
Kemah yang diadakan tiga hari pun sudah usai hari ini. Tania yang berangkat bersama para muridnya menaiki bus dan akan pulang menaiki bus.
Sedangkan gabriel datang menggunakan mobil yang ia bawa dan akan pulang sendiri.
"Airin,kamu sama saya aja pulang nya..."Ucap gabriel dengan tatapan datarnya.
"Idih,nggak mau saya pulang sama bapak..."Ucap tania.
"Kenapa kamu nggak mau pulang sama saya?"Tanya gabriel.
"Nggak mau aja,ngapain juga pulang sama bapak"
"Kan saya datang kesini naik bus bareng anak-anak..."
"Saya harus mengawasi mereka pak,itu udah tanggung jawab saya..."Ucap tania sambil mengemasi barang-barangnya.
"Ayolah airin,kan guru-guru yang lain ada..."Ucap gabriel dengan nada memelas.
"Sekali nggak mau,tetap nggak mau..."Ucap tania sambil melipat tangannya di dada.
"Ajak aja tuh pak ari" Sambung tania. Gabriel memaklumi mahasiswanya yang satu ini,memiliki sifat bar-bar dan keras kepala.
"Ya udah kalau nggak mau...."Ucap gabriel cuek. Gabriel pergi meninggalkan tania dengan tangan dimasukan dalam celana.
"Pulang dari sini saya mau beli bobaaaa..."Ucap gabriel dengan nada pamernya dan membuat tania kesal.
"Cih,beli tinggal beli kok susah...."Gumam tania.
"Pergi aja sana,hus...hus...."Teriak tania sambil mengusir gabriel. Gabriel langsung membalikkan badannya dan menatap tania dengan mata elangnya.
"Hus pergi sana semut,jangan gigit gue...."Elak tania sembari mengusir semut tak kasat matanya. Gabriel hanya menatap aneh tania sambil menaikkan alisnya. Gabriel berputar badan dan berjalan menuju mobilnya.
"Gendeng" Ucap gabriel pelan sambil menyilangkan tangan dijidat nya.
"Loe bilang gue gila gabrielll...."Ucap tania kesal sambil mengepalkan tangannya. Ternyata tania masih bisa mendengarkan gumam dari mulut gabriel. Tania berlari mendekati gabriel dan menggigit tangan gabriel.
"Akh............."
Gabriel berteriak keras dan membuat semua mata menuju padanya. Gabriel mengibas-ibaskan tangannya yang digigit oleh tania. Tangan gabriel terdapat jejak gigitan tania dan mulai membiru.
"Rasain tuh,emang enak...."Ucap tania kesal.
"Itu balasan buat orang yang bilang saya gila..."Ucap tania sambil judes sambil mengangkat sebelah alisnya. Sedangkan gabriel masih meringis kesakitan akibat ulah tania.
__ADS_1
Tania berlari ketempatnya semula sambil bersenandung ria. Sedangkan gabriel dengan kesalnya menatap tania yang berlari tanpa merasa bersalah.
"Awas kamu airin,saya bakal kerjain kamu...." Ucap gabriel dengan nada dendamnya.
Semua peserta kemah sudah masuk dalam bus,mereka segera meninggalkan bumi perkemahan. Tania mulai menghitung satu persatu muridnya supaya tidak ada yang tertinggal.
"Lah,kok bapak disini?" Tanya tania saat melihat gabriel yang telah duduk di dalam bus.
"Kenapa? nggak boleh?" Tanya gabriel datar. Tania yang malas berdebat pun enggan menjawab pertanyaan yang diutarakan oleh gabriel.
"Refan,sini duduk sama saya..." Ucap tania dengan bahasa formalnya. Refan langsung duduk di kursi samping tania. Sedangkan gabriel duduk bersebrangan dengan mereka.
"Ari,baik-baik loe dijalan,awas aja mobil gue sampai lecet..." Ucap gabriel mengirim pesan singkat kepada ari.
"Iya,iya gabriellll...." Jawab ari kesal.
"Masa gue sama dedek dibilang brondong loe tan..." Bisik refan kesal.
"Terus tadi dedek ledek balik lah dia,dedek panggil dia si Perjaka tua...." bisik refan sangat pelan karena takut di dengar oleh gabriel.
"Hahaha,sok tau loe dek,emangnya loe tau dari mana dia perjaka?" Tanya tania heran.
"Kayaknya tadi si dedek asal nyeblak aja deh tan,terus dia marah..."Ucap refan. Tania hanya menggelengkan kepalanya saat mendengarkan penjelasan refan.
"Ya rabb,sudah sepuluh tahun gue nggak pernah naik bus lagi..." Batin gabriel. Gabriel berusaha memijat kepalanya yang pusing.
"Kalau gue mabuk terus muntah kacau nih,bakal di ledekin airin seumur hidup gue..." Batin gabriel lagi.
Sedangkan tania sibuk bercerita dengan refan. Secara tak sengaja tania melihat gabriel dengan wajah pucat nya sambil memegang kepala.
Tania bertukaran tempat duduk dengan refan. Tania yang awalnya duduk dekat jendela sekarang ia duduk di antara lorong jalan dan bersampingan dengan gabriel.
"Muntah aja pak,nggak usah ditahan..." Bisik tania di iringi dengan ledekan. Gabriel memejamkan matanya dan enggan berdebat dengan tania dengan kondisi seperti ini.
"Muntah...muntah...muntah...muntah..." Bisik tania seperti supporter.
"Mabuk...mabuk...mabuk...mabuk..." Ucap tania lagi. Gabriel masih berusaha untuk tidak mabuk dan mengeluarkan semua isi sarapan paginya di dalam bus. Gabriel membiarkan tania yang meledeknya dan ia sangat enggan membalas semua ucapan tania.
" Ya bung...Gabriel nampak mengusap perutnya supaya tidak muntah...."Ucap tania bak supporter bola.
"Sekarang kita lihat,akankah gabriel masih bisa menahan rasa mabuk nya...."Ucap tania. Gabriel mulai terhuyung dan bersiap mengambil kantong plastik.
"Wah,ternyata gabriel mengambil kantong plastik untuk mempersiapkan ke muntahannya..."
__ADS_1
"Dan apa yang terjadi...."
"Jed...jed...jed...."
"Jederrrrr......"Ucap tania.
"Ternyata gabriel masih bertahan dan enggan memuntahkan isi perutnya bung..."
"Nanti kita lanjutkan setelah pariwara..." Ucap tania bak pembawa acara di pertandingan sepak bola. Semua murid memaklumi kelakuan bar-bar dan aneh yang tania miliki,mereka pun hanya menggeleng-gelengkan kepala saat melihat tania.
"Tan,loe nggak malu diliatin kayak gitu?" Tanya bimas yang sekarang berada di hadapan tania.
"Biasa aja kali...."Ucap tania santai.
"Tadi duduk sama siapa loe dek?" Tanya tania.
"Biasalah,Roni" Jawab bimas.
Tania membuka tas kecilnya dan mengeluarkan minyak kayu putih dan memberikannya kepada gabriel.
"Kenapa nggak dari tadi kamu kasih sama saya..." Ucap gabriel sambil melotot.
"Santai dong pak,semua orang ada alasan untuk melakukan sesuatu..."Ucap tania santai.
"Apa alasan kamu baru ngasih saya ini padahal dari tadi saya membutuhkannya?" Tanya gabriel sambil memegang minyak kayu putih milik tania.
"To the point aja ya pak...."
"Saya mau lihat bapak tersiksa dulu di atas bus,kan jarang-jarang seorang GABRIEL menaiki bus...." Ucap tania dengan nada meledeknya. Gabriel hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia langsung mengoleskan minyak kayu putih di bagian yang diperlukan.
"Seru kan pak kegiatan hari ini..." Ucap tania setelah turun dari mobil.
"Kamu yang kesenangan,saya tersiksa di dalam bus..." Ucap gabriel kesal.
"Lagian sih,pe'ak kok dipelihara..." Ucap tania santai sambil melihat jemarinya dan menggosok kuku nya.
"Awas aja kamu airin..."Ancam gabriel. Seperti biasa,tania memasa bodohkan ucapan gabriel.
"Bim,fan,pulang yuk...."Ajak tania kepada saudaranya. Mereka pun pulang dan meninggalkan gabriel yang berdiri dilapangan.
"Ari loe dimana?"Tanya gabriel lesu.
"Di apartemen loe lah,kan loe yang nyuruh gue kesini..." Ucap ari.
__ADS_1
"Jemput gue di sekolah tempat loe ngajar,Cepat!" Pintah gabriel bak seorang boss. Ari hanya menggerutu sepanjang perjalanan saat gabriel memintanya untuk menjemput gabriel yang berada disekolah tempatnya mengajar.