Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 35


__ADS_3

"Assalamualaikum..." Ucap bimas,refan dan seorang anak perempuan.


"Wa'alaikumusalam" Jawab tania. Tania langsung salah fokus dengan anak perempuan yang sebaya dengan kedua adiknya.


"Anak siapa yang loe bawa nih?" Tunjuk tania ke arah anak perempuan tersebut. Anak perempuan tersebut memutar bola matanya jengah sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Widih,songngong banget nih anak" Ucap tania sambil berkacak pinggang dan memerhatikan bocah tersebut dari atas sampai bawah. Anak perempuan tersebut pun menghampiri tania dan mengulurkan tangannya untuk mencium tangan tania.


"Assalamualaikum bu.." Ucap jingga. Jingga merupakan sahabat refan dan bimas sedari sekolah dasar.


"Wa'alaikumsalam,loe panggil gue ibu di rumah,gue ulek loe entar je..." Ucap tania. Jingga atau yang biasa di panggil jeje pun hanya menganggukkan kepalnya.


Jingga paling benci jika di panggil dengan panggilan 'jing'. Karena ia merasa bahwa panggilan tersebut sama seperti mengupat dengan kata an'jing'. Maka dari situlah jingga lebih suka di panggil jeje ketimbang jing,meskipun masih banyak orang yang memanggilnya dengan panggilan 'jing'.


"Sumpah,gue kangen banget sama loe jing" Ucap refan menatap jingga.


"Nama gue jingga,bukan anjing..." Ucap jingga kesal.


"Yaelah,gitu aja marah"


"Kayak cewek lagi PMS aja" Sambung refan.


"Gue emang lagi PMS,mau apa loe?" Ucap jingga kesal. Refan hanya memanyunkan bibirnya sambil memutar bola matanya kesal.


"Sans aja kali sis...." Ucap bimas sambil berjalan di depan jingga.


Bimas membawa kotak p3k dan memberikannya kepada jingga. Jingga pun langsung merobekkan lengan bajunya dan mengobati lukanya.


"Eh,itu kena apa je?" Tanya tania saat melihat memar dan beberapa luka di lengan jingga.


"Biasalah tan,bapak gue kumat lagi..." Ucap jingga tersenyum miris.


"Loe berantem lagi sama bapak loe?" Tanya tania dan di angguki jingga. Tania pun mengambil alih obat yang berada di tangan jingga dan mengoleskan obat tersebut ke lengan jingga.


"Kok bisa bareng si kembar ke sini?" Tanya tania penasaran.


"Mereka ke rumah gue tadi"


"Soalnya selama refan udah pindah sekolah ke sini,dia belum pernah ketemu gue..."


"Makanya mereka ke rumah gue,katanya sih dia kangen sama gue" Ucap jingga sambil memperhatikan lukanya yang sedang di obati oleh tania.


"Eh,pas mereka datang,gue sama bapak gue lagi perang dunia" Ucap jingga sambil cengengesan. Tania hanya menggelengkan kepalanya dan tak habis pikir dengan muridnya yang satu ini.

__ADS_1


"Kuat banget sih loe je,kondisi kayak gini aja loe masih bisa haha hihi..." Batin tania. Tania melihat sorot bola mata jingga. Tania bisa melihat bahwa jingga menyimpan lukanya dengan sendiri,akan tetapi tetap haha hihi di luarnya.


"Loe tau enggak tan gue di teriakin apa tadi" Ucap jingga.


"Apa?" Tanya tania penasaran. Bimas dan refan hanya bisa meneguk saliva mereka dengan kasar. Pasalnya perkataan bapak jingga sangat membuat hati jingga terluka.


"Dia bilang gue anak pembawa sial" Ucap jingga sambil mengingat kembali semua ucapan bapaknya.


"Terus dia ngomong kayak gini ke gue..." Ucap jingga seraya memperagakan ucapan dan gerakan bapaknya.


"Anak anjing loe..."


"Kenapa loe pulang malam terus hah? Jadi pelacur loe di luar sana?"


"Emang kayak binatang loe ya..." Jingga memperagakan dan mengikuti logat bicara bapaknya. Sebenarnya banyak sekali ucapan kasar yang sering di ucapkan oleh bapak jingga,akan tetapi saking banyaknya jingga tidak bisa mengingat semua ucapan kasar bapaknya.


"Gue keluar malam kan karena gue kerja. Meskipun malam enggak jadi pelacur juga kali kerja gue" Ucap jingga tersenyum miris.


"Terus loe jawab je?" Tanya tania. Jingga mengangguk dan tertawa miris. Terbesit rasa iba di hati si kembar saat melihat sahabatnya terluka.


"Mau gue peluk rasanya loe je..." Batin refan sambil melihat jingga yang masih kuat hingga saat ini.


"Gue jawab semua omongan bapak gue" Ucap jingga.


"Kalau bapak ngomong jingga anak pembawa sial,kenapa jingga di tempah? Kenapa jingga di buat? Kenapa jingga di lahirkan? " Tanya jingga santai sambil melihat bapaknya dengan sinis.


"Tadi bapak juga ngomong kalau jingga itu kayak anak anjing,otomatis bapak berarti bapak anjing dong" Ucap jingga dengan nada yang sangat santai namun memiliki arti yang cukup mendalam.


"Kalau jingga kayak binatang berarti ada yang salah waktu bapak ngebuat jingga"


"Makanya pak,lain kali kalau mau bersetubuh itu baca doa,biar kelakuan anak bapak enggak kayak binatang" Ucap jingga sambil tertawa miris. Bapak jingga yang kesetanan pun langsung menampar jingga dan melemparkan guci keramik ke arah punggung jingga.


Jingga merasakan denyutan yang hebat di punggungnya saat guci di lemparkan di punggungnya.


Tanpa mengeluarkan air mata sedikit pun,jingga masih sempat menciumi tangan bapaknya sebelum pergi dari rumah,meskipun tangannya langsung di tepis oleh bapak.


Jingga langsung terkejut saat melihat refan dan bimas yang sudah ada di depan rumahnya. Bimas dan refan pun mengetahui semua kejadian yang dialami oleh jingga. Bimas dan refan pun hendak melaporkan tindakan bapak jingga ke pihak yang berwajib. Akan tetapi jingga sangat menolak saran dari sahabatnya tersebut.


"Bapak gue enggak bakal ngelakuin hal yang sama ke abang ataupun adek gue" Ucap jingga. Pasalnya jingga di perlakukan cukup berbeda dari saudaranya. Sebelumnya jingga cukup dekat dengan bapaknya. Namun,karena suatu kejadian buruk menimpa keluarganya,bapak jingga pun langsung berubah dan tak seperti yang jingga kenal sebelumnya.


"Kalau adek sama abang loe di perlakukan kayak loe tadi gimana? Loe bakal tetap diam?" Tanya bimas.


"Enggak bakal. Enggak bakal bapak gue ngelakuin hal yang sama ke abang ataupun adek gue. Loe berdua jangan khawatir" Ucap jingga sambil membawa refan dan bimas pergi dari rumahnya.

__ADS_1


"Jadi loe berdua jangan laporin bapak gue. Gimana pun dan sampai kapan pun dia tetap bapak gue. bapak kandung gue..." Ucap jingga sambil menatap bimas dan refan dengan senyuman manisnya.


*****


"Je,punggung loe berdarah je" Ucap refan sambil menunjuk baju jingga yang mengeluarkan darah.


"Alah,darah pura-pura itu mah" Ucap jingga santai sambil membaluti lengannya dengan perban.


"Astaghfirullah je,sumpah punggung loe berdarah..." Ucap refan lagi.


"Ck....sewot banget loe sih fan!"


"Biarin aja,entar tuh luka kering sendiri" Ucap jingga.


Brakkk...


Refan menggebrak meja di hadapannya dan membuat seisi rumah terkejut. Tania dan bimas yang awalnya di dapur pun,kembali ke ruang tamu untuk memastikan keadaan.


"Gue sewot kayak gini karena gue peduli sama lo je"


"Gue sayang sama loe..." Ucap refan sambil menatap manik mata jingga. Jingga pun terpenga-nga saat melihat ekspresi serius refan.


"Yuk nikah sekarang,biar gue bisa ngelindungi loe" Ucap refan serius.


"Apa kata loe?" Tanya jingga dengan nada naik satu oktaf dan sorot bola mata yang mematikan.


"Yuk nikah sekarang" Ucap refan sekali lagi dengan lantang. Jingga langsung menatap refan dengan tatapan membunuhnya dan berjalan ke arah refan.


"Apa kata loe sekali lagi?..." Tanya jingga dengan tatapan setannya.


"Hehehe,kok loe gitu amat sama gue sih je..."


"Gue memang sayang kali sama loe" Ucap refan.


"Nikah yukk..." Ucap refan dengan nada menggoda. Jingga pun langsung melemparkan bantal ke arah wajah refan dan membuat refan tertawa cekikikkan.


"Dasar play boy" Ucap jingga kesal. Sedangkan bimas yang melihat interaksi kedua nya pun hanya bisa melihat dengan sorot mata tidak sukanya. Terutama ke arah refan. Refan yang melihat raut wajah bimas yang langsung berubah pun kian bertanya-tanya.


*****


Luka di punggung jingga sudah di obati. Karena mengeluarkan banyak darah,jingga pun di larikan ke rumah sakit terdekat. Untungnya,luka robekkan yang di punggung jingga tidak terlalu parah dan tidak butuh penanganan khusus. Alhasil,jingga pun di perbolehkan pulang setelah semua lukanya di obati.


Tok...tok...tok....

__ADS_1


Terdengar suara ketukkan pintu dari luar rumah. Tania pun membuka pintu dan.....


__ADS_2