Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 69


__ADS_3

"Oh iya,kita bakal jalan-jalan ke mana pak?" Tanya tania membahas tentang kepergiannya dengan gabriel.


"Terserah kamu,saya sih ngikut aja" Ucap gabriel santai.


"Tania....." Teriak zira dan membuat tania refleks menutup kamera handphone-nya.


"Woi,teleponan sama siapa loe? Kok loe tutupi?" Tanya zira bak meintimidasi.


"Sama orang..." Ucap tania seadanya.


"Eh,pak,udah dulu ya..." Ucap tania dan di angguki gabriel.


"Tepati janji bapak..." Ucap tania sambil menatap gabriel dengan tatapan sinisnya.


"Iya,iya. Kamu jangan lupa doa-in saya semoga semuanya lancar" Ucap gabriel dan di acungi jempol oleh tania.


"Aman itu pak,kalau gitu good bye" Ucap tania langsung mematikan sambungan telepon. Obrolan tania sedari tadi hanya di simak oleh zira.


"Siapa? Pak gabriel?" Tanya zira.


"Bukan,om gagab" Ucap tania bak menunjukkan nama kontak gabriel di hanphone-nya kepada zira.


"Nambah lama nambah lengket loe ama pak gabriel" Batin zira.


"Semoga loe jadi bininya gabriel" Batin zira lagi.


*****


Sudah empat hari tania berliburan bersama aisyah,ratib dan zira. Sekarang saatnya check-out hotel dan pergi meninggalkan tempat liburan.

__ADS_1


"Ma,semua perlengkapan tatan udah kan?" Tanya tania saat sudah sampai di rumah.


"Sudah nak,tapi kayaknya baju nikahannya enggak muat lagi deh nak?" Ucap mama.


"Ah,biarin ma..." Ucap tania acuh. Tiba-tiba,refan dan bimas datang dengan tergesa-gesa.


"Apaan loe berdua?" Tanya tania sambil melihat refan dan bimas dengan sinis.


"Nih,loe lihat..." Ucap bimas dan refan sambil menunjukkan satu video kepada tania. Tania yang melihat hal tersebut pun hanya bisa menarik nafasnya dan menghembuskannya secara perlahan.


"Biarin,gue udah peringati dia kok" Ucap tania sambil memberikan kembali handphone milik refan.


"Terus? Loe harus ngapain?" Ucap refan.


"Loe kan guru olahraga,loe harus bertindak dong" Ucap refan lagi. Bimas yang kesal dengan kembarannya pun langsung melayangkan telapak tangannya ke wajah refan.


"Terus,what the next?" Tanya bimas.


"Loe berdua lihat aja nanti" Ucap tania santai. Tania pun pamit untuk pergi sebentar untuk mencari udara segar.


"Gue kemana dulu ya?" Tanya tania saat sudah di jalan. Tania langsung menghubungi zira untuk bermain bersama zira.


"Apa? Gue lagi kerja..." Teriak zira pada saat tania baru membuka teleponnya.


"Loe di mana?" Tanya tania.


"Di tempat laudry nyokap" Ucap zira.


"Otw..." Ucap tania langsung.

__ADS_1


Tak lama waktu yang di tempuh untuk menemui zira. Tania langsung masuk ke dalam usaha laundry milik keluarga zira.


"Gue banyak kerjaan kalau loe mau ngajakin gue jalan" Ucap zira saat melihat tania yang sudah di depannya.


"Gue bantuin deh loe hari ini..." Ucap tania. Tanpa penolakkan sedikitpun,zira langsung menyusun semua baju dan memberikannya kepada tania.


"Loe anterin sesuai alamat" Ucap zira kepada tania.


"Gue perginya sama loe!" Ucap tania sambil menarik lengan zira.


"Ck,iya,iya..." Jawab zira seadanya.


Tania pun membantu zira menyelesaikan pekerjaan zira hari ini. Tiba-tiba tania mendapatkan telepon dari gabriel.


"Ya pak?" Tanya tania.


"Saya sudah landing,rencananya sudah ini saya ke rumah kamu"


"Kamu ada di rumah airin?" Tanya gabriel.


"Ngapain ke rumah saya pak?" Tanya tania balik.


"Ada deh..."


"Pokoknya kamu harus ada di rumah" Ucap gabriel tegas. Gabriel pun langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak.


...Hayo tebak... Pak gabriel mau ngapain? Wkwkwkwkw 🙈...


...Udah double up ya eperibadih... Di tunggu ya kelanjutan kisahnya......

__ADS_1


__ADS_2