Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 97


__ADS_3

Acara syukuran rumah sudah di laksanakan sia g tadi dengan penuh khidmat. Malam ini,sekumpulan mahasiswa gabriel menghadiri rumahnya hanya untuk mengumpulkan tugas.


"Makanannya di makan,jangan di lihatin aja" Ucap gabriel sambil mengoreksi tugas teman tania.


"Iya pak" Jawab mereka kompak. Sedangkan tania sedang menyiapkan minuman di dapur bersama sekumpulan anak perempuan di kelasnya.


"Kalian kalau mau datang ke rumah saya kapan saja boleh kok" Ucap gabriel.


"Mau main sama airinnya saya juga boleh" Ucap gabriel.


"Asalkan ingat batasan aja" Ucap gabriel sambil melirik para laki-laki satu persatu.


"Iya pak,bapak tenang aja" Ucap mereka.


"Asalkan rumah pak gabriel banyak makanan,insya Allah kita sering kok datang kesini" Sambung mahasiswa gabriel.


"Apa lagi tania yang masak" Ucap mereka. Aktivitas gabriel langsung terhenti dan melihat mereka.


"Kalian pernah lihat tania masak?" Tanya gabriel dn di angguki mereka kompak.


"Terakhir kali nih ya pak,pas sma kelas 3" Ucap salah satu mahasiswa gabriel.


"Itupun tatan terpaksa banget" Ucap mereka.


"Masak untuk acara apa?" Tanya gabriel santai.


"Acara masak-masak aja pak,di rumah tatan" Ucap mereka.


"Rumah tatan dari dulu sering di jadiin base camp buat kita nongkrong" Ucap mereka.


"Tapi,semenjak semester ini kita jarang kumpul"


"Apalagi kita sudah saling sibuk,jadi bisa ngobrol di kelas aja syukur-syukur banget" Ucap mereka.


"Tatan waktu SMA aja udah sibuk banget ngurusin lesehan punya dia"


"Di tambah kuliah udah jadi asdos aja" Ucap mereka.


"Bapak udah pernah ke lesehan tatan?" Tanya mereka.


"Udah pernah,tapi waktu sebelum nikah sama airin"


"Waktu sudah menikah,saya jarang banget kesana" Sambung gabriel.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya mereka.


"Apanya yang kenapa? Kalian belum tau aja sih kalau udah punya istri senangnya kayak gimana" Ucap gabriel berbincang santai dengan mahasiswanya.


"Rasanya pengen nempel aja terus" Sambung gabriel. Mahasiswa gabriel hanya bisa mencibir ucapan gabriel.


"Dulu berantem terus tiap hari" Ledek mereka.


"Nah,tapi dari sana benih-benih cinta tumbuh" Ucap gabriel tak mau kalah.


"Ha....iya deh pak,iya...." Ucap mereka.


"Oh iya,kalian suka durian nggak?" Tanya gabriel.


"Suka...." Jerit mereka histeris. Para perempuan yang berada di dapur pun ikut menjerit kesenangan.


"Oh yaudah" Jawab gabriel denga tatapan datarnya. Semua mahasiswanya langsung memasang wajah kecewa saat mendengarkan jawaban gabriel.


"Mas,jangan di jahili ih..." Ucap tania sambil duduk di samping gabriel. Gabriel tertawa kecil dan mengangguk.


"Selesai saya mengoreksi tugas kalian,kita makan-makan di taman belakang" Ucap gabriel. Mereka bersorak gembira saat mendengarkan ucapan dosen galak tersebut.


Setelah semua tugas di koreksi,gabriel dan tania bersama anak kelas tania langsung mengadakan acara kecil-kecilan.


"Panggang sosisnya banyak-banyak" Ucap tania.


"Woi,ada yang bawa amer" Ucap tania. Gabriel langsung berdiri di hadapan tania dan menatap tajam istrinya tersebut.


"Apa tadi sayang?" Tanya gabriel.


"Amer mas" Ucap tania sedikit ragu.


"Air merah maksudnya" Sambung tania. Gabriel menggelengkan kepanya dan berlenggang duduk di dekat perapian bersama sekumpulan anak laki-laki.


"Sering-sering buat acara kayak gini ya pak" Ucap mereka


"Iya,kamu doain aja rezeki saya lancar terus,supaya bisa sering-sering traktir kalian sekelas" Ucap gabriel sambil membakar jagung.


"Aamiin Ya Allah,semoga rezeki pak alteeza sama nyonya Alteeza lancar teroos" Ucap teman tania.


"Aamiin" Sautan kompak dari mereka yang berada di sana.


"Lah,duriannya mana?" Ucap mereka. Gabriel menunjuk sudut rumah yang memperlihatkan setumpuk durian.

__ADS_1


"Serbu...." Teriak mereka saat melihat ke arah durian.


Setelah bercengkrama cukup lama,akhirnya mereka berpamitan pulang karena hari sudah larut malam.


"Kita tunggu undangan makan-makan gratisnya pak gabriel" Jerit teman lelaki tania dan di acungi jempol oleh gabriel.


Saat mereka sudah pergi,tania dn gabriel pun memilih untuk istirahat. Akan tetapi,kantuk tania tak kunjung datang. Tania melihat gabriel yang sedang tertidur pulas di sampingnya.


"Mas...." Tania menoel pipi gabriel.


"Hemm..." Gabriel hanya mendehem karena sangat mengantuk.


"Apa sayang?" Lanjutnya.


"Airin enggak bisa tidur" Ucap tania.


"Mau olahraga malam?" Mata gabriel langsung terbuka dengan sempurna dan menatap tania. Tania menepuk kecil pipi gabriel dan cemberut.


"Capek tau mas" Ucap tania cemberut dan membuat gabriel tertawa.


"Airin mau makan mie sambil nonton,tapi mas temenin ya..." Ucap tania.


"Em....udah malam banget ini sayang" Ucap gabriel sambil melihat jam.


"Ya udah kalau enggak mau" Ucap tania cemberut dan tidur membelakangi gabriel.


"Jangan ngambek dong sayang"


"Iya deh iya,mas temenin" Ucap gabriel sambil memeluk tania. Tania langsung berlari menuju dapur dan memasak mie.


"Kita nonton di proyektor aja gimana?" Tanya gabriel dari dalam kamar.


"Setujuu...." Teriak tania girang. Gabriel menyiapkan semua keperluan untuk menonton. Sedangkan tania menyiapkan makanan dan camilan untuk menonton.


"Mie pedas?" Tanya gabriel saat tania membawa semanguk besar mie pedas.


"Iya,mas sanggup nggak?" Tanya tania. Gabriel menelan salivanya saat melihat kuah mie yang berwarna merah tersebut.


"Enggak tau deh sayang...." Ucap gabriel ragu.


"Ayo kita makan..." Ucap tania girang.


*****

__ADS_1


"Gimana suami saya dokter?" Tanya tania khawatir.


"Suami ibu...."


__ADS_2