
"Jaga rumah baik-baik ya sayang" Ucap gabriel sambil menatap tania dengan tatapan teduhnya.
"Iya mas" Jawab tania.
"Jangan lupa makan,jangan kerja yang berat-berat,istirahat yang cukup" Ucap gabriel lagi. Tania tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Iya sayang" Ucap tania tulus. Gabriel merentangkan tangannya dan di sambut oleh tania. Gabriel menciumi pucuk kepala tania cukup lama karena tak rela meninggalkan istrinya.
"Mas jangan lupa makan,ntar maag nya kambuh" Ucap tania.
"Di dalam tas mas,sudah airin siapkan obat maag,buat jaga-jaga" Ucap tania. Gabriel kembali menatap tania dan mengelus pelan pipi istrinya.
"Mas masih belum rela mau pergi nih" Ucap gabriel manyun. Tania tersenyum dan tertawa kecil setelah mendengarkan ucapan imut suaminya tersebut.
"Mau cium ketek mas" Ucap tania manja. Gabriel menarik pelan kepala tania menuju ketiaknya. Gabriel tertawa saat melihat hal aneh yang sangat di sukai istrinya akhir-akhir ini.
"Udah puas sayang cium keteknya?" Tanya gabriel.
"Udah" Jawab tania sumringah. Gabriel mengacak-acak rambut istrinya dan menggigit pipi tania gemas.
"Bismillah,mas keluar kota buat kerja ya sayang,boleh kan?" Ucap gabriel. Tania mengelus pelan pipi gabriel dan menganggukkan kepalanya.
"Iya mas" Jawab tania.
"Kalau ada kabar aneh-aneh jangan dengar,tunggu mas sampaikan informasinya baru percaya ya sayang!" Ucap gabriel dan di angguki tania.
"Apa lagi kabar enggak bener tentang mas,jangan percaya ya sayang" Ucap gabriel menatap mata tania tulus.
"Iya mamas ku sayang....." Ucap tania sambil memeluk gabriel. Gabriel menciumi kening tania dan lanjut menciumi perut tania.
"Semoga kamu memang hadir ya sayang...." Batin gabriel sambil mengelus perut tania.
"Kan belum ada isinya mas" Ucap tania.
"Ada isinya" Ucap gabriel.
"Apa?" Tanya tania lagi.
"Usus" Ucap gabriel sambil tertawa. Tania memukul pelan lengan gabriel dan mengantarkan suaminya ke depan rumah.
"Semoga pekerjaannya lancar ya mas" Ucap tania.
"Iya sayang,dadah...." Ucap gabriel melambaikan tangannya saat sudah berada di dalam mobil.
"Mas jangan lupa baca doa" Gabriel langsung melakukan apa yang istrinya perintahkan.
"Mas pergi dulu ya cantik"
"Kalau ada apa-apa harus hubungi mas"
"Setiap malam harus video call,pokoknya mas enggak mau tau" Ucap gabriel.
"Iya mas alteeza" Ucap tania mencubit gemas pipi gabriel.
"Dadah...Assalamualaikum" Ucap gabriel.
"Wa'alaikumsalam" Jawab tania. Setelah kepergian gabriel,tania langsung memasuki rumahnya dan membersihkan sekitaran rumah.
"Jadi sepi deh rumahnya" Ucap tania sambil menatap sekitaran rumah.
"Jadi kangen" Ucap tania. Tania mengambil baju kemeja milik gabriel dan menggunakan kemeja tersebut.
"Wangi mas gabriel banget" Ucap tania sambil memeluk dirinya yang menggunakan kemeja milik gabriel.
__ADS_1
*****
Sudah hampir lima hari tania di tinggal pergi oleh sang suami. Sekarang saatnya ia mengerjakan tugas bersama zira,di rumahnya.
"Duh gue mual kalau angin-anginan gini" Ucap tania.
"Masuk aja yuk ke dalam" Ucap tania kepada zira. Zira menganggukkan kepalanya dan membawa tania masuk ke dalam rumah.
"Muka loe kok pucat sih tan?" Tanya zira.
"Gimana enggak pucat,beberapa hari ini gue di ajakin angin-anginan mulu sama loe bocah tengill" Ucap tania. Zira hanya bisa cengengesan saat melihat wajah kesal tania.
Zira sudah mengajak tania berjalan-jalan untuk menghabiskan waktu bersama selagi gabriel di luar kota. Mereka pergi pun karena sudah mendapat izin dari gabriel.
Mereka sudah menjelajahi kebun teh di perdesaan,kebun bunga,ke puncak dan ke air terjun hanya sekadar melihat pemandangan. Alhasil,tania yang angin-anginan pun mulai merasakan mual yang luar biasa.
"Loe hamilun kali tan" Ucap zira langsung.
"Enggak mungkin" Jawab tania langsung.
"Yeee...mana kita tau kan kalau bibit pak gabriel sangat unggul" Ucap zira dan membuat tania memukulnya.
"Kerokin gue zir..." Ucap tania dan di gelengi zira.
"Gue takut loe kenapa-napa,gue olesin aja ya minyak angin aja ya ke punggung loe?" Ucap zira dan di angguki tania.
Tania mengeluarkan sendawa yang cukup keras dan membuat zira ilfeel saat itu juga.
"Loe pernah kayak gini di depan laki loe tan?" Tanya zira.
"Jangankan kayak gini,Gue ngiler sama gue kentut waktu tidur aja udah tau suami gue" Ucap tania santai.
"Terus dia ilfeel?" Tanya zira.
"Enggak dong,justru laki gue doyan banget kalau ngeliat wajah gue tidur"
"Serius?" Tanya zira tak percaya dan langsung di angguki tania.
"Galeri laki gue,isinya rata-rata foto gue tidur pas mangap" Ucap tania jujur.
"Aneh banget sih selera laki loe" Ucap zira.
"Enggak aneh,enggan asik kawan" Ucap tania sambil tersenyum licik bak penjahat. Zira mencibir ucapan tania.
"Dulu aja pak gabriel loe upatin tiap hari" Ucap zira
"Kan dulu zir. Dulu dia belum jadi laki gue...." Ucap tania.
"Iya deh,iya" Ucap zira malas. Karena hari sudah cukup larut,akhirnya zira memutuskan untuk pulang. Belum sempat zira menaiki motornya,tiba-tiba tania merasakan mual dan berlari masuk ke dalam rumah.
"Tatan...." Zira cukup panik dan ikut mengikuti tania menuju kamar mandi.
"Gue anterin loe kerumah sakit ya?" Ucap zira.
"Enggak mau gue,gue kan udah bilang ini gara-gara masuk angin" Ucap tania.
"Palingan minum obat langsung sembuh" Ucap tania.
"Serius nih?" Tanya zira dan di angguki tania.
"Iya..."
"Hati-hati di jalan zir" Ucap tania dan di angguki oleh zira.
__ADS_1
"Gue sumpahin semoga loe cepat hamil tan" Ucap zira.
"Aamiin" Jerit tania girang.
"Gue sumpahin loe cepat nikah zir,sama pak ari" Ucap tania.
"Idih,amit-amit" Ucap zira jijik. Zira langsung tancap gas dan meninggalkan tania.
"Stt....mual banget gue Ya Allah" Ucap tania sambil mengusap-usap dadanya. Tania masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang makan. Di saat yang bertepatan,panggilan video masuk dari gabriel.
"Assalamualaikum cantik" Ucap gabriel riang.
"Wa'alaikumsalam ganteng aku" Jawab tania sambil menuangkan nasi ke dalam piringnya.
"Baru makan sayang?" Tanya gabriel dan di angguki tania.
"Mas udah makan?" Tanya tania.
"Sudah" Ucap gabriel sambil menatap tania. Saat tania meletakkan pepes ikan di piringnya,tiba-tiba mual tania datang lagi. Tania memuntahkan isi perutnya ke watafel namun hanya mengeluarkan cairan bening.
"Sayang kenapa?" Tanya gabriel panik.
"Cuma masuk angin mas" Jawab tania sambil tersenyum.
"Mual ih ngeliat ikannya" Ucap tania sambil menatap ikan tersebut. Lagi-lagi tania merasakan mual yang luar biasa.
"Kenapa sayang? Airin kenapa?" Tanya gabriel panik.
"Enggak usah panik mas,airin cuma masuk angin gara-gara sering pergi sama zira" Ucap tania santai. Selera makan tania sudah hilang saat melihat ikan tadi.
"Lah? Enggak jadi makan sayang?" Tanya gabriel dan di gelengi tania.
"Mual mas" Ucap tania. Ada secerca rasa senang di hati gabriel saat mengetahui tania mual.
"Hamil nggak ya?" Batin gabriel.
"Kalau mual karena hamil sih,Alhamdulillah"
"Tapi kalau beneran masuk angin kan kasihan bini gue" Batin gabriel.
"Sayang mau makan apa?" Tanya gabriel.
"Mau burger mas" Ucap tania cemberut.
"Tapi aku maunya mas yang pesanin" Ucap tania dan di angguki gabriel.
"Ada lagi sayang?" Tanya gabriel dan di gelengi tania.
"Di makan ya sayang,habisin" Ucap gabriel. Tania menganggukkan kepalanya dan mencium gabriel melalui prantara video call.
"I'm so lucky to have you,baby" Ucap tania tulus.
"I'm like too sweetheart" Balas gabriel.
"Mas kapan pulang?" Tanya tania.
"Belum tau,doakan aja secepatnya ya sayang" Ucap gabriel.
"Airin mau peluk mas" Ucap tania manja. Gabriel tersenyum lebar saat mendengar permintaan istrinya tersebut.
"Nanti kalau mas udah pulang,bukan cuma peluk aja yang mas kasih,nanti ada bonus" Ucap gabriel.
"Apa bonusnya?" Tanya tania.
__ADS_1
"bibit dedek bayi" Ucap gabriel genit. Tania tersenyum manyun setelah mendengarkan ucapan suaminya.
"Mesum"