
Wah,wah..."
"Impresif" Ucap gabriel sambil mengacungkan jempolnya.
Sedangkan tania di hadapannya hanya menatap gabriel dengan tatapan malas.
"Puas pak?" Tanya tania ketus. Gabriel langsung melirik tania dengan tatapan tajamnya dan meminta tania keluar dari ruangannya dengan kode mengibas-ibaskan tangannya ke udara.
"Awas aja gaji gue kecil" Gumam tania sambil berlenggang keluar ruangan gabriel. Saat ingin menutup pintu ruangan gabriel,tania langsung menatap gabriel dengan tatapan sinisnya sambil menggesekkan rahang atas dan rahang bawahnya
"Awas aja loe" Gumam tania lagi.
*****
"Zir,nanti kita mau kumpulkan?" Tanya tania.
"Iya,kita ajakin aja tuh fanya" Ucap zira.
"Aisyah juga pergi kan?" Tanya tania dan di angguki oleh zira. Fanya merupakan sahabat zira,aisyah dan tania dulu waktu SMA. Tapi,karena sebuah insiden,hubungan mereka sempat renggang dengan fanya. Namun,semenjak duduk di bangku kuliah,hubungan mereka lekas membaik seiring berjalannya waktu.
"Hai guys " Ucap aisyah dan fanya kompak.
"Langsung pergi kan?" Tanya aisyah dan di angguki oleh zira. Tania langsung menganggukan kepalanya. Selama di perjalanan mereka bercanda tawa riang karena obrolan receh dari zira.
"Oh iya tan,loe nikah berapa bulan lagi?" Tanya aiyah.
"Dua bulan lagi" Ucap tania.
"Widih,enggak terasa aja ya tan bentar lagi loe bakal jadi bini orang..." Ucap fanya.
"Hahaha,do'a in aja semoga lancar" Ucap tania. Seketika handphone fanya membuat semua orang gagal fokus saat di dalam mobil.
"Siapa yang telepon?" Tanta tania.
"Em...itu,orang iseng" Ucap fanya gugup. Tania menatap fanya secara seksama.
"Iseng apa iseng...." Goda tania. Fanya langsung cemberut dan menyenggol lengan tania.
"Cie-cie udah dapat cowok baru..." Ucap tania.
"Apaan sih..." Ucap fanya. Tania,zira dan aisyah pun hanya tertawa geli saat melihat wajah fanya yang sudah merah.
__ADS_1
"Kita mau kemana dulu nih?" Tanya tania.
"Makan dulu,udah jam makan siang ini" Ucap zira. Mereka pun mengangguk setuju dan menuju restoran tempat mereka biasa berkumpul.
Cukup lama mereka memesan makanan,makanan pun belum tiba. Sedangkan tania dan zira sibuk mengoceh karena pesanan mereka tak kunjung datang.
Tiba-tiba handphone tania dan fanya berbunyi dengan serentak.
"Gue angkat telepon dulu" Bisik tania dan fanya secara kompak. Aisyah dan zira hanya menganggukan kepala.
"Gue kesana ya..." Bisik fanya.
"Angkat disini aja,ngapain juga jauh-jauh..." Ucap zira. Tanpa menghiraukan ucapan zira,fanya pun langsung pergi untuk mengangkat telepon. Sedagkan tania langsung mengangkat telepon tanpa berpindah tempat.
"Hal..." Ucap tania teputus.
"Wa'alaikumussalam wa rahmatullahi wa baraktuh" Ucap gabriel tegas.
"Kamu kemana? Kenapa enggak izin? Terus kenapa sekarang enggak balik-balik?"
"Kamu enggak cek pesan dari saya? Hah?"
"Cepat balik ke kampus sebelum saya jemput kamu" Ucap gabriel tegas. Tania langsung berdecak sebal saat mendengarkan ucapan gabriel.
"Saya lagi di luar pak sama teman saya" Ucap tania kesal.
"Oh...mendongkol kamu ya..." Ucap gabriel yang membuat tania semakin kesal kepada dirinya.
"Ck...nggak gitu pak,tapi saya baru aja sampai di mall" Ucap tania mendengus kesal.
"Saya tunggu kamu 30 menit dari sekarang"
"Kamu telat,jangan mimpi gaji mu besar" Ucap gabriel tegas. Tanpa sadar tania berdiri dari bangkunya sambil menatap handphonenya dengan raut wajah kesalnya. Sedangkan zira dan aisyah terkejut akibat perbuatan tania.
Saat menyadari suara gabriel sudah tak terdengar lagi,tania meletakan handphone-nya di atas meja dan menatap zira dan aisyah seksama.
"Astaghfirullah..."
"Ya Allah,kenapa gue mesti jadi asdosnya gabriel"
Keluh tania di hadapan zira dan aisyah. Tania membereskan semua barangnya dan berlenggang pergi dengan lemas.
__ADS_1
"Gue balik ke kampus dulu ya guys,have fun...." Ucap tania sambil melambaikan tangannya. Karena tau permasalahan tania,zira dan aisyah enggan untuk bertanya. Pasalnya,suara gabriel terdengar sangat jelas saat menelepon tania tadi.
"Enggak makan dulu?" Tanya aisyah saat tania sedikit menjauh.
"Gue makan di warteg aja..." Ucap tania. Tania langsung pergi meninggalkan para sahabatnya. Sedangkan saat menunggu taksi,tania melihat raka di depan mall seperti menunggu seseorang.
"Loe ngapain di sini ka?" Tanya tania. Raka yang sibuk menelepon pun tersentak kaget saat mengetahui bahwa tania berada di belakangnya.
"Mau makan siang,loe mau ikut tan?" Tanya raka ragu.
"Enggak usah deh...gue mau balik ke kampus" Ucap tania.
"Gue anterin ya?" Tanya raka.
"Enggak usah,gue bisa sendiri kok" Ucap tania sambil menatap layar handphone-nya. Saat yang bertepatan,telepon dari gabriel masuk dan membuat tania mendengus kesal.
"Siapa tan?" Tanya raka.
"Dosen gue.." Ucap tania kesal.
"Hal..." Ucap tania terputus.
"Masih aja di mall kamu hah?"
"Di mana kamu sekarang?" Tanya gabriel kesal.
"Di depan mall pak,saya lagi cari taksi nih..."
"Sabar dulu napa,ngoceh aja bisanya" Ucap tania kesal. Raka yang mendengarkan ucapan tania langsung membulatkan matanya.
"Gila,berani banget ngomong kayak gitu sama dosen" Batin raka.
"Saya enggak mau tau ya,pokoknya kamu udah ada di sini dalam lima belas menit kedepan" Ucap gabriel. Tania hanya mendenguskan nafasnya dengan kesal dan mematikan sambungan telepon.
"Udalah tan,yuk gue anterin..." Ucap raka. Tania menganggukan kepalanya dan masuk ke dalam mobil raka.
Sedangkan raka meminta temannya menunggu di dalam mall karena ingin mengantarkan tania ke kampus terlebih dahulu.
"Ck...tania lagi,tania lagi...."
Ucap seseorang saat melihat raka yang sedang bersama tania.
__ADS_1