
"Cepat zira,acaranya si aisyah bentar lagi mulai...." Teriak tania dari halaman rumah zira.
"Iya,iya...." Balas zira sambil teriak.
Tania dan zira langsung menuju rumah aisyah dengan terburu-buru. Pasalnya,hari ini adalah hari di adakannya lamaran di rumah aisyah.
"Assalamualaikum..." Ucap zira dan tania ngos-ngosan.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab keluarga aisyah yang hadir.
"Langsung masuk aja nak,aisyah ada di kamar" Ucap ibu aisyah dan di angguki tania serta zira. Tania dan zira pun langsung berlenggang menuju kamar aisyah.
"Widih,udah di pepet aja gue sama aisyah nih" Ucap tania yang berada di belakang aisyah. Aisyah yang mendengarkan suara tania pun langsung membalikkan badan dan cengengesan.
"Salah siapa nikah nya di mundurin terus" Ucap aisyah menyindir.
"Kayaknya enggak di mundurin lagi deh sya" Zira mulai buka.
"Tapi di batalin,hahaha" Ucap zira. Tania hanya bisa mendengus kesal dan memutar bola matanya jengah.
"Loe sih tan,mau-mau aja di mundurin terus" Ucap zira.
"Kalau dia mundurin lagi tanggal nikahnya,mendingan nikah sama orang lain aja deh tan" Ucap aisyah.
"Gimana kalau sama pak gabriel?" Ucap zira dan aisyah kompak. Dalam seperkian detik bola mata tania membulat sempurna.
"Gila loe berdua ya..." Upat tania kesal. Sedangkan zira dan aisyah langsung cekikikkan setelah mendengarkan penuturan tania.
"Dia kayak nya baik kok..." Ucap aisyah.
"Sama dia aja kali tan,insya Allah hidup loe lebih pasti" Ucap aisyah.
"Hah? Kenapa?" Tanya tania kebingungan.
"Dia itu temennya calon laki gue..."
"Kata calon laki gue sih dia itu sholehnya minta ampun"
"Dia juga kalau udah sayang sama orang apa aja di korbankan"
"Sama siapa pun itu,mau saudara,temen,sahabat,bahkan bisa jadi sama loe" Ucap aisyah.
"Lah? Kok gue?" Tanya tania heran.
"Loe kan udah lumayan dekat sama dia,bisa jadi aja dia udah sayang sama loe" Ucap aisyah.
"Enggak mungkin..." Ucap tania berusaha menolak semua masukkan aisyah.
"Ah,terserah loe deh tan..." Ucap aisyah.
"Sekarang,yuk kita ke depan..." Ucap aisyah dan di angguki oleh tania dan zira.
"Enggak sabaran ya bund" Ledek zira. Aisyah langsung memukul lengan zira pelan sambil tersenyum malu.
"Deg-deg-an gue" Ucap aisyah.
Mereka pun berkumpul di tempat acara yang akan berlangsung. Ternyata di sana sudah di penuhi oleh kerabat aisyah yang hadir.
"Sesuai kesepakatan kita hari ini,acara pernikahan antara aisyah dan ratib akan di selenggarakan dalam dua hari ke depan" Ucap salah seorang keluarga ratib,calon aisyah.
__ADS_1
"Widih,kebelet banget si bro ratib ya bund..." Bisik tania di telinga aisyah. Aisyah langsung mencubit kecil lengan tania dan membuat tania cekikikkan.
*****
"Loe se-sibuk apa sih ka? Sampai-sampai sahabat gue nikah enggak bisa loe hadiri" Tanya tania lewat telepon.
"Hari ini gue ada meeting mendadak tan,entar kalau cepat selesai gue ke sana deh" Ucap raka yang sekarang sedang berkendara. Tania langsung mematikan teleponnya dan mendengus kesal.
"Siapa ka?" Tanya fanya.
"Biasa,tania" Ucap raka datar sambil mengemudi.
"Hahaha,kena loe sekarang tan"
"Loe bukan prioritas raka lagi" Batin fanya tersenyum penuh kemenangan.
*****
"Udah cantik belum gue?" Tanya tania sambil bercermin.
"Udah,udah,pak gabriel pasti suka kok" Ledek aisyah yang sedang di hias oleh penata rias. Tania pun langsung cemberut dan membuat zira yang ada di sana hanya bisa tertawa bersama aisyah.
"Eh tan,waktu itu ratib bilang kalau loe dia ngeliat loe di rumah sakit" Ucap aisyah.
"Hah? Kapan?" Tanya tania.
"Emm,kalau enggak salah seminggu yang lalu deh" Ucap aisyah.
"Tapi kata ratib,loe enggak sendiri"
"Dia juga ngeliat pak gabriel bareng sama loe" Ucap aisyah lagi. Tania sedikit terkejut dan berusaha tenang di hadapan para sahabatnya.
"Dan anehnya lagi,loe di infus" Ucap aisyah. Tania meneguk salivanya dengan kasar. Pasalnya,kedua sahabatnya belum tau bahwa dirinya di rawat di rumah sakit dan di jaga oleh gabriel.
"Emm,kayaknya sih enggak zir" Ucap aisyah. Zira pun menatap tania dengan penuh tanda tanya.
"Beneran itu loe tan?" Tanya zira.
"Hah....." Suara dengusan keluar dari mulut tania.
"Iya,itu gue" Ucap tania.
"Waktu itu gue sakit mendadak,terus singkat cerita pak gabriel nganterin gue ke rumah sakit"
"And than waktu itu loe berdua lagi di luar kota,mama gue sama si kembar juga keluar kota,terus pak gabriel suruh gue telepon raka..." Ucap tania.
"Terus?" Tanya zira dan aisyah.
"Gue telepon lah,gue di paksa sama pak gabriel buat telepon si raka kupret" Ucap tania kesal.
"Tapi si raka cuma bisa dengus gitu. Dia enggak ikhlas kayaknya,mana dia sekarang lagi sibuk-sibuknya ya kan" Ucap tania.
"Terus gimana?" Tanya zira dan aisyah lagi.
"Gue usir pak gabriel dari kamar gue,eh ternyata dia ngotot mau nemenin gue di rumah sakit" Ucap tania.
"Berapa hari loe di rumah sakit tan?" Tanya aisyah.
"Emm,seminggu kalau enggak salah" Ucap tania dan berhasil membuat zira dan aisyah terkejut.
__ADS_1
"Gila loe ya?!"
"Apa salahnya loe telepon gue atau enggak aisyah" Ucap zira sedikit murka.
"Alah,gue cuma sakit biasa"
"Nggak perlu khawatir" Ucap tania santai.
"Sakit apa?" Tanya zira.
"Typus" Ucap tania singkat,padat,jelas,namun berhasil membuat zira dan aisyah terkejut bukan main.
"Wah,wah... Gila loe ya tan" Ucap zira dengan nada tak percaya.
"Dikit..." Jawab tania seadanya.
"Terus? Pak gabriel yang jagain loe? Selama seminggu?" Tanya aisyah.
"Kagak mungkin" Ucap zira langsung membantah ucapan aisyah.
"Yee kali pak gabriel jagain tania"
"Di kelas aja mereka berdua cekcok mulu"
"Gimana caranya pak gabriel pengen jagain tania" Ucap zira berturut-turut.
"Mustahil banget" Sambung zira.
"Iya juga sih...." Ucap aisyah. Pasalnya aisyah kerap kali melihat tania dan gabriel bertentangan.
"Em...."
"Tapi emang iya sih guys..." Ucap tania ragu.
"Apanya?" Tanya aisyah dan zira kompak.
"Kalau sebenarnya pak gabriel yang jagain gue di rumah sakit"
D
"Seminggu full" Sambung tania. Zira terkejut dan refleks menggebrak meja. Semua yang ada di kamar aisyah pun terkejut.
"Sumpah? Demi apa?" Tanya zira tak percaya.
"Sumpah,demi alek" Ucap tania. Zira dan aisyah masih tercengang karena tak percaya.
"Wah,sumpah. Enggak percaya gue" Ucap zira.
"Dia tetap jagain gue,meskipun gue muntahin baju dia" Ucap tania.
"Dia enggak ke kampus?" Tanya aisyah.
"Ke kampus dong,tapi cuma sebentar"
"Nitip tugas,terus dia balik lagi ke rumah sakit buat jagain gue" Ucap tania santai.
"Wah,wah,mungkin dia ada maksud lain deh sama loe kayaknya tan" Ucap zira.
"Su'udzon aja loe" Ucap aisyah sambil memukul lengan zira.
__ADS_1
"Maksud lain? Maksud nya?" Tanya tania.
"Dia suka sama loe" Ucap zira dan membuat tania membulatkan matanya sempurna.