
"Duh pak,cepetan dikit dong jadi orang" Ucap tania kesal karena sedari tadi menunggu gabriel mengganti baju.
"Mama kenapa izinin dia setrika baju di sini sih?" Tanya tania kesal.
"Kasihan mama lihatnya,mana dia tadi lagi buru-buru takut ketinggalan proses akadnya si ratib" Ucap mama.
"Bu,makasih ya udah izinin saya setrika baju di sini" Ucap gabriel. Mama hanya bisa tersenyum sambil menepuk pelan pundak gabriel.
"Ingat ucapan kamu tadi" Bisik mama dengan tatapan elangnya.
"Doa in bu" Ucap gabriel dengan senyuman dinginnya. Tania yang melihat gerak-gerik di antara ke duanya pun hanya bisa menatap dengan tatapan heran.
"Apaan sih mereka berdua? Ga jelas banget" Ucap tania tak sopan. Seperkian detik tepat di wajah tania terdapat kaki mama yang melayang di hadapannya.
"Apa kata kamu?" Tanya mama dengan posisi kaki yang melayang di udara.
"Eh,em...enggak ma,enggak ada apa-apa" Ucap tania ketakutan.
"Gila... Ternyata emaknya juga bar-bar" Batin gabriel.
"Udah,buruan pergi,entar terlambat lagi" Ucap mama. Gabriel dan tania pun langsung pergi menggunakan mobil yang di kendarai oleh gabriel.
Selama proses acara berlangsung,tak ada satu pun hambatan maupun rintangan yang berat. Dan syukurnya,sekarang aisyah sudah sah menjadi seorang istri dari ratib.
"Loe kapan nikahnya sist?" Tanya ratib saat mereka ingin melakukan sesi foto bersama.
"Kapan-kapan deh bro" Jawab tania sekenannya.
Saat yang di tunggu-tunggu tania sedari tadi pun tiba. Sekarang,saat nya ratib dan aisyah melemapar buket bunga untuk para jomblowan dan jomblowati yang hadir di acara mereka.
"Gue harus dapet nih..." Ucap tania bersemangat.
"Widih... Santuy aja kali tan,menggebu-gebu banget loe" Ucap zira.
__ADS_1
"Kamu pengen banget nikah ya airin?" Tanya gabriel.
"Ya iya lah,saya mau punya anak di usia saya yang masih muda begini" Ucap tania tanpa melihat gabriel. Sedari tadi tania fokus kepada bunga yang berada di genggaman aisyah.
Aisyah dan ratib sudah berdiri di atas pelaminan dan bersiap melemparkan bunga milik mereka. Gabriel hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saat melihat semangat yang membara dari diri seorang tania.
"Satu...."
"Dua...."
"Tiga..."
Bunga pun di lemaparkan oleh sepasang pengantin baru tersebut. Sedangkan di belakang mereka sudah banyak gerombolan anak manusia yang berusaha mencapainya.
"Punya gue...." Teriak tania sambil berusaha merebutnya. Namun bunga tak hinggap di tangan tania,akan tetapi hinggap di tangan gabriel.
"Hah?" Ucap gabriel terkejut. Pasalnya sedari tadi ia tak berharap dan tak berminat untuk menangkap bunga.
"Ya,ternyata bunga jatuh di tangan sahabat kami ya g bernama gabriel" Ucap ari yang saat ini menjadi pembawa acara.
"Cie......" Sorak seluruh tamu undangan.
"Pepet aja terus gab" Sorak ratib. Gabriel dan tania pun memutar bola mata mereka dengan jengah.
"Jangan ke-pd-an kamu airin..." Ucap gabriel.
"Hello...maaf banget ya pak,saya sama sekali enggak ke-pd-an" Ucap tania.
"Saya nerima bunga ini cuma untuk menghargai bapak..." Sambung tania. Gabriel pun memutar bola matanya malas dan pergi meninggalkan tania.
"Cie...udah cocok tuh sama pak gabriel" Goda zira.
"Jadi kapan nikahnya sist?" Tanya ratib yang sekarang berdiri di depan tania.
__ADS_1
"Sama siapa?" Tanya tania.
"Sama raka lah,masa sama gabriel" Ucap ratib.
"Emangnya mau nikah sama gabriel" Tanya ratib. Seketika bulu kuduk tania langsung meremang.
"Enggak ah,enggak mau" Ucap tania langsung.
"Entar kalau jodoh gimana?" Tanya ratin jahil.
"Kalau bisa sih jangan bro,mampus gue entar kalau jadi bini dia" Ucap tania kepada ratib.
"Yaelah sist,dia penyayang lagi"
"Apa lagi loe yang jadi bini nya ya kan sayang" Ucap ratib kepada aisyah.
"Betul tuh,kayaknya pak gabriel suka deh sama loe tan" Ucap aisyah lagi-lagi meyakinkan tania.
"Mulai,bullshit" Ucap tania sambil menutup kedua telinga nya dan berlenggang pergi ke tempat makan.
"Kamu makan kue banyak banget,enggak malu apa di lihatin orang" Bisik gabriel di telinga tania. Tania yang mendengar suara gabriel pun tersentak kaget.
"Astaga pak..." Ucap tania.
"Astaghfirullah airin,bukan astaga..." Ucap gabriel mengingatkan tania.
"Iya itu maksudnya" Ucap tania.
"Eh,tadi saya ngelihat tunangan kamu deh di sekitar sini..." Ucap gabriel.
"Ah,biarin lah pak" Jawab tania acuh.
"Yakin?"
__ADS_1
"Dia sama sahabat kamu yang pernah cari muka depan saya itu loh,anak fakultas sebelah" Ucap gabriel. Mata tania pun membulat sempurna saat ia tau yang di maksud gabriel adalah fanya.