Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 93


__ADS_3

"Kok ke sini mas?" Tanya tania kebingungan.


"Ayo masuk!" pintah gabriel. Saat masuk ke dalam,tania membuka mulutnya besar karena terkejut.


"Ini rumah sederhana di proyek mas waktu itu?" Tanya tania dan di angguki gabriel.


"Iya,sekarang udah jadi dan udah bisa di tempati" Ucap gabriel santai.


"Rumah di sekeliling sini juga udah di huni mas?" Tanya tania.


"Udah 95 persen di huni sama orang,mereka rebutan tinggal di daerah sini,soalnya dekat kemana-mana dan enggak rawan banjir" Ucap gabriel menerangkan.


"Wih,rumah ini siapa yang bakal huni mas?" Tanya tania sambil melihat-lihat sekeliling rumah tersebut.


"Kita aja gimana?" Tanya gabriel.


"Hahaha,di apartemen nyaman sih,tapi kalau tinggal di sini boleh juga" Ucap tania bercanda. Gabriel merangkul pinggang tania dan menyusuri setiap ruang di dalam rumah tersebut.


"Enak ya rumahnya,kamarnya luas-luas"


"Rumahnya aesteutic banget"


"Di belakang juga ada kolam berenang,terus juga ada taman untuk bercocok tanam" Ucap tania sambil mengedarkan matanya ke sekeliling.


"Kita tinggal di sini,mau?" Tanya gabriel.


"Mau,hehehe" Jawab tania bercanda.


"Oke,kapan kita pindahannya?" Tanya gabriel.


"Secepatnya" Jawab tania lagi.


"Besok,gimana sayang?" Tanya gabriel lagi.


"Boleh juga" Jawab tania tanpa memerhatikan gabriel.


"Oke besok kita pindahan,telepon mama sama si kembar gih,biar tau kalau kita pindahan besok" Ucap gabriel sambil menyerahkan handphone miliknya.


"Eh? Mas seriusan?" Tanya tania terkejut dan hanya di angguki gabriel.


"Bercandanya enggak lucu mas" Ucap tania menatap gabriel dengan tatapan malas.


"Astaghfirullah,ini beneran rumah kita sayang" Ucap gabriel sambil menunjukkan bukti berupa sertifikat rumah.


"Kok nama airin mas?" Tanya tania saat mengetahui bahwa surat rumah ini di atas namakan oleh namanya.


"Kan airin istri mas,jadi ini hadiah dari mas buat airin" Ucap gabriel tersenyum.


"Bukannya ini berlebihan?" Tanya tania tak enak.


"Enggak dong,ini namanya mau bahagiain istri,kenapa juga berlebihan" Ucap gabriel lagi. Tania hanya bisa tersenyum dan kembali memutari rumah yang sangat ia idolakan saat ia pergi ke proyek bersama gabriel


"Rumahnya enggak terlalu mewah,tapi nyaman banget kalau kita tinggal di sini" Puji tania.


"Iya,apalagi ada cinta di dalamnya" Ucap gabriel sambil memeluk tania dari belakang.


*****


Saat berjalan ke halaman depan,tiba-tiba tania melihat telapak tangannya yang menjadi bukti bahwa ia yang meletakkan batu pertama di rumah ini.


"Owalah,berarti tanah ini memang milik mas?" Tania baru sadar saat ini. Pasalnya gabriel mengizinkan dirinya untuk melakukan peletakkan batu pertama.

__ADS_1


"Iya,makanya mas sengaja suruh kamu untuk letakin batu pertama di atas tanah ini" Ucap gabriel.


"Jadi kita beneran pindah ke sini mas?" Tanya tania dan di angguki gabriel.


"Besok kita langsung pindahan,lagi pula barang-barang kita enggak banyak" Ucap gabriel. Tania hanya menganggukkan kepalanya dan hanya bisa menuruti semua ucapan suaminya.


*****


"Assalamualaikum..." Ucap refan,jingga dan bimas kompak. Mereka datang saat di beri tahu bahwa tania dan gabriel akan pindah rumah.


"Wa'alaikumsalam..." Jawab tania dan gabriel.


"Wah,rumahnya gede banget" Ucap jingga terpesona saat melihat rumah tania.


"Keren rumah nya,bisa di jadikan studio" Ucap jingga.


"Iya,ni beneran rumah loe tan?" Tanya bimas sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah.


"Rumah gue sama laki gue" Ucap tania sambil merapikan barang.


"Bang....ada kolam renang" Ucap bimas sambil menarik tangan refan.


"Impresif,keren,keren,keren....." Puji refan.


"Je,loe mau rumah kayak apa nanti kalau kita udah nikah?" Tanya refan. Jingga langsung melayangkan sendalnya ke wajah refan.


"Sakit koplak..." Upat refan dan membuat jingga tertawa.


"Sekarang kita harus ngapain nih?" Tanya bimas.


"Loe bantu bersihkan lantai dua berdua sama abang,terus langsung di pel lantainya" Ucap tania.


"Jeje ikut gue,bersihkan lantai satu" Ucap tania.


"Kok gue sih?" Tanya zira.


"Loe udah pro masalah perkebunan zir,makanya gue serahin tugas taman sama loe" Ucap tania.


"Oke deh..." Jawab zira.


Seharian ini mereka merapikan rumah dan menyusun semua barang. Karena barang tania tak terlalu banyak ,akhirnya pindahan pun selesai pada hari ini.


Semua barang di dalam rumah di isi oleh semua perabotan baru nan unik dan menarik. Tania cukup terkejut saat melihat suaminya sudah sangat kotor terkena debu dan cahaya matahari seharian.


"Mas mandi gih" Ucap tania dan di angguki gabriel. Di hadapan mereka sempat-sempatnya gabriel mencium kening tania sebelum ia berlenggang pergi. Mereka yang menyaksikan hal tersebut pun hanya bisa membulatkan mata dengan sempurna.


"Pak gabriel enggak ke sambet kan?" Tanya zira dan membuat tania tertawa.


"Kalian nginap dek?" Tanya tania dan di gelengi refan,jingga dan bimas.


"Kita besok harus ke sekolah,jadi kita milih buat langsung pulang aja" Ucap refan dan di angguki oleh jingga dan bimas.


"Loe mau kan nginap zir?" Tanya tania dan di gelengi oleh zira.


"Gue besok udah buat janji sama bu dewi malam ini tan,maaf ya!" Ucap Zira.


"Iya,enggak apa-apa,thanks ya buat hari ini" Ucap tania kepada zira.


"Sama-sama,Ah loe kayak sama siapa aja.." Ucap zira.


"Kapan ada syukuran nih?" Tanya zira.

__ADS_1


"Enggak tau,mungkin nunggu waktu laki gue enggak sibuk" Ucap tania. Mereka makan sejenak untuk mengisi tenaga.


"Kalau gitu kita pulang dulu ya tan,pak gabriel" Ucap zira berlenggang pergi bersama tiga bocah SMA.


"Iya,hati-hati di jalan" Ucap tania melambaikan tangan. Mereka pun membalas lambaian tangan tania dan langsung memasuki mobil.


"Woilah,charger gue ketinggalan" Ucap bimas. Bimas langsung memasuki rumah tania,akan tetapi tak terdengar sedikitpun suara tania ataupun gabriel.


Saat ingin mengambil charger yang berada di atas meja,tiba-tiba gerakan bimas terhenti saat melihat tania dan gabriel yang tengah berpelukan mesra.


Nafas bimas tercekat karena terkejut saat melihat tania dan gabriel. Terlihat di sana,tania dan gabriel berdiri menghadap ke kolam renang,dengan posisi gabriel memeluk tania dari belakang.


"Masuk yuk sayang,nanti masuk angin lagi" Ajak gabriel. Saat melihat gabriel dan tania ingin masuk ke dalam rumah,bimas langsung keluar dari rumah dan berlari ke arah mobil zira.


"Loe kenapa bim? Kok ngos-ngosan gitu?" Tanya zira.


"Em,enggak ada..."


"Tadi gue kaget waktu ngelihat ada kecoa" Ucap bimas beralasan.


Bimas membuka handphone-nya dan mengirim pesan kepada refan yang duduk di sampingnya.


"Bang,gue ngeliat si om gab sama tatan pelukan" Pesan bimas. Refan yang mendapatkan pesan tersebut pun mengerutkan jidatnya dan menatap bimas dengan tatapan aneh.


"Lah? Mereka kan udah nikah,jadi wajar dong" Balas refan.


"Gue enggak nyangka aja kalau pak gabriel bisa semanja itu,ih...geli gue ngeliatnya" Ucap bimas.


"Alah,loe iri kan?" Ledek refan.


"Ih,maaf banget,gue enggak iri sama sekali tuh" Balas bimas tak suka.


*****


"Gimana? Kasurnya di geserin ke mana sayang?" Tanya gabriel yang sedang mengatur posisi ranjang tidur.


"Ke kiri dikit mas" Ucap tania. Gabriel mendorong dan mengerjakan sesuai arahan dari istrinya tersebut.


Tiba-tiba,mata gabriel salah fokus saat melihat sesuatu yang berwarna hitam kecoklatan terbang.


"Ih,apaan tuh?" Tanya gabriel terkejut.


"Enggak ada apa-apa mas" Ucap tania. Gabriel menyusun semua perabotan kamarnya dengan di bantu oleh tania. Lagi-lagi gabriel melihat sesuatu berwarna hitam kecoklatan tersebut.


Akhirnya gabriel memilih untuk memeriksa sambil memegang sapu.


"Ngapain mas?" Tanya tania.


"Sst... Diam dulu sayang!" Ucap gabriel. Tania hanya bisa mengerutkan jidatnya dan melihat tingkah gabriel.


Gabriel memukul sudut lemari tersebut dengan tongkat sapu. Ternyata di sana terdapat hewan bersayap dan membuat gabriel mematung.


Hewan tersebut terbang dan mendarat di bahu gabriel.


"Kecoaaaaa...." Teriak gabriel histeris. Gabriel mengibas-ibaskan pundaknya dan pergi untuk bersembunyi di balik badan tania.


"Mas takut sayang,mas takut..." Ucap gabriel panik. Tania langsung mengambil kecoa tersebut dengan tangan kosong dan membuat gabriel tak jub.


"Nih mas ambil" Tania melemparkan kecoa tersebut kepada gabriel dan membuat gabriel terpontang-panting karena ketakutan.


"aaaaaaaa......" Teriak gabriel dan membuat gabriel tertawa tak henti.

__ADS_1


...Lanjut?...


...See u next time readers✨...


__ADS_2