
"Gue enggak terima di bilang tepos" Ucap tania sengit.
"Terus kamu mau ngapain? Ngebuktiin ke saya kalau kamu enggak tepos gitu?" Tanya gabriel sambil melirik tania dari atas ke bawah.
"Oke,siapa takut!" Tania menantang ucapan gabriel. Gabriel masih bertingkah santai mendengarkan ucapan tania. Akan tetapi,dalam hatinya ia cukup terkejut. Pasalnya,ia sangat mengetahui sikap bar-bar tania.
Tania berusaha membuka bajunya di hadapan gabriel dan membuat gabriel terpenganga. Gabriel pun langsung memutar badannya dan membuat tania tersenyum sinis.
"Katanya mau bukti. Pas di buktiin malah putar badan" Ucap tania sambil tersenyum sinis.
"Gila kamu ya? kamu pikir saya lelaki mata keranjang apa?" Tanya gabriel ketus.
"Bapak bukan mata keranjang sih,tapi mata ranjang" Ucap tania sambil berdecih sinis. Gabriel kembali memutar badannya dan menatap tania sinis. Seperkian detik kemudian gabriel memukul kepala tania menggunakan gulungan kertas.
"Astaga...pak..."
"Bapak bawa nih gulungan kertas? Kesini?" Ucap tania tak percaya.
"Menurut kamu?" Tanya gabriel dingin. Tania tak habis pikir dengan tindakan gabriel. Hal tak penting pun masih di bawa oleh gabriel sampai ke tempat perlombaan.
"Udah siap-siap,bentar lagi kita ke pantai" Ucap gabriel sambil berlenggang pergi. Tania hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Tania belajar di tepi pantai dengan di temani oleh air kelapa. Sedangkan gabriel sedari tadi sibuk memotret pemandangan di depannya. Gabriel mengarahkan kameranya ke arah tania. Akan tetapi ia tak satu pun memotrer gambar tania.
"Ck,apaan sih pak motret orang diam-diam" Decak tania dengan nada tak terima. Tania pun langsung mendapatkan pukulan di kepalanya.
"Kamu kok percaya diri banget sih?" Ucap gabriel sinis. Tania tak menjawab ucapan gabriel. Tania hanya menjulurkan tangannya sambil menatap handphone gabriel.
Gabriel hanya bisa memberikan handphone-nya kepada tania. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan,tania pun memeriksa galeri handphone gabriel secara teliti.
__ADS_1
"Saya mau beli makanan dulu,kamu jangan kemana-mana ya" Ucap gabriel dan di angguki oleh tania.
"Oh iya,handphone saya pegang dulu. Entar kalau ada yang nelepon enggak usah diangkat,biarin aja" Ucap gabriel.
"Iya,iya..." Ucap tania malas. Gabriel langsung pergi menuju warung di pinggiran pantai untuk membeli beberapa makanan.
Sedangkan tania,dirinya merasa lega saat gabriel tak mengambil potret dirinya sama sekali. Tania memperhatikan handphone gabriel secara seksama.
"Handphone sultan mah gini ya" Ucap tania. Tania langsung membuka kamera yang sudah tertera dilayar handphone gabriel.
"Ulala...jernih banget nih kamera" Puji tania.
"Em,gue harus foto nih pakai handphone-nya pak gabriel" Ucap tania sambil berusaha mencari pose terbaiknya.
Tania mencoba tersenyum saat di depan kamera dan menjepretnya.
"Gue harus nemuin gaya yang tepat buat si gabriel nih" Ucap tania sambil mengatur gayanya. Terlintas di benak tania gaya anehnya. Tania pun mempotret dirinya dengan gaya mata melotot dan mulut mencibir.
"Hahahaha...nih cocok banget sih buat si om" Tania kembali melihat fotonya dan menyebut gabriel sebagai om.
Tania memasang fotonya sebagai lock screen di handphone gabriel. Tak lupa tania juga mengganti wallpaper di via chat milik gabriel. Akan tetapi foto yang berada di wallpaper via chat milik gabriel berbeda. Jika di lock screen tania memasang tampang anehnya,namun di wallpaper via chat milik gabriel ia memasang senyum manisnya.
"Sudah kamu pelajari airin?" Tanya gabriel setelah kembali dari warung. Gabriel membawa sekantong besar berisikan makanan. Tania hanya mengangguki ucapan gabriel dan merebut kantong makanan tersebut dari gabriel.
Gabriel hanya bisa pasrah saat anak didiknya satu ini bertindak semaunya.
"Enggak ada telepon kan?" Tanya gabriel.
"Ada,dari calon bini bapak" Ucap tania. Gabriel langsung membuka riwayat panggilan di teleponnya.
__ADS_1
"Selain dia ada lagi yang telepon?" Tanya gabriel. Tania hanya menggelengkan kepalanya dan sedikit keheranan. Pasalnya sedari tadi ia tak mendapati seseorang yang menghubungi gabriel.
"Em,enggak ada kayaknya.." Jawab tania ragu. Tania kebingungan sendiri saat mendapati pertanyaan seperti itu dari gabriel.
"Tapi kan dari tadi enggak ada yang telepon..." Batin tania kebingungan.
"Gue bercanda pak gagab..." Batin tania lagi.
"Biasanya kalau ada orang nelepon terus enggak terjawab lihatnya dimana?" Tanya gabriel.
"Riwayat panggilan pak" Ucap tania santai.
"Kamu bilang tadi siapa? Calon istri saya kan?" Ucap gabriel sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Em,iy...yaaa" Jawab tania ragu.
"Oke,calon istri dan riwayat panggilan terakhir" Gabriel kembali memeriksa handphone-nya dan menunjukkannya kepada tania.
"Loh? Kok bapak nunjukkin nomor handphone saya?" Tanya tania.
"Kamu lihat riwayat teleponnya" Ucap gabriel sinis. Tania pun langsung melihat namanya yang berada di posisi paling atas dalam riwayat telepon gabriel.
"Terus? Apa hubungannya sama saya?" Tanya tania.
"Nih saya hubungkan tentang riwayat telepon dan calon istri" Ucap gabriel.
"Riwayat telepon saya terakhir kali sama kamu"
"Terus kamu bilang kalau calon bini saya yang telepon,otomatis kamu dong calon istri saya"
__ADS_1