Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 96


__ADS_3

Sudah seminggu sejak kejadian tania buka segel. Sekarang gabriel berada di rumah mertuanya bersama tania. Saat tania ke kamar,kali ini mama mendekati gabriel karena ingin menyampaikan sesuatu.


"Mas gabriel kapan mau kasih mama cucu?" Bisik mama sambil memotong bawang.


"Lagi proses ma,doain aja cepat jadi" Balas gabriel sambil mengembangkan senyum di wajahnya.


"Wah,seriusan?" Tanya mama berbinar bahagia.


"Udah berapa kali?" Sambung mama. Gabriel menatap mata mertuanya sambil memasang senyum jahilnya.


"Coba mama tebak,berapa kali?" Gabriel berbalik tanya.


"Em,tiga kali,maybe?" Jawab mama. Gabriel menggelengkan kepalanya sambil menyuci sayuran.


"Setiap malam ma" Bisik gabriel di telinga mama. Mama pun tepuk tangan dengan girang setelah mendengarkan ucapan gabriel.


"Mama kenapa kayak gitu?" Tanya tania saat kembali ke dapur.


"Mama lagi bahagia" Ucap mama. Tania duduk di atas kursi dan menyiapkan segala bahan masakan.


"Mama kenapa mas?" Tanya tania saat gabriel duduk di sampingnya.


"Mama nanya kalau kita itu udah gituan berapa kali" Ucap gabriel.


"Gituan? Maksudnya?" Tanya tania penasaran.


"Buat anak sayang" Ucap gabriel gamblang. Bimas dan refan yang sedang di belakang mereka pun mematung setelah mendengarkan ucapan gabriel.


"Terus mas jawab 'Setiap malam' " Ucap gabriel lagi. Refan langsung menutup lubang telinga bimas dan membawa bimas kembali ke ruang televisi.


"Pembicaraan mereka udah 21++"


"Jadi loe enggak boleh denger dek" Sambung refan.


"Soalnya umur loe baru 17 tahun kurang 6 bulan,23 hari,12 jam,10 menit,1,00 detik" Ucap refan sambil melihat jam tangan.


"Lah? Apa bedanya sama loe?"


"Loe kan kembaran gue,beda kita cuma 10 menit fan" Ucap bimas.


"Oh jelas beda dong ferguso..."


"Gue abang dan loe adek gue" Ucap refan.


"Umur kita boleh sama,tapi pengetahuan tentang kayak gitu-gituan gue lebih ahli dari pada loe" Ucap refan bangga.


"Najis loe bang"


"Gitu aja bangga" Ucap bimas kesal.


"Loe pernah nonton kayak gitu-gituan bang?" Tanya bimas penasaran.


"Menurut loe?" Tanya refan balik sambil tersenyum tengil.


"Brakk...."


Mereka terkejut saat mama menggebrak meja di depan mereka.


"Nonton apa hah?" Tanya mama murka.


"Drakor ma" Jawab bimas langsung.


"Serius?" Tanya mama dan di angguki oleh si kembar.


"Awas aja kalau nonton yang enggak enggak!" Mama pergi sambil menatap bimas dan refan dengan tatapan siletnya.


"Pernah bang?" Tanya bimas lagi.


"Enggak pernah dek,sumpah" Ucap refan sambil mengacungkan jarinya.


"Waktu itu mau di ajak sama roni,tapi nggak jadi" Ucap refan.


"Enggak jadi?" Tanya bimas.


"Iya enggak jadi. Soalnya,jingga ngajakin gue pergi beli makan waktu itu" Refan berbicara dengan santai dan tak merasa berdosa sedikitpun.


"Kalau aja jingga enggak ngajakin gue,mungkin mata gue udah enggak suci lagi" Ucap refan sambil menutup matanya.


"Alah,pikiran loe tuh yang udah enggak suci lagi,harus sering di bersihin" Ledek bimas kesal.

__ADS_1


*****


"Jadi gimana mamas mu nak?" Tanya mama.


"Apanya ma?" Tanya tania.


"Di ranjangnya?" Tanya mama. Wajah tania langsung bersemu merah dan membuat mama tersenyum puas.


"Berarti dia hebat dong ya"


"Mama baru tanya sama istrinya aja,wajahnya udah langsung merah" Ucap mama jahil. Tania langsung memeluk mama karena malu.


"Tatan takut mas gabriel kecewa sih ma" Ucap tania.


"Karena tatan udah di vonis" Sambung tania.


"Jangan mikirin hasil dulu,yang penting prosesnya" Ucap mama sambil mengusap punggung tania


"Lebih sering,lebih baik" Ucap mama tengil.


"Kan sama-sama puas" Bisik mama lagi untuk menambahi bumbu cerita. Tania membekap mulut mama dan membuat mama tertawa.


"Tatan malu tau ma,kalau mama bahas yang kagak gini" Tania langsung memanyunkan bibirnya.


"Oh iya ma,kata mas gabriel beberapa hari lagi mau syukuran rumah" Ucap tania.


"Menurut mama gimana?" Tanya tania.


"Tadi suamimu udah ngomong sama mama"


"Menurut mama sih lebih cepat,lebih bagus" Ucap mama.


"mamas mu juga udah bilang sama mama,katanya dia mau keluar kota dalam beberapa bulan ini" Ucap mama.


"Iya,ada proyek di luar kota"


"Kata mas gabriel,tatan boleh ikut. Tapi,tatan bilang 'lihat aja nanti,takutnya tugas tatan numpuk lagi' " Ucap tania.


"Yaudah kalau mamas mu keluar kota,kamu nginap aja di rumah mama,kalau takut sendirian di rumah baru" Ucap mama dan di angguki tania. Mama pun pergi meninggalkan tania dan berjalan ke taman belakang rumah untuk mengobrol dengan gabriel.


"Gimana rasanya setelah nikah sama tatan?" Tanya mama.


"Yang pastinya nyesal sih ma" Ucap gabriel dan membuat mama terkejut.


"Ih,mas gabriel bikin mama kaget" Ucap mama dan di tertawakan oleh gabriel.


"Jujur aja sih ma,gabriel cukup takjub punya istri kayak tatan" Ucap gabriel.


"Yang gabriel tau,tatan itu bar-bar enggak karuan"


"Tapi waktu sudah nikah,dia memperlakukan gabriel dengan baik"


"Dan gabriel rasa,gabriel juga memperlakukan hal yang sama seperti tania" Ucap gabriel lagi. Mama tersenyum mendengarkan ucapan gabriel.


"Pernikahan kalian itu masih hangat-hangatnya,meskipun nanti kalian ada masalah atau apapun itu,mama berharap kalian bisa menyelesaikannya dengan baik" Ucap mama.


"Rumah tangga itu tak luput dari permasalahan,jika suatu saat kalian mengalami suatu masalah,mama berharap kalian bisa menyimpan masalah ini dengan baik,jangan sampai orang lain dengar,termasuk itu mama" Ucap mama memberi wejangan.


"Soalnya,mama enggak bakal bisa ikut dalam permasalahan rumah tangga kalian,kan yang menjalaninya mas gabriel sama tatan" Ucap mama lagi.


"Iya ma,gabriel juga berharap gitu"


"Beruntung banget gabriel bisa punya mertua kayak mama" Ucap gabriel sambil menggenggam jemari mama. Mama memeluk dan mengusap pelan punggung gabriel.


"Anak mama itu orangnya emosian,jadi harus ekstra sabar ya sayang" Ucap mama dan di angguki gabriel.


"Hah?" Ucap bimas terkejut. Mama langsung melepaskan pelukannya dari gabriel dan melihat bimas yang sedang tercengang di depannya.


"Kenapa dek?" Tanya mama. Bimas memanyunkan bibirnya dan memeluk mama dengan erat.


"Mama kok selingkuh dari dedek?" Ucap bimas cemberut.


"Mama enggak selingkuh kok dari dedek"


"Mama cuma peluk mas gabriel aja" Sambung mama sambil melihat wajah bimas.


"Oh,gitu..." Ucap bimas.


"Tapi jangan sering-sering ya ma"

__ADS_1


"Nanti mama di ambil lagi sama mas gabriel" Bimas masih saja menanam rasa cemburunya kepada gabriel.


"Enggak bakalan" Mama menciumi wajah putra bungsunya tersebut.


"Mas,kita pergi atau enggak?" Tanya tania saat gabriel sudah kembali ke dalam kamar.


"Pergi aja sayang,kan udah di undang" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Ayo siap-siap dulu mas" Ucap tania dan di angguki gabriel. Saat gabriel sudah memasang celana,tania pun membantu gabriel untuk memasang baju.


"Kita enggak usah lama-lama ya mas di sana,soalnya airin capek banget hari ini" Ucap tania dan di angguki gabriel.


Setelah bersiap-siap,mereka pun pamit kepada mama untuk menghadiri pesta pernikahan fanya dan raka.


"Eh tania,akhirnya loe datang juga" Sapa fanya sambil memasang senyum sinisnya.


"Harus datang dong,gue kan mau lihat sumber kebahagiaan yang loe dapatkan" Balas tania.


"Gimana bahagia?" Tanya tania.


"Em,lumayan" Jawab fanya. Tania hanya tersenyum dan menaikan sebelah alisnya.


"Kalau loe jawab 'lumayan' tandanya loe belum bahagia dong atau enggak bersyukur" Ucap tania sinis.


"Oke,gue bakal jawab bahagia,soalnya udah ada anak di dalam perut gue" Ucap fanya sambil mengelus perutnya.


"Oh iya tan,gue dengar-dengar kalau loe waktu itu kecelakaan dan enggak bisa ham..." Ucap fanya terputus saat melihat ekspresi gabriel yang berubah saat melihatnya.


"Sayang,yuk kita pulang"


"Mas tiba-tiba dapat pesan dari ari" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Kalau gitu gue pulang dulu ya fan,ka" Ucap tania.


"Eh,enggak makan dulu?" Tanya raka dan di gelengi tania.


"Gue buru-buru" Jawab tania.


"Semoga langgeng ya" Sambung tania dan di angguki raka.


Gabriel merangkul pinggang tania dan membukakan pintu mobil untuk istrinya tersebut. Tania hanya terdiam selama perjalanan karena teringat akan ucapan fanya tadi. Tanpa tania sadari,sekarang tania sudah sampai di rumahnya.


"Sayang,kok bengong?" Ucap gabriel. Tania tak bergeming sedikit pun dan membuat gabriel yakin bahwa istrinya kepikiran dengan ucapan fanya tadi.


"Sayang" Panggil gabriel sambil menepuk pelan pundak tania.


"Hah? Apa mas?" Ucap tania sambil menghadap gabriel.


"Turun sayang,udah sampai di rumah" Ucap gabriel.Tania langsung turun dan masuk ke dalam rumah tanpa menunggu gabriel. Setiba di dalam kamar,tania langsung mandi untuk membersihkan diri.


"Mas mandi dulu gih,airnya udah airin siapin" Ucap tania.


"Makasih sayang" Ucap gabriel.


"Iya mas" Ucap tania berusaha tersenyum untuk menutupi kesedihannya. Tania memilih untuk berbaring untuk mengistirahatkan badannya.


"Oh iya tan,gue dengar-dengar kalau loe waktu itu kecelakaan dan enggak bisa ham..." Lagi-lagi ucapan fanya terlintas di pikiran tania dan membuat tania menahan sesak di dadanya.


Tak bisa membendung air matanya,akhirnya tania menangis di dalam selimut. Saat gabriel sudah keluar dari kamar mandi gabriel langsung duduk di atas ranjang dan mengusap kepala tania yang sebagian tertutup selimut. Gabriel baru sadar,bahwa terdengar suara isakan dari dalam selimut dan membuka sedikit selimut tersebut.


"Sayang kenapa?" Gabriel terkejut saat melihat istrinya menangis di bawah selimut. Terlihat tania berusaha mengusap air matanya.


"Enggak usah di usap,sekarang mas tanya,airin kenapa sayang?" Tanya gabriel lembut. Tania menggelengkan kepalanya dan hanya bisa mengeluarkan air matanya.


Gabriel membawa tania kedalam pelukkannya dan membuat tania semakin terisak. Gabriel menciumi kening tania dan mengelus punggung tania agar membuat tania tenang.


Saat ini,gabriel teringat pada saat tania mengalami kecelakaan dan ia memeluk tania. Akan tetapi saat itu ia di liputi rasa bersalah saat memeluk tania yang bukan mahramnya. Namun,saat ini juga gabriel mendekap istrinya untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan.


"Maafin airin mas,maafin airin" Ucap tania terisak.


"Stt... Enggak ada yang perlu di maafin" Ucap gabriel sambil menghapus air mata istrinya. Gabriel sangat yakin bahwa istrinya menangis karena teringat ucapan fanya tadi.


"Mas paham kok sama perasaan airin" Ucap gabriel sambil menatap manik mata istrinya.


"Kita berharap aja ya sayang,semoga kita di berikan rezeki lebih berupa anak yang sholeh ataupun sholeha" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Yuk istirahat sayang" Ucap gabriel. Gabriel menggenggam tangan istrinya dan menciuminya penuh kasih sayang.


"Cepat-cepat hadir ya sayang biar bunda airin enggak nangis lagi" Ucap gabriel sambil mengelus perut tania dengan lembut dan menciuminya.

__ADS_1


...Udah double up,panjang-panjang lagi...


...Jangan lupa kasih likenya readers...


__ADS_2