Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 104


__ADS_3

"Apakah kalau kak gabriel belum menikah masih mau sama aku?" Tanya wanita tersebut.


"Kamu mau tau jawabannya?" Tanya gabriel sinis sambil berbalik badan. Wanita tersebut menganggukkan kepalanya dengan sangat cepat.


"Saya tidak berminat sama sekali" Ucap gabriel tegas. Bak panah menancap di dada,wanita itu terisak sekuat mungkin akan tetapi tak di pedulikan oleh gabriel.


"Gila,beruntung banget loe tan dapetin pak gabriel" Batin zira sambil melihat gabriel berlenggang pergi.


"Zir kayaknya gue harus masuk deh ke dalam" Ucap tania saat melihat suaminya sudah masuk ke dalam gedung tersebut.


"Iya,loe masuk aja tan. Setelah loe masuk ke dalam,baru gue pulang" Ucap zira.


"Kok gitu?" Tania mengerutkan dahinya sambil menatap zira.


"Gue takut loe kenapa-napa" Ucap zira.


"Udah,masuk sana. Tenangin laki loe" Ucap zira dan di angguki tania.


Tania berlenggang masuk ke dalam kantor dan di sapa ramah oleh karyawan gabriel.


"Assalamualaikum..." Ucap tania saat masuk ke dalam ruang gabriel. Terlihat di sana gabriel tengah menelungkupkan kepalanya. Namun saat mendengar suara tania,ia langsung mengangkat kepalanya


"Wa'alaikumsalam" Ucap gabriel sambil berjalan ke arah tania. Di ciuminya pucuk kepala dan pipi istrinya tersebut.

__ADS_1


"Mas,are you okey?" Tanya tania dan di gelengi gabriel. Gabriel membawa tania duduk di pangkuannya.


"Mas kenapa?" Tanya tania. Gabriel membenamkan kepalanya di dada istrinya tersebut sambil memejamkan mata.


"Mau mas cerita jujur sayang?" Tanya gabriel. Sebenarnya tanpa gabriel ceritakan tania sudah tau sebagian dari cerita tersebut. Dulu,sebelum tania dan gabriel menikah,aisyah pernah bercerita bahwa gabriel pernah di tinggal nikah karena calonnya berselingkuh. Tak berbeda dengan gabriel,tania pun mengalami hal yang sama seperti dirinya.


"Ceritain waktu mas udah tenang aja" Ucap tania sambil mengusap kepala suaminya. Gabriel menganggukkan kepalanya dan menutup matanya sejenak dalam pelukan tania untuk mencari ketenangan.


"Mas mau airin ambilkan air?" Tanya tania lembut.


"Boleh sayang" Ucap gabriel. Tania melepaskan pelukannya dan berjalan mengambilkan air. Setelah meminum minuman yang di berikan tania,gabriel menatap mata istrinya dengan tatapan teduh.


"Mas sayang banget sama airin" Ucap gabriel tulus. Tania mengembangkan senyum manisnya dan menganggukkan kepalanya.


"Mas mau cerita,tapi airin harus percaya sama semua ucapan mas ya" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Jadi tadi ada cewek datang ke kantor mas,mantan tunangan mas dulu" Ucap gabriel sambil menghelakan nafasnya.


"Dia awalnya datang ngamuk-ngamuk ke kantor mas,teriak-teriak sama HRD supaya mas rurun ke bawah untuk nemuin dia"


"Waktu udah ketemu mas,dia ngomong kalau dia mau nikah sama mas" Ucap gabriel.


"Terus waktu mas bilang kalau mas udah punya istri,dia malah nawarin dirinya untuk jadi istri kedua" Ucap gabriel kesal.

__ADS_1


"Terus?" Tanya tania penasaran.


"Mas tolak dong sayang,gila kali mas terima dia" Ucap gabriel.


"Dia juga suruh..." Ucapan gabriel sengaja di gantung karena ragu.


"Suruh apa mas?" Tanya tania.


"Tapi jangan marah ya sayang" Ucap gabriel sambil menggenggam tangan tania. Tania menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Dia suruh mas ninggalin kamu dan hidup sama dia" Ucap gabriel dengan wajah menahan amarah.


"Mas jawab apa?" Tanya tania sambil membelai wajah gabriel.


"Enggak mau lah,tawaran kayak gitu kok mas enggak terima" Ucap gabriel tak suka karena kembali teringat dengan ucapan mantan tunangannya tersebut.


"Mas enggak mau kehilangan berlian demi dapetin batu dalam got" Ucap gabriel sambil mengelus pipi tania. Tania menggenggam tangan gabriel yang berada di pipinya.


"Percaya sama mas kan sayang?" Tanya gabriel.


"Insya Allah percaya mas" Ucap tania sambil memeluk gabriel.


Saat makanan pesanan gabriel datang di bawakan oleh seorang office boy tiba-tiba kepala tania terasa pusing dan perutnya merasakan mual saat mencium aroma dari makanan tersebut.

__ADS_1


"Hoek...."


__ADS_2