Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 88


__ADS_3

"Airin nya udah bangun bu?" Tanya gabriel yang tengah menunggu di depan rumah.


"Ih,kok masih pakai embel-embel ibu sih" Ucap mama cemberut.


"Panggil mama ya" Ucap mama dan di angguki gabriel.


"Em,iya ma" Ucap gabriel terbata-bata.


"Nah gitu dong" Ucap mama.


"Tatan lagi mandi,tungguin bentar ya menantu ganteng mama" Ucap mama dan di angguki gabriel.


"Mama ke dapur dulu,mama lagi masak soalnya" Pamit mama.


Gabriel menunggu tania di depan pintu kamar tania. Terdengar suara tania bersenandung ria di dalam kamar.


"Ma,kok kemeja abu-abu uni enggak ada di dalam kamar?" Teriak tania dari dalam kamar.


"Kemeja uni di pakai sama abang buat pergi nongkrong" Teriak mama dari kamar.


"Astaga,pakai baju apa gue hari ini" Ucap tania frustasi. Tania mengenakan baju lain dan keluar dari kamar. Tania tak menyadari kehadiran gabriel saat ini. Alhasil,tania langsung melenggang pergi menuju dapur.


"Ma,kemarin siapa yang angkat jemuran?" Tanya tania.


"Kayaknya dedek deh,cari apa nak?" Tanya mama.


"Cari dalaman tatan ma" Ucap tania.


"Semua dalaman di letakin sama dedek di dalam keranjang,cari aja" Ucap mama dan di angguki tania. Tania langsung berlenggang menuju keranjang dan mencari dalaman miliknya.


"Dapat...." Ucap tania sambil merentangkan bra miliknya ke udara.


"Dari tadi cari bra?" Tania langsung mematung dan membulatkan matanya sempurna saat mendengarkan suara gabriel. Nampak gabriel sedang duduk santai di atas kursi dan melihat tania dari atas ke bawah.


"Aaaaaa......" Teriak tania langsung lari ke kamar.


"Bapak sejak kapan di sana?" Tanya tania dari dalam kamar.


"Dari kamu mandi,cepat siap-siap airin"


"Kamu enggak usah histeris gitu,****** ***** sudah saya lihat,sekarang bra,besok apa?" Ucap gabriel di depan kamar tania.


"Enggak usah pikir yang aneh-aneh deh pak" Teriak tania.


"Kalau udah nikah boleh kan mikir yang aneh-aneh?" Tanya gabriel.


"Terserah bapak" Teriak tania kesal.


"Gue goblok,asli,sumpah...." Ucap tania sambil melihat cermin.


Tania dan gabriel langsung pergi ke pusat belanja untuk mencari mahar pernikahan.


"Kita beli apa dulu airin?" Tanya gabriel.


"Saya enggak tau pak,saya juga bingung" Ucap tania. Akhirnya gabriel mengajak tania untuk membeli peralatan sholat terlebih dahulu.


"Kalau ada barang yang di suka bilang ya airin,jangan ragu" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Saya suka sama mukena itu pak,boleh?" Tanya tania. Gabriel memberikan kartu atm miliknya kepada tania dan menganggukkan kepalanya.


"Beli yang banyak,mukena itu di pakai setiap hari untuk ibadah,jadi beli lebih dari lima" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Kemana lagi?" Tanya gabriel setelah keluar dari toko.


"Enggak tau pak" Ucap tania sambil melihat keadaan sekitar.


"Oh iya,skin care " Ucap gabriel. Gabriel menarik lengan baju tania dan mengantarkan tania ke toko kosmetik.


"Beli nggak ya?" Ucap tania sambil melihat salah satu skin care tersebut.


"Harganya lumayan juga..." Gumam tania ragu. Gabriel langsung memasukkan barang yang berada di tangan tania ke dalam keranjang.


"Jangan lihat harganya airin,kalau mau ambil aja,uang saya enggak bakalan habis kok meskipun kamu pakai" Ucap gabriel.


"Saya itu nikah sekali seumur hidup,begitu juga dengan kamu,jadi kamu manfaatkan kesempatan yang sekali ini" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Em,oke kalau gitu" Ucap tania.


"Seriusan nih pak? Nanti kalau tiba-tiba saldo bapak enggak cukup gimana? Kan malu!" Ucap tania sambil cemberut.


"Kamu meragukan calon suami kamu? Iya? " Ucap gabriel sambil tersenyum. Tania hanya mengendingkan bahunya dan menatap gabriel acuh.


"Kamu beli mobil tiga macam aja enggak habis saldo saya airin" Ucap gabriel.


"Hah? Mobil apa?" Tanya tania.


"Mobil-mobilan,hehehe" Ucap gabriel sambil mengelus kepala tania.


"Eits,masalah kita belum selesai" Tania menahan tangan gabriel yang tengah memegang kepalanya.


"Saya mau nanya,siapa cewek yang bapak elus kepalanya waktu di rumah sakit?" Tanya tania penuh selidik.


"Siapa?" Tanya gabriel mengerutkan jidanya.


"Mana saya tau,kan saya enggak kenal,makanya saya tanya sama bapak" Ucap tania ketus. Gabriel mencoba mengingat kembali kejadian waktu ia berada di rumah sakit.


"Cewek yang pakai jilbab panjang?" Tanya gabriel dan di angguki tania.


"Dia itu...." Ucap gabriel sengaja menggantung.


"Siapa?" Tanya tania penasaran.


"Kamu cemburu?" Tanya gabriel. Tania hanya bisa mengendingkan bahunya acuh dan berjalan meninggalkan gabriel.


"Dia itu sepupu saya airin" Ucap gabriel sambil menahan lengan tania.


"Kalau kamu enggak percaya,nanti kamu telepon aja orangnya langsung" Ucap gabriel.


"Enggak perlu,saya percaya sama bapak" Ucap tania penuh keyakinan.

__ADS_1


Seharian ini mereka sudah menjelajahi toko baju,tas,sepatu dan toko cincin. Saat melintasi toko pakaian dalam,gabriel langsung meminta tania membelinya.


"Bapak serius?" Tanya tania dan di angguki gabriel.


"Pilih yang cantik,atau mau saya bantu pilihkan?" Tanya gabriel usil. Tania langsung menghilang dari pandangan gabriel dan membuat gabriel tertawa kecil.


"Di sini juga ada baju tidur airin,beli aja di sini sekalian" Ucap gabriel dan di angguki tania. Gabriel berjalan mengelilingi toko tersebut. Sedangkan tania sibuk memilih pakaian yang akan ia beli.


"Airin" panggil gabriel. Tania langsung berjalan mendekati gabriel.


"Sudah?" Tanya gabriel.


"Baju tidur belum pak" Ucap tania.


"Nah,kebetulan" Ucap gabriel menjentik jari.


"Kita beli yang ini" Ucap gabriel menunjuk lingerie di hadapannya. Mata tania membulat sempurna saat melihat deretan lingerie tersebut.


"Saya malu pak kalau pakai ini" Ucap tania.


"Beli aja dulu,mana tau suatu saat bakalan terpakai" Ucap gabriel.


"Tapi pak,saya enggak bisa menjamin kalau saya bisa pakai ini" Ucap tania.


"Bisa,kamu pasti bisa dan terbiasa nantinya" Ucap gabriel bak memaksa.


"Yaudah,beli aja" Ucap gabriel sambil mengambil lingerie tersebut dan menyerahkannya kepada tania.


"Sisanya kamu pilih sendiri ya airin,saya mau cariin kamu baju tidur yang lain" Ucap gabriel sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Enggak lingerie lagi kan pak?" Tanya tania penuh kekhawatiran.


"Enggak,kali ini beneran baju tidur" Ucap gabriel santai.


"Mau beli apa lagi?" Tanya gabriel setelah keluar dari toko pakaian dalam. Tania tampak kebingungan kali ini.


"Mau treatment?" Tanya gabriel dan langsung di gelengi tania.


"Besok aja pak,kalau sekarang treatment-nya nanti pulangnya malam banget" Ucap tania.


"Masih ada lagi?" Tanya gabriel.


"Enggak ada lagi deh kayaknya pak" Ucap tania.


"Oke,kalau gitu kita langsung ke butik untuk lihat baju nikah" Ucap gabriel.


"Ya Allah,kok gue enggak kepikiran tentang baju nikah ya? " Batin tania mengutuki kesalahannya sendiri.


"Undangan pernikahan gimana pak?" Tanya tania.


"Sudah saya urus semuanya airin" Ucap gabriel.


"Kamu mau undang siapa aja?" Tanya gabriel.


"Teman SMA saja aja deh pak,enggak usah banyak-banyak" Ucap tania.


"Oh iya,ini yang paling penting" Ucap gabriel.


"Saya sih terserah bapak aja" Ucap tania santai.


"Eh,enggak bisa gitu dong airin,kita harus mengambil kesepakatan,biar kita enggak bertengkar" Ucap gabriel.


"Saya enggak mau yang mewah-mewah pak,kan kebutuhan hidup kita lebih banyak setelah menikah"


"Biar pun sederhana yang penting tamunya banyak,acaranya khidmat" Ucap tania. Gabriel cukup kagum dengan tania. pasalnya tania tak hanya memikirkan gengsi untuk menggelar acara pernikahan yang besar. Akan tetapi ia juga memikirkan keperluan untuk hidup selanjutnya.


"Jujur nih ya pak,sebenarnya saya itu pengen banget pakai konsep out door,tapi permasalahannya adalah saya takut nanti tiba-tiba hujan gimana? Kan bisa kacau" Ucap tania.


"Sebenarnya saya juga mau out door sih airin,tapi betul juga sama semua pemikiran kamu tadi" Ucap gabriel sambil menyetir mobil.


"Tapi,apa salahnya kalau kita coba" Ucap gabriel.


"Gimana? Apa lagi kita sama-sama suka konsep out door" Ucap gabriel.


"Setuju,out door aja deh pak,biar lebih seru" Ucap tania bersemangat.


Setelah sekian lama memilih baju pernikahan,akhirnya pilihan tania jatuh kepada baju berwarna putih untuk akad dan baju berwarna merah maroon untuk resepsi.


"Wait...." Ucap tania.


"Kita resepsi juga pak?" Tanya tania dan di angguki gabriel.


"Sudah akad,langsung resepsi" Ucap gabriel.


Merasa semua yang di butuhkan sudah lengkap,gabriel dan tania pergi ke pantai sejenak untuk menenangkan pikiran mereka.


"Em,airin" Panggil gabriel. Tania langsung melihat wajah gabriel di sinari matahari senja.


"Kan tadi mahar berbentuk barang sudah" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Sekarang saya mau nanya sama kamu,kamu mau mahar apa lagi selain berbentuk barang?" Tanya gabriel.


"Surah" Jawab tania langsung.


"Sejujurnya nih pak,saya mau banget mahar nikah saya itu surah di dalam al-qur'an" Ucap tania.


"Surah apa yang kamu mau? Kalau saya sanggup insya Allah saya wujudkan" Ucap gabriel.


"Surahnya panjang sih pak" Ucap tania.


"Sebutin aja,kalau saya mampu,insya Allah saya jadikan surah yang kamu mau itu sebagai mahar" Ucap gabriel.


"Surah an-nisa" Ucap tania. Gabriel tersenyum sambil menghadap ke arah mata hari senja.


"Berapa jumlah ayat di dalam surah an-nisa?" Tanya gabriel bak guru memberi pertanyaan kepada murid.


"176 ayat" Jawab tania langsung.


"An-nisa artinya?" Tanya gabriel.

__ADS_1


"Wanita" Jawab tania.


"Surah an-nisa temasuk surah makiyyah atau madaniyyah?" Tanya gabriel lagi.


"Madaniyyah" Jawab tania langsung.


"Apa yang di maksud dengan madaniyyah?" Tanya gabriel lagi.


"Madaniyyah adalah istilah yang diberikan kepada ayat Al Qur'an yang diturunkan di Madinah atau diturunkan setelah Rasulullah hijrah ke Madinah" Jawab tania.


"Ternyata calon istri saya bisa menjawab semua pertanyaan saya dengan benar" Ucap gabriel.


"Oke kalau gitu,saya kabulkan permintaan kamu yang satu ini" Ucap gabriel penuh keyakinan.


"Eh,saya cuma minta ayat 100-176 aja kok pak" Ucap tania.


"Satu sampai akhir pun insya Allah saya bisa airin" Ucap gabriel.


"Serius?" Tanya tania dan di angguki gabriel.


Mereka makan sejenak dengan di temani suara ombak yang dapat menenangkan pikiran.


"Airin,sudah nikah nanti kamu mau kan tinggal di apartemen saya?" Tanya gabriel.


"Itu sebuah pertanyaan atau keharusan?" Tanya tania.


"Pertanyaan sekaligus keharusan" Jawab gabriel.


"Saya...." Jawab tania ragu dan membuat jidat gabriel berkerut.


"Saya...." Lagi-lagi tania ragu.


"Saya apa?" Tanya gabriel penasaran.


"Saya mau kok pak,hehehe" Ucap tania cengengesan.


"Pak,ada yang mau saya omongin" Ucap tania.


"Boleh jujur kan?" Ucap tania dan di angguki gabriel.


"Kan bapak tau waktu kecil saya hampir di lecehkan"


"Dan atas vonis dokter beberapa waktu yang lalu juga sepertinya merusak pola pikir saya maupun mental saya" Ucap tania.


"Jadi..." Ucap tania terputus.


"Jadi?" Tanya gabriel.


"Kenapa bapak mau menikah dengan saya? Padahal bapak tau semua keburukan sifat,kekurangan saya dan masa lalu saya?" Tanya tania sambil menatap mata gabriel.


"Karena saya sayang sama kamu" Ucap gabriel tersenyum. Wajah tania langsung meremang merah dan jantungnya berdebar tak karuan.


"Malu gue" Jerit batin tania.


"Waktu ngelihat kamu sama laki-laki lain saya enggak suka dan kalau saya enggak bisa miliki kamu,yang ada saya cuma bisa menahan rasa sakit" Ucap gabriel.


"Sakitnya bersumber dari dalam sini..." Ucap gabriel sambil memegang dadanya.


"Satu hal yang terbesit dalam benak saya yaitu 'Saya harus nikahi kamu' " Ucap gabriel terang-terangan.


"Sejujurnya,dari dulu saya udah tertarik sama kamu airin,tapi saya juga tau kamu sudah tunangan"


"Di waktu yang tepat,kamu juga sudah putus hubungan dengan raka dan hasil istikharah saya juga bagus" Ucap gabriel.


"Yang saya istikharakan itu kamu,bukan orang lain"


"Makanya saya minta doa dari kamu dan melarang kamu untuk ikut melamar wanita yang saya suka,karena wanita itu adalah kamu" Tania cukup terkejut dengan apa yang gabriel ucapkan kali ini.


"Sebenarnya saya mau lebih cepat melamar kamu,tapi waktunya enggak tepat karena kamu mengalami kecelakaan" Gabriel menjelaskan secara terang-terangan.


"Pak,masalah malam pertama kayak nya saya....." Ucap tania ragu.


"Saya enggak pernah memaksa kamu kok airin,saya juga berharap kondisi kamu stabil dulu,baru kita buat adonan" Ucap gabriel jahil. Tania menepuk pundak gabriel sambil memanyunkan bibirnya.


"Sempat-sempatnya jahil" Ucap tania cemberut dan membuat gabriel tertawa.


"Yang merencanakan segala sesuatu itu Allah airin,jadi kamu jangan terlalu fokus sama vonis dokter,toh segala sesuatu terjadi atas izin Allah"


"Kalau kamu mau punya anak,kita harus ikhtiar dan berdoa sama Allah" Ucap gabriel.


"Kita?" Tanya tania.


"Iya kita,kamu dan saya akan menjadi orang tua untuk anak kita di masa mendatang" Ucap gabriel tersenyum.


"Masa mau buat anak sendiri,kan enggak mungkin!. Makanya saya menambahkan kalimat 'kita' ,kan saya mau ikut juga bikin anak" Ucap gabriel vulgar.


"Pak gabrielll....." Teriak tania histeris dan membuat gabriel tertawa.


"Saya berharap kamu bisa nyaman di dekat saya,maka dari itu,hari demi hari kita bisa menumbuhkan cinta" Ucap gabriel.


"Perlu kamu ketahui airin,kebanyakan laki-laki enggak perlu cinta dalam berhubungan badan,tapi perempuan? Perempuan itu sangat memainkan peran perasaan atau cinta sebelum mereka melakukan hal tersebut" Ucap gabriel menjelaskan.


"Dan saya sangat mempedulikan perasaan istri saya nantinya" Ucap gabriel.


"Maaf ya pak,harus buat bapak menunggu" Ucap tania bersedih.


"Saya enggak merasa menunggu,kita kan bisa pacaran dulu sudah menikah nanti" Ucap gabriel santai.


"Dengan kita pacaran sudah menikah nanti,maka kita bisa memupuk rasa cinta dan kasih sayang di antara kita" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Syukurlah kalau bapak bisa paham dengan perasaan saya" Ucap tania tersenyum kecil sambil melihat desiran ombak.


...Woilah om gagab,lu mau nikah aja sekarang🙈...


...Cewek barbar kesayangan author bakal jadi bini orang sebentar lagi😢😭.... Awas lu sakiti airin gab,lu bakal di serang sama readers author entar.......


...Btw,siapa yang enggak luluh coba kalau di kasih untaian kata kayak yang di ucapkan gabriel tadi🤪.......


...Simak terus ya readers,ini udah lebih 2000 kata thor up khusus fans gabriel dan tatan...wkwkwkwk...

__ADS_1


...See u next part✨...


__ADS_2