
"Ya pak?" Tanya tania.
"Saya sudah landing,rencananya sudah ini saya ke rumah kamu"
"Kamu ada di rumah airin?" Tanya gabriel.
"Ngapain ke rumah saya pak?" Tanya tania balik.
"Ada deh..."
"Pokoknya kamu harus ada di rumah" Ucap gabriel tegas. Gabriel pun langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak.
"Pak gabriel tan?" Tanya zira.
"Iya" jawab tania seadanya.
Tania dan zira pun pergi makan untuk mengisi kekosongan perut mereka pada siang hari ini.
"Iya ma?" Ucap tania saat mendapatkan telepon dari mama.
"Eh,di sini ada tasya" Ucap mama lewat telepon.
"Dari tadi dia minta tatan buat balik ke rumah" Ucap mama lagi.
"Nih bocil udah nangis dari tadi tan,buruan pulang" Ucap refan kesal.
"Aku bukan bocil...." Teriak tasya yang terdengar jelas di sambungan telepon.
"Bentar lagi tatan pulang ma..." Ucap tania.
"Bang,kasih handphone-nya sama tasya..." Pintah tania. Refan pun memberikan handphone-nya kepada tasya.
"Bunda....pulang...." Ucap tasya merengek.
"Iya nak,bentar lagi bunda pulang"
"Aca mau apa?" Tanya tania.
__ADS_1
"Aca mau bunda..." Ucap tasya terisak. Tania hanya bisa tersenyum dan bergegas untuk pulang. Tania mengantarkan zira terlebih dahulu,setelah itu baru ia pulang.
"Assalamualaikum..." Ucap tania saat masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam" Jawab semua penghuni rumah.
"Bunda...." Teriak tasya sambil berlari ke arah tania. Tania langsung merentangkan tangannya dan memeluk tasya.
"Eh,ada rara juga di sini?" Tanya tania sambil melihat rara. Balita tersebut langsung merentangkan tangannya karena minta di peluk.
"Uluh,uluh,sayang bunda" Ucap tania sambil menciumi pipi tasya dan rara secara bergantian.
"Eh,bunda mandi dulu ya..." Ucap tania dan di angguki tasya dan rara.
"Adek,abang,loe jagain anak gue bentar" Ucap tania dan membuat refan dan bimas memutar bola mata mereka dengan jengah.
"Gue mau mandi" Ucap tania sambil berlenggang ke kamar.
"Eh,mama mana?" Tanya tania saat tak melihat mama.
"Pergi keluar,enggak tau ngapain" Ucap refan.
"Asal sebut aja loe,ingat ucapan adalah doa" Ucap refan.
"Loe mau punya bapak baru? " Tanya refan.
"Enggak apa-apa kali,asalkan banyak uangnya" Ucap bimas.
"Harta dan tahta,jelek enggak pa-pa asal banyak duitnya,yang penting apa? Harta dan tahta" Bimas bernyanyi sambil berjoget dengan riang di hadapan refan dan tania.
"Kalau bapak loe berondong dari emak loe gimana?" Tanya refan.
"Yah,enggak apa-apa kali..." Jawab bimas.
"Nah,gue tau siapa yang cocok jadi bapak kita" Ucap refan.
"Udah kaya,royal,ganteng,pokoknya udah plus-plus deh" Ucap refan.
__ADS_1
"Siapa?" Tanya tania penasaran.
"Pak gabriel" Ucap refan singkat,padat,jelas dan membuat tania dan bimas membulatkan bola matanya sempurna.
"Ew....kagak mau gue punya bapak kayak om gabriel" Ucap bimas.
"Ih....merinding gue" Ucap bimas saat membayangkan yang menjadi ayah tirinya adalah gabriel. Tania dan refan tertawa saat melihat ekspresi merinding bimas.
"Mendingan dia nikah sama loe aja deh tan,dari pada jadi bapak tiri gue" Ucap bimas sambil menatap tania. Tania langsung melemparkan bantal kearah wajah bimas.
"Enggak jadi mandi gue gara-gara loe berdua" Ucap tania kesal.
Tak lama tania masuk ke dalam kamar,tiba-tiba mama datang dengan banyak makanan dan bahan kue di kantong plastik.
"Nenek bawa apa?" Tanya tasya saat melihat mama membawa kantong plastik.
"Bawa makanan buat aca sama rara" Ucap mama tersenyum.
"Yey...." Sorak tasya girang. Tasya pun membuka kantong tersebut dan membagikan makanan kepada rara.
"Nenek buat kue dulu ya sayang,kalian baik-baik mainnya" Ucap mama sambil mengelus kepala dua bocil tersebut.
"Iya nek..." Jawab tasya sambil tersenyum.
"Eh,abang,adek..." Panggil mama. Bimas dan refan langsung menghadap ke arah mama.
"Jagain cucu mama" Ucap mama dan di angguki pasrah oleh bimas dan refan.
Tania yang sudah mandi langsung menuju ruang televisi agar bisa bermain bersama tasya dan rara. Saat sedang asyik-asyiknya bermain,tiba-tiba pintu rumah tania di ketuk.
"Tunggu bentar" Teriak tania. Tania kembali ke kamarnya untuk mengambil jilbab.
"Biar aca yang buka-in bunda..." Ucap tasya dan di angguki tania. Tasya berlari ke depan dan membuka pintu. Saat membuka pintu tasya di kagetkan oleh sosok yang sangat tak asing bagi dirinya.
"Hah?" Ucap tasya terkejut dan tak berbeda dengan orang tersebut.
"Ayah?" Ucap tasya terkejut.
__ADS_1
"Hah? Ayah siapa nak?" Tanya tania sambil berjalan menuju pintu.