
"Eh? Jadi yang mana betulnya ini?" Tanya si penjual.
"Maksud saya itu,iya saya makan pakai ayam buk" Jawab gabriel ngasal. Tania langsung menepuk lengan gabriel dengan kuat dan membuat gabriel meringis kesakitan.
"Terus ini siapanya neng tania? " Tanya ibu warteg.
"Calon suami"
"Dosen saya bu"
Gabriel dan tania menjawab ucapan ibu warteg dengan serentak namun dengan jawaban yang berbeda.
"Calon suami?" Tanya ibu warteg.
"Bu..bu..bukan bu,dia dosen saya" Ucap tania sambil menatap tajam kearah gabriel.
"Ya kan pak gabriel? ..." Tanya tania sambil menatap gabriel.
"Dia malu-malu buk,biasanya dia manggil saya 'sayang' " Ucap gabriel. Tania langsung mengigit lengan gabriel dan hanya bisa membuat gabriel menahan rasa sakitnya sambil menatap tajam tania yang berada di sampingnya. Sedangkan si ibu wateg hanya bisa tertawa saat melihat aksi tania dan gabriel.
Setelah selesai makan,tania dan gabriel langsung kembali kerumah tania. Tania pun melanjutkan semua pekerjaannya.
"Eh airin,kamu sering makan disana?" Tanya gabriel.
"Emangnya kenapa?" Tanya tania sinis.
"Biasa aja dong nada ngomongnya..." Ucap gabriel tak kalah sinis.
"Soalnya,penjual tadi sampai tau sama nama kamu..." Ucap gabriel.
"Lumayan sering sih makan disana,soalnya saya enggak bisa masak" Ucap tania.
"Makanya saya sering kesana" Sambung tania. Gabriel hanya menganggukkan kepalanya dan merapikan semua peralatan miliknya.
"Bapak mau kemana?" Tanya tania sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Pulang..." Jawab gabriel.
"Eh,tunggu bentar pak" Ucap tania menghalangi jalan gabriel.
"Kenapa?" Tanya gabriel.
"Saya mau nanya..." Ucap tania. Gabriel sejenak melihat jam tangannya dan kembali duduk ke posisi semula.
"Mau nanya apa?" Ucap gabriel.
"Apa pandangan bapak untuk perempuan yang enggak bisa masak?" Tanya tania.
__ADS_1
"Pandangan dan pendapat bapak ya..." Ucap tania. Gabriel tampak berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan tania.
"Menurut saya sih boleh-boleh aja.."
"Tapi saya berharap nanti kalau saya sudah punya istri,istri saya bisa masak" Ucap gabriel.
"Kenapa?" Tanya tania.
"Istri itu kan tugasnya melayani suami. Melayani itu bukan hanya terfokus kepada nafkah batin,tapi lahirnya juga"
"Pokoknya semua kebutuhan suami itu harus istri yang ngurus" Ucap gabriel.
"Eit,tapi kan pak,misalnya bapak dapat istri enggak bisa masak kayak saya gimana?" Tanya tania.
"Ya enggak mau dong,saya enggak mau dapaetin istri kayak kamu" Ucap gabriel ketus. Tania hanya bisa memanyunkan bibirnya dengan kesal.
"Sekarang saya tanya sama kamu"
"Apa kamu mau suami mu nanti makan di restoran terus,paling tidak kalian bakal pesan makanan terus dari luar. Apa kamu mau?" Tanya gabriel.
"Ogah lah pak,mendingan saya belajar masak dari pada tiap bentar beli makanan"
"Beli makanan kan mahal,dan belum tentu laki saya orang berada" Ucap tania.
"Nah maka dari pada itu,lebih baik kamu belajar masak. Kamu itu pasti bisa masak airin,perlahan-lahan aja belajarnya" Ucap gabriel.
"Terus kamu mau ikutan juga?"
"Kamu mau ngikutin zaman? Sekarang orang lagi zaman-zamannya fitnah orang lain loh,terus zaman-zamannya orang sering berbuat maksiat. Terus kamu mau ikutan gitu?" Ucap gabriel dingin. Tania hanya bisa meneguk salivanya dan hanya bisa menarik nafas sedalam-dalamnya.
"Ya enggak gitu juga kali pak" Ucap tania.
"Makanya,kalau kamu mau suami kamu sayang sama kamu,kamu harus bisa masak" Ucap gabriel.
"Tapi nih ya airin,kalau saya memang di takdirkan punya istri yang enggak bisa masak saya harus terima." Ucap gabriel dengan nada pasrah.
"Soalnya enggak ada manusia yang sempurna di dunia ini"
"Tujuan nikah itu bukan untuk uwu-uwu-an aja,nikah itu untuk menyempurnakan ibadah" Ucap gabriel.
"Udah ah,saya mau pulang. Assalamualaikum" Ucap gabriel dan langsung pergi dari rumah tania.
"Wa'alaikumsalam" Ucap tania sambil melihat kepergian gabriel.
*****
"Ka,loe datang enggak?" Tanya tania lewat telepon.
__ADS_1
"Duh maaf ya tan,gue enggak bisa datang.." Ucap raka. Tania hanya bisa memaklumi ucapan raka dan langsung mematikan sambungan telepon. Pasalnya,semenjak raka menjadi manager di perusahaan tempatnya bekerja,raka sangat jarang meluangkan waktu untuk hal-hal yang kurang penting.
"Hei airin...kamu di mana?" Tanya gabriel ketus.
"Saya kerumah kamu,eh kamunya enggak ada" Ucap gabriel kesal.
"Saya lagi di gedung olahraga pak" Ucap tania.
"Hah? Apa? Kok berisik banget disana" Ucap gabriel.
"Saya lagi lomba pak,di gedung olahraga" Ucap tania sedikit berteriak. Gabriel pun langsung mematikan teleponnya dan pergi dari rumah tania.
"Ck,gak jelas banget sih si om gagab" Decak tania.
"Fanya enggak datang?" Tanya tania.
"Dia ada acara hari ini" Ucap zira. Tania hanya bisa menganggukkan kepalanya dan menunggu gilirannya. Saat gilirannya di panggil,tania sangat bersemangat untuk memasuki arena.
"Tan,semangat...." Ucap zira dan aisyah kompak. Tania menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada zira dan aisyah. Sebelum tania memasuki arena pertandingan,dari depan gedung olahraga sudah terdengar suara supporter.
"Astaga,supporter siapa tu?" Ucap tania. Tania langsung melihat kearah pintu masuk. Disana ia melihat para penonton yang membawa spanduk yang bergambarkan wajah tania dan nama tania. Tania sangat terkejut saat mengetahui mereka adalah rombongan murid tempatnya mengajar.
"Love you tatan...." Teriak bimas bersemangat. Tania pun menunjukkan jari yang berbentuk love kearah bimas. Sedangkan semua anak perempuan sekolah bimas langsung melongo saat melihat bimas yang heboh.
"Enggak usah heran. Bimas disekolah memang cool,tapi kalau di depan uni-nya dia kayak tadi" Ucap roni kepada anak perempuan. Para penggemar bimas pun hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya.
Pasalnya bimas sangat memiliki wibawa dan sangat cool jika di sekolah. Terlebih lagi dia adalah ketua osis di sekolah.
Tania memulai pertandingannya dengan sengit. Ditambah dengan teriakan para supporter yang di bawa bimas.
"Bu tatan"
"Bu tatan"
"Bu tatan"
Mereka memberikan yel-yel untuk menyemangati tania. Pertandingan pun semakin panas saat tania berhasil melumpuhkan lawannya berkali-kali.
"Tiga"
"Dua"
"Satu"
"Prittt..."
Hitungan mundur yang dilakukan wasid membuat tania menjadi pemenang pada perlombaan kali ini.
__ADS_1
"Airin kamu hebat..." Teriak seseorang bersemangat. Tania langsung terpenga-nga saat mendengarkan suara tersebut dan melihat mahluk yang duduk di pojokkan dan meneriaki namanya dengan lantang. Tak hanya tania yang terkejut,bimas,aisyah,zira dan para supporter pun terpenga-nga dengan kehadiran mahluk tersebut.