
"Kita mau ke mana?" Tanya gabriel sambil melirik tasya yang berada di bangku belakang.
"Ke mall aja ayah,aku mau beli tas" Ucap tasya. Gabriel langsung tancap gas menuju mall.
"Eh,pak,bapak tadi mau ngapain ke rumah saya" Ucap tania penuh selidik.
"Jemput tugas" Jawab gabriel seadanya.
"Besok saya ada acara di kantor,jadi kamu pagi-pagi gantiin saya di kelas junior kamu ya airin" Ucap gabriel.
"Terus kumpulkan semua tugas mereka,anterin ke kantor saya,oke?" Tanya gabriel sambil melirik tania.
"Hem,iya,iya" Ucap tania.
"Saya naik apa ke sana pak?" Tanya tania.
"Ke mana?" Tanya gabriel balik.
"Ke kantor bapak" Ucap tania.
"Naik ojol aja,entar pulangnya sama saya aja" Ucap gabriel dan di angguki tania.
"Nanti alamat kantor,saya kirim aja ke kamu" Ucap tania.
"Oh iya,bapak juga punya janji sama saya,ingat?" Tanya tania dan di angguki gabriel.
"Ingat,makanya besok kamu pulangnya sama saya" Ucap gabriel.
Tak terasa mereka sudah sampai di mall. Tasya sangat girang saat sudah sampai di mall.
"Turun nak" Pintah gabriel kepada tasya. Tasya langsung menggelengkan kepalanya dan merentangkan tangannya agar di gendong oleh gabriel.
"Gendong" pintah tasya. Gabriel langsung melihat rara yang tertidur di pangkuan tania.
"Tuh,coba aca lihat dedek rara" Tunjuk gabriel kepada rara.
__ADS_1
"Kasihan bunda,dedek raranya bobok"
"Bunda pasti capek dari tadi gendongin dedek rara" Ucap gabriel.
"Gue yang di sebut pakai embel-embel bunda sama pak gabriel kok geli ya ?" Batin tania.
"Jadi ayah mau gendongin dedek rara?" Tanya tasya cemberut dan di angguki gabriel.
"Enggak mau,aca mau di gendong ayah..." Ucap tasya malas. Gabriel langsung melihat ke arah tania.
"Bunda capek kan bunda gendong rara?" Tanya gabriel kepada tania. Mata tania langsung membulat sempurna dan langsung merinding setelah mendengarkan ucapan gabriel.
"Iya kan B U N D A?" Ucap gabriel menekan kata bunda.
"Eh,em...iya,bunda capek gendongin dedek rara" Ucap tania sambil memelas di depan tasya.
"Pokoknya aca mau di gendong sama ayah" Ucap tasya dengan keras kepala. Gabriel menarik nafasnya dalam-dalam dan mendenguskannya dengan pelan.
"Yaudah,ayo" Ucap gabriel pasrah. Tasya langsung melompat ke pankuan gabriel dan memeluk gabriel erat. Mereka pun langsung masuk ke dalam area mall.
"Lancar?" Tanya tania lagi.
"Masih nunggu" Ucap gabriel sambil menatap sekeliling mall.
"Kok lama banget sih pak?" Tanya tania kesal.
"Kok kamu yang kesal sih?" Tanya gabriel ngotot.
"Seolah-olah kamu minta kepastian dari saya?" Ucap gabriel lagi.
"Plak..." Tania memukul lengan gabriel dengan kesal.
"Saya kan nanya aja pak" Ucap tania.
Setelah mengantarkan tasya ke area bermain anak dan membeli tas,sekarang saatnya mereka makan siang di sebuah tempat makan.
__ADS_1
"Rara udah bangun" Ucap tasya sambil menunjuk rara. Rara yang masih mengumpulkan nyawa pun memeluk tubuh tania erat.
"Cucu bundaa..." Ucap rara kepada tania. Tania langsung mengeluarkan susu rara yang sudah ia siapkan sebelum pergi.
"Woi tatan" Ucap jingga (teman bimas dan refan,sekaligus murid tania).
"Loe sama siapa ke sini?" Tanya tania.
"Sama bebep gue" Ucap jingga tengil.
"Fajar?" Tanya tania dan di angguki jingga.
"Lah? Ini bukannya om yang sering berantem sama bimas ya?" Tanya jingga sambil menunjuk gabriel.
"Dari mana loe tau?" Tanya tania.
"Si refan pernah nunjukin foto pak gabriel waktu si refan jodoh-jodohin loe sama dosen loe"
"Terus bimas marah,dari situ gue tau kalau dia dosen loe" Ucap jingga dan membuat tania membulatkan matanya sempurna.
"Jingga" Teriak fajar dari ke jauhan. Jingga melambaikan tangannya ke arah fajar.
"Btw tan,loe sekarang kayak keluarga cempaka" Ucap si jingga sambil melihat tania dan gabriel dengan nada meledek.
"Cempaka,cempaka,pala loe noh cempaka" Ucap tania kesal.
"Bye tan,gue pergi dulu" Pamit jingga.
"Siapa?" Tanya gabriel setelah kepergian jingga.
"Murid saya..." Ucap tania.
Saat mereka sedang makan,tiba-tiba tatapan gabriel menjadi salah fokus ke arah depan mereka.
"Eh,airin" Panggil gabriel sambil melihat tania.
__ADS_1
"Hem?" Jawab tania yang sedang makan. Mata gabriel langsung melirik ke arah di depan mereka. Mata tania membulat sempurna saat melihat dua insan yang bak mabuk asmara.