Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 65


__ADS_3

"Naik...." Teriak gabriel cukup keras. Pasalnya hujan sangat lebat.


"Saya?" Tanya orang tersebut dan di angguki gabriel. Gabriel langsung menuju apartemennya dan membuat remaja tersebut terkejut.


"Ke apartemen bapak?" Tanya refan dan hanya di angguki gabriel.


"Ih...bapak mau ngapain" Ucap refan ketakutan sambil memeluk dirinya sendiri.


"Plak...."


Gabriel menepuk jidat refan dan melihat refan dengan kesal.


"Saya itu normal,sukanya sama cewek bukan cowok" Ucap gabriel kesal.


"Tapi kok bapak enggak anterin saya pulang?" Tanya refan saat sudah di depan pintu apartemen gabriel.


"Masuk dulu,di dalam aja ngobrolnya" Ucap gabriel dan di angguki refan. Gabriel langsung melemparkan handuk ke arah refan.


"Mandi..." Ucap gabriel singkat,padat,jelas. Refan pun mengangguki ucapan gabriel dan mencari kamar mandi.


"Di mana pak?" Tanya refan.


"Di dalam kamar" Ucap gabriel.


"Boleh masuk pak?" Tanya refan sambil melihat gabriel yang sibuk mencari sesuatu di dalam lemari pendingin.


"Masuk aja,kalau mau pakai baju ganti cari aja di sana" Ucap gabriel. Refan langsung masuk ke dalam kamar gabriel dan melihat betapa bersih dan luasnya kamar pribadi gabriel.


"Kalah kamar gue sama dedek" Ucap refan sambil mengingat kembali kamarnya dan bimas. Seketika refan teringat dengan tania yang selalu mengomeli mereka saat melihat dan masuk ke dalam kamar.


"Kamar loe berdua kayak kandang b*bi...." Teriak tania.


"Bersih-in enggak?" Teriak tania lagi dan membuat telinga bimas dan refan serasa ingin pecah.

__ADS_1


"Bersih-in bang" Ucap bimas menyuruh refan. Refan yang di suruh pun langsung melemparkan bantal ke arah wajah bimas.


"Loe kan adek gue,loe aja yang bersih-in" Ucap refan.


"Refan...." Teriak bimas geram.


"Woi...." Teriak tania sambil memukul pintu kamar bimas dan refan.


"Diem kagak loe" Ucap tania sambil menunjuk bimas dan refan.


"Loe berdua bersih-in nih kamar atau gue bakar nih kamar?" Tanya tania ke-setanan.


"Bakar aja kalau bisa" Ucap bimas cemberut dan membuat tania marah seketika.


"Oh...loe udah berani ngejawab omongan gue hah?" Tanya tania dengan nada membentak. Tania langsung mengambil minyak tanah dan menyiram minyak tersebut ke lantai kamar bimas dan refan.


Bimas dan refan terkejut bukan main saat tania benar-benar ingin membakar kamar mereka.


"Astaghfirullah tatan" Ucap refan.


"Ya Allah tatan...." Teriak refan dan berlari sambil memeluk tania.


"Awas loe refan,minggir loe" Teriak tania sambil melihat bimas dengan tatapan setan.


"Dedek,cepet bersih-in..." Teriak refan yang masih saja menahan tania. Bimas pun mengangguk dan mengusir tania beserta refan dari kamar.


"Tarik nafas tan..." Ucap refan menginstruksi tania agar tania tenang. Tania pun mengikuti instruksi dari refan.


"Bilangin sama adek loe,berani dia ngejawab ucap gue lagi,gue cincang dia" Ucap tania dan langsung di angguki refan.


Setelah membersihkan diri,refan langsung mencari baju ganti untuk dirinya di lemari gabriel.


"Wah,sumpah,rapi banget lemari baju nih dosen" Puji refan. Refan pun mengambil salah satu baju milik gabriel dan menggunakannya.

__ADS_1


Setelah memakai baju,tiba-tiba gabriel membuka pintu kamarnya dan langsung berlenggang ke kamar mandi.


"Kalau mau makan,makan aja fan"


"Makanan baru saya panasin" Ucap gabriel.


"Oh iya,enggak usah tunggu saya makannya ya fan,saya tadi udah makan di rumah kamu" Ucap gabriel.


"Hem,oke pak..." Ucap refan.


Saat sedang asyik-asyiknya makan,tiba-tiba handphone refan berdering.


"....... ....... ......."


"Abang lagi di rumah pak gabriel ma"


"Tadi abang kejebak hujan terus ketemu dia di halte" Ucap refan guna menjelaskan kronologi saat ia bertemu dengan gabriel.


"Kalau udah reda nanti abang pulang kok...." Ucap refan.


"Tapi kalau enggak reda,refannya nginap aja untuk malam ini buk... " Ucap gabriel yang kini sudah berada di belakang bimas.


"Oh yaudah kalau gitu, titip refan ya gabriel" Ucap mama.


"Iya bu..." Jawab gabriel sekaligus mengakhiri telepon.


"The power of pak gabriel ini mah..."


"Padahal tadi maksa banget kalau gue di suruh pulang,lah sekarang? Cuma dengerin suara pak gabriel aja langsung setuju" Batin refan.


......Thor pantengin terus kolom komentarnya,hehe.........


...Ada yang minta double up ya? oke,kapan-kapan thor kabulkan ya,hehe... Tetap dukung author ya eperibadih......

__ADS_1


...Btw maaf ya author keseringan typo...


__ADS_2