
Tania sudah sampai di tempat tujuannya. Tania cukup perpenga-nga saat mengetahui lokasi sekarang ini.
"Kita di padang sekarang ya pak?" Tanya tania.
"Lah? Emangnya kamu enggak lihat apa lokasi dari tiket pesawat? tempat yang bakal kamu kunjungi?" Tanya gabriel heran. Tania hanya menggelengkan kepalanya dan melihat pemandangan di sekitarnya.
Gabriel hanya bisa menaikkan sebelah alisnya. Pasalnya ia tak habis pikir dengan tania. Bagaimana bisa seseorang pergi tanpa tau tujuan. Sekarang gabriel dan tania langsung memasuki hotel yang telah disiapkan oleh panitia perlombaan.
"Hei airin,kamu istirahat dulu sekarang"
"Entar sore belajar bareng saya di pinggir pantai sambil lihatin sunset" Ucap gabriel di depan pintu kamar tania. Tania hanya menganggukkan kepalanya dan meminta gabriel keluar dari kamarnya.
Tania keluar dari kamarnya dan langsung masuk ruang gabriel tanpa izin. Tania melihat gabriel yang tertidur diatas kasur tanpa ada gerakan sedikit pun.
"Nih orang masih hidup kagak?"
"Mungkin udah di cabut nyawanya sama malaikat.." Ucap tania tak berdosa. Tania langsung menuju kulkas dan terpenganga saat melihat makanan di dalamnya.
"Nih pihak hotel gimana sih"
"Masa di kamar gue enggak ada kulkasnya? Boro-boro kulkas,makanan ringan aja kagak di anter ke kamar gue" Sungut tania kesal.
__ADS_1
"Giliran di kamar gabriel ada kulkas,terus isinya penuh kayak swalayan" Ucap tania kesal. Tania melirik gabriel sejenak. Tania cukup lega saat mengetahui gabriel masih tidur dan tak mendengarkan ucapannya.
Tanpa sepengetahuan gabriel,tania langsung mengambil beberapa makanan dan membawanya ke balkon kamar gabriel. Bak orang tak berdosa,tania menikmati pemandangan dan melahap makanan yang sudah ia ambil.
"Ceklek..."
Pintu balkon kamar gabriel terbuka sedikit. Namun sebelum itu tania menahan pintu tersebut menggunakan sebelah tangannya.
"Ck,kenapa nyangkut sih?" Ucap gabriel sambil berusaha mendorong pintu.
"Tunggu dulu pak..." Teriak tania sedikit panik. Gabriel terkejut saat mendengarkan suara tania dari balkon kamarnya.
"Hehehe..."
Tania hanya bisa cengengesan sambil membenarkan jilbabnya.
"Kenapa kamu tutup pintunya tadi?" Tanya gabriel.
"Saya enggak pakai jilbab pak,makanya saya tahan" Ucap tania bak tak berdosa. Tania kembali melahap makanan dan melihat pemandangan di depannya.
"Terus ngapain kamu masuk kedalam kamar bujangan? Kamu mau foto saya diam-diam ya?" Tanya gabriel penuh selidik.
__ADS_1
"Idih,najis. Ngapain juga fotoin bapak?" Tanya tania ketus.
"Ya...secara saya kan sexi" Ucap gabriel sombong. Tanya langsung berdiri dan menatap gabriel dengan tatapan sengitnya.
"Siapa yang ngomong kalau bapak sexi hah? Siapa?" Tanya tania ketus.
"Saya sendiri dong,masa orang lain" Ucap gabriel membanggakan dirinya.
"Emangnya kamu. tepos" Ucap gabriel dengan nada meledek.
"Woi siapa bilang gue tepos?" Ucap tania tak terima.
"Saya" Jawab gabriel dengan nada tak berdosa. Tania mengeraskan rahangnya dan menatap gabriel dengan tatapan sinisnya.
"Gue enggak terima di bilang tepos" Ucap tania sengit.
"Terus kamu mau ngapain? Ngebuktiin ke saya kalau kamu enggak tepos gitu?" Tanya gabriel sambil melirik tania dari atas ke bawah.
"Oke,siapa takut!" Tania menantang ucapan gabriel. Gabriel masih bertingkah santai mendengarkan ucapan tania.
Tania berusaha membuka bajunya di hadapan gabriel dan membuat gabriel terpenganga
__ADS_1