Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 81


__ADS_3

Gabriel sedang menunggu di ruang tunggu pasien dengan sekelebat pikiran yang mengganggunya.


"Airin baik-baik aja kan?" Batin gabriel. Gabriel langsung mendesah dan menjambak rambutnya penuh frustasi.


Saat ini tania masih di periksa oleh dokter pasca kecelakaan tadi. Ibu dan anak yang di tolong pun juga ikut di periksa. Sangat di khawatirkan bahwa sang anak mengalami guncangan ataupun trauma karena melihat kecelakaan di depan matanya.


"Keluarga bu tania" Panggil dokter. Gabriel langsung berdiri dan meminta gabriel masuk ke dalam untuk melihat tania. Terlihat di sana kepala tania,lengan dan kaki terdapat luka dan di perban. Sedangkan tania sendiri sudah sadar.


"Gimana keadaan tania dok?" Tanya gabriel khawatir.


"Hah...." Dokter mendesah sambil melihat tania.


"Semua kondisi bu tania baik-baik saja sekarang,akan tetapi....." Ucap dokter terputus.


"Apa dok? Saya ada cidera serius? Tapi saya enggak merasakan hal yang aneh kok dok?!" Ucap tania berturut-turut.


"Hal ini yang sangat di takutkan oleh kebayangkan perempuan" Ucap si dokter.


"Saya jelaskan secara singkat ya bu tania" Ucap dokter dan di angguki tania.


"Luka di badan bu tania memang tak parah,akan tetapi,saat bu tania tertabrak motor,tubuh bu tania terlempar jauh dan tulang punggung bu tania terbentur trotoar jalan" Ucap si dokter.


"Jadi..." Ucap dokter terputus karena berusaha menenangkan.


"Jadi?" Ucap tania.


"Karena hal itu bu tania akan susah memiliki keturunan,karena tulang punggung perempuan sangat bahaya jika mengenai benturan"


"Apalagi benturan pada saat kecelakaan tadi begitu kuat,sehingga sulit untuk bu tania memiliki keturunan" Ucap dokter. Tanpa terasa,air mata tania mengalir dengan derasnya. Tania menangis tanpa mengeluarkan suara sedikitpun saat ini.


"Kalau begitu saya pamit dulu ya pak" Ucap si dokter dan di angguki gabriel.


Tania tak mengeluarkan suaranya sedikitpun dan tetap dalam lamunannya.


"Airin...." Panggil gabriel pelan. Tania yang tadinya diam, saat mendengar suara gabriel ia menangis sejadi-jadinya.


"Apa lagi sekarang?"


"Kenapa gue enggak mati aja sekalian" Tangis tania histeris.

__ADS_1


"Buat apa gue hidup kalau gue mandul" Teriak tania penuh frustasi.


"Buat apa gue hidup" Teriak tania lagi sambil mengacak-acak bangkar rumah sakit. Gabriel langsung mendekati tania dan duduk di atas bangkar tania.


"Istighfar airin,istighfar" Ucap gabriel sambil mengelus pundak tania pelan.


"Enggak ada gunanya gue hidup Ya Allah,gue mandul...." Isak tangis tania menjadi-jadi.


Gabriel memberikan punggungnya untuk tania meluapkan semua emosi yang ia rasakan. Tania menyandarkan kepalanya di punggung gabriel dan memukul punggung gabriel dengan penuh lemah.


"Sakit pak,sakit..." Isak tangis tania sambil menyandar di punggung gabriel.


"Di sini sakitnya,sakittt banget" lagi-lagi tania terisak sambil memukul dada nya. Gabriel yang mendengarkan diagnosa dokter pun sedikit tak percaya. Namun,kecelakaan tadi memang menimbulkan benturan yang sangat kuat


"Istighfar dulu airin" Ucap gabriel. Tania terisak pelan di punggung gabriel tanpa henti dan membuat baju gabriel basah.


"Kenapa harus gue yang dapetin cobaan kayak gini? Kenapa harus gue" Ucap tania sambil menangis.


Gabriel mengelus pundak tania pelan dan membiarkan tania menangis di dada sebelah kirinya.


"Sakittt....." Ucap tania sambil menangis.


"Sakittt banget" Tangis tania lagi sambil meremas dadanya.


"Semua itu hikmahnya airin,sekarang kamu harus berbaik sangka sama Allah" Ucap gabriel.


"Jangan orang lain,saya aja enggak bisa nerima keadaaan saya sekarang ini pak" Ucap tania.


"Kenapa harus gue...." Ucap tania histeris dan kembali menangis.


"Ya Allah,istighfar airin,istighfar" Ucap gabriel yang akhirnya membawa tania ke dalam pelukannya.


Saat ini tak ada cara lain untuk menenangkan tania kecuali memeluknya. Menurut psikologi,pelukan dapat memberi efek menenangkan. Pelukan juga dapat meminimalisir hormon pemicu stres dan dapat mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular atau sistem peredaran darah.


"Sakit banget pak...."


"Sakit..." Tangis tania yang berada di pelukan gabriel sambil meremas bajunya dengan kuat. Gabriel membiarkan tania menangis di dadanya untuk sementara.


"Nyaman" Satu perasaan yang tania rasakan saat berada di pelukan gabriel.

__ADS_1


Tiba-tiba,ibu hamil dan anak kecil yang di selamatkan tania tadi masuk ke dalam kamar tania. Tania langsung membersihkan air matanya saat menyadari kehadiran mereka.


"Tante makasih ya sudah selamatin aku sama mama" Ucap bocah tersebut.


"Aku sayang mama,aku takut mama sama dedek aku kenapa-napa" Ucap anak lelaki tersebut sambil nangis terisak. Tania langsung berjalan mendekati anak tersebut dan memeluknya.


"Iya,sama-sama"


"Kamu harus janji ya sama tante kalau kamu harus lindungi mama kamu sama dedek kamu" Ucap tania sambil memegang pipi anak tersebut.


"Iya tante" Anak tersebut langsung mengangguk. Setelah itu,ibu dari anak tersebut melihat tania dan memeluk tania. Lagi-lagi tania menangis saat di peluk oleh orang.


"Maafin saya ya,gara-gara saya,kamu harus berkorban seperti ini" Ucap ibu tersebut sambil menangis.


"Saya akan membalas semua pengorbanan kamu" Ucap ibu tersebut.


"Kakak enggak perlu balas budi" Ucap tania.


"Saya cuma minta kakak untuk jaga kandungan kakak baik-baik ya" Ucap tania dan di angguki oleh ibu hamil tersebut.


"Boleh saya elus?" Tanya tania sambil melihat perut si ibu hamil. Ibu hamil pun mengangguk.


"Sehat-sehat ya sayang" Ucap tania sambil menahan tangisnya. Setelah kepergian ibu tersebut,tania kembali menangis penuh frustasi.


"Kamu enggak boleh marah sama apa yang udah di takdirkan untuk kamu airin" Ucap gabriel sambil memegang pundak tania.


"Percayalah,ada hikmah dan sesuatu yang indah setelah ini" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Kamu tunggu sini,saya tebus obat kamu dulu ke depan" Ucap gabriel.


Cukup lama tania menunggu gabriel,tania yang merasa jengah di kamarnya pun langsung keluar untuk mencari udara segar. Namun,tatapan tania salah fokus saat melihat gabriel sedang tertawa bersama seorang perempuan muda nan anggun.


"Siapa dia?" Batin tania penasaran.


Tak hanya sampai di situ,gabriel juga mengelus kepala perempuan tersebut dan membuat perempuan berhijab panjang tersebut tersenyum lebar.


"Nyuttt..." Tania bak merasakan sakit di dadanya saat melihat gabriel bersama perempuan tadi. Akhirnya tania memutuskan untuk kembali ke kamar.


"Siapa cewek tadi?" Tanya tania kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Calon pak gabriel kah?" Sambung tania.


"Kok hati gue sakit ya ngelihat pak gabriel tadi" Ucap tania sambil memegang dadanya.


__ADS_2