
"Nih saya hubungkan tentang riwayat telepon dan calon istri" Ucap gabriel sambil mengusap layar handphone-nya.
"Riwayat telepon saya terakhir kali sama kamu"
"Terus kamu bilang kalau calon istri saya yang telepon,otomatis kamu dong calon istri saya" Ucap gabriel dan membuat tania terpenganga.
"Idih,ngaur" Ucap tania ketus.
Gabriel hanya bisa hanya bisa tersenyum samar sambil melihat ke arah matahari yang akan tenggelam.
"Kamu enggak mau foto airin?" Tanya gabriel.
"Enggak ah,handphone saya kameranya kentang"
"Burik banget kameranya" Ucap tania sambil melihat handphone-nya.
"Yaudah sini saya fotoin" Ucap gabriel datar.
"Enggak mau ah" Tolak tania mentah-mentah.
"Pakai handphone saya loh" Ucap gabriel. Tania langsung berlari ke bibir pantai dan berpose sesuka hatinya. Sedangkan gabriel hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menyusuli tania yang berada di bibir pantai.
"Pak fotoin..." Pintah tania kegirangan. Gabriel mengambil beberapa gambar tania. Setelah puas berfoto,tania melihat hasil jepretan gabriel. Tania sangat menyukai hasil jepretan dari gabriel dan mengacungkan kedua jempolnya.
"Good,gitu dong" Ucap tania sambil menepuk pelan pundak gabriel.
Saat mereka akan meninggalkan bibir pantai,tiba-tiba seseorang datang dan menawarkan diri sebagai photographer. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan,gabriel langsung menerima tawaran tersebut dan menarik lengan baju tania dan meminta tania berdiri di sampingnya.
"Ngapain pak?" Tanya tania penuh kebingungan.
"Foto..." Jawab gabriel singkat. Tanpa menolak sedikitpun,tania langsung berpose dengan berbagai gaya anehnya.
Sang juru foto mengarahkan gabriel dan tania untuk berfoto. Dengan senang hati mereka mengikuti instruksi dari juru foto tersebut.
"Nah, bisa geser dikit lagi mas nya" Ucap juru foto. Gabriel hanya bisa pasrah saat diberikan instruksi.
"Uni urang siko?"
__ADS_1
(Kakak orang sini?) Tanya si juru foto.
"Iyo,baa tu?"
(Iya,emangnya kenapa?) Tania bertanya balik kepada si juru foto. Sang juru foto pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menatap gabriel dari atas kebawah.
"Uni,baa laki uni ko? Baa dek tagang bana gayanyo"
(Kak,ada apa dengan suami kakak? Kenapa tegang banget gayanya?) Ucap si juru foto.
"Laki awak?"
(Suami saya?) Tanya tania dengan nada protes.
"Iyo uni,tagang bana gaya nyo,iko manusia atau sarabuik karambia?"
(Iya kak,tegang banget gayanya,ini manusia atau serabut kelapa?) Ucap si juru foto. Tania langsung tertawa terbahak-bahak sambil memukul pelan lengan gabriel.
"Rasain tuh,loe di ledekin" Ucap tania sambil tertawa. Sedangkan gabriel hanya bisa menaikkan satu alisnya dan menatap tania heran.
"Ada deh..." Jawab tania mencibir. Gabriel hanya bisa mengendingkan bahunya acuh. Sang photographer mengatur beberapa gaya yang cocok untuk tania dan gabriel.
"Mas,mas kok tegang banget sih?" Tanya si photographer heran.
"Di peluk dikit kek mbak nya,ini malah jarak-jarakan gitu fotonya" Ucap si photographer. Gabriel hanya bisa mendengus kesal saat dan menatap si photographer dengan tatapan sinisnya.
"Eh mas,dia itu murid saya" Ucap gabriel.
"Kalau aja dia bini saya enggak bakalan saya foto jauh-jauhan kayak tadi,yang ada saya peluk erat-erat" Ucap gabriel sambil melirik tania yang berada di sampingnya. Sedangkan yang di lirik langsung memutar bola matanya jengah. Si photographer hanya bisa membulatkan mulutnya sambil menganggukkan kepalanya.
"O...gitu,ngomong dong dari tadi..." Ucap si photographer.
"Ayo dikit lagi fotonya,bentar lagi sunsetnya hilang tuh" Tunjuk si photographer kearah langit sore. Tanpa menyia-nyiakan waktu,tania dan gabriel langsung mengikuti instruksi dari si juru foto.
"Ih airin apa itu di dekat kaki kamu?" Tanya gabriel dengan tatapan terkejutnya.
"Mana?" Tanya tania datar.
__ADS_1
"Itu yang manjat di celana kamu" Ucap gabriel sambil menunjuk benda tersebut. Tania pun langsung melihat celananya dan mencari benda tersebut.
"Lintah...." Teriak tania ketakutan sambil menghentakkan kakinya dengan kuat. Tanpa menyia-nyiakan waktu dan kesempatan,gabriel langsung mendorong badan tania ke bibir pantai dan membuat tania terjatuh dan basah kuyup karena terkena air lantai.
Tania pun hanya bisa terpenga-nga saat di perlakukan seperti itu oleh gabriel. Sedangkan gabriel hanya bisa tertawa geli dan berlenggang meninggalkan tania.
Tania yang geram pun berlari ke arah gabriel dan mendorong gabriel dengan sekuat tenaganya. Gabriel cukup terhuyung dan membuat dirinya terpijak benda lengket dan bau.
"Kotoran kuda..." Ucap gabriel sambil menatap tania dengan tatap terkejutnya.
"Hahahaha,rasain tuh" Ucap tania bahagia. Tania pun berjalan sambil bersenandung. Sedangkan gabriel hanya bisa membersihkan sepatunya menggunakan air pantai untuk saat ini.
Tania berjalan sangat girang. Ia bersenandung ria saat berada di pantai. Sedangkan sedari tadi gabriel hanya bisa melihat tingkah tania konyol tania. Gabriel berjalan sambil membawa kantong plastik yang berisi makanan.
"Gue kayak bawa anak Tk ke pantai" Batin gabriel sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Eh airin,kamu enggak capek apa dari tadi nyanyi-nyayi terus?"
"Kalau ada energi tu yah di simpan,jangan di habiskan kayak gitu. Mumbazir tenaga aja nih anak" Omel gabriel. Pasalnya sedari tadi tania sangat aktif dan membuat gabriel geleng-geleng kepala.
Setelah sampai di hotel,mereka pun langsung masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Jam 02.45 pagi tania tersentak dari tidurnya. Tania terbangun akibat mimpi mendengarkan kaca pecah. Tania berkeringat banyak dan dengan nafas yang memburu.
"Jeder...."
Petir terdengar sangat kuat dan membuat tania semakin ketakutan. Tania pun merasakan sesak nafas saat dirinya merasa ketakutan. Akhirnya tania memilih masuk ke kamar gabriel.
Untungnya kamar gabriel tak di kunci. Tania masuk ke kamar gabriel tanpa izin. Terlihat di sana gabriel sedang tertidur dengan keadaan lampu yang di matikan. Tania pun cukup tenang saat mengetahui bahwa gabriel sedang tidur.
Tania pun menuju jendela kamar gabriel dan menenangkan diri disana. Saat seperti ini tania hanya bisa berharap bahwa sesak nafasnya bisa hilang.
Saat hendak menuju kulkas,tania di kejutkan oleh bayangan tinggi besar yang tepat berada di hadapannya. Jantung tania berpacu karena terkejut dengan apa yang ia lihat. Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh yang tak jauh dari dirinya.
"Aaaaaa...."
Tania berteriak keras dan memundurkan badannya sambil meraba-raba barang yang berada di sekitarnya untuk memukul bayangan tersebut.
__ADS_1