
"Nak gabriel mau makan dulu atau bersihkan badan dulu?" Tanya mama.
"Saya bersihkan badan aja bu,terus langsung istirahat" Jawab gabriel.
"Capek banget ya pak?" Tanya tania dan di angguki gabriel.
"Yaudah,istirahat sana"
"Tapi jangan banyak gerak tidurnya"
"Ranjang saya udah reyot,entar patah lagi kalau bapak tidurnya kayak jarum jam" Ucap tania mengingatkan.
"Iya airin,iya..." Jawab gabriel sedikit jengah.
"Saya minta sarung,mau sholat" Ucap gabriel. Tania langsung mengambil apa yang di butuhkan oleh gabriel.
"Ayah tidur bentar ya sayang,entar kalau ayah udah cukup istirahat,kita langsung pergi main,oke?" Tanya gabriel sambil mengelus kepala tasya.
"Oke...." Teriak tasya girang dengan suaranya yang sangat nyaring. Bimas yang tau bahwa refan ingin mengomeli tasya pun langsung mengelus pundak refan kasar.
"Sabar bang...sabar...anak kecil..." Ucap bimas menenangkan refan.
"Entar kalau udah punya anak,anak loe berisiknya kayak aca gimana?" Tanya bimas.
"Ya mau gimana lagi,enggak mungkin gue marahin abis-abisan"
"Yang ada gue enggak dapat jatah lagi dari emaknya" Ucap refan. Bimas langsung mengerutkan jidatnya dan menatap refan dengan serius.
"Siapa emaknya?" Tanya bimas.
__ADS_1
"Jingga" jawab refan tak berdosa. Bimas langsung memukul refan dengan kasar.
"Enak aja,jingga itu jatah gue" Ucap bimas kesal. Tak terima dengan ucapan kembarannya,refan pun memukul lengan bimas dengan kasar.
"Betulkan dugaan gue kali ini,kalau loe emang suka sama jingga" Ucap refan dan mendapatkan tatapan sinis dari bimas.
"Kalau gue lagi haha hihi sama jingga,mata sinis loe langsung ngelihat gue" Ucap refan sambil melihat bimas dengan sinis.
"Suka,suka gue dong,mata,mata gue" Ucap bimas sinis dan duduk sedikit berjauhan dengan refan. Refan yang melihat bimas sedikit menjauh darinya pun mendorong bimas dengan kakinya agar lebih jauh duduk darinya.
"Duduk jauh-jauh loe" Ucap refan kesal dan di cibiri oleh bimas.
"Loe berdua kenapa sih? Dari tadi adu mulut,duduk jauh-jauhan,kayak orang lagi di ruang pengadilan aja loe" Ucap tania sambil melihat kedua saudaranya.
"Sekarang loe pilih,pilih hubungan persaudaraan atau percintaan?" Tanya bimas sambil melihat refan tajam.
"Percintaan dong" jawab refan gamblang dan mendapatkan pelototan dari bimas. Sedangkan tania yang baru hadir di sana pun kebingungan dengan topik kali ini.
"Gue atau jingga?" Tanya bimas dengan tatapan uang serius.
"Jingga" Jawab refan sambil duduk menyilang kakinya. Bimas langsung menoyor kepala refan dengan kesal.
"Bocah gesrek loe" Upat bimas sambil menoyor-noyor kepala refan dengan kesal.
"Kenapa loe milih jingga dari pada gue" Sambung bimas dengan kesal. Refan langsung tertawa saat melihat kembarannya sangat geram dengan semua jawaban yang ia lontarkan.
"Jingga bisa gue grepek kalau udah nikah,lah,kalau loe? Gue bisa apa? Nggak bisa ngapa-ngapain kan?" Ucap refan yang langsung mendatangkan amarah tania setelah mendengarkannya.
"Grepak,grepek,grepak,grepek"
__ADS_1
"Entar badan loe di grepek orang" Ucap tania sambil menoyor kepala refan dengan kesal. Refan langsung memeluk tubuhnya saat membayangkan dirinya di grepek orang.
"Gue kagak mau di grepek orang" Ucap refan ketakutan. Bimas dan tania langsung tertawa setelah mendengarkan penuturan refan.
"Kayak waktu itu ya,hampir di grepek mantan kak zira" Ucap bimas membahas kejadian lampau.
"ih,merinding gue" Ucap refan lagi-lagi.
"Asal loe tau,jingga itu sukanya sama fajar"
"Bukan sama loe berdua" Ucap tania.
"Alah,fajar munafik kok di suka" Ucap bimas ketus.
"Plak...." Tangan tania melayang di pipi bimas dan membuat bimas meringis kesakitan.
"Ada nyamuk..." Ucap tania sambil menunjukan nyamuk yang berada di telapak tangannya.
"Eneg gue ngelihat pak fajar,sok ganteng" Ucap bimas.
"Alah,dia emang ganteng kali" Ucap tania.
"Loe suka?" Tanya bimas.
"Sama siapa?" Tanya tania balik.
"Fajar" Ucap bimas.
"Ya enggak lah,gue enggak pernah suka sama dia meskipun dia ganteng" Ucap tania dan di angguki oleh kedua saudaranya.
__ADS_1
"kalau gabriel gimana?" Tanya refan sambil tersenyum tengil.