
"Ehem..." Seorang cleaning service paruhbaya berdehem di hadapan gabriel.
"Mas berani juga ternyata bawa benda sakral kayak gitu" Ucap si ibu cleaning service.
"Hah?" Tanya gabriel ling-lung. Si ibu cleaning service pun menggelengkan kepalanya sambil terkikik geli.
"Ganteng sih,tapi hobinya ngoleksi ****** ***** cewek" Ucap si ibu cleaning service. Gabriel langsung menga-nga setelah mendengarkan penuturan si ibu cleaning service.
"Ibu salah paham" Ucap gabriel sambil berusaha menghilangkan rasa malunya.
"Ini ****** ***** punya istri saya"
"Saya kaget aja kalau ********** masih di sini" Ucap gabriel berusaha menjelaskan. Reaksi si ibu pun tak seperti yang gabriel pikirkan. Gabriel beranggapan kalau alasan tersebut bisa membuat ibu tersebut percaya. Namun,si ibu cleaning service langsung tertawa sambil menepuk pelan pundak gabriel.
"Kamu ini enggak bisa bohong atau gimana sih?" Tanya si ibu yang masih cekikikkan.
"Itu memang celana istri saya bu..." Ucap gabriel berusaha meyakinkan.
"Alah,alasan. Kamu aja hobinya suka mengoleksi ****** ***** perempuan" Tuduh si ibu cleaning service.
"Mana ada rendanya lagi" Cekikikkan ibu tersebut pun kembali keluar dan membuat gabriel menundukkan pandangannya karena malu.
"Saya pamit dulu ya bu" Ucap gabriel.
"Eh nak,****** ******** simpan dulu,jangan di pegang terus" Ucap si ibu mengingatkan gabriel sambil tertawa. Gabriel kembali merutuki kebodohannya dan memasukkan ****** ***** tania ke dalam jok motor.
Setibanya di kampus,gabriel langsung menemui tania di parkiran. Ternyata sedari tadi tania menunggu kedatangan gabriel.
"Ayo naik" Ucap gabriel yang sudah berdiri di hadapan tania. Tania yang sudah mengantuk pun hanya bisa mengangguk dan langsung naik ke atas motor.
__ADS_1
"Kok bapak lama banget sih?" Tanya tania kesal sambil menguap.
"Maaf,tadi ada masalah di jalan" Ucap gabriel
"Astaga,malu banget gue tadi..." Batin gabriel saat mengingat kembali bahwa ia menemukan benda sakral milik tania.
Saat gabriel menghidupkan motor,di saat itulah kesadaran tania mulai terkumpul.
"Bapak ngapain masih di sini?" Tanya tania dengan nada protes.
"Kamu ngantuk kan airin? Sini biar saya bawain motor kamu" Ucap gabriel.
"Eh enggak usah repot-repot,gue bisa sendiri" Ucap tania ketus.
"Tunangan gue aja enggak pernah mau kalau gue ajakin naik motor" Gumam tania.
"Kenapa?" Tanya gabriel.
"Loe masih aja dengerin gumaman gue" Ucap tania kesal.
"Pergi loe gabriel,pergi..." Usir tania. Gabriel langsung berlari masuk ke dalam dan membuat tania sedikit lega.
"Ngebentak dosen enggak dosa kan?" Tanya tania kepada dirinya sendiri sambil melihat kaca spion.
"Dosa gue banyak banget Ya Allah" Keluh tania sambil mengacak-acak jilbabnya. Saat sedang berkeluh-kesah di atas motor,tiba-tiba bagian boncengan motor tania di duduki seseorang.
"Ngapain lagi sih Ya Allah...." Jerit tania.
"Saya enggak bawa mobil,anterin saya pulang" Ucap gabriel yang duduk di boncengan. Tania menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya dengan kasar.
__ADS_1
"Kamu enggak ikhlas airin?" Tanya gabriel.
"Udah tau enggak ikhlas,masih aja nanya" Ucap tania kesal.
"Sini biar saya yang bawa motornya" Ucap gabriel.
"Enggak usah repot-repot" Tolak tania mentah-mentah. Tania langsung menghidupkan motornya dan langsung berlenggang pergi dari kampus bersama gabriel menggunakan motornya.
"Mobil bapak mana?" Tanya tania.
"Mobil saya masih di bengkel" Ucap gabriel singkat dengan nada datar.
"Alah,jual aja kali pak,udah rongsok juga" Ucap tania meledek mobil gabriel.
"Mobil saya jadi rongsok itu sejak kamu tabrak dan kamu tendang. Apa kamu enggak ingat?" Tanya gabriel sambil kembali memutar memorinya.
"Ingat. Ingat banget malahan" Ucap tania tanpa rasa bersalah.
Saat di perjalanan,mata tania salah fokus dengan apa yang ia lihat. Tania pun menekan rem motornya secara mendadak.
"Anjrit,lagi ngapain mereka?" Tanya tania.
"Kamu lihatin apa sih airin? Mana? Mereka siapa?" Gabriel yang di boneceng pun celingukan mencari tahu apa yang di maksud dari ucapan tania.
Tania pun memarkirkan motornya dan turun. Gabriel pun hanya mengikuti tania dari belakang.
"Kamu enggak lepas dulu helm kamu airin?" Tanya gabriel membuntuti tania. Tania menggelengkan kepalanya dan mengintip salah satu toko.
Terlihat di sana raka sedang bersama seorang perempuan dan sedang asyik memilih kue. Tania pun langsung terpenga-nga saat melihat wanita tersebut.
__ADS_1
"Perperangan di mulai..." Ucap tania. Sedangkan gabriel hanya melongo sedari tadi karena tak paham sama sekali dengan situasi saat ini.