Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 92


__ADS_3

"Mas enggak ke kantor?" Tanya tania.


"Airin maunya gimana?" Tanya gabriel balik.


"Mas kerja aja,airin udah enggak apa-apa kok" Ucap tania. Gabriel menganggukkan kepalanya dan bersiap-siap untuk mandi.


"Airin masak dulu ya mas..." Ucap tania dan di gelengi gabriel.


"Kita pesan aja makanannya ya,takutnya nanti sakitnya kambuh lagi" Ucap gabriel dan di gelengi tania.


"Airin mau masak" Ucap tania tegas.


"Ya sudah,terserah cinta nya mas mau masak atau enggak" Ucap gabriel.


"Mas mandi dulu ya sayang" Ucap gabriel sambil menciumi kening tania. Tania melambaikan tangannya saat gabriel pergi.


Gabriel melepaskan seprai kasur yang sudah kotor akibat terkena darah tania dan menggantinya dengan seprai kasur yang baru. Gabriel mencuci seprai tersebut dan mandi setelahnya.


"Lah mas? Seprai kasurnya mana? Kok udah di ganti?" Tanya tania sambil mencari seprai tersebut.


"Udah mas cuci sayang" Ucap gabriel dan membuat tania terkejut.


"Kok di cuci?" Tanya tania.


"Kan udah kena darah,jadi mas cuci aja" Ucap gabriel santai. Tania menuju jemuran pakaian untuk melihat seprai tersebut. Tania meneliti seprai tersebut secara seksama. Dan ternyata sudah tercuci bersih dan tak meninggalkan noda sedikit pun.


"Aman aja sayang,udah kinclong seprai nya" Ucap gabriel sambil mengangkat-angkat alisnya. Tania lagi-lagi hanya bisa tersenyum saat di perlakukan baik oleh suaminya.


"Makasih mas" Ucap tania.


"Makasih doang nih?" Tanya gabriel tengil.


"Terus mas mau apa?" Tanya tania heran.


"Cium" Ucap gabriel sambil menunjuk pipinya. Tania berjalan ke arah gabriel dan menciumi pipi gabriel. Tanpa menyianyikan kesempatan,gabriel juga menciumi pipi tania.


"Good morning cinta mas" Ucap gabriel sambil memegang pipi tania dengan gemas.


"Morning juga cintanya airin" Balas tania dan kembali menciumi pipi gabriel.


"Wah,sudah berani ya..." Ucap gabriel tersenyum saat tania berinisiatif menciuminya terlebih dahulu.


"Berani dong,kan suami sendiri" Ucap tania bangga. Gabriel tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Saat gabriel ingin berangkat ke kantor,tiba-tiba tania meringis kesakitan sambil memegang perutnya.


Gabriel memapah tania untuk berbaring di atas ranjang.


"Enggak usah ke kampus dulu deh sayang,airin istirahat aja di rumah" Ucap gabriel dan di angguki tania.


Gabriel membuka bajunya dan menggantinya dengan baju santai.


"Lah,kok ganti baju mas?" Tanya tania.


"Hari ini mas mau jagain pacar sekaligus istri mas yang lagi sakit" Ucap gabriel sambil mengelus kepala tania.


"Mas kompres lagi ya perutnya" Ucap gabriel dan di angguki tania. Gabriel kembali mengompres perut tania agar menghilangkan rasa nyeri di perut tania.


"Kalau airin enggak masuk hari ini,tugas yang harus di kumpulin gimana?" Tanya tania. Gabriel hanya tersenyum sambil mengelus kepala tania.


"Airin tenang aja,tugas airin udah mas kirim lewat email ke pak manto" Ucap gabriel.


"Kok udah di kirim mas? Kan belum siap" Ucap tania.


"Udah mas selesaikan malam tadi,mas bantu dikit" Ucap gabriel. Tania menarik tangan gabriel dan menciumi tangan suaminya tersebut sambil memejamkan


"Sayang" Panggil gabriel.


"Hem" Jawab tania sambil menengadahkan wajahnya untuk melihat gabriel.


"Kangen" Ucap gabriel sambil memeluk tania dengan gemas. Tania hanya bisa tertawa kecil saat di peluk oleh suaminya.


"Enggak nyangka banget kalau mas bisa sebucin ini" Ucap tania. Gabriel menempelkan pipinya kepada pipi tania dan menggesek-gesekkan pipinya gemas.


"Kan cuma kamu perempuan yang ada di hidup mas" Ucap gabriel. Tania tersenyum dan memeluk gabriel dengan erat.


"Mas mau bahagia-in perempuan mas satu-satunya" Ucap gabriel sambil menatap tania.


"Kalau airin tersinggung sama perilaku ataupun ucapan mas,airin bilang aja ya sayang" Ucap gabriel mengingatkan.

__ADS_1


"Soalnya mas enggak peka-an" Ucap gabriel.


"Iya mas,iya" Ucap tania.


"Tapi mas,mas belum pernah ceritain kisah mas waktu kecil loh sama airin" Ucap tania.


"Oh iya...." Ucap gabriel sambil menepuk pelan jidatnya. Gabriel menceritakan tentang kecelakaan yang ia alami sehingga membuatnya menjadi yatim piatu saat ini. Tak hanya sampai di situ,ia juga menceritakan tentang orang tua angkatnya yaitu kiyai ahmad dan istrinya. Gabriel menceritakan semuanya secara detail dan cukup banyak menghabiskan waktu hanya untuk berbagi cerita kepada tania.


"Jadi,waktu mas ngelihat kamu di tabrak sama motor ,jantung mas kayak berhenti berdetak sebentar,terus di iringi debaran jantung yang enggak karuan setelahnya" Ucap gabriel sambil menatap tania.


"Trauma mas tiba-tiba muncul saat ngelihat kamu di tabrak orang lain. Seakan-akan yang mas lihat itu adalah orang tua mas" Ucap gabriel.


"Maaf ya mas,buat mas ingat masa lalu mas" Ucap tania di gelengi gabriel.


"Kapan-kapan ke makam orang tua mas ya sayang" Ucap gabriel.


"Sebelum nikah sebenarnya mas mau ajakin airin ke sana,tapi karena nikahnya dadakan,enggak ada waktu dan tertunda deh...." Ucap gabriel.


"Mas,aku sayang mas" Ucap tania tiba-tiba. Tania menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Mas enggak bakal tinggalin airin kan? Apapun yang terjadi?" Tanya tania. Gabriel memeluk tubuh ramping istrinya dan menatapnya dengan penuh cinta.


"Insya Allah enggak sayang,mas cuma punya airin sekarang" Ucap gabriel sambil memeluk dan mengelus pelan pundak tania.


"Kalau besok-besok? Punya siapa?" Tanya tania.


"Punya dedek bayi,di perut bunda airin" Ucap gabriel gamblang. Tania hanya bisa menampakkan senyumnya dan menganggukkan kepala.


"Airin enggak tersinggung kan sayang?" Tanya gabriel dan di gelengi tania. Gabriel takut hal ini dapat menyinggung hati tania.


"Enggak mas,airin enggak tersinggung kok" Ucap tania.


"Insya Allah,kita berusaha dulu ya sayang" Ucap tania sambil menatap mata teduh gabriel dan di angguki gabriel.


"Mas..."


"Kalau bukan mas yang ngelamar airin tempo hari,enggak bakal airin terima" Ucap tania membahas lamaran.


"Kenapa?" Tanya gabriel.


"Karena waktu itu airin udah suka sama mas" Ucap tania malu-malu.


"Em,itu bisa jadi faktor pendukung" Ucap tania tertawa.


"Faktor utama airin suka sama mas itu karena airin ngerasa mas itu selalu ada waktu airin lagi hancur-hancurnya"


"Selalu lindungi airin"


"Dan bisa bersedia jadi teman curhat yang baik di waktu airin mau cerita" Ucap tania.


"Airin hanya butuh itu dan sekarang airin sudah mendapatkannya" Ucap tania sambil mengembangkan senyumnya. Gabriel menciumi pipi istrinya dengan gemas dan membuat tania tertawa geli.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar. Ternyata yang datang adalah bimas dan refan.


"Mana hadiah kita?" Tanya bimas ketus saat gabriel baru membuka pintu.


"Masuk dulu kamu,kayak orang mau nagih hutang aja berdiri di depan pintu" Ucap gabriel ketus. Sedangkan sedari tadi refan sudah berbaring di atas sofa.


"Udah makan dek?" Tanya tania kepada refan.


"Gue abang,bukan dedek" Ucap refan sambil mengunyah kue.


"Kan tetap adek gue" Ucap tania mendengus.


"Kok loe enggak ke kampus?" Tanya refan.


"Kok loe tau gue ada di rumah?" Tania bertanya balik.


"Gue nanya,loe nanya balik" Ucap refan kesal. Tania tertawa saat melihat ekspresi kesal refan.


"Gue lagi sakit perut,makanya enggak ke kampus" Ucap tania.


"Kebetulan,mama ngirim daun ini buat loe" Ucap refan sambil menyerahkan daun sirih.


"Loe lagi datang bulan kan?" Tanya refan dan di angguki tania.


"Firasat emak mah,enggak pernah salah" Ucap refan.


"Emangnya mama tau kalau gue bakal datang bulan" Tanya tania dan hanya di angguki refan.

__ADS_1


"Yah,berarti mas gabriel lagi puasa dong" Ledek bimas. Gabriel hanya memutar bola matanya jengah dan menatap bimas dengan tatapan malas.


"Mochi...." Jerit bimas girang. Bimas langsung mengeluarkan mochi dari kandang dan mencium mochi dengan gemas.


"Loe kok tau sama mochi?" Tanya tania.


"Waktu mas gabriel keluar kota,gue sama abang bersihin nih apartemen dan tidur di sini tiga hari" Ucap bimas.


"Dari situ juga gue kenal sama mochi dan setiap hari ngasih dia makan" Ucap bimas.


"Oh iya om,mana hadiahnya?" Tanya bimas sinis. Gabriel menunjuk kotak di sudut ruangan dan membuat refan dan bimas berlari kegirangan.


"Apaan tuh mas?" Tanya tania kebingungan.


"Wah,konsol game terbaru...." Belum sempat gabriel menjawab,tiba-tiba bimas sudah histeris.


"Makasih banyak om alias mas gabriel..." Bimas memeluk gabriel dengan erat karena bahagia. Sedangkan refan hanya diam tak bergeming saat melihat hadiah pemberian gabriel.


"Kamu kenapa fan? Enggak suka?" Tanya gabriel. Refan menahan tangisnya dan berjalan menuju gabriel.


"Ini kan mahal" Ucap refan termenung.


"Sesekali enggak apa-apa kali fan..." Ucap gabriel. Refan memeluk gabriel dengan erat dan membuat gabriel sesak nafas.


"Lepasin,lepasin...." Ucap gabriel sambil memukul pundak refan dan bimas secara bergantian.


"Muachh..." Refan mencium pipi tania gemas dan membuat gabriel membulatkan matanya sempurna.


"Enggak usah cium-cium istri mas dong" Protes gabriel.


"Kan aku lagi senang mas" Ucap refan.


"Loe harus baik-baik sama laki loe tan,jangan ngelawan" Ucap bimas tiba-tiba.


"Kok loe ngomong kayak gitu?" Tanya tania heran.


"Gara-gara hadiah dari laki gue loe ngomong kayak gitu?" Ucap tania dan membuat bimas memeluknya dengan erat.


"Hehehe,faktor utamanya sih gara-gara itu" Cengenges bimas di pelukan tania.


Tiba-tiba jingga datang dan membuat tania terkejut.


"Om gabriel,makasih banget ya udah ngasih kamera ini buat jingga" Ucap jingga bahagia. Tania membulatkan matanya saat gabriel juga memberikan hadiah untuk jingga.


"Iya sama-sama" Ucap gabriel tersenyum.


"Tatan....." Teriak jingga histeris sambil memeluk tania.


"Udah hamil?" Tanya jingga tiba-tiba. Bimas dan refan langsung membulatkan bola matanya sempurna.


"Gue baru nikah empat hari jingga" Ucap tania mendengus kesal.


"mana gue lagi haid" Ucap tania manyun.


"Hehehe,Semoga cepat ada dedek bayi nya ya tann..." Ucap jingga dan di Aamiin kan oleh tania dan gabriel.


"Om,lensa kamera juga buat jingga?" Tanya jingga dan di angguki gabriel.


"Jangan panggil om dong je,gimana pun dia,dia tetap kakak ipar loe karena loe anak angkat mama" Ucap tania.


"Baiklah kalau gitu,gue harus panggil om gabriel apa dong?" Tanya jingga sambil menatap mereka satu persatu.


"Mas" Ucap tania,gabriel,refan dan bimas secara bersamaan.


"What?!!!" Jingga terkejut bukan main dan membulatkan bola matanya sempurna.


*****


Sudah seminggu berlalu,tania dan gabriel di sibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing. Hari ini,gabriel membawa tania menuju suatu tempat yang pernah ia kunjungi bersama tania.


"Kok ke sini mas?" Tanya tania kebingungan.


"Ayo masuk!" pintah gabriel. Saat masuk ke dalam,tania membuka mulutnya besar karena terkejut.


...Before that,thanks to Allah yang udah memulihkan sakit thor 😇 Alhamdulillah beberapa hari ini agak mendingan. Dan thanks untuk semua readers yang udah doa-in thor... hehehe.......


...Pantangin terus yak si tatan sama om gagab🙈...


...See u readers ❤️...

__ADS_1


__ADS_2