
"Maaf pak gabriel,sudah waktunya meeting" Ucap sekretaris gabriel. Gabriel melangkah dengan gagahnya menuju ruang meeting.
Cukup lama gabriel meeting pada hari ini. Saat kembali ke ruangannya gabriel di kejutkan oleh tania yang tengah duduk di kursi kepemimpinannya.
"Sayang" Panggil gabriel. Tania merentangkan tangannya dan di sambut oleh gabriel. Gabriel memeluk tania dengan erat dan menciumi pucuk kepala istrinya.
"Lapar mas" Ucap tania cemberut. Gabriel mengulas senyumnya sambil mengelus pucuk kepala istrinya.
"Mau makan di mana sayang?" Tanya gabriel.
"Di kantin kantor aja deh mas" Ucap tania. Tanpa penolakan sedikitpun gabriel langsung menggenggam erat tangan istrinya menuju kantin.
Baru saja mereka tiba,mereka sudah menjadi pusat perhatian. Gabriel memesankan makanan untuk istrinya,sedangkan tania langsung mencari tempat duduk yang kosong.
"Sudah ini mau kemana sayang?" Tanya gabriel.
"Langsung pulang" Ucap tania dan di angguki gabriel.
"Tapi sama mas,aku enggak mau tau!" Tukas tania. Gabriel menganggukkan kepalanya dan makan satu mangkuk bakso berdua bersama tania.
Setelah sampai di rumah....
"Siang pak gabriel" Ucap segerombolan anak fakultas tania.
"Siang,ayo masuk" Ucap gabriel mempersilahkan mereka masuk.
"Airin ganti baju dulu ya sayang" Ucap gabriel sambil mengelus kepala istrinya. Gabriel langsung memeriksa tugas mahasiswa. Akhir-akhir ini gabriel sangat jarang ke kampus karena di sibukan oleh pekerjaan kantornya.
Tania ke dapur untuk menyiapkan air untuk teman-temannya. Tania langsung bergabung dengan mereka untuk mengumpulkan tugas.
"Btw nih ya tan,loe enggak di kasih keringanan gitu sama laki loe?" Tanya zira berbisik.
"Keringanan? Maksud loe?" Tanya tania.
"Maksud gue,kalau kita ngumpulin tugas hari ini loe apa enggak di kasih jangka waktu lebih lama gitu?" Tanya zira.
"Enggak" Ucap tania singkat.
"Why?" Ucap zira dengan nada protes.
"Karena gue enggak mau" Ucap tania sambil tercengir.
"Meskipun laki gue dosennya,gue enggak mau semena-mena terhadap dia"
"Lagi pun gue enggak di pandang sebelah mata sama anak kelas dan laki gue pun selalu ngingetin gue kalau ada tugas kampus" Ucap tania.
"Loe pernah di tolongin nggak?" Tanya zira.
"Pernah dong,waktu gue sakit pak gabriel yang ngerjain,waktu gue ketiduran pak gabriel kerjain tugas gue sampai selesai" Ucap tania.
"Mata kuliah pak gabriel?" Tanya zira kepo.
"Enggak,mata kuliah bu dewi sama pak manto" Ucap tania tercengir.
"Asal loe tau ya zir,setiap malam gue di suruh belajar sama laki gue" Ucap tania.
"Khusus pelajaran dia gue harus belajar satu jam"
"Meskipun ngulang pelajaran yang lama sih" Sambung tania.
"Enggak sakit apa kepala loe belajar terus?" Tanya zira.
__ADS_1
"Yah,mau gimana lagi" Ucap tania pasrah.
*****
"Mas ayo mas,katanya mau jalan pagi" Ucap tania membangunkan gabriel.
"Eng....mas masih ngantuk sayang" Ucap gabriel yang masih memejamkan matanya.
"Ih mas,ayo dong...." Ucap tania kesal sambil menggoyang-goyangkan badan gabriel. Akhirnya gabriel bangun dari tidurnya dan menatap tania.
"Kita berenang aja yuk sayang?" Tawar gabriel dan di gelengi tania.
"Ayo dong mas,kita jalan pagi" Ucap tania memohon. Gabriel berlenggang ke kamar mandi dengan nyawa yang masih belum terkumpul.
"Ah,segarnya" Gabriel menghirup udara pagi sambil merenggangkan otot-ototnya. Tania hanya bisa tersenyum sambil melihat suaminya.
"Kenapa lihatin mas? Ganteng ya?" Tanya gabriel. Tania menjulurkan lidahnya dan membuat gabriel tertawa.
"Lari yuk mas" Ajak tania. Gabriel menganggukkan kepalanya dan mulai berlari kecil bersama tania.
"Capek nggak sayang?" Tanya gabriel.
"Belum mas" Ucap tania. Mereka kembali berlari kecil sampai akhirnya berhenti saat melihat gerobak bubuk ayam.
"Mau itu" Ucap tania sambil menunjuk gerobak bubur ayam tersebut.
"Oke,kita beli" Ucap gabriel. Mereka langsung menghampiri gerobak bubur ayam tersebut. Cukup lama mengantri,akhirnya tania dan gabriel membawa bungkusan bubur ayam.
"Kok tiga kotak sayang?" Tanya gabriel heran saat melihat tiga kotak bubur ayam di dalam kantong plastik bening.
"Dua kotak buat airin,satunya lagi buat mas" Ucap tania.
"Emangnya kalau aku gemuk mas enggak sayang lagi sama aku?" Tanya airin cemberut. Gabriel tertawa sambil menangkup pipi tania gemas.
"Enggak dong,kalau airin gemuk kan,nambah gemoy" Ucap gabriel gemas.
"Airin lapar banget mas,makanya beli dua kotak" Ucap tania.
"Enggak apa-apa,asal jangan mubazir aja" Ucap gabriel.
Karena hari ini weekend,mereka memilih untuk bersantai di rumah. Sebenarnya hanya gabriel yang bersantai,sedangkan tania duduk di tepi kolam renang dengan tumpukan tugas kuliahnya.
"Semangat sayang" Ucap gabriel yang tertidur di atas air kolam renang menggunakan kasur angin. Tania menganggukkan kepalanya dan mengotak-atik laptop nya sedari tadi.
Gabriel tertidur dengan santainya dan membuat tania menatap malas suaminya.
"Mas kok mageran sih akhir-akhir ini?" Tanya tania sambil mengetik tugas di laptop.
"Sesekali mager kan enggak apa-apa sayang" Ucap gabriel. Setelah tugasnya selesai,tania masuk ke dalam rumah dan memasak.
"Mas,airin udah masak" Ucap tania.
"Mas mau makan?" Sambungnya.
"Bentar lagi aja sayang,mas mager ke dapur" Ucap gabriel yang masih saja tertidur di kolam renang.
"Yaudah kalau gitu,airin makan duluan ya" Ucap tania dan di angguki gabriel.
Karena merasa kulitnya di sengat matahari,akhirnya gabriel masuk ke dalam rumah dan langsung berlenggang ke arah dapur.
"Mas mau jus?" Tanya tania dan di angguki gabriel.
__ADS_1
"Sini airin buatin!" Ucap tania.
"Enggak usah" Larang gabriel langsung.
"Biar mas aja yang buat,airin istirahat sambil nonton aja" Ucap gabriel. Tania menuruti ucapan suaminya dan kembali menonton film kesukaannya.
"Mas buatin ice cream buah ya,mau kan?" Tanya gabriel.
"Mauu...." Ucap tania girang. Gabriel mengembangkan senyumnya dan mengacungkan jempolnya kepada tania.
"Airin mau jus juga sayang?" Tanya gabriel
"Mau,jus mangga" Ucap tania dan di angguki gabriel.
Hari ini mereka berpacaran berdua di rumah,tanpa ada yang mengganggu. Setelah gabriel minum jus,gabriel langsung berbaring beralaskan paha istrinya.
"Mas enggak cek laporan?" Tanya tania dan di gelengi gabriel.
"Kok mas mageran banget sih?" Tanya tania dan kembali di gelengi gabriel. Tania mendengus dan menatap suaminya malas.
"Airin mau makan mas,awas dulu kepala mas" Ucap tania sambil beranjak dari sofa.
"Lagi?" Tanya gabriel dan di angguki tania.
"Tadi pagi makan bubur ayam dua kotak,selang beberapa jam makan nasi sama jus buah dan sekarang mau makan lagi?" Tanya gabriel tak percaya. Tania menganggukkan kepalanya dan berjalan kedapur.
"Mas mau makan lagi?" Tanya tania saat berada di dapur.
"Bisa meledak perut mas kalau makan lagi sayang" Ucap gabriel.
"Tapi kalau makan kamu baru puas" Sambung gabriel dan membuat tania memutar bola matanya malas.
Tania menikmati makannya untuk kesekian kali. Gabriel hanya tak habis pikir dengan porsi makan tania hari ini.
"Nanti beli mangga muda ya mas" Ucap tania. Gabriel mengerutkan jidatnya dan menatap tania.
"Mas tenang aja,airin enggak ngidam kok" Ucap tania yang masih saja makan.
"Bukannya ngidam sama aja 'kepingin' ya?" Batin gabriel.
"Airin lagi kepingin makan asinan mangga" Ucap tania.
"Di mana beli mangganya sayang?" Tanya gabriel.
"Di pasar banyak mas" Ucap tania santai. Setelah selesai makan,tania kembali duduk di samping gabriel. Sekarang giliran dirinya yang tidur beralaskan paha gabriel.
Tania memegang jakun gabriel dan membuat gabriel menelan salivanya dengan susah payah.
"Airin lagi kepengen?" Tanya gabriel.
"Kepengen apa?" Tanya tania heran.
"Gitu-gituan.." Ucap gabriel. Tania menepuk pelan lengan gabriel.
"Airin cuma mainin jakunnya mas aja,jadi enggak usah mikir macam-macam" Ucap tania sambil memanyunkan bibirnya.
"Kirain mas airin lagi kepengen" Ucap gabriel sambil tersenyum tengil. Tania langsung mengucutkan bibirnya dan membuat gabriel tertawa.
...Lanjut guys?...
...See u next part ya :)...
__ADS_1