Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 9


__ADS_3

"Kamu" Tunjuk tania kepada seorang siswa putri.


"Turun sepuluh" Ucap tania.


Saat ini tania sedang mengajar ekstrakulikuler paskibra. Semua siswa dan siswi di seleksi dengan sangat ketat. Pasalnya mereka akan mengikuti lomba yang akan di selenggarakan sebentar lagi.


"Aduh,boleh turun nggak sih nih tangan" Bisik roni kepada bimas.


"Udah sepuluh menit loh kita hormat,tangan gue udah mau copot nih" Keluh roni.


"Sama,gue juga" Ucap bimas sambil menggerakkan tangannya pelan.


"Kalian berdua" Tegur tania tegas.


"Turun dua puluh" Ucap tania sambil menunjuk bimas dan roni. Bimas dan roni hanya pasrah saat mendengarkan penuturan tania. Mereka pun langsung push up dua puluh kali sesuai perintah tania.


Setelah dua jam latihan,mereka pun di perbolehkan istirahat dan pulang setelahnya.


"Bagi yang mengikuti ekstrakulikuler bela diri jangan pulang ya,kita langsung latihan" Ucap tania.


"Baik buk" Jawab mereka.


Zira dan aisyah baru saja datang dan sudah siap mengajar ekstrakulikuler bela diri. Tania,zira dan aisyah merupakan alumni dari sekolah bimas dan merupakan guru ekstrakulikuler di sana.


"Gue istirahat bentar ya" Ucap tania dan di angguki oleh zira dan aisyah. Tanpa menunggu tania,mereka langsung mulai latihan hari ini.


Saat sedang berbaring di bawah pohon,tania mendengarkan suara handphone-nya berdering.


"Assalamualaikum nak..." Ucap mama tania menelepon.


"Wa'alaikumsalam ma,mama apa kabar?" Tanya tania.


"Mama sehat,tatan apa kabar? Kok enggak pulang ke rumah?" Tanya mama.

__ADS_1


"Tatan sehat ma,maaf ya tatan belum bisa pulang"


"Insya Allah besok tatan pulang sama dedek" Ucap tania.


"Oke deh kalau gitu,baik-baik di jalan besok ya nak" Ucap mama.


"Ashiap ma..." Ucap tatan. Mama langsung mematikan sambungan teleponnya. Tania menatap layar handphon-nya dengan seksama.


"Gue pikir gabriel tadi..." Gumam tania. Tania langsung beranjak dari posisinya dan langsung bergabung bersama aisyah dan zira.


Cukup lama mereka latihan hari ini dan menguras banyak keringat. Tania pun meminta agar semua anak didiknya beristirahat dan meminta mereka untuk melihat dirinya bertanding melawan zira.


Cukup lama tania bergulat di arena bersama zira. Dalam bertarung dengan zira pun tania mengajarkan beberapa teknik kepada anak didiknya.


"Cukup sampai di sini aja latihan hari ini"


"Hati-hati di jalan,jaga kesehatan,kalian sebentar lagi ada pertandingan..."


"Pokonya saya mau kalian semua mendapatkan mendali emas" Ucap zira. Semua anak didiknya pun mengangguk.


"Dek,loe pulang aja duluan" Ucap tania sambil menyerahkan kunci motornya.


"Cuci semua baju,soalnya besok kita pulang ke rumah mama" Ucap tania.


"Kok gue sih yang cuci baju" Ucap bimas cemberut dan penuh nada protes. Seperkian detik kaki tania sudah berada di udara dan berhadapan dengan wajah bimas.


"Huh...iya-iya gue cuci semua..." Ucap bimas pasrah. Bimas pun langsung naik motor bersama roni.


"Emangnya loe mau kemana lagi tan?" Tanya bimas.


"Gue mau ke SD sama mereka" ucap tania sambil menunjuk zira dan aisyah menggunakan mulutnya.


"Ngapain?" Tanya bimas.

__ADS_1


"Ada jadwal ngajar bela diri juga di sana..." Ucap tania. Bimas hanya menganggukkan kepalanya dan langsung meninggalkan tania.


"Loe sering di budakkin kayak gitu sama uni loe?" Tanya roni kepada bimas yang sedang mengendarai motor.


"Em,sering kagak,jarang juga kagak..." Jawab bimas seadanya.


"Kalau loe enggak nurutin omongan dia gimana?" Tanya roni.


"Loe enggak lihat apa tadi waktu kakinya tatan pas banget di depan muka gue" Ucap bimas kesal.


"Kalau gue nolak,habis badan gue di gebukin dia" Ucap bimas.


"Hahaha,kasihan gue sama loe bim" Ucap roni.


Tanpa mereka sadari,mereka sudah tiba di depan rumah tania. Siang ini cukup sepi,karena kebanyakan penghuni kos kuliah hari ini.


"Gue males banget sih nyuci hari ini,mana ada loe lagi..."


"Jam liburan gue digunakan untuk menjadi babu part time" Keluh bimas. Saat ingin membuka pintu rumah,mereka mendengarkan suara saut-sautan.


"St...st...st..."


Bimas dan roni secara serentak langsung menghadap belakang.


"St..st.."


Suara tersebut terdengar lagi. Bimas pun berjalan mendekati sumber suara.


"Bimas..." Teriak sri heboh. Bimas pun terjingkat kaget saat melihat sri.


"Woi,sri kaget gue" Ucap bimas sambil mengelus dadanya.


"Hehehe..." Sri hanya cengengesan saat melihat wajah kesal bimas. Bimas menatap sri dengan tatapan sinisnya. Namun,dalam persekian detik,ide cemerlang muncul di otak bimas.

__ADS_1


"Eh sri,kebetulan ada loe,hihihi...." Ucap bimas sambil mengusap kedua telapak tangannya.


__ADS_2