
"Tiga"
"Dua"
"Satu"
"Prittt..."
Hitungan mundur yang dilakukan wasid membuat tania menjadi pemenang pada perlombaan kali ini.
"Airin kamu hebat..." Teriak seseorang bersemangat. Tania langsung terpenga-nga saat melihat mahluk yang duduk di pojokkan dan meneriaki namanya dengan lantang. Tak hanya tania yang terkejut,bimas,aisyah,zira dan para supporter pun terpenga-nga dengan kehadiran mahluk tersebut.
"Pak gabriel" Ucap tania sedikit terkejut. Gabriel mengibas-ibaskan tangannya dan meminta tania datang menghampirinya. Gabriel pun langsung memukul kepala tania menggunakan gulungan kertas dan menatap tania dengan tajam.
"Kenapa enggak ngomong kalau kamu ada pertandingan? Hah?" Tanya gabriel.
"Bapak kan enggak nanya" Ucap tania dengan nada naik satu oktaf. Gabriel memukul kepala tania dengan kesal sehingga perhatian semua orang pun langsung mengarah ke tania dan gabriel yang berada di sudut lapangan.
Karena melihat kakaknya diperlakukan se-enaknya oleh lelaki asing,bimas pun langsung menepuk bahu gabriel dan menatap gabriel dengan tatapan dinginnya.
"Anda siapanya tania?" Tanya bimas. Gabriel yang ditanya seperti itu pun langsung menatap bimas dengan tatapan sinisnya.
"Tan yuk kesana" Tanpa menunggu jawaban gabriel,bimas langsung merangkul tania dan menjauh dari gabriel. Gabriel hanya terpenga-nga saat ada bocah SMA yang merangkul tania.
"Siapa tuh anak?"
"Pacarnya airin? Anak SMA? Berondong dong?" Batin gabriel saat melihat tania di gandeng oleh bimas.
"Loe hebat tan.."
Bimas memeluk tania dengan bahagia. Bimas sangat bangga dengan usaha kakaknya selama ini.
"Widih,kita juara semua hari ini..." Ucap zira sambil memperlihatkan mendalinya.
"Kita bangga sama bu tania,bu zira dan bu aisyah..."
__ADS_1
"Kalian memang yang terbaik" Ucap para murid tania kompak. Mereka juga sangat mengenali zira dan aisyah karena zira dan aisyah turut membantu tania dalam melatih dalam ekstrakulikuler bela diri.
"Kita pulang yuk..." Ucap tania. Semuanya pun langsung bubar saat pertandingan sudah selesai.
"Dek,gue mau ke rumah mama raka" Ucap tania kepada bimas.
"Gue anterin ya?" Tawar bimas.
"Enggak usah,gue sendiri aja. Loe baik-baik pulang bareng roni" Ucap tania. Bimas pun menganggukkan kepalanya dan meninggalkan tania.
Tania langsung menuju rumah orang tua raka. Saat di depan pintu,tania mendengarkan suara fanya dari dalam rumah. Tania pun langsung masuk ke dalam rumah raka.
"Eh,tatan..."
"Apa kabar nak?" Tanya mama raka.
"Sehat ma,mama apa kabar?" Tanya tania.
"Mama juga sehat" Ucap mama raka.
"Katanya loe ada acara" Ucap tania sambil memukul lengan fanya. Fanya hanya cengengesan saat dipukul oleh tania.
"Semua perlengkapannya udah di beli nak?" Tanya mama raka.
"Sudah ma" Ucap tania dan di angguki oleh mama. Tak lama kemudian raka pun keluar dari kamarnya. Raka terkejut saat melihat kehadiran tania.
"Eh tan,loe sendiri kesini?" Tanya raka.
"Iya" Jawab tania.
"Btw,loe kenapa ada di sini sih fan?" Tanya tania kepada fanya.
"Gue ketemu dia dijalan tadi,terus katanya dia pengen beli tas buat pergi ke pesta. Yaudah,karena ketemu di tengah jalan,gue ajak aja dia jalan ke mall sekalian mampir ketemu mama" Ucap raka santai. Tania hanya menganggukkan kepalanya.
Sedari tadi mama raka mengajak tania dan fanya untuk membuat cemilan. Selama itu pula mama raka bercerita panjang kali lebar tentang masa mudanya dulu. Sedangkan raka,tania dan fanya hanya bisa menyimak obrolan mama.
__ADS_1
"Eh,kalian foto dulu bertiga"
"Biar mama yang fotoin" Ucap mama. Mereka pun berfoto dengan posisi tania di tengah. Sedangkan,raka dan fanya di sisi kiri dan kanan.
Karena sudah hampir malam,tania pun pulang diantarkan oleh raka.
"Ka,kata orang semakin dekat dengan hari pernikahan semakin banyak ujian dan cobaan loh,tapi itu sih katanya..." Ucap tania sambil memandangi hiruk-piruk perjalanan.
"Terkadang sesuatu yang menurut kita biasa aja dan baik-baik saja bisa merusak semua rencana yang kita buat" Sambung tania.
"Intinya?" Tanya raka.
"Intinya kalau loe buat masalah dan ada sangkut pautnya dengan hubungan kita,gue maafkan"
"Tapi harus loe ingat kalau gue memaafkan semua bentuk kesalahan kecuali kebohongan dan pengkhianatan" Ucap tania lagi.
"Kalau misalnya loe ketahuan selingkuh,dengan besar hati gue ikhlas ngelepasin loe" Ucap tania. Raka sedari tadi hanya menyimak ucapan tania tanpa mencela sedikitpun.
"Aman aja,gue enggak bakal selingkuh kok" Ucap raka.
"Kan gue udah berjuang selama ini buat bisa nikahin loe" Ucap raka santai.
"Loe tenang aja tan,gue enggak bakal khianati loe"
"Soalnya gue cinta mati sama loe" Ucap raka sambil tersenyum. Tania tak menampakkan senyumnya sedikitpun kepada raka dan langsung turun dari mobil raka.
"Asal loe tau ka,orang yang cinta sama loe setengah mati suatu saat bisa buat loe mati rasa di kemudian hari" Ucap tania sambil menatap raka yang duduk di kemudi.
"Hah...." Raka menghela nafasnya dengan kasar dan berhenti tepat di depan rumah tania.
"Pokoknya gue enggak bakal lupa sama semua omongan gue ke loe tan" Ucap raka yakin. Raka pun melambaikan tangannya dan langsung pergi dari pandangan tania.
"Eh?"
"Kok si fanya enggak di anterin bareng gue?" Ucap tania heran. Tania hanya bisa mengendingkan bahunya dan kembali menatap jalan tempat kepergian raka.
__ADS_1