
"Oh iya ka,sekarang loe pilih gue atau fanya?" Lagi-lagi tania bertanya.
"Gue milih loe tan...." Ucap raka sambil meringis kesakitan. Saat mendengarkan jawaban raka,senyuman psikopat tania pun langsung di nampakkan.
"Brakkk...." Tania menginjak perut raka dengan keras.
"Akh...."
"Ampun tan..." Ringis raka kesakitan.
"Maaf,buat malam ini gue belum bisa ampuni kesalahan loe berdua" Ucap tania.
"Loe mau gue ampuni?" Tanya tania kepada raka. Raka langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Gue tampar si fanya boleh? Dua kali aja? Gimana?" Tanya tania. Raka langsung melihat fanya. Fanya hanya bisa menggelengkan kepalanya ke arah raka.
"Cepat..." Ucap tania kembali menekan perut raka dengan sangat kejam.
"Iya gue rela fanya di tampar" Ucap raka dengan suara penuh rintih kesakitan.
"Bugh..." Tania melayangkan kepalan tanganya ke wajah raka sekali lagi,setelah itu ia berjalan ke arah fanya. Tania langsung memegang dagu fanya dan memaksa fanya untuk menatap dirinya.
"Kok pucat? Hamil loe ya?" Tanya tania sambil menatap fanya dari atas ke bawah.
"Atau loe takut sama gue" Ledek tania sambil menatap fanya.
"Cewek psikopat loe" Teriak fanya histeris. Tania langsung mengeluarkan tawa psikopatnya dan membuat fanya tercengang.
"Kalau gue psikopat,bunuh loe boleh dong?" Tanya tania sambil menyunggingkan senyum gilanya.
__ADS_1
"Anjing,gila loe ya?" Ucap fanya lagi-lagi.
"Cewej jal*ng loe tania" Teriak fanya murka.
"Plak...plak..." Tamparan dengan cepat melayang ke wajah fanya dan membuat sudut bibirnya berdarah.
"Kalau enggak ada pak gabriel di sini,gue bunuh loe berdua" Ucap tania sambil memegang pisau dan menggigit bibir bawahnya. Gabriel yang berdiri tak jauh dari tania hanya bisa melihat tania dari kejauhan.
"Loe mau hidup gue hancur dan balikin semua fakta yang udah loe berdua buat?" Tanya tania.
"Enggak akan bisa" Ucap tania lantang. Tania berjalan mengelilingi fanya dan raka sambil memegang pisau. Tatapan tania pun langsung salah fokus ke arah meja dan terdapat alat tes kehamilan.
"Loe hamil fan?" Tanya tania sambil menatap fanya. Fanya yang di tatap seperti itu pun langsung pucat.
"Eng...enggak,jangan asal tuduh loe jal*ng" Ucap fanya. Tania hanya bisa tersenyum sinis dan mengambil alat tes kehamilan tersebut.
"Gue enggak hamil anjing" Teriak fanya penuh frustasi. Tania langsung meletakkan mata pisaunya di depan perut fanya dan menatap fanya dengan tatapan setannya.
"Gue tusuk perut loe boleh?" Ucap tania dan langsung di gelengi fanya.
"Gue enggak hamil" Ucap fanya tegas. Karena belum puas dengan jawaban fanya,tania langsung mengambil kertas hasil pemeriksaan yang berada tak jauh dari alat tes kehamilan tadi.
"Nih apa?" Ucap tania sambil menyerahkan kertas yang menunjukkan bahwa fanya positif hamil. Fanya langsung merebut kertas tersebut dan merobeknya.
"Loe ga bisa bohong fan,Badan loe udah nunjukin kalau loe itu beneran hamil" Ucap tania sambil melihat badan fanya yang semakin berisi.
"Dan gue juga tau,loe berdua pernah mesum di hotel yang di kelolah sama raka di puncak,ya kan?" Ucap tania dan membuat raka membulatkan bola matanya sempurna.
"Asal loe berdua tau,samping kamar loe berdua itu kamar gue sama zira"
__ADS_1
"Dan gue enggak sengaja ngelihat loe berdua gitu-gituan,untung enggak gue rekam" Ucap tania gamblang. Raka dan fanya langsung mengingat bahwa ada orang yang meneriaki mereka karena tak mengunci pintu kamar.
"Sekarang,gue udah enggak ada dendam sama loe berdua"
"Dendam gue udah lepas waktu gue udah hajar loe berdua"
"Sekarang udah saatnya gue yang buat keputusan 'bahwa pernikahan gue dan raka di batalkan'" Ucap tania tegas.
"Dan loe fanya" Ucap tania sambil menunjuk fanya.
"Gue ga mau tau,pokoknya loe harus nikah sama raka dalam waktu dekat ini" Ucap tania tersenyum psikopatnya.
"Dan gue bakal kasih tau mama loe kalau loe hamil" Ucap tania lagi.
"Jangan bawa-bawa mama gue" Ucap fanya teriak.
"kenapa? ini kan cucu dia" Ucap tania.
"Gue kasih tau aja sama mama loe kalau loe lebih pintar belajar buat anak dari pada belajar tentang mata kuliahan" Ucap tania tersenyum sinis. Dengan sigap tania langsung menelepon mama fanya dan membuat fanya terkejut tak percaya.
"Gimana? Sekarang siapa yang hancur?" Tanya tania sambil tersenyum menatap fanya. Fanya hanya bisa menahan amarah yang bergejolak dalam dirinya.
"eh,ibu hamil enggak boleh marah,kasihan anaknya" Ucap tania sambil mengelus pelan perut fanya.
"Berapa kali seminggu buat adonan bund? Cepat amat jadinya" Ledek tania.
"Oh,sekarang gue mau pergi,selamat menikmati kenikmatan yang sesungguhnya" Ucap tania sambil melambaikan tangan.
...Udah triple up nih eperibadih,kalau thor enggak sibuk,kapan-kapan double-triple up lagi deh... Pantengin terus ya 🙈...
__ADS_1