
"Ayo mas sini...." Teriak tania girang setelah memasuki taman bermain untuk berkencan dengan gabriel.
"Yakin kita honeymoon nya di sini sayang?" Tanya gabriel sambil menatap tania.
"Iya mas,di sini aja udah cukup kok buat airin" Ucap tania girang. Gabriel langsung merangkul pinggang tania dan membuat tania langsung terkejut.
"Kok kaget sih?" Tanya gabriel dan hanya di senyumi oleh tania.
"Belum biasa mas" Ucap tania malu-malu. Dan membuat gabriel langsung menangkup pipi tania dengan gemas.
"Mas mau ngapain?" Tanya tania khawatir.
"Cium" Ucap gabriel dan membuat tania membulatkan bola matanya langsung.
"Banyak orang mas" Ucap tania khawatir. Gabriel langsung tertawa saat melihat ekspresi khawatir dari tania.
"Mau naik apa sayang?" Tanya gabriel.
"Em... Roller coaster" Tania langsung berlari menuju wahana tersebut.
"Yakin?" Tanya gabriel dan di angguki tania.
"Kan tadi perut sama pinggang airin sakit,yakin kuat naik ini?" Tanya gabriel lembut.
"Yakin mas...udah ah,yuk naik" Ucap tania menarik tangan gabriel agar duduk di sampingnya. Mereka menjerit luar biasa saat bermain roller coaster tadi.
"Sayang,jangan naik yang ekstrem kayak tadi deh,nanti kalau pusing terus sakit gimana?" Tanya gabriel.
"Kan tugas kuliah airin masih numpuk" Ucap gabriel lagi mengingat tugas kuliah tania.
"Mas tenang aja,insya Allah airin bisa kok selesaikan tugas malam ini" Ucap tania.
"Sekarang waktunya kita bersenang-senang!" Jerit tania penuh semangat. Gabriel mengembangkan senyumnya dan mengikuti kemauan istri kesayangannya tersebut.
Sepanjang hari ini,tania tak berhenti dengan wahana permainan yang menegangkan. Gabriel yang tak ingin merusak mood istrinya tersebut hanya bisa menuruti semua kemauan istrinya.
"Duh....." Keluh tania sambil memegang perutnya. Gabriel yang sedang membeli minum pun langsung berlari ke arah tania.
"Kenapa sayang?" Tanya gabriel khawatir.
"Em,enggak apa-apa kok mas" Jawab tania berusaha menyembunyikan rasa sakitnya.
"Jujur sayang,airin kenapa?" Tanya gabriel lembut.
"Punggung sama perut airin nyeri banget deh mas" Ucap tania menahan sakit.
"Duduk bentar sayang!" Pintah gabriel. Gabriel memberikan minum untuk tania.
"Mau makan lagi sayang?" Tanya gabriel dan di gelengi tania.
"Pulang aja yuk mas,lagi pula udah malam" Ucap tania dan di angguki gabriel.
"Stt.....nyeri..." Ucap tania saat berusaha bangkit dari duduknya. Gabriel langsung berjongkok dan membuat tania terkejut.
"Naik sayang" Ucap gabriel meminta tania untuk naik ke atas punggungnya.
"Serius mas?" Tanya tania.
"Aku berat loh" Ucap tania dan membuat gabriel tertawa kecil.
"Mas kuat kok sayang" Ucap gabriel. Tak ada pilihan lain,tania pun di gendong oleh gabriel saat ia tak kuat untuk berjalan.
Semua mata pengunjung beralih menatap kedua pasutri baru tersebut. Tania yang di lihat seperti itu pun hanya bisa menutupi wajahnya karena malu.
"Malu...." Gumam tania.
"Kenapa malu? Kan kita udah nikah" Ucap gabriel santai.
"Ah elah,umbar-umbar kemesraan,baru pacaran juga" Ucap salah seorang laki-laki yang merupakan pengunjung dari tempat tersebut.
"Alay banget" Sambungnya lagi. Tania yang sudah lemas pun memilih tak menjawab ucapan orang tersebut. Akan tetapi,gabriel langsung berjalan ke arah pemuda tersebut dan menatapnya sengit.
"Kenapa? Iri? " Tanya gabriel dengan nada mengejek.
"Siapa yang iri sama loe?" Ucap nya ketus.
"Kalau pacaran tuh enggak usah berlebihan deh"
"Kalau putus,nanti nanges" Ledeknya.
"Suka-suka kira dong,mau pacaran berlebihan ataupun enggak"
"Lagi pun kalau kita tidur di kamar yang sama dan di ranjang yang sama enggak bakal ada yang marah" Ucap gabriel.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Loe enggak takut dosa?" Tanya lelaki tersebut dengan sinis.
"Kenapa takut? Gue kan enggak melakukan hal di luar batas dan enggak bakal dosa dong kalau cuma gendongin pacar gue" Ucap gabriel sinis.
"Kok loe berani sih bilang kayak gitu? Pakai bawa-bawa dosa segala" Ucap lelaki tersebut dengan nada berdebat.
"Kok gue berani kata loe?" Tanya gabriel murka.
"Dia ini istri gue bambankkk" Ucap gabriel kesal dan membuat tania tertawa kecil saat suaminya berdebat dengan orang yang tak di kenal.
"Owalah,ngomong dong dari tadi" Ucapnya dengan nada tak bersalah sambil berlenggang pergi.
"Hiii astaga,greget banget ngeliatin orang kayak tadi" Ucap gabriel geram.
"Sabar mas" Ucap tania sabil menepuk pelan dada gabriel. Gabriel langsung melihat tania dan tersenyum.
Setelah tiba di rumah,tania langsung membersihkan badan dan berbaring setelahnya.
"Kita ke dokter yuk sayang" Ajak gabriel.
"Enggak usah mas,airin buat air jahe aja biar perut airin lebih relax" Ucap tania.
"Biar mas buatin" Ucap gabriel. Saat ingin berlenggang ke dapur namun lengannya di tahan oleh tania.
"Biar airin buat sendiri mas" Ucap tania sambil berlenggang ke dapur.
Saat tania ingin ke kamar,tania menabrak gabriel lengan gabriel.
"Ck,sakit tau mas" Ucap tania ketus sambil memegang dadanya karena terkena tangan gabriel. Gabriel hanya menganga karena sifat tania yang langsung berubah.
"Airin kenapa sayang?" Tanya gabriel sambil menatap tania. Tania memutar bola matanya jengah dan berlenggang masuk ke dalam kamar.
"Enggak kenapa-napa" Ucap tania ketus. Gabriel mulai kebingungan dengan tingkah tania.
"Mas buat salah ya sayang?" Tanya gabriel dan di gelengi tania.
"Istirahat cepat,besok mas harus ke kantor" Ucap tania sambil mengerjakan tugasnya.
"Sini tugas airin mas tolongin" Ucap gabriel sambil merebut laptop tania.
"Enggak usah mas,mas tidur aja" Ucap tania ketus dengan mood yang buruk. Gabriel mendenguskan nafasnya pelan dan memilih menuruti ucapan tania.
Gabriel hanya menutup matanya,akan tetapi telinganya tetap mendengarkan suara kesal dari tania.
"Mana tadi tugas pak manto" Ucap tania kesal sambil mengobrak-abrik tumpukan kertas miliknya.
"Laki gue udah tidur belum ya?" Ucap tania sambil melirik gabriel yang tertidur. Tania melihat gabriel dan membenarkan posisi tidur gabriel.
"Tidur yang nyenyak ya mas" Ucap tania yang masih di dengar oleh gabriel. Gabriel merasakan debaran yang tak biasa. Di tambah tania mengelus pipi gabriel lembut.
"Pengen gue cium bini gue Ya Allah" Ucap gabriel gemas.
Akhirnya tania menemukan tugas yang sedari tadi ia cari. Tania langsung mengerjakan tugas tersebut. Tiba-tiba nyeri di pinggang dan perut tania kembali terasa dan membuatnya meringis kesakitan.
"Stt... Sakit..." Batin tania.
"Akh...." Tania mengeluh kesakitan dan membuat gabriel langsung bangun dan berjalan mendekati tania.
"Sakit lagi sayang?" Tanya gabriel dan di angguki tania. Gabriel meminta tania berbaring di ranjang.
"Ke rumah sakit aja ya?" Tanya gabriel dan di gelengi tania.
"Mungkin mau datang bulan deh kayaknya mas" Ucap tania.
"Terus di apain perutnya?" Tanya gabriel.
"Kompres air panas aja deh mas" Ucap tania berusaha berdiri.
"Biar mas yang kompresin" Ucap gabriel. Gabriel membawa baskom kecil yang berisi air hangat dan handuk kecil.
"Boleh buka kan sayang?" Izin gabriel saat ingin menyingkap baju tania. Tania hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan.
Gabriel hanya bisa menelan salivanya saat melihat kulit tania.
"Astaghfirullah...." Gabriel langsung menggelengkan kepalanya dan kembali fokus untuk mengobati tania. Tania merasakan hal yang aneh dari suaminya tersebut.
"Mas kenapa?" Tanya tania.
"Hah?" Tanya gabriel kebingungan.
"Mas kenapa?" Tanya tania lagi.
"Em....enggak ada apa-apa kok sayang" jawab gabriel cepat. Tania merasakan nyerinya cukup berkurang setelah perutnya di kompres oleh gabriel.
"Mas makasih ya" Ucap tania dan di angguki gabriel.
__ADS_1
"Mas...." Panggil tania. Gabriel yang sekarang berbaring pun langsung menghadap ke arah tania.
"Maafin airin ya tadi udah marah-marah" Ucap tania. Gabriel langsung mencium kening istri kesayangannya tersebut dan menganggukkan kepala.
"Pinggang nya masih nyeri?" Tanya gabriel dan di angguki tania.
"Oh iya,tugas!..." Ucap tania langsung beranjak dari kasur namun di tahan oleh gabriel.
"Biar mas yang bantu buatin" Ucap gabriel.
"Airin istirahat aja ya sayang" Ucap gabriel lagi. Gabriel membuka laptop tania dan membantu tania mengerjakan tugas kampus.
"St...skit banget" Rengek tani sambil bergeliat kesana kemari.
"Air jahe nya tadi udah di minum?" Tanya gabriel dan di angguki tania. Tania tidur beralaskan paha gabriel dan menatap tugas yang tengah di buat oleh suaminya tersebut.
"Sakit banget mas" Rengek tania. Gabriel menutup laptop dan memberikan pijatan kecil di pinggang tania untuk mengurangi rasa sakit tersebut.
"Kuat dikit mas" Ucap tania. Gabriel kembali memijat pinggang tania sedikit lebih kuat.
"Gimana? Enak?" Tanya gabriel.
"Enak banget,suami ku pinter banget pijatin orang" puji tania sambil memegang pipi gabriel.
"Pijatin yang lain juga bisa kok sayang" Bisik gabriel dan membuat telinga tania memerah.
"Mesum...." Ucap tania dan membuat gabriel tertawa.
*****
Sepanjang malam tania tak dapat tidur dengan nyenyak karena masih merasakan sakit di bagian perutnya.
Saat waktu subuh,gabriel tak membangunkan tania. Ia langsung pergi menuju mushollah yang berada di dekat apartemen.
Setelah pulang dari mushollah,gabriel membangunkan tania untuk sholat. Akan tetapi, tatapan gabriel terfokus kepada seprai yang sudah terkena darah. Gabriel mulai kebingungan dari mana asal darah tersebut.
Saat menyingkap selimut,gabriel juga melihat darah di bagian belakang tubuh tania.
"Sayang" Gabriel berusaha menggoyangkan badan tania dengan pelan.
"Hem?" Gumam tania pelan.
"Kamu haid sayang,mandi dulu gih" Ucap gabriel dan membuat tania membulatkan bola matanya sempurna.
Tania berlari menuju kaca lemari untuk melihat bagian belakang tubuhnya.
"Aaaaaa...." Jerit tania malu. Tania langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama waktu berselang,tania meminta gabriel untuk membelikannya pembalut.
"Udah mas beliin pembalutnya waktu pulang sholat subuh tadi" Ucap gabriel. Gabriel teringat saat malam tadi tania menyebutkan bahwa sakit dari nyeri dan sakit perutnya tersebut merupakan ciri-ciri datang bulan.
"Mana?" Tanya tania.
"Keluar aja pakai handuk,mas enggak apa-apa kok"
"Mas masih bisa tahan" Ucap gabriel cengengesan.
"Enggak mau,aku malu mas" Ucap tania. Gabriel akhirnya memberikan pembalut untuk di pakai tania.
"Mau mas cium boleh?" Tanya gabriel saat tania sudah keluar dari kamar mandi.
"Apanya?" Tanya tania.
"Bibirnya" Ucap gabriel gamblang dan membuat pipi tania bersemu.
"Kalau bibir enggak boleh sekarang,sudah airin selesai haid aja baru boleh cium" Ucap tania.
"Kenapa?" Tanya gabriel.
"Nanti keblablasan mas,kan repot urusannya" Ucap tania manyun. Wajah gabriel langsung sumringah saat mendengarkan ucapan tania.
"Wih,berarti kalau sudah haid kita boleh dong gituan" Ucap gabriel.
"Gituan?" Tanya tania kebingungan.
"Buat anak sayang" Ucap gabriel gamblang. Tania memukul pundak gabriel karena malu dengan ucapan suaminya tersebut.
"Hahaha,boleh kan sayang?" Tanya gabriel.
"Hem,iya boleh" Ucap tania dan membuat gabriel memeluknya dengan erat. Gabriel menciumi pipi tania dengan gemas bertubi-tubi.
...Hai readers,maaf thor baru up... ...
...Beberapa hari yang lalu thor sakit dan di vonis vertigo di usia muda... Sad sih,tapi gimana lagi kan,hehehe.. Hah....jadi thor enggak boleh sering-sering main hp dan laptop,takutnya kepapar radiasi dan bisa buat thor mual sekaligus demam dan dapat memicu vertigo thor kumat....
...Maaf ya up nya dikit,kalau udah lumayan sembuh nanti,insya Allah thor bakalan rajin up. Tetap pantengin terus si om gagab dan airin ya readers....
__ADS_1
...Sehat-sehat untuk readers semua :)...