.


"Nanti aja bang ngomongnya,gue udah terlambat nih"


"Entar telepon aja lewat nomor pak gabriel" Teriak tania.


"Tapi tan...." Teriak refan. Tania langsung hilang dalam sekejap mata. Seusai sholat subuh,tania langsung ke apartemen gabriel untuk mencetak semua tugasnya menggunakan printer gabriel. Pasalnya, printer di rumah tania rusak.


"Pak gabriel...." Panggil tania saat sudah masuk ke rumah gabriel.


"Saya ngantuk airin,kalau mau pakai printer-nya tuh di atas sana" Tunjuk gabriel ke sebuah meja kerjanya. Tania langsung menggunakan printer milik gabriel.


"Bapak kok tidur lagi sudah subuh? Kan enggak baik buat kesehatan" Ucap tania.


"Kepala saya sakit,soalnya malam tadi saya begadang buat periksa semua laporan kantor" Ucap gabriel yang masih menutup matanya.


"Handphone kamu mana? Kok nomor kamu enggak aktif lagi?" Tanya gabriel.


"Waktu motor saya hancur,handphone saya juga hancur,soalnya saya tinggalin handphone saya di kantong motor" Ucap tania santai.


"Sim card nya enggak di ambil?" Tanya gabriel.


"Memory sama sim card aja saya ambil,handphone saya udah enggak ada bentukannya lagi,yaudah,saya buang deh" Ucap tania enteng.


"Enggak ada niatan beli handphone baru nih?" Tanya gabriel.


"Ada sih,tapi malas,kapan-kapan aja deh beli handphone-nya" Ucap tania santai.


"Setidaknya nih ya pak,ganti baju dong,masa tidur pakai kain sarung sama baju kokoh" Ucap tania sambil melirik gabriel yang tertidur. Gabriel yang sudah sangat mengantuk pun langsung tertidur dan membuat tania menggelengkan kepalanya.


Tania mengerjakan semua tugasnya hari ini di rumah gabriel. Tania terus saja mengupat dengan semua tugasnya hari ini. Gabriel yang mendengarkan upatan tania pun langsung terbangun karena kesal.


"Astaghfirullah,Ya Allah" Ucap gabriel setengah berteriak.


"Kamu kenapa dari tadi ngupat terus hah?" Ucap gabriel marah. Tania yang di marahi oleh gabriel pun hanya bisa mengupat dalam hatinya.


"Ada apa lagi sih airin?" Ucap gabriel frustasi.


"Saya bingung,kok semua yang saya kerjain jadi kacau kayak gini" Ucap tania sambil menepuk laptopnya. Gabriel menghelakan nafasnya dengan kasar sambil merebut laptop tania dengan kasar.


"Kalau enggak ikhlas enggak usah di tolong pak" Ucap tania ketus. Gabriel melirik tania dengan tatapan sinisnya.


"Buatin saya kopi airin" Ucap gabriel yang sekarang duduk di balkon.


"Saya enggak bisa buat kopi pak" Ucap tania. Gabriel langsung berjalan ke arah tania dan berdiri tepat di hadapan tania.


"Serius enggak bisa?" Tanya gabriel dan langsung di angguki tania.


"Yaudah,ambilin air putih aja" Ucap gabriel pasrah.


"Gimana mau jadi istri saya kalau buat kopi aja enggak bisa" Ucap gabriel.


"Udah deh pak ngomong kayak gitu" Ucap tania tak suka.


"Padahal sendirinya lagi dekat sama cewek lain,tapi sempat-sempatnya ngomong kayak gitu sama saya" Ucap tania.


"Cewek mana?" Tanya gabriel langsung.

__ADS_1


"Ada deh,saya waktu itu enggak sengaja lihat" Ucap tania sambil melihat gabriel dengan tatapan tak suka.


"Di mana kamu lihat cewek itu?" Tanya gabriel penasaran.


"Kepo banget sih pak,udah deh,periksa aja tugas saya,mood saya lagi enggak baik nih" Ucap tania sambil membuang pandangannya dari gabriel.


"Kok kamu kayak marah gitu?" Tanya gabriel saat melihat tania buang muka.


"Ck,enggak usah pikirin perasaan saya" Ucap tania ketus.


"Oh ya udah kalau kayak gitu" Ucap gabriel tak kalah ketus.


"Bapak enggak ke kampus?" Tanya tania dan membuat gabriel mengerutkan jidatnya.


"Hari ini enggak ada yang ke kampus airin,di kampus ada acara" Ucap gabriel. Tania terkejut saat mengetahui hari ini ia tak harus ke kampus.


"Kok bapak enggak kasih tau saya sih?"


"kalau tau gini saya enggak usah repot-repot ke rumah bapak" Ucap tania kesal.


"Saya sudah sampaikan lewat refan" Ucap gabriel.


"Emangnya enggak di sampaikan sama refan?"


"Tadi pagi saya titip pesan sama refan" Sambung gabriel. Tania langsung ingat saat refan berusaha menghentikan dirinya. Tania hanya bisa menghelakan nafasnya pelan dan merutuki kebodohannya. Gabriel kembali memeriksa semua tugas tania dan ternyata semua tugas tania tak ada yang benar satu pun.


"Hei airin,gimana kamu mau selesai kuliahnya kalau kayak gini bentukan tugas kamu" Ucap gabriel mengomel.


"Masa tugas saya sama tugas pak manto kamu satukan" Ucap gabriel sambil menunjuk laptop tania. Tania yang melihat kesalahannya pun langsung menepuk jidatnya dengan kuat.


"Mana tugas bu dewi? Sini saya bantu periksa" Ucap gabriel. Tania menunjukkan semua tugasnya kepada gabriel. Gabriel hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan menatap tania dengan tatapan tak percaya.


"Lihat semua tugas kamu,sampai separah ini"


"Bahkan yang mudah aja enggak bisa kamu selesaikan" Omel gabriel.


"Sebenarnya apa yang kamu pikirkan sih airin sampai kamu sekacau ini?" Gabriel mengomeli tania. Sekarang tania merasakan sesak yang luar biasa di dadanya.


"Jangan sampai hal sepele yang terjadi bisa merusak semua planning yang udah kamu buat" Omel gabriel lagi.


"Sepele bapak bilang? Dapat vonis dari dokter bahwa saya susah punya keturunan kata bapak sepele? Iya?" Ucap tania murka sambil memegang dadanya yang penuh sesak


"Bapak enggak bakal bisa bayangin dan rasain apa yang saya alami karena bapak enggak pernah di posisi ini" Ucap tania berapi-api.


"Siapa yang bakal nikahi cewek mandul kayak saya? Siapa? Enggak ada kan? Pak,seharusnya bapak paham dan tau kalau dari dulu saya memang ingin punya anak"


"Dan untuk menerima semua ini enggak mudah bagi saya pak,enggak mudah" Ucap tania berapi-api dan mengeluarkan air matanya.


"Ini bukan hal sepele bagi saya ,bukan hal sepele" Ucap tania menangis. Gabriel diam seribu bahasa saat melihat tania menangis.


"Airin,bukan gitu maksud saya" Ucap gabriel sambil berjalan mendekati tania.


"Jangan dekat-dekat,diam di sana" Pintah tania. Gabriel tak bergeming sedikitpun saat mendapatkan perintah dari tania.


"Saya minta maaf airin,bukan maksud saya menyinggung kamu,tapi..." Ucap gabriel terputus.


"Tapi apa? Mau menyudutkan saya? Gitu?" Ucap tania sambil menangis. Gabriel di liputi oleh perasaan yang campur aduk saat ini.


"Diam dulu gab,diam,biarin dulu dia tenang" Batin gabriel berusaha menenangkan dirinya. Tania menangis di balkon apartemen gabriel dengan menekuk kakinya.

__ADS_1


"Astaghfirullah,gue buat anak orang nangis" Ucap gabriel frustasi. Cukup lama tania menangis,akhirnya tania mengemasi semua peralatannya dan berniat pergi dari apartemen gabriel.


"Eh,mau kemana?" Ucap gabriel mencekal lengan tania.


"Pulang" Ucap tania langsung.


"Saya anterin" Ucap gabriel. Tania langsung melepaskan cekalan gabriel dan pergi dari apartemen gabriel.


"Eh airin,ada yang tinggal" Ucap gabriel sambil mengambil selembar kertas yang jatuh. Namun apalah daya,tania tak bisa mendengarkan ucapan gabriel saat dirinya telah hilang dari pandangan gabriel.


"Apa ini?" Gabriel membuka lipatan kertas tersebut dan mengerutkan jidatnya.


"Toner? Serum? Day cream? Night cream? Apaan ini? Kok panjang banget listnya?" Ucap gabriel. Gabriel yang penasaran pun langsung menelepon refan.


"Apa itu serum? Toner? Buat apa?" Tanya gabriel kepada refan.


"Skin care buat wajah om,kenapa?" Tanya refan.


"Tadi airin jatuhin kertas milik dia,terus isinya yang saya sebutkan tadi" Ucap gabriel.


"Itu yang mau dia beli om,sekarang tatannya di mana?" Tanya refan.


"Tania pulang udah otw kerumah,dia marah sama saya" Ucap gabriel frustasi.


"Lah kok bisa?" Sekarang bimas yang buka suara.


"Saya enggak sengaja nyinggung perasaan dia" Ucap gabriel singakat.


"Wah,dia susah di bujuk loh om" Ucap bimas.


"Benarkah?" Ucap gabriel.


"Iya,tatan susah banget sih di bujuk" Sambung refan.


"Selamat menenangkan tatan ya om" Ucap bimas dan refan kompak sambil tertawa.


"Gimana? Zira sama aisyah udah di hubungi kan?" Tanya gabriel.


"Udah om,aman aja" Ucap bimas santai.


"Untuk malam ini udah siap semua?" Tanya gabriel lagi.


"Udah beres semuanya pak,bapak tenang aja" Ucap refan santai.


"Ok,jangan sampai ada satu pun yang tertinggal ya" Ucap gabriel.


"Asiap om" Ucap refan lagi.


"Saya percayakan semuanya sama kalian" Ucap gabriel tegas.


*****


"Brengsek loe om"


"Sakit banget hati gue tadi" Ucap tania sambil berjalan di pinggir danau. Tanpa tania sadari,gabriel membuntutinya sampai ke danau.


"Anj...." Tania langsung menghentikan ucapannya.


"Astaghfirullah" Ucap tania sambil mengelus dadanya pelan.

__ADS_1


"Dasar gabriel kampret....." Teriak tania kesal sambil melemparkan batu ke dalam danau.


__ADS_2