
"Hoek...."
Tania berlari menuju toilet yang berada di ruang gabriel. Gabriel berlari menyusuli istrinya dan mengurut tengkuk istrinya.
"Kenapa sayang?" Gabriel terlihat panik dan hanya di gelengi tania.
"Makanannya bau mas,kepala airin langsung pusing waktu cium aromanya" Ucap tania sambil memegang kepalanya.
Gabriel keluar sebentar dari toilet dan masih melihat office boys tadi berdiri di ruangannya.
"Maaf pak gabriel,bu tania kenapa?" Tanya office boys tersebut.
"Mual waktu cium makanan yang kamu bawa" Ucap gabriel.
"Kamu bawa pesanan saya kan?" Tanya gabriel dan di angguki office boys tersebut.
"Nasi ayam kecap kan pak?" Tanyanya dan di angguki gabriel.
"Beli tempat biasakan?" Tanya gabriel lagi dan di angguki office boys tersebut.
"Kenapa airin mual ya?" Batin gabriel.
"Mas dedi,kamu makan aja nasi ayamnya" Ucap gabriel.
"Beneran pak?" Tanya dedi.
__ADS_1
"Iya,kasihan istri saya mual waktu cium makanan tadi" Ucap gabriel.
"Terima kasih pak gabriel" Ucap dedi dan langsung pamit. Tania keluar dari toilet dan duduk lemas di sofa.
"Lemes" Ucap tania sambil menatap gabriel yang berada di depannya.
"Kita periksa ke rumah sakit aja yuk sayang" Ajak gabriel.
"Takutnya ada apa-apa" Ucap gabriel sambil berjongkok di hadapan tania. Tania menganggukkan kepalanya.
*****
Karena sedari tadi hujan,akhirnya tania dan gabriel memutuskan untuk langsung pulang ke rumah dan berencana ke rumah sakit besok.
"Masih mual sayang?" Tanya gabriel sambil memijat pelan pundak istrinya.
"Mau makan apa sayang?" Tanya gabriel dan di gelengi tania.
"Airin enggak nafsu makan mas" Ucap tania. Gabriel pun ke dapur dan mengupas buah untuk istrinya.
"Setidaknya makan buah sayang"
"Dari tadi perutnya enggak di isi" Ucap gabriel sambil menyerahkan sepiring salad buah.
"Tadi airin mau ikan gurame bakar,mas beliin"
__ADS_1
"Tapi di muntahin karena mual" Ucap gabriel.
"Udah berapa kali mas beliin makanan tapi di muntahin terus"
"Se-enggaknya makan salad buah yang mas buatin buat airin,kasihan perutnya kalau enggak di isi" Gabriel menyuapi buah ke dalam mulut tania. Tania awalnya menggelengkan kepalanya karena enggan memakan buah,namun saat di suapi suaminya ia menghabiskan salad buah tersebut tanpa sisa.
"Masih mual?" Tanya gabriel sambil menatap tania. Tania menggelengkan kepalanya. Saat gabriel meletakkan piring ke dapur,tania membuka bajunya dan mengambil sarung sholat milik gabriel.
"Loh kok enggak pakai baju sayang?" Tanya gabriel saat melihat tania tanpa menggunakan baju dan badannya hanya berlampiskan sarung miliknya.
"Entar masuk angin lho!" Ucap gabriel lagi.
"Airin minta tolong sama mas,tolong olesin minyak angin di punggung airin" Ucap tania sambil duduk di ranjang. Gabriel membantu istrinya tersebut.
Saat selesai mengoleskan minyak angin,Tania berbaring di samping gabriel dan masih saja menggunakan kain sarung milik gabriel.
"Pakai baju ya sayang" Ucap gabriel.
"Nanti masuk angin" Sambung gabriel sambil menepikan rambut tania yang menutupi wajah. Tania menggelengkan kepalanya dan menyelinap di bawah ketiak gabriel.
"Enggak mau mas,airin mau pakai sarung mas aja" Ucap tania yang masih saja menyelinap di bawah ketiak gabriel.
"Awas,nanti mual loh kalau cium bau ketiak mas" Ucap gabriel.
"Enggak bau,justru airin suka" Ucap tania polos. Gabriel mengelus kepala tania dengan lembut dan membuat tania terasa nyaman.
__ADS_1
Akhirnya,tania pun tertidur di bawah ketiak gabriel dan memeluk gabriel dengan sangat erat.